Stockholm, 24 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


ABDUL MEMBAKAR KEMENYAN KEJAWEN DIDEPAN GEREJA DI KOTABARU YOGYAKARTA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

ABDUL CRUS, MENCOBA BAKAR KEMENYAN KEJAWEN DIDEPAN GEREJA DI KOTABARU YOGYAKARTA SAMBIL BACA MANTERA MPU GANDRING & MPU TANTULAR

 

"Anda mungkin lupa Indonesia bisa merdeka karena ada kesepakatan tersembunyi antar Mr. Moh Hatta dengan petinggi Belanda dan Gereja. Bahwa Belanda akan mengakui kedaulatan RI bila kristenisasi di Indonesia diberi keleluasaan." (Abdul Crusader, abdulcrusader@lycos.com , Wed, 24 Aug 2005 05:38:47 0500)

 

Baiklah Abdul Crus di Yogyakarta, Indonesia.

 

Abdul ini karena banyak membaca jampe-jampe mantera mpu Gandring dan mpu Tantular dari kitab sutasomanya, maka ketika bicara RI-Jawa-Yogya jadi salah kaprah. Mengapa ?

 

Karena, mana pernah itu RI diakui kedaulatannya oleh Belanda. Kalau diakui dalam mimpi mbah Karno mungkin benar. Apalagi sampai ada kesepakatan tersembunyi antara Mohammad Hatta  dengan Gereja. Mungkin gereja di sekitar Kotabaru, Yogyakarta didekat Keraton Yogyakarta.

 

Abdul, kalau mau bicara masalah RI dan mbah Karno-nya, itu jangan membaca jampe-jampe kejawen, tapi bacalah referensi yang benar. Karena kalau membaca referensi model mitos mbah Karno, maka akhirnya, akan keluar dari otak itu pikiran yang tidak tentu, seperti  Belanda akan mengakui kedaulatan RI bila kristenisasi di Indonesia diberi keleluasaan. Kan ngaco itu.

 

Abdul, yang diserahi dan diakui kedaulatan oleh Belanda pada tanggal 27 Desember 1949 itu bukan RI-nya mbah Karno, tetapi Negara federasi Republik Indonesia Serikat yang anggota Negara Bagiannya adalah 16 Negara, yang salah satu negara bagiannya adalah RI alias RI-Jawa-Yogya-nya mbah Karno.

 

Jadi, kalau Abdul menyatakan Belanda mengakui kedaulatan RI adalah salah kaprah. Itu sama dengan cerita mitos RI gaya mbah Soekarno dari kelompok unitaris Jawa Soekarno.

 

Abdul orang Jawa atau bukan, kenapa ikut-ikutan mitos mbah Soekarno, pakai dicampur asap kemenyan kejawen gereja segala macam ? Buat batuk saja bau asapnya itu.

 

Kemudian soal para penggembala, itu kalian gembalakan saja kambing kalian dekat keraton Yogya sana, tidak perlu sampai harus mengungsi dan berimigran ke Acheh segala macam.

 

Memang di Acheh sudah setumpuk itu gereja, tetapi selama tidak melakukan usaha serodokan kepada para penganut agama lain, itu biarkan mereka hidup mengembala kambing dan dombanya. Tetapi kalau sampai menghembus-hembuskan jampe kemenyan kejawen gerejanya kemuka-muka bangsa Acheh yang diluar angonan domba dan kambingnya, nah nanti baru kena semprotan alat pemadam kebakaran.

 

Jadi Abdul, kalau kalian membuat dan mengepul-ngepulkan asap kejawen gereja di mimbar bebas ini, sebenatar saja akan mati, kena semprotan zat kimia yang terdapat dalam cairan alat pemadam kebakaran.

 

Dan lebih baik kalian diam saja disudut gereja Kotabaru dekat keraton Yogyakata, daripada membual tentang RI-Jawa-Yogya yang isinya kosong molongpong. Buat malu saja pengembala domba dan kambing lainnya.

 

Dan kalian sekarang di Acheh tidak perlu membawa-bawa TNI segala macam, itu TNI dan para jenderalnya sudah pada ompong, habis kekuatan tenaga dalam politiknya.

 

Terakhir, itu Negara-Negara anggota Uni Eropa bukan negara kristen seperti yang kalian duga, itu negara-negara sekuler. Tidak ada itu yang namanya negara kristen di dunia ini, kecuali mungkin itu yang dinamakan Tahta Suci Vatikan, yang ada disekitar Kota Roma di Italia. Dan itu kota Suci Vatikan mana diakui oleh penganut kristen lainnya, selain katolik.

 

Jadi, kalau juga kalian menghembus-hembuskan nafas bau kemenyan kejawen gereja di mimbar bebas ini, asapnya tidak akan sampai ke Acheh. Paling masuk kekolong kandang ayam dekat keraton Yogyakarta.

 

Soal NII Imam SM Kartosoewirjo, mereka sedang berjuang, mana Abdul mengetahui, karena Abdul tiap hari hanya menghembus-hembuskan asap kemenyan kejawen gereja Kotabaru Yogya-nya saja.

 

Terakhir, kalau Abdul mengatakan bahwa peran besar Gereja dan Vatikan atas kemerdekaan Timor-Timur, ya itu bisa saja dibuat sebagai isapan jempol. Itu Front Revolusioner untuk Kemerdekaan Timor Timur adalah sangat radikal yang tidak ada hubungan politik dengan gereja. Coba sekarang minta itu kepada Tahta Kota Suci Vatikan bantuan dana untuk pembangunan Timor Timur. Sudah berapa milyar dolar itu uang Tahta Suci Vatikan ditanamkan di Timor Timur sekarang ?

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Wed, 24 Aug 2005 05:38:47 0500

From: "Abdul Crusader" abdulcrusader@lycos.com

To: ahmad@dataphone.se, ahmad_mattulesy@yahoo.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk

Subject: Fw: ABDUL, ITU KETIKA SOEKARNO MENCAPLOK ACHEH, MALUKU & PAPUA BARAT TIDAK MEMBAWA..

 

Salam sejahtera

 

Membaca email balasan Mbah Ahmad Sudirman saya jadi geli. rupanya para baret hijau ini tidak tau bagaimana peran besar Gereja dan Vatikan atas kemerdekaan Timor-Timur. Jelas Gereja dan Vatikan besar sekali perannya atas kemerdekaan Tim-Tim. Apalagi AS memberikan dukungan untuk Tim-Tim.

 

Anda mungkin lupa Indonesia bisa merdeka karena ada kesepakatan tersembunyi antar Mr. Moh Hatta dengan petinggi Belanda dan Gereja. Bahwa Belanda akan mengakui kedaulatan RI bila kristenisasi di Indonesia diberi keleluasaan.

 

Inilah tugas para gembala diseleuruh dunia sebagaimana keputusan Gereja terbari th 2010 Indon harus sudah berwarna "Merah" Kristenisasi bukanlah isapan jempol cobalah lihat di seluruh pelosok jawa dan luar jawa banyak domba liar berhasil kami ikat dan kami gembalakan dan memberinya tempat untuk menuju jalan selamat.

 

Begitu juga di Aceh, saya ucapkan selamat buat teman2 LSM asing yang terus berusaha siang dan malam mengkristenkan anak2 Aceh dengan dukungan keamanan pihak TNI jalan para gembala jadi mulus.

 

Kalian cuman ribut sesama kalian, jumlah kalian banyak tapi tak bertaring. Sungguh mengenaskan.

 

Lihat Aceh bisa dapat MoU siapa yang bantu, negara2 yang kalian katakan kafir kan? Itu jualan dagangan MBAH KARTOSUWIRYO sudah masuk kotak nggak akan mungkin Indonesia jadi Negara Islam model KARTOSUWIRYO. yang luas lah lihat suasana. OK ini saja coment saya GOD BLESS SALAM

 

Abdul Crusader

 

abdulcrusader@lycos.com

Yogyakarta, Indonesia

----------