Stockholm, 23 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA MEMANG BUTA, TIDAK TAHU DK PBB DIKIBULI SOEKARNO

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

ITU MUBA DIJON MEMANG BENAR-BENAR BUTA & BUDEK, TIDAK TAHU DK PBB DIKIBULI SOEKARNO

 

"Bener2 logika kodok yang kamu pake itu... Begitu bertebaran fakta benar kamu tayangkan, kenapa dari fakta-fakta itu kamu simpulkan "kodok akan menjadi budek kalo keempat kakinya dipotong"? Logika apa yang menggiringmu kepada kesimpulan "Soekarno menipu PBB?". Makin jelas dan makin teranglah kamu juga tidak bisa bicara tentang Islam. Sangat berbahaya jika kamu berijtihad. Akan banyak ngaconya daripada benarnya. Satu lagi hal yang membuatmu semakin buruk: untuk menutupi kebodohanmu, dengan sikap pongah dan congkak diseranglah semua tokoh, pemikir, dan aktivis muslim, termasuk Allahyarham Daud Beureuh. Dan aku serius ketika bilang "hidupmu tidak memberi maslahat". Juga serius ketika kuusulkan untuk kamu tutup mimbar ini." (Muba Zir,  mbzr00@yahoo.com , Mon, 22 Aug 2005 14:49:27 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Disinilah itu Muba Dijon memang seorang yang buta dan budek. Mengapa ?

 

Karena ia tidak mengerti dan tidak memahami bahwa fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Indonesia yang diserahi dan diakui kedaulatan penuh oleh Belanda bukan RI, melainkan RIS pada 27 Desember 1949.

 

Dunia mengetahuinya, termasuk PBB, karena memang PBB melalui utusan United Nations Commission for Indonesia (UNCI) yang dipimpin oleh Chritchley menjadi salah satu dari empat delegasi yang berunding dalam KMB pada 23 Agustus 1949 di Ridderzaal, Den Haag, Belanda, yang hasilnya ditandatatangani pada tanggal 2 November 1949.

 

Nah, mengapa PBB dan DK PBB tidak mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh RIS setelah 27 Desember 1949 sampai 14 Agustus 1950 ?

 

Karena memang itu DK PBB ataupun utusan PBB tidak ada yang mengetahuinya, apa yang terjadi dalam tubuh RIS dimana 15 Negara/Daerah Bagiannya disantap RI-Jawa-Yogya-nya Soekarno, dari periode 8 Maret 1950 sampai 14 Agustus 1950.

 

Mengapa DK PBB ataupun utusan PBB tidak ada yang mengetahui perubahan dalam RIS ? Karena memang itu Soekarno tidak mengundang PBB untuk menyaksikan penelanan Negara/Daerah Bagian RIS, termasuk Maluku Selatan dan Acheh.

 

Nah, akal bulus Soekarno untuk mengelabui DK PBB.

 

Mengapa itu Soekarno tidak langsung meminta menjadi anggota PBB setelah RIS diserahi dan diakui kedaulatannya pada tanggal 27 Desember 1949, tetapi menunggu satu tahun kemudian ?

 

Karena itu Soekarno dengan kelompok unitaris Jawa-nya belum siap menjalankan politik ekspansi-nya untuk menelan 15 Negara/Daerah Bagian RIS plus Acheh dan Maluku Selatan.

 

Dan memang terbukti, begitu 15 Negara/Daerah Bagian RIS, ditambah Maluku Selatan dan Acheh selesai dimasukkan kedalam perut RI-Jawa-Yogya pada tanggal 14 Agustus 1950, maka pada bulan September 1950, itu Soekarno langsung meminta menjadi anggota PBB.

 

Nah disinilah, yang oleh para kelompok unitaris Jawa Soekarno dan para pengikutnya ditutup-tutupi. Periode penelanan besar-besaran dalam tubuh RIS 27 Desember 1949 14 Agustus 1950 inilah yang kalau bisa dibuang dari jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI oleh kelompok unitaris Jawa Soekarno.

 

Dan untuk menutupi pembongkaran besar-besaran akal bulus dan tipu licik kelompok unitaris Jawa Soekarno inilah, itu Muba Dijon tanpa dipikir panjang langsung menyatakan: "Begitu bertebaran fakta benar kamu tayangkan, kenapa dari fakta-fakta itu kamu simpulkan "kodok akan menjadi budek kalo keempat kakinya dipotong"? Logika apa yang menggiringmu kepada kesimpulan "Soekarno menipu PBB?"

 

Ya jelas, itu fakta bukti memang benar, dimana yang diakui kedaulatan adalah RIS, bukan RI. Kemudian, Soekarno dan para kelompok unitaris Jawa dengan RI-Jawa-Yogya-nya melakukan perombakan dan peleburan besar-besaran dalam bangunan RIS untuk dijadikan bangunan baru dibawah burung garuda dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Nah, perombakan dan peleburan besar-besaran dalam tubuh RIS inilah yang tidak pernah atau hanya secuil saja disingggung oleh kelompok unitaris Jawa Soekarno dan para pengikutnya, termasuk Muba Dijon ini.

 

Dan justru inilah yang sebenarnya merupakan akar utama mengapa itu timbulnya konflik Maluku Selatan dan Acheh, termasuk juga Papua Barat. Atau dengan kata faktor pembubaran yang dilakukan kelompok unitaris Jawa Soekarno terhadap kelompok federalis dibawah Sultan Abdul Hamid II inilah yang sampai detik sekarang menjadi bom waktu.

 

Dan mengapa itu para pengikut kelompok unitaris Jawa seperti Ketua FPDI-P Tjahyo Kumolo bagai cacing kepanasan ketika membaca MoU RI-GAM 15 Agustus 2005 yang disebutnya tidak sesuai dengan makna negara kesatuan, dan sudah mengarah pada negara federal.

 

Nah, dari sini saja sudah kelihatan bahwa apa yang dilakukan kelompok unitaris Jawa Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya, memang menghancurkan kelompok federalis dengan RIS-nya. Dan tentu saja daya upaya kelompok unitaris Jawa Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya ini tidak akan bertahan lama.

 

Jadi Muba Dijon, kalau kalian masih tetap budek, maka kalian tidak akan paham dan tidak akan mengerti mengapa itu DK PBB dikibuli Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Mengapa bukan memajukan RIS-nya yang merupakan bentuk negara federal, tetapi justru RI-Jawa-Yogya-nya yang diajukan. Mengapa itu DK PBB atau utusan PBB tidak ada yang diundang untuk menyaksikan peleburan besar-besaran Negara/Daerah Bagian RIS, ditambah Maluku Selatan dan Acheh masuk kedalam perut RI-Jawa-Yogya ?.

 

Karena memang Soekarno dengan kelompok unitaris Jawa-nya tidak ingin apa yang terjadi dalam RIS diketahui dunia luar. Nah, setelah RI-Jawa-Yogya selesai melahap 15 Negara/Daerah Bagian RIS ditambah Maluku Selatan dan Acheh, baru sebulan kemudian dilaporkan kepada DK PBB, dengan nama RI. Sultan Abdul Hamid II disingkirkan dan dijadikan musuh utama Soekarno. Kan betul-betul budek dan merupakan penipuan besar-besaran yang dilakukan Soekarno.

 

Bangsa-bangsa yang ada telah mendirikan negara federasi RIS, tetapi dihancurkan oleh Soekarno dan kelompok unitaris Jawa dengan RI-Jawa-Yogya-nya. Dasar Jawa budek.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Mon, 22 Aug 2005 14:49:27 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: SAPRUDIN ITU DK PBB MEMANG DIKIBULI SOEKARNO DENGAN RI-JAWA-YOGYA-NYA

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, AcehMitro <mitro@kpei.co.id>, AcehMr_dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Acehmuba <mbzr00@yahoo.com>, AcehSap <im_surya_1998@yahoo.co.id>, AcehSiliwangi <siliwangi27@hotmail.com>, Acehsutanlatief <sutanlatief@yahoo.com>, AcehTati <narastati@yahoo.com>, Acehtgk_maat <tgk_maat@yahoo.co.uk>, Acehwarwick <universityofwarwick@yahoo.co.uk>, Hinokaru Hokagata <albiruny@gmail.com>, kabayan555@yahoo.com, kbecak@yahoo.com, sisinga maharaja <sisingamaharaja@yahoo.co.uk>, sira_jaringan2000@yahoo.com, sobrona@hotmail.com, sofyanali_fpsgam@yahoo.com

 

Kodookkk... kodoookkk...!! Bener2 logika kodok yang kamu pake itu... Begitu bertebaran fakta benar kamu tayangkan, kenapa dari fakta-fakta itu kamu simpulkan "kodok akan menjadi budek kalo keempat kakinya dipotong"? Logika apa yang menggiringmu kepada

kesimpulan "Soekarno menipu PBB?".

 

Makin jelas dan makin teranglah kamu juga tidak bisa bicara tentang Islam. Sangat berbahaya jika kamu berijtihad. Akan banyak ngaconya daripada benarnya. Satu lagi hal yang membuatmu semakin buruk: untuk menutupi kebodohanmu, dengan sikap pongah dan congkak diseranglah semua tokoh, pemikir, dan aktivis muslim, termasuk Allahyarham Daud Beureuh.

 

Dan aku serius ketika bilang "hidupmu tidak memberi maslahat". Juga serius ketika kuusulkan untuk kamu tutup mimbar ini.

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

----------