Stockholm, 24 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


DHARMINTA, ITU MOU HELSINKI 15-8-2005 HARUS DIDUKUNG, BUKAN DIHANTAM, SEPERTI KELAKUAN PDI-P, PKB & PPP

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MATIUS DHARMINTA, ITU MOU HELSINKI 15-8-2005 HARUS DIDUKUNG, BUKAN DIHANTAM, SEPERTI KELAKUAN PDI-P, PKB & PPP

 

"Sejak kapan anda (Asudirman) mikirin perdamaian di Aceh? Bukankah selama ini anda terus menentang adanya perdamaian di Aceh, yang dengan sadar GAM ingin kembali kepangkuan ibu pertiwi (NKRI)?. bukankah dengan pernyataan para tokoh yang anda sebut di atas (Megawati, Gus Dur & Hamzah Haz) berarti bisa mendukung aktivitas anda untuk meprofokasi kelompok GAM melakukan tindak kriminal ?, kini kenapa anda mempersoalkan pernyataan para tokoh tersebut?, seharusnya berterimakasih doong." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Mon, 22 Aug 2005 21:43:27 -0700 (PDT))

 

"Suatu negara memang memerlukan dasar hukum baik nasional maupun internasional. Untuk mendapatkan pengakuan dunia internasional sudah barang tentu berdasar fakta-fakta yang diakui oleh dunia internasional pula. jadi dunia internasional mengakui suatu negara juga tidak ngawur seperti gagasan si Asudirman. Ingat kalau kita ingin laju dengan cepat dan selamat jangan lihat spion kebelakang lihatlah kedepan dan kedepan hingga selamat sampai tujuan. Jangan terus melihat spion kebekang seperti Asudirman ini, nah kalau sekarang bukannya maju tapi malah masuk jurang, itu bukan salah sipembuat jalan, tapi si-memakai/melintas yang error." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Mon, 22 Aug 2005 22:34:13 -0700 (PDT))

 

"Asudirman murtad aja masuk kristen. Sungguh pertunjukan thonel yang tidak lucu. Mana ada ajaran agama menyuruh umat lain untuk murtad/meninggalkan ajaran agamanya. Kecuali celeng-celeng liar nan bodoh." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Wed, 24 Aug 2005 01:47:00 -0700 (PDT))

 

Baiklah Matius Dharminta di Jakarta, Indonesia.

 

Dharminta, itu Ahmad Sudirman mendukung penuh MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Dengan mendukung penuh kesepakatan Helsinki antara pihak Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia dalam hal ini ASNLF/AM dengan pihak Pemrintah RI, itu merupakan dukungan dan sokongan penuh kepada jalan menuju terciptanya kedamaian di Acheh.

 

Nah, kalau ada dari pihak kelompok lain, seperti Megawati, Gus Dur dan Hamzah Haz yang menolak MoU Helsinki 15 Agustus 2005, maka Ahmad Sudirman jelas akan mengkritiknya. Mengapa orang-orang tersebut tidak menyetujui MoU Helsinki 15 Agustus 2005 ? Apakah mereka tidak menghendaki di Acheh timbul perdamaian, dan mereka tidak ingin melihat bangsa Aheh hidup aman dan damai di negeri Acheh ?

 

Dan alasan Megawati, Abdurrahman dan kelompok PPP untuk menolak hasil Kesepakatan Helsinki itu ternyata sangat lemah.

 

Coba saja perhatikan itu alasan yang dilambungkan Megawati, dimana ia menolak MoU Helsinki 15 Agustus 2005 karena hadirnya Tim AMM, dan berunding di luar negeri dengan pihak ASNLF/GAM yang berkewarganegaraan asing. Juga itu Abdurrahman Wahid menolak MoU Helsinki 15 Agustus 2005, karena itu RI bisa pecah menjadi tujuh negara. Begitu juga dengan sikap dari pihak PPP hampir sama dengan sikap dari kelompok Megawati dan Gus Dur.

 

Padahal, orang bertiga itu, ketika mereka masih duduk di kursi Presiden dan Wakil Presiden RI, melakukan juga Perundingan resmi dengan pihak ASNLF/GAM  diluar negeri, di Swiss dan Jepang, dan dengan para Petinggi ASNLF/GAM yang sama dengan yang di Helsinki. Tetapi, mengapa pada waktu itu, Megawati, Hamzah Haz, Abdurrahman Wahid tidak menolak perundingan dengan Pimpinan ASNLF/GAM yang berkewarganegaraan asing, dan tidak menolak kedatangan Tim Monitor dari Negara-Negara Tentangga.

 

Jadi, itu alasan yang dikemukakan oleh pihak Megawati, Abdurrahman Wahid, dan Hamzah Haz sekarang ini, tidak memiliki kekuatan yang ampuh untuk dipakai menggagalkan hasil Kesepakatan Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Dan tentu saja, bagaimana Ahmad Sudirman harus bertertimakasih kepada orang bertiga diatas, kalau kenyataannya, orang-orang tersebut menentang perdamaian di Acheh, melalui cara menentang dan menolak MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Kemudian, kalian Dharminta menyinggung masalah "gimana dengan pernyataan anda yang sering mengkafirkan sesama Islam !! apakah anda juga bukan islam beneran".

 

Itu Ahmad Sudirman sebagai muslim yang mukmin tidak menyatakan pengkafiran sesama muslim. Yang justru ditampilkan Ahmad Sudirman adalah vonis yang dijatuhkan Allah SWT berdasarkan dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47. Dimana "Allah SWT yang telah menjatuhkan hukuman kepada mereka yang telah membuat lembaga pembuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, lalu tidak memutuskan, dan tidak menetapkan suatu hukuman menurut aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, sebagaimana yang tertuang dalam Firman surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47, dengan sebutan kafir, zhalim, fasik."

 

Jadi, mana pernah Ahmad Sudirman mengkafirkan sesama muslim, sesama penganut Islam.

 

Kemudian kalau saudara Abdul dari Yogyakarta yang menyatakan: "Hai Mr Ahmad Sudirman di Stockholm Swedia. Ada baiknya anda masuk Kristen aja deh, agama ini agama yang penuh kasih sayang nggak kayak kalian tiap hari kerjaannya berantem doang." (Abdul Crusader, abdulcrusader@lycos.com , Tue, 23 Aug 2005 05:12:53 0500)

 

Itu bukan orang Acheh, melainkan orang Jawa yang tinggal di Yogyakarta yang ingin memancing di air keruh, untuk mencari keuntungan sendiri dan pihaknya. Dan mana bisa berhasil orang model Abdul yang memancing di air keruh, paling menimpa kepada kepalanya sendiri.

 

Memang, tidak ada ajaran agama yang menyuruh umat penganut agama lain untuk murtad. Nah, dengan alasan inilah mengapa itu Abdul orang yang budek, yang hanya bisanya memancing di air keruh. Dan bangsa Acheh mana bisa dipengaruhi oleh orang-orang model Abdul. Cara berfikirnya saja sudah ngawur.

 

Terakhir, soal pengakuan dunia internasional atas RIS yang berdaulat penuh, ternyata dihancurleburkan oleh Soekarno dari kelompok unitaris Jawa dengan RI-Jawa-Yogya-nya. Dan mana itu Dharminta berani membongkarnya kelakuan kelompok unitaris Jawa dengan RI-Jawa-Yogyanya yang menghancurkan kaum federalis dengan Negara RIS-nya yang telah berdaulat penuh.

 

Dan mana berani itu Dharminta menyatakan kutukan terhadap kelompok unitaris Jawa Soekarno yang menghancurkan kelompok federalis yang telah berhasil membangun Negara-Negara yang berada dibawah naungan Negara Federal RIS yang diakui kedaulatannya.

 

Jadi, Dharminta jangan menelan saja cerita mitos Soekarno dengan unitaris Jawa RI-Jawa-Yogya-nya. Itu banyak sekali akal bulus dan kibulan bohong-nya.

 

Dan kalau belajar kepada sejarah, fakta, bukti dan dasar hukum, bukan berarti melihat spion kebelakang, justru dengan melihat ke kaca spion kebelakang akan mengetahui apa yang bisa terjadi seandainya mereka mendobrak dan menghantam dari belakang. Kalau tidak dipasang kaca spion untuk melihat kebelakang, itu mobil yang dikendarai Dharminta sudah penyok-penyok, atau kena tabrak dari belakang oleh kelompok unitaris Jawa Soekarno dengan kereta roda RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Mon, 22 Aug 2005 21:43:27 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: SEJAK KAPAN ANDA (ASUDIRMAN) MIKIRIN PERDAMAIAN DI ACEH ...

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, aiandani1107@yahoo.co.id, azuar73@yahoo.com, aditamuda@yahoo.dk, airlambang@radio68h.com, azi09@hotmail.com, abu_abdilhadi@yahoo.com, acehku_1@yahoo.com, airlambang@yahoo.com, antara@rad.net.id, apiaustralia@greenleft.org.au, ardiali@yahoo.com, allindo@yahoo.com

 

MEGAWAYI, GUS DUR & HAMZAH HAZ KELOMPOK UNITARIS JAWA SOEKARNO YANG DICORONGI TJAHYO KUMOLO TIDAK INGIN MELIHAT ACHEH DAMAI

 

Sejak kapan anda (Asudirman) mikirin perdamaian di Aceh? Bukankah selama ini anda terus menentang adanya perdamaian di Aceh, yang dengan sadar GAM ingin kembali kepangkuan ibu pertiwi (NKRI)?. bukankah dengan pernyataan para tokoh yang anda sebut di atas berarti bisa mendukung aktivitas anda untuk meprofokasi kelompok GAM melakukan tindak kriminal ?, kini kenapa anda mempersoalkan pernyataan para tokoh tersebut?, seharusnya berterimakasih doong.

 

"Sesungguhnya Islam juga berfikir secara kemanusiaan. Kalau ada orang Islam tidak berfikir secara kemanusiaan, itu adalah hipokrit (bukan orang Islam benaran)" (Muhammad Al Qubra, 22 Agustus 2005)

 

Truss gimana dengan pernyataan anda yang sering mengkafirkan sesama Islam !! apakah anda juga bukan islam beneran ??

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Wed, 24 Aug 2005 01:47:00 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: TUNIL YANG TIDAK LUCU..

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, aiandani1107@yahoo.co.id, azuar73@yahoo.com, aditamuda@yahoo.dk, airlambang@radio68h.com, azi09@hotmail.com, abu_abdilhadi@yahoo.com, acehku_1@yahoo.com, airlambang@yahoo.com, antara@rad.net.id, apiaustralia@greenleft.org.au, ardiali@yahoo.com, allindo@yahoo.com, albiruny@gmail.com, aulialailil@yahoo.com, afoe@tegal.indo.net.id

 

Asudirman murtad aja masuk kristen.

Sungguh pertunjukan thonel yang tidak lucu.

Mana ada ajaran agama menyuruh umat lain untuk murtad/meninggalkan ajaran agamanya.

Kecuali celeng-celeng liar nan bodoh.

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Mon, 22 Aug 2005 22:34:13 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: DK PBB MEMANG DIKIBULI SOEKARNO, ATAU SI-PUNYA GAGASAN YANG ERROR

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, aiandani1107@yahoo.co.id, azuar73@yahoo.com, aditamuda@yahoo.dk, airlambang@radio68h.com, azi09@hotmail.com, abu_abdilhadi@yahoo.com, acehku_1@yahoo.com, airlambang@yahoo.com, antara@rad.net.id

 

"Sekarang, kalau kalian Saprudin, memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya, coba jelaskan secara kronologis, jelas, terang dan menyeluruh. Bukan hanya bercuap: "Dasar hukum yang kuat adalah dasar hukum yang mempunyai pengakuan dunia internasional" (Ahmad Sudirman, 22 Agustus 2005)

 

Suatu negara memang memerlukan dasar hukum baik nasional maupun internasional. Untuk mendapatkan pengakuan dunia internasional sudah barang tentu berdasar fakta-fakta yang diakui oleh dunia internasional pula. jadi dunia internasional mengakui suatu negara juga tidak ngawur seperti gagasan si Asudirman.

 

Ingat kalau kita ingin laju dengan cepat dan selamat jangan lihat spion kebelakang lihatlah kedepan dan kedepan hingga selamat sampai tujuan.

 

Jangan terus melihat spion kebekang seperti Asudirman ini, nah kalau sekarang bukannya maju tapi malah masuk jurang, itu bukan salah sipembuat jalan, tapi si-memakai/melintas yang error.

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------