Stockholm, 31 Agustus 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


SAPRUDIN, ITU NKRI BELUM FINAL & WAHHABI PUN BISA DIMASUKKAN KEDALAM GOLONGAN KHAWARIJ

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SURYA PASAI SAPRUDIN JANGAN MIMPI, ITU NKRI BELUM FINAL & WAHHABI PUN BISA DIMASUKKAN KEDALAM GOLONGAN KHAWARIJ

 

"He he he Mr. Ahmad, sudah ngopi ? Sesudah berputar-putar, meliuk belok kiri, belok kanan, akhirnya saya balik lagi ke subtansi agama. Karena saya sudah tidak mempersoalkan status NKRI. Ok Mr. Ahmad, pastinya anda akan tertawa melihat ulah si Surya Pasai ini yang suka meliuk-liuk gak tentu arah. Yang pasti arah saya adalah keutuhan NKRI yang terdiri multi etnik dan budaya dan tidak menjadi soal bagi saya. Setiap bicara tentang sepak terjang berkenaan dengan masalah khilafiyah, maka pasti akan ada penyakit yang namanya Khawarij. Tentunya Mr. Akhmad akan acung tangan sambil teriak nyaring si Surya Pasai Saprudin itu adalah penganut aliran Wahabi. Apa itu Wahabi ?Baiklah Mr. Ahmad, untuk merenggangkan syaraf, saya kutif dulu apa itu Wahabi." (SP Saprudin, im_surya_1998@yahoo.co.id , Wed, 31 Aug 2005 13:10:28 +0700 (ICT))

 

Baiklah saudara Surya Pasai Saprudin di Jakarta, Indonesia.

 

Budak campuran Acheh Banten satu ini memang terus saja berjungkir jumpalit, dari mulai cerita wilayah Hindia Belanda, Papua Barat, NKRI yang dijiplak mentah-mentah dari tulisan Waruno Mahdi, sampai ke masalah wahhabi dan khawarij.

 

Saprudin, itu NKRI belum final. Masih dalam proses erosi. Bagaimana bisa dikatakan status NKRI tidak menjadi soal lagi, itu yang namanya NKRI masih dalam proses erosi akibat penimbunan wilayah Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat kedalam wilayah RI-Jawa-Yogya oleh kelompok unitaris Jawa Soekarno.

 

Jadi, jangan kalian Saprudin anggap itu NKRI sudah final dan tidak menjadi persoalan lagi. Itu NKRI sedang menuju kejurang lembah erosi akibat kegembungan mencaplok wilayah Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

 

Dan kalian Saprudin, mana bisa memberikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan itu NKRI sudah final. Dan itu isi tulisan saudara Waruno Mahdi pendukung kelompok unitaris Jawa Soekarno sangat lemah dasar argumentasi fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya. Seperti ketika Waruno menyinggung RIS yang dianggap sebagai negara boneka ikut-ikutan propaganda kelompok unitaris Jawa Soekarno.

 

Itu pendapat Waruno Mahdi adalah pendapatnya kelompok unitaris Jawa Soekarno yang tidak menyadari dan memahami bahwa bangsa-bangsa selain Jawa, itu telah sadar untuk membangun Negara dan Daerahnya sendiri, lalu bergabung dalam naungan Negara federasi RIS yang diserahi dan diakui kedaulatannya pada tanggal 27 Desember 1949. Tetapi oleh kelompok unitaris Jawa Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya justru itu 15 Negara dan Daerah Bagian RIS ditambah Acheh dan Maluku Selatan disapu dan ditelan masuk kedalam perut RI-Jawa-Yogya.

 

Nah, proses penelanan 15 Negara dan Daerah Bagian RIS, ditambah Acheh dan Maluku Selatan dalam periode 27 Desember 1949 sampai 14 Agustus 1950 inilah yang disembunyikan oleh Waruno Mahdi dan kelompok unitaris Jawa Soekarno.

 

Akibatnya, terasa sampai detik sekarang ini. Itu yang namanya RI-Jawa-Yogya yang dijelmakan menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 sampai detik sekarang ini masih belum final. Orang bodoh pengikut kelompok unitaris Jawa Soekarno saja yang masih menganggap NKRI itu sudah final.

 

Kemudian itu Saprudin menyinggung wahhabi alias salafi Saudi, lalu ditambah dengan khawarij segala macam.

 

Itu soal wahhabi alias salafi Saudi telah banyak dikupas di mimbar bebas ini. Begitu juga tentang khawarij.

 

Dan kalau digali lebih kedalam, maka akan terkuak bahwa itu kelompok wahhabi alias salafi Saudi juga bisa dimasukkan kedalam golongan khawarij. Mengapa ?

 

Karena dengan adanya sikap dan tindakan dari pimpinan Muhammad ibnu Saud dan keturunannya yang bersekutu dengan Muhammad bin Abdul Wahab dan keturunannya yang bersekongkol dengan pemerintah Kerajaan kafir Inggris salah satunya menghancurkan Dinasti Kekhilafahan Usmaniyah Turki sehingga hancur lebur hanya karena ingin mendirikan Kerajaan Saud yang tidak mencontoh kepada apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw dalam membangun Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib.

 

Nah, dengan adanya sikap dan perbuatan penentangan dan pemberontakan dari pihak kaum wahabi yang dipimpin oleh Muhammad bin Abdul Wahab dan keturunannya yang bersekutu dengan Muhammad Ibnu Saud dan keturunannya yang bersekongkol dengan Pemerintah Kerajaan kafir Inggris menghancurkan Kekhilafahan Islam Usmaniyah guna membangun Kerajaan Saud, maka kalian itu semua adalah termasuk golongan khawarij yang dikutuk. Sebagaimana yang dikatakan oleh Asy-Syihristani: "Siapa saja yang keluar dari ketaatan terhadap pemimpin yang sah, yang telah disepakati, maka ia dinamakan Khariji (seorang Khawarij), baik keluarnya di masa shahabat terhadap Al-Khulafa Ar-Rasyidin atau terhadap pemimpin setelah mereka di masa tabi'in, dan juga terhadap pemimpin kaum muslimin di setiap masa" (Al-Milal wan Nihal, hal. 114)

 

Jadi Saprudin, kalau kalian bicara masalah khawarij, itu wahhabi yang ikut bersama pimpinan Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud, Abdullah bin Saud, Ibnu Saud melawan Kekhilafahan Islam Usmaniyah untuk keluar dan membentuk kerajaan Saudi adalah tidak ada bedanya dengan kaum khawarij.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Wed, 31 Aug 2005 13:10:28 +0700 (ICT)

From: SP Saprudin im_surya_1998@yahoo.co.id

Subject: Mr. Ahmad Sudirman, ngopi dulu yuk, mumpung lagi angat nih air kopi.

To: SP Saprudin <im_surya_1998@yahoo.co.id>, Risyaf Ristiawan <barakatak_jol_leos@yahoo.com>, Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: helmut_kmur2002@yahoo.com, abdul.muin@conocophillips.com

 

Assalamualaikum wr. wb.

 

He..he..he...Mr. Ahmad, sudah ngopi ? Sesudah berputar-putar, meliuk belok kiri, belok kanan, akhirnya saya balik lagi ke subtansi agama. Karena saya sudah tidak mempersoalkan status NKRI.

 

Di mimbar bebas ini, beberapa hari yang lalu saya membaca argumen-argumen dari salah seorang kawan kita yang telah memasuki bingkai aqidah Islam. Oleh karena itu di mimbar bebas ini, saya tak bosan-bosan untuk memberikan argumen kepada Mr. Ahmad Sudirman. Saya akui wawasan dan pemahaman Mr. Ahmad SUdirman sangat luas dibandingkan dengan saya.

 

Untuk itu di mimbar yang bebas ini, tentunya dalam lingkup bingkai Islam dan tidak melibatkan bingkai di luar Islam, saya mengajak kepada Saudara-saudaraku yang satu aqidah, untuk marilah kita buka mata, buka telinga, buka mata hati, untuk berpijak kepada tuntunan syariat Cayaha Islam sesuai dengan pemahaman Ulama-ulama shalafus shalih, yang tidak terkontaminasi oleh pemahaman-pemahaman lain.

 

Ok Mr. Ahmad, pastinya anda akan tertawa melihat ulah si Surya Pasai ini yang suka meliuk-liuk gak tentu arah. Yang pasti arah saya adalah keutuhan NKRI yang terdiri multi etnik dan budaya dan tidak menjadi soal bagi saya.

 

Setiap bicara tentang sepak terjang berkenaan dengan masalah khilafiyah, maka pasti akan ada penyakit yang namanya Khawarij. Tentunya Mr. Akhmad akan acung tangan sambil teriak nyaring si Surya Pasai Saprudin itu adalah penganut aliran Wahabi. Apa itu Wahabi ?

 

Baiklah Mr. Ahmad, untuk merenggangkan syaraf, saya kutif dulu apa itu Wahabi.

 

Kelompok Wahabi –demikian istilah yang dipakai oleh Mr. Ahmad Sudirman itu bukanlah kelompok baru dalam menyatakan salahnya acara-acara bid’ah semacam ini. (Wahabi dinisbahkan kepada pengikut seorang hamba Allah, Abdul Wahhab, yakni Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, red)

 

Akidah Wahabi dilandaskan pada :

a.Berpegang teguh kepada kitab Allah.

b.Berpegang teguh kepada Sunnah Rasulullah.

c.Berjalan pada garis ajaran Rasul Shallallahu ‘alaihi wassalam dan garis ajaran Khulafa’ Rasyidin setelah beliau serta para Tabi’in dan

d.Meniti jejak para ulama’ al-Salaf al-Sholih, para imam terkemuka dalam Islam, yaitu para ahli fiqih dan taqwa.

 

Inilah landasan Akidah Wahhabi dalam hal Ma’rifatullah dan Itsbatush Shifah (penetapan sifat-sifat ke-Maha Sempurnaan dan ke-Maha Agungan Allah ) yang diturunkan oleh al-Qur’an dan tertera dalam hadits-hadits shahih serta yang dipegang teguh oleh para sahabat Rasul- Shalallahu ‘alaihi wassalam-. Wahabi menetapkan, mengimani dan menerima apa adanya sifat-sifat Allah itu :

-Tanpa tahrif (mengubahnya)

-Tanpa ta’thil (meniadakan ma’nanya)

-Tanpa takyif(mempertanyakan bagaimana atau mengandaikannya), dan

-Tanpa tamtsil (menyerupakan dengan sifat-sifat Makhluk).

Wahabi berpegang pada dasar-dasar aqidah yang dianut oleh para ahlul ‘ilmi wat-taqwa generasi pendahulu(salaf) dan para imam umat ini yaitu para tabi’in dan pengikut setia mereka, mereka mengimani bahwa dasar dan fondasi iman adalah : Artinya: Kesaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah.

 

Syahadat ini adalah dasar iman, ia harus mengandung ilmu (pengertian dan keyakinan), amal(tindakan) dan pernyataan lesan, sebagaimana hal itu telah menjadi ijma’ umat Islam.

 

Kandungan arti syahadat ini adalah :

a.Kewajiban beribadah (mengabdi) kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan b.Bara’ah (berlepas diri) dari penyembah kepada selain Allah, apapun dan siapapun dia. Inilah hikmah (Inti tujuan ) diciptakannya Jin dan Manusia. Untuk tujuan ini pula para Rasul diutus dan kitab-kitab Ilahi diturunkan.

 

Syahadat ini juga mengandung :

a.Puncak (klimaks) rasa rendah dan rasa cita kepada Allah semata, dan

b.Puncak (klimaks) rasa taat dan pengagungan kepada-Nya.

 

Inilah din al-Islam (agama Islam) yang Allah tidak akan menerima agama apapun selainnya baik itu dari kaum-kaum terdahulu maupun dari kaum-kaum yang datang kemudian. Karena seluruh nabi berpegang kepada dien al-Islam ini dan merekapun diutus untuk menyeru menuju al-Islam , dan menuju apa yang dikandung oleh makna al-Islam itu, yaitu al-istislam (berserah diri) kepada Allah semata.

 

Maka orang yang berserah diri kepada Allah dan kepada selain-Nya, atau memanjatkan do’a kepada Allah dan kepada selain-Nya ia adalah musyrik, dan barang siapa yang tidak berserah diri kepada-Nya, ia berarti mustakbir, angkuh dan enggan menyembah-Nya.

 

Allah Ta’ala berfirman : Artinya : “Dan sesungguhnya kami telah mengutus ke kalangan masing-masing umat seorang rasul untuk menyeru “Sembahlah (beribadahlah) kepada Allah dan jauhilah thoghut”. (An Nahl: 36)

 

Akidah Wahabi berasaskan pada pewujudan syahadat (kesaksian) bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, dengan konsekwensi menolak segala aneka bid’ah dan khurafat serta segala yang bertentangan dengan syari’at yang dibawa Rasulullah, Muhammad Saw.

 

Inilah aqidah yang diyakini, dianut dan didakwahkan oleh syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab –rahimahullah-. Barang siapa yang menisbatkan (melekatkan) kepada beliau aqidah lain yang bertentangan dengan aqidah di atas , berarti ia telah melakukan kedustaan dan berbuat suatu dosa yang nyata serta menyatakan suatu hal yang ia tidak memiliki ilmu tentang hal itu, yang kelak akan dibalas oleh Allah sebagaimana layaknya ancaman kepada para perekayasa kedustaan dan fitnah.

 

Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab telah memaparkan sejumlah tulisan tetang fiqh (dalam madzhab Imam Ahmad ibn hanbal).Beliau juga menulis beberapa bahasan dan kajian yang memiliki kekhasan dalam penyuguhan, dan karya-karya tulis yang bagus seputar Kalimatul-Ikhlas wat-Tauhid  dan arti syahadat (kesaksian) terhadap serta tentang kandungan makna kalimah syahadat itu, yang diturunkan oleh al-Qur’an, as-Sunnah dan ijma’, yang tersimpul dalam dua hal :

a.Pernyataan bahwa selain Allah tidak berhak untuk disembah dan dipertuhankan.

b.Penetapan bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah dan dipertuhankan.

 

Penyembah (ibadah\ubudiah) kepada Allah ini wajib dilakukan semurni-murninya dan sesempurna-sempurnanya, terbebas dari unsur syirik (penyekutuan) baik yang kecil maupun yang besar, baik yang nyata maupun yang samar.

 

Orang mengetahui karangan-karangan Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab dan data-data akurat tentang pikiran, dakwah dan jejak perjuangan beliau, serta mengetahui aqidah yang dipegang oleh kawan seperjuangan dan murid-murid beliau, nyatalah baginya bahwa Syeikh adalah sosok yang konsisten pada aqidah pemurnian tauhid dan perjuangan membasmi bid’ah dan khurafat. Dan itulah garis para as-Salaf as-Shaleh dan para imam terkemuka.

 

Mereka hanyalah menentang dan tidak mentolerir ulah para pendukung aqidah sesat yang mengadakan aneka bid’ah dan khurafat serta peringatan hari-hari besar bid’ah. Pengadaan dan penyelenggaraan pertemuan untuk acara-acara bid’ah itu adalah termasuk hal-hal yang tidak diizinkan dan tidak dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wassalam. Para ulama’ dan penguasa Saudi mencegah hal itu karena ia adalah termasuk amalan-amalan baru yang diada-adakan, sedangkan setiap amalan-amalan baru seluruh umat Islam diperintah mengikuti As-Sunnah, bukan diperintah mengada-adakan bid’ah , Karena agama Islam adalah sempurna dan cukup apa yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wassalam dan apa yang diterima sebagai ajaran as-Sunnah oleh Ahlussunnah wal Jama’ah, yaitu para sahabat, Tabi’in dan orang-orang yang mengikuti garis mereka.

 

Pelarangan terhadap penyelenggaraan maulid, hal-hal yang mengandung sesuatu yang melampaui batas dalam agama (ghuluw) atau mengandung kemusyrikan dan yang serupa bukanlah tindakan yang non-Islami atau penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam. Akan tetapi itu justru suatu ketaatan kepada beliau dan pelaksanaan perintah beliau. Dalam kaitan ini beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : Artinya : “Jauhilah oleh kamu ghuluw (sikap berlebihan dan melampui batas) dalam agama. Sesungguhnya penyebab kehancuran kaum sebelum kamu adalah sikap ghuluw dalam agama.”

 

Dan beliaupun bersabda : artinya : “Janganlah kamu berlebihan memujiku sebagai mana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji dan menyanjung (Isa) putra Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba. Karenanya, sebutlah (aku) : “Hamba Allah dan rasul-Nya”.

 

Nah bandingkan dengan faham Khawarij. Khawarij adalah sekte/aliran yang muncul diketahui saat terbunuhnya 'Ali ibn Abi Thalib (Radhiyallaahu 'anhu) yang berkenaan dengan masalah kepemimpinan/kekuasaan.

 

Mereka membikin metode sendiri yang menyelisihi (menurut mereka sendiri) Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib (radiyallahu anhumaa) dan tidak mempedulikan kepemimpinan Imam (Khulafaur Rasyidin) bahkan berupaya menggulingkan mereka, jika dia dianggap melanggar Sunnah.

 

Juga, mereka akan mengkafirkan (mencap seseorang murtad/kafir) jika seseorang yang berbuat dosa besar, dan mengklaim mereka yang berdosa besar berada selamanya di Neraka.

 

Ash-Syahrastaanii mendefinisikan mereka (Khawarij) sebagai berikut : ((Setiap orang yang keluar/meninggalkan, melawan, (berupaya menggulingkan) kepemimpinan yang syah/diangkat, maka dia keluar dari Jamaah, telah disepakati mereka disebut sebagai Khaariji.

 

Maka, dalam hal ini (seseorang disebut Khariji), walaupun dia meninggalkan (melawan Imam yang muslim) terjadi pada saat pemerintahan Khulafaur Rasyidin, atau pemerintahan lainnya seperti di masa Tabi'iin.

 

Dan beberapa ulama Salaf menyebut siapa-siapa yang mengikuti pemahaman Islam seperti keyakinan mereka, juga disebut sebagai Khawaarij. Khaawarij adalah firqah yang muncul dalam sejarah Islam, kini telah berpecah sampai lebih dari 20 anak aliran/sub sekte. Akan tetapi yang paling besar diantaranya adalah :

1)al-Mahkamah al-Ulaa;

2)al-Azaariqah;

3)an-Najdaat;

4)ath-Tsu'aalabah;

5)al-'Ajaaridah;

6)al-Abaadhiyyah;

7)as-Safriyyah.

 

Beberapa sub sekte didalamnya termasuk :

1)al-Ibaatsiyyah;

2)ash-Syamraakhiyyah;

3)as-Salaydiyyah;

4)as-Sirriyyah;

5)al-'Azriyyah;

6)al-'Ajradiyyah;

7)ash-Syakkiyyah;

8)al-Fadzaliyyah;

9)al-Bayhasiyyah;

10)al-'Atwiyyah;

11)al-Fadiikiyyah;

12)al-Ja'diyyah;

13)ash-Shaybiyyah;

14)al-Hururiyyah;

15)al-Khamariyyah;

16)ash-Syaraah.

 

Segitu aja deh.

 

Wassalamualaikum wr. wb.

 

Saprudin

 

im_surya_1998@yahoo.co.id

Jakarta, Indonesia

----------