Stavanger, 1 September 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


GUS DUR CS MEMANG BENAR BUTA TIDAK MELIHAT SEMUA BANGSA ACHEH MENYAMBUT PERDAMAIAN MOU HELSINKI

Ali Al Asytar

Stavanger - NORWEGIA.



GUS DUR DAN KEROCONYA MEMANG BENAR-BENAR BUTA TIDAK MELIHAT SEMUA BANGSA ACHEH MENYAMBUT PERDAMAIAN MOU HELSINKI

 

Pada awalnya si buta gua hantu ini tidak buta, namun setelah membuat banyak kerusakan tentang agama Islam di Pulau Jawa  lalu menjadi buta. Sesungguhnya kita "haq" melayani orang buta dengan baik di dunia ini, namun si buta yang satu ini sangat menyebalkan.  Sudah buta jahat lagi. Ironisnya suara si buta yang satu ini banyak mendapatkan dukungan orang-orang di Pulau Jawa, kenapa ?

 

Jawabannya adalah: "Demikianlah gambaran orang-orang di Pulau Jawa pada kebanyakan menjadi pengikut si Munafiq yang buta ini".

 

Si Gus Dur yang buta dan durhaka kepada Allah ini sesungguhnya tidak dapat melihat bahwa semua orang Acheh menyambut kesepakatan Helsinki dengan sangat antusias, kecuali segelintir orang Acheh yang barangkali kalau kita telusuri masih adanya hubungan darah dengan sibuta itu atau adanya persaudaraan dengan serigala-serigala haus darah ( baca TNI/POLRI ) lewat jalur perkawinan atau sudah kekenyangan makan "Singkong" alias terjerumus kedalam idiologi "Puncasilap"

 

Jangan heran bahwa sesungguhnya mereka itu termasuk dalam golongan yang sama seperti binatang ternak, malah lebih sesat lagi.  Binatang ternak itu tidak bersalah disebabkan mereka tidak di berikan alat fikir oleh Allah untuk dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, makanya tidak dimintakan pertanggungjawabannya kelak di Yaumil Mahsyar.

 

Sedangkan Gus Dur dan pengikut-pengikutnya difasilitasi alat fikir oleh Allah untuk dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, antara orang Islam dan orang munafiq, antara orang yang tertindas dan penindas, antara orang-orang yang teranianya dengan penjajah, antara Orang-orang Acheh yang sadar dan orang-orang Acheh yang belum sadar.

 

Mereka yang sependapat dengan si buta gua hantu itu sesungguhnya telah dinyatakan Allah dalam ayat berikut ini:

 

"Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari golongan jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah, dan mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah.Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang yang lalai" (Q.S. Al-A'raf ayat : 179)

 

Ayat tersebut diatas perlu kita ulang-ulang agar menjadi saksi kelak ketika mereka mati, lalu meminta kepada Allah agar dijadikan tanah saja, mengingat demikian sengsaranya bagi orang-orang yang dimasukkan dalam api neraka (na'uzu billahi min zalik).

 

Di akhirat kelak manusia dibagi kepada 2 golongan, yaitu golongan yang hitam muram dan golongan yang putih berseri-seri (QS,3:106-107). Golongan yang hitam muram adalah golongan yang bersatu padu dalam system Thaghut, kendatipun mereka mengaku diri sebagai orang yang beriman sebagaimana firman Allah: "Dan diantara manusia ada yang me ngatakan: Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian, padahal mereka itu sesungguhnya bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, namun mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu, dan bagi mereka azab yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka Bumi. Mereka menjawab: Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, namun mereka tidak sadar." (QS,2: 8-12)

 

Ketika Allah memerintahkan Petugasnya (Malaikat) untuk memasukkan orang-orang yang hitam muram wajahnya ke dalam neraka, mereka memohon pada Allah:

 

1.Ya Allah ! Berilah kami kesempatan sekali lagi untuk hidup di dunia, agar kami dapat mentaati Engkau.

 

2.Ya Allah ! isteriku isteriku, anak anakku, (kalau kebetulan isteri atau anaknya termasuk dalam golongan yang putih wajahnya), masukkan mereka kedalam neraka dan masukkan aku kedalam syurga.

 

3.Ya Allah kalau kedua permohonan kami tidak dapat engkau kabulkan, jadikanlah kami sebagai tanah saja, kami tidak sanggup menahan pedihnya siksaan api neraka.

 

Pengamat yang mulia ! Betapa sedihnya orang orang yang wajahnya hitam muram pada saat itu. Begitu takutnya api neraka sampai mereka minta untuk dikorbankan anak atau isterinya, padahal betapa sayangnya mereka kepada isteri dan anaknya saat di dunia. Dan terakhir sekali sampai mereka mohon untuk dijadikan tanah saja agar tidak terkena azab neraka. Namun yakinlah apa yang di-Firmankan Allah: "Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, namun merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri...." (QS, 11: 101)

 

Perhatikanlah sekali lagi bagaimana dhalimnya mereka terhadap sesama manusia saat di dunia. Ketika mereka memiliki kekuasaan di dunia, mereka membunuh, menganianya, memperkosa, menghina, mencuri, merampas, merampok dan menipu rakyat jelata sebagaimana sepak terjang TNI/POLRI di Acheh. Kesemuanya itu akan mendapat balasannya di Akhirat kelak. Mereka termasuk ke dalam golongan yang wajahnya hitam muram.

 

Pada saat mereka memohon agar dijadikan tanah saja, Allah menempelak mereka dengan tempelak yang paling menyakitkan sebagaimana yang diabadikan dalam surah Yasin: "Bukankah sudah kuperintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak tunduk patuh kepada syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu. Dan tunduk patuhlah kepada da Ku. Inilah jalan yang selurus-lurusnya. Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantarakamu. Apakah kamu tidak berfikir ? Inilah Jahannam yang dulu kamu diancam (dengannya). Masuklah kamu kedalamnya hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, tangan dan kaki Kami minta kesaksian terhadap apa yang telah mereka kerjakan dahulu" (QS,36: 60-65)

 

Betapa jelasnya Ancaman Allah kepada orang orang yang membangkang perintah Nya saat di dunia, namun orang orang yang telah banyak melakukan kesalahan sudah tertutup hatinya untuk taubat, betapapun jelasnya dakwah yang dialamatkan kepada mereka, malah mereka menganggap pendakwah itu telah menghinanya dan sebagainya.

 

Semoga tulisan ini bermanfa'at bagi orang-orang yang terlanjur mengikuti bisikan syaithannya Gus Dur untuk segera bertaubat dari bermusuhan dengan Bangsa Acheh. Sesungguhnya orang-orang Acheh yang tertindas bersaudara dengan bangsa manapun yang mengalami nasib yang sama di Dunia ini termasuk dengan kaum Dhu'afa di Pulau Jawa dan sekitarnya.

 

Billahi fi sabililhaq

 

Ali Al Asytar, Acheh

 

alasytar_acheh@yahoo.com

Stavanger, Norwegia.

----------

 

Date: Thu, 1 Sep 2005 05:48:28 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: GUS DUR CS DARI KELOMPOK UNITARIS JAWA SOEKARNO COBA HANCURKAN PERDAMAIAN DI ACHEH

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK ahmad@dataphone.se

 

Mereka memang tidak perlu diragukan lagi nasionalismenya... Gus Dur memang typical NU... Islam adalah bungkus nasionalisme, sejak kelahiran NU sudah begitu...

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

----------