Stavanger, 1 September 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


M.DAUD @ DAUD PANEUK ORANG YANG PERTAMA ENGKAR SUMPAH-JANJI

Omar Putéh

Stavanger - NORWEGIA.



M.DAUD @ DAUD PANEUK ORANG YANG PERTAMA ENGKAR SUMPAH-JANJI

 

 

(Dari kanan kekiri: As-syahid Dr Mukhtar Hasbi Geudông, Wali Negara (Presiden) Acheh, Tengku Tjhik di Tiro Muhammad Hasan dan yang paling kiri M. Daud Husin @ Daud Paneuk. Lokasi: Rimba Acheh, 1976.)

 

Yang paling kiri itulah: M. Daud Husin @ Daud Paneuk adalah orang yang pertama engkar sumpah-janji kehadapan Allah SWT, atas sumpah-ikrar janji ta'at setianya kepada Pemimpin/Wali Negara, kepada bangsa Acheh dan perjuangannya pada tahun 1997, walaupun telah berkhidmat dengan penuh dedikasi selama 21 tahun.

 

Yusuf Daud Paneuk aneuk Daud Paneuk @ Krungkong Pasië 'Lhok dan bisannya Syahbuddin Abdurrauf aneuk Haji Gafur Paneuk Antena,  membuat percobaan coup d' taat keatas Kepimpinan Wali Negara, Negara Acheh Sumatra: Tengku Tjhik di Tiro Muhammad Hasan (lihat gambar diatas: Dua dari kanan) lewat Daud Husin @ Daud Paneuk, lewat Kuala Lumpur, Malaysia, tetapi telah digagalkan oleh Pemerintah ad intrim Negara Acheh di Pengasingan di Malaysia cq Tengku Yusra Habib Abdul Gani Cs.

 

Tidak lama setelah Kuala Lumpur diisukan hangat dengan kehadiran Daud Paneuk, yang sedang mempersiapkan diri untuk memimpin gerakan Coup d' taat keatas kepimpinan Wali Negara, Negara Acheh Sumatra, Tengku Tjhik di Tiro Hasan Muhammad, lewat Kuala Lumpur, Malaysia, telah mengundang Tengku Yusra Habib Abdul Gani, berrtindak untuk memanggil rakannya saudara Razali Abdullah, agar segera datang menemuinya di kantornya.

 

Disana sedang menunggu juga saudara Tengku Razali Hamid, yang dikalangan ASNLF/GAM dikenal sebagai Tengku Razali Kubang Abee, sekaligus sebagai rakan kental (solid friends) Tengku Yusra Abdul Gani dan juga Razali Abdullah itu sendiri. Mereka bertiga ini tersebut sebagai Trio, Tiga Sekawan seperti tiga dalam satu, 3 in 1!

 

Bertanya dan berkatalah Tengku Yusra Abdul Gani kepada saudara Razali Abdullah, berdepan-depan dengan Tengku Razali Hamid:  Apa yang sudah Bang Li ketahui?  Sementara saudara Razali Abdullah sedang terpinga-pinga walaupun sesaat, terpikirkan pertanyaan yang menyambarnya itu, namun terus juga menjawab: Tidak!  Tidak tahu apa-apa!

 

Memang saudara Razali Abdullah tidak mengetahui apa apa perkara itu, perkara yang kemudian diberitahukan juga oleh Tengku Yusra Abdul Gani.

 

Daud Paneuk sudah berada disini, di K.L ini!  tukasnya singkat, tetapi lucunya Tengku Yusra Abdul Gani, tidak mau pula memberitahukan segera, sedang dimana dia itu.

 

Tengku Yusra Abdul Gani, pada mulanya memang merasa berat untuk segera memberi tahukan dimana Daud Paneuk itu, sedang memondok, tetapi setelah didesak oleh saudara Razali Abdullah, terpaksa mengatakan juga.

 

Baiklah, OK-lah, balas saudara Razali Abdullah singkat pula, sebaik diberitahukan dimana Daud Paneuk sebenarnya memondok.  Itu sudah cukup!

 

Setelah memberitahukan dimana Daud Paneuk memondok, Tengku Yusra Abdul Gani pun memulai menceritakan, bagaimana kempen jahat dan kotor dari misi yang dibawa oleh Daud Paneuk dengan tentengan "buku hijau-nya, buku berlapik luar, berwarna hijau itu", yang kemudian dikenal sebagai kitab suci MB GAM/MP GAM.

 

Ketika itu Tengku Yusra Habib Abdul Gani, hanya mengatakan perkara memburukkan itu ada setebal ini, sambil menunjukkan ketebalan itu dengan pragaan jari jemarinya.

 

Ketika rapat terakhir untuk memperbaiki dan menyelamatkan keadaan, menyelamatkan Daud Paneuk Cs. agar tidak terjerumus kedalam lobang besar galian anaknya itu: Yusuf Daud aneuk Daud Paneuk @ Krungkông Pasiëe 'Lhok dan anak bisannya sendiri itu: Syahbuddin Abdurrauf aneuk Hj Gafur Paneuk Antena, maka kali ini dijemputlah saudara Razali Abdullah oleh Tengku Iqbal Idris dan Tengku Syed Qassim Muthawali al Idrus al Yamani agar datang berhadhir kekediaman Tengku Ramli, di Klang.

 

Perlu dimaklumkan bahwa, sebelumnya tidak seorangpun pernah mengajak saudara Razali Abdullah menghadiri musyawarat tergempar seperti itu, yang diketahui lebih banyak dikerumuni oleh keluarga WN, keluarga di Tiro.

 

Keesokan harinya sekembali dari menghadiri rapat terakhir dan tergempar itu, saudara Razali Abdullah terus langsung datang lagi, tampa dipanggil lebih dahulu, seperti sebelumnya untuk menemui rakan Trio-nya kembali: Tengku Yusra Habib Abdul Gani dan Tengku Razali Hamid.  Memang disana, dikantornya Tengku Yusra Habib Abdul Gani cq dikantor Pemerintah ad intrim Negara Acheh Sumatra, telah menunggu juga Tengku Razali Hamid.

 

Hari itu, dikantor itu, dikantor Pemerintah ad intrim Negara Acheh Sumatra, langsung saudara Razali Abdullah meneriaki: Tengku Yusra!  Ini, apa yang sedang dilakukan Daud Paneuk sekarang ini, di Kuala Lumpur ini, adalah Coup d' taat!   Trio-nya saudara Razali Abdullah: Tengku Yusra Habib Abdul Gani dan Tengku Razali Hamid menjadi kaget.  Tetapi itulah sebenarnya!

 

Memang sebelumnya Tengku Ishak Daud (As-sjahid) telah memberitahukan Tengku Yusra Habib Abdul Gani dan saudara Razali Abdullah, bahwa beliau sudah bercakap panjang, terkuras amblas ribuan ringgit, berhari-hari, bermalam-malam dengan pihak Daud Paneuk Cs, tentang propaganda jahat dan kotor itu.

 

Tengku Ishak Daud (As-syahid), Tengku Yusra Abdul Gani dan saudara Razali Abdullah adalah juga merupakan satu Trio lain: Trio-nya dari Komite Pelindung Pelarian Acheh di Malaysia, yang dilantik langsung oleh Wali Negara, Negara Acheh Sumatra, Tengku Tjhik di Tiro Muhammad Hasan, untuk mendampingi dan membantu Advokat Negara Acheh Sumatra/ASNLF: Tengku Yusuf Rahmat, sebuah komite yang terlibat aktip untuk menyelesaikan masalah ribuan rakan-rakan pelarian perang bangsa Acheh yang ketika itu sedang ditahan di lima Detention Camp di Semenanjung Malaya, agar dapat kiranya diperlakuan selayaknya dengan kestatusan mereka sebagai refugee/pelarian perang atau dengan substansi lainnya, yang pernah di'iktiraf masyarakat dunia.

 

Suatu hari, sekembalinya Trio-nya Komite Pelindung Pelarian Acheh di Malaysia dari perjalanan menjumpai Tengku Yusuf Rahmat di kantor beliau di Melaka, Kota Bersejarah, disuatu tempat persinggahan saudara Ishak Daud (As-syahid) mendekati saudara Razali Abdullah, sementara rakan Trionya, Tengku Yusra Abdul Gani, kebetulan sedang tegak agak berjarak sedikit.

 

Disitu berkatalah Tengku Ishak Daud (As-syahid), Tengku Li (beliau selalu memanggil Tengku kepada saudara Razali Abdullah)....blaa, blaaa dan blaaaaa  blaaaaa!

 

Saudara Razali Abdullah menjawab spontan dan tegas: Tengku Ishak, saya tidak suka siapapun memburuk-buruk pemimpin! Cukup!  Ayoh, mari kita balik segera!

 

Dan diseketika lain saudara Razali Abdullah pernah mengatakan dan menerangkan lanjut pula kepada Tengku Ishak Daud (As-syahid) pula: Apa yang bisa dibuat  dr Husaini Hasan itu! Coba Tengku Ishak katakan kepada saya. Coba!

 

Kepada pihak berkuasa Norwaypun saudara Razali Abdullah,  pernah menceritakan ketika mereka menayakan prihal satu kelompok yang dikatakan wujud di Swedia bahwa, dr Husaini Hasan (Ketuanya) dan kumpulannya itu: "MB GAM/MP GAM seperti Bread Crumbs Gang, seperti Geng Remah Roti, lagee Geng 'Dhoi Ruti!"

 

Sama sebagaimana Permas, seperti Bread Crumbs, seperti Remah Roti, lagee 'Dhoi Ruti!

 

Telah kita saksikan hingga hari ini, dr Husaini Hasan, seperti Bread Crumbs, seperti Remah Roti, lagee 'Dhoi Ruti, yang berkesanggupan dilakukannya adalah menyuruh "cangkonek-cangkonek MB GAM/MP GAM menyerang Negara Acheh Sumatra/ASNLF/GAM dalam internet, dengan kata-kata yang jahat dan kotor, dan senantiasa berhubung kontak dengan Penjajah Indonesia Jawa, sekalipun kabarnya kini dia sedang berkoalisi, diantaranya dengan si Plintat-Plitut, si Petualang jalang nomor satu": Dr Lukman Thaib, (si "Tengku Tjhik di Paloh Bodoh")!

 

Sebenarnya hari itu, Tengku Ishak Daud (As-syahid) coba mendapatkan pandangan saudara Razali Abdullah tentang perkembangan kampanye jahat dan kotor-nya Daud Paneuk Cs yang sedang melanda Kuala Lumpur/Malaysia, tetapi saudara Razali Abdullah, hanya mau terus meresponnya sedemikian rupa singkatnya, karena beliau itu, telah tahu siapa dr Husaini Hasan itu, apalagi dia itu seangkatan dengannya.  Hanya bedanya, dia itu pernah dilantik sebagai Menteri oleh Tengku Muhammad Hasan di Tiro, yang kemudian dipecat pada tahun 1999,  14 tahun setelah disingkirkan dari kabinet, pada tahun 1985.

 

Saudara Razali Abdullah tahu akan maksud baik dari pendekatan yang dilakukan Tengku Ishak Daud (As-syahid), tetapi beliau hanya lebih suka melayan kerensponsipnya atas Tengku Ishak Daud (As-syahid) itu sendiri, yang sedang berdepan dengan masalah Refugee Acheh/Pelarian Perang Acheh di Malaysia, dari pada lari kemasalah yang jahat dan kotor yang datang dari Daud Paneuk Cs ataudr Husaini Hasan Cs.

 

Karena saudara Razali Abdullah sangat menyadari bahwa, Tengku Ishak Daud (As-syahid) adalah anak Acheh terbilang, yang paling sangat prihatin dan bernaluriah sangat sensitip terhadap masalah nasib ribuan rakan-rakan bangsa Acheh yang sedang ditahan dilima Detention Camp di Semenanjung Malaya, ketimbang Daud Paneuk Cs, ketimbang dr Husaini Hasan Cs.

 

Beliau (As-syahid) senatiasa menangis seperti anak kecil, apabila sedang tegak memperkatakan nasib ribuan anak bangsa Acheh yang sedang ditahan itu: Badan mereka ditumbuhi kurap-gatal, sangat kurus, dijatahi dengan makanan yang demikian rupa, dihina, dicaci-maki setiap hari oleh "mereka-mereka", sama tangisnya sebagaimana ketika beliau mengenangkan kembali ketika kepulangannya kemedan perang ditahun 1989, dengan memperkatakan bagaimana bantuan yang diterimanya, datang dari anak bangsa Acheh yang rumah mereka pun tertegak singet, berdiri hanya dengan tiga tiang, sedang yang lain tergantung reput dimakan garam tanah, bukan dari yang rumahnya mentreng, kantongnya loaded.

 

Dan sebenarnya lagi, Tengku Ishak Daud (As-sjahid) yang syahid tahun lalu, berasal dari Bungkaih, Krung Manee, Wilayah Pasee adalah kaum kerabat saudara Razali Abdullah sendiri dan dari keluarganya juga, telah lama berpindah ke Kuala Idi, dalam Wilayah Peureulak, Darul Aqla.

 

Selain itu saudara Razali Abdullah, juga berharap agar dikemudian hari, agar Tengku Ishak Daud (As-syahid) tidak akan dapat digoyah dan diperdayakan oleh siapapun dari anasir-anasir jahat dan kotor: MB GAM/MP GAM, Bread Crumbs Gang, Geng Remah Roti, awak 'Dhoi Ruti!

 

Beberapa hari sebelum syahidnya Tengku Ishak Daud, kembali beliau mengingatkan saya: "Tengku Li, saya mau kembali berperang menentang tentara penjajah Indonesia Jawa.  Tetapi siapa yang akan memerintah saya untuk melakukannya.....................  Coba tanyakan kepada Mentroë!

 

Tengku Li lihatlah, itu, Tengku Muhammad dan bangsa Acheh lainnya sedang dirante tangan dan kaki, kemudian ditarik dan dihalau ke Pulau Jawa macam kambing oleh Penjajah Jawa biadab.

 

Ucapannya itu menatang kembali ingatan saya, ketika Tengku Ishak Daud (As-syahid) pernah meraung-raung juga, macam anak kecil menangis, diseketika keluarnya isu bahwa, rakan-rakan bangsa Acheh, yang sedang ditumbuhi kurab-gatal, yang sangat kurus, yang pernah dijatahi makanan sedemikian rupa, dihina dicaci-maki setiap hari oleh "mereka-mereka", akan dikirim pulang secara paksa untuk dimuat kedalam kapal ALRI, yang sedang menunggu di lepas-pantai Lumut, Perak, Darul Redzuan, sambil mengatakan:

 

"Macam mana kita bisa tega melihat bangsa Acheh, akan ditarik macam kambing dan dihalau untuk dimuat kedalam kapal ALRI, yang akan dipaksa kirim pulang oleh pemerintah Malaysia-Indonesia!

 

(Bersambung: Plus I + M Daud Husin @ Daud Paneuk, Orang Yang Pertama Engkar Sumpah!)

 

Wassalam

 

Omar Putéh

 

om_puteh@yahoo.com

Norway

----------