Stockholm, 1 September 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


HERMAN, ITU AHMAD SUDIRMAN AKAN MASUK MELALUI KERJASAMA PERDAGANGAN ANTARA ACHEH DENGAN SWEDIA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

HERMAN RANUWIHARJO, ITU AHMAD SUDIRMAN AKAN MASUK

MELALUI KERJASAMA PERDAGANGAN ANTARA ACHEH DENGAN SWEDIA

 

"Menurut saya tidak perlu lagi mempeributkan masalah RIS, Acheh Merdeka, atau hal yang berkaitan dengannya. GAM dan pemerintah RI sudah sepakat bahwa daerah Acheh merupakan daerah yang termasuk didalam NKRI. Jadi bila masih ada yang berkeberatan dengan kesepakatan ini, perlu diingat bahwa GAM sendiripun (apalagi pemerintah RI) tidak akan menggubris. Sekarang menurut saya lebih memikirkan bagaimana agar rakyat Acheh dapat menikmati tingkat kemakmuran hidup yang tinggi. Misalnya memikirkan bagaimana Bung Ahmad Sudirman sebagai warganegara Swedia yang perduli dengan Acheh dapat menanamkan modal (investasi) terhadap pembangunan di Acheh. Mohon tanggapannya." ( ahmadsudirman@iwon.com , Thu,  1 Sep 2005 10:45:41 -0400 (EDT))

 

"Sebagai warganegara Swedia yang perduli terhadap Acheh, bagaimana bila Bung Ahmad Sudirman ikut menanamkan modal (investasi) di Acheh demi kesejahteraan warga Acheh? Misalnya Bung Ahmad Sudirman ikut membangun jalan-jalan dan mesjid di Acheh? Mohon tanggapannya" (Herman Ranuwiharjo,  hermanranuwiharjo@email.com , Thu, 01 Sep 2005 09:49:43 0500)

 

Baiklah saudara Herman Ranuwiharjo alias Man Iwon di Shelton, Connecticut, United States.

 

Herman ini memang sudah lama berada di mimbar bebas ini, yaitu dari sejak 14 November 1999, ketika ia masih aktif dalam milis Permias CT, di Connecticut.

 

Hanya dalam beberapa minggu belakangan ini, Herman memakai nama Ahmad Sudirman, tetapi tentu saja Ahmad Sudirman yang asli tidak bisa ditipunya, karena akhirnya ketahuan juga bahwa nama Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini telah dicatut oleh Herman di Connecticut ketahuan juga.

 

Jadi, saudara Herman tidak perlu mencatut nama Ahmad Sudirman segala macam lain kali, ya, biar tidak jadi orang budek.

 

Itu mengapa soal RIS dibicarakan terus ?. Karena memang dari RIS inilah itu Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya menelan Acheh, Maluku Selatan dan 15 Negara/Daerah Bagian RIS. Dan dari RIS inilah kelompok unitaris jawa Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya menjalankan ekspansi politik unitarismenya.

 

Dan, memang kelihatan sekarang, seperti itu Abdurrahman Wahid, Akbar Tandjung, Try Sutrisno, Marwah Daud Ibrahim, Taufik Kiemas, Hariman Siregar, Muhaimin Iskandar, Ray Rangkuti, dan M Jumhur Hidayat begitu bergeliat-geliat seperti cacing kepanasan ketika mengetahui bahwa bangunan RI-Jawa-Yogya hasil caplokan Negara/Daerah Bagian RIS, Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat bergoyang untuk menjadi kembali Negara Federal, sebagaimana dulu RIS yang dicaplok Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Jadi, Ahmad Sudirman terus membicarakan RIS ini tidak ada kaitannya dengan MoU. Melainkan melihat fakta dan bukti yang dilambungkan oleh Abdurahman Wahid dengan para keroco dari kelompok unitaris jawa Soekarno-nya yang seperti cacing kepanasan melihat hasil kesepakatan MoU RI-GAM. Mereka kelompok unitaris jawa Soekarno dibawah Abdurrahman Wahid cs ini memang tidak rela kalau bangsa-bangsa yang ada di wilayah ini membangun negara dan daerahnya lalu bergabung dalam naungan negara federal, sebagaimana pada waktu RIS yang diserahi dan diakui kedaulatannya oleh Belanda.

 

Kemudian, menyangkut masalah penanaman modal (investasi) di Acheh demi kesejahteraan warga Acheh.

 

Nah masalah penanaman modal asing di Acheh ini Ahmad Sudirman akan melihat dulu MoU dijalankan dengan baik sesuai dengan apa yang telah disepakati oleh pihak Pemerintah RI dan ASNLF/GAM, sampai terbentuknya Pemerintah Acheh berdasarkan hasil pemilihan lokal pada bulan April 2006 yang akan datang.

 

Dimana Pemerintah Acheh hasil pemilihan lokal yang berdasarkan Undang Undang Tentang Pemerintahan di Acheh yang mengacu kepada MoU 15 Agustus 2005  yang akan melakukan hubungan dengan pihak asing, misalnya dengan pihak Pemerintah Swedia dan para pengusaha di Swedia untuk bekerjasama dalam bidang perdagangan, ekonomi, teknologi, pendidikan dan lainnya.

 

Kalau nanti Pemerintah Acheh yang baru yang memiliki kedaulatan kedalam yang penuh dan kedaulatan keluar yang penuh dalam hubungan perdagangan dan ekonomi dengan pihak internasional telah menjalankan kebijaksanaan politik pembangunannya, misalnya mengadakan kerjasama perdagangan dengan Pemerintah Swedia dan para pengusaha Swedia, maka disinilah Ahmad Sudirman akan masuk bersama Pemerintah Swedia.

 

Jadi saudara Herman, melalui jalan resmi antara dua Pemerintah inilah nantinya Ahmad Sudirman akan masuk untuk membantu pembangunan di Acheh di bawah Pemerintah Acheh untuk menuju kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa Acheh di Negeri Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 01 Sep 2005 09:49:43 -0500

From: "Herman Ranuwiharjo" <hermanranuwiharjo@email.com>

To: ahmad@dataphone.se

Subject: Investasi demi kesejahteraan warga Acheh

 

AWW,

Sebagai warganegara Swedia yang perduli terhadap Acheh, bagaimana bila Bung Ahmad Sudirman ikut menanamkan modal (investasi) di Acheh demi kesejahteraan warga Acheh? Misalnya Bung Ahmad Sudirman ikut membangun jalan-jalan dan mesjid di Acheh? Mohon tanggapannya

 

WWW

 

Herman Ranuwiharjo

 

hermanranuwiharjo@email.com

Shelton, Connecticut, United States

----------

 

Date: Thu,  1 Sep 2005 10:45:41 -0400 (EDT)

From: "Ahmad Sudirman" ahmadsudirman@iwon.com

To: ahmad@dataphone.se

 

AWW,

Menurut saya tidak perlu lagi mempeributkan masalah RIS, Acheh Merdeka, atau hal yang berkaitan dengannya. GAM dan pemerintah RI sudah sepakat bahwa daerah Acheh merupakan daerah yang termasuk didalam NKRI. Jadi bila masih ada yang berkeberatan dengan kesepakatan ini, perlu diingat bahwa GAM sendiripun (apalagi pemerintah RI) tidak akan menggubris.

 

Sekarang menurut saya ebih memikirkan bagaimana agar rakyat Acheh dapat menikmati tingkat kemakmuran hidup yang tinggi. Misalnya memikirkan bagaimana Bung Ahmad Sudirman sebagai warganegara Swedia yang perduli dengan Acheh dapat menanamkan modal (investasi) terhadap pembangunan di Acheh. Mohon tanggapannya.

 

WWW

 

Man Iwon

 

ahmadsudirman@iwon.com

Shelton, Connecticut, United States

----------