Stavanger, 3 September 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


SESUNGGUHNYA BANGSA ACHEH ITU SADAR BAHWA MEREKA MEMILIKI KOMITMENT DAN TETAP BERADA PADA SATU POROS

Ali Al Asytar

Stavanger - NORWEGIA.



SESUNGGUHNYA BANGSA ACHEH ITU SADAR BAHWA MEREKA MEMILIKI KOMITMENT DAN TETAP BERADA PADA SATU POROS, BUKAN ORANG-ORANG YANG MEMBUAT PERPECAHAN DALAM PERJUANGANNYA. APAKAH TIDAK SALAH KAPRAH KAMU CHENG HO ?

 

Yang lucu itu justru kamu hai cheng ho yang berdarah cina. Kamu yang sudah sesat alias masuk perangkap MP. Hari itu kamu katakan bahwa pemimpin punya BANK di Norway. Sebaiknya kamu bertaubat saja dari kesilapanmu itu.  Jangankan kamu, orang MP pun diterima untuk taubat, namun pastilah dengan syarat-syarat tertentu.

 

Persoalan saya dengan Om Puteh adalah masalah interen sebagai mana lazim terjadi antara abang-beradik dalam suatu keluarga yang sudah pasti selesai ketika kami mengingat bahwa sesungguhnya kami masih satu keluarga. Sementara kamu sebaiknya belajar dulu agar kamu memahami siapa musuh kamu yang sebenarnya.

 

Kamu mengatakan bahwa saya menjelek-jelekkan MP, padahal MP itu sememangnya jelek. Posisi mereka sama dengan posisi Abdullah bin Ubai. Apa yang saya katakan ini adalah realitanya. Mereka tidak mampu memahami bagaimana sesungguhnya posisi kita terhadap pemimpin berdasarkan Al Qur’an. Sayangnya orang-orang macam kamu hanya membaca doang Al Qur’an itu tanpa berusaha untuk dapat memahaminya.

 

Kamu sering sekali menyebutkan nama Ustaz Faisal Sufi. Beliau bermazhab Sunni (Muhammadiah) Sesungguhnya Muhammadiah itu berasal dari Sunni dan bahkan termasuk Sunni juga, sedangkan saya ini adalah Syiah Imamiah 12. Kami Syi'ah Imamiah 12 berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Hadist yang berasal dari para Ahlulbait diantaranya Hadist Tsaqalain dan Hadist Ghadirkhum. Mengapa kamu salah kaprah, Cheng Ho ?

 

Sebetulnya hal ini tak perlu saya beritahukan kalian, sebab memang kalian tak mengerti sama sekali persoalan Syi'ah Imamiah 12. Jangankan Syi'ah, perkara Muhammadiah saja kalian tidak mengerti, Buktinya saya ini kalian tuduh Muhammadiah atau pengikut Ustaz Faisal. Persoalannya kalian tidak mampu memahami perbedaan Mazhab. Jadi kalian termasuk model ikut-ikutan tanpa memahami sedikitpun bagaimana yang sebenarnya. Alhamdulillah saya telah mempelajari kedua Mazhab itu. Jadi saya menjadi Syi'ah dari hasil penelitian, bukan ikut-ikutan macam kalian.

 

Kami shi'ah Imamiah 12 tetap menganggap Sunni itu sebagai saudara, namun kalian jangankan terhadap Shi'ah, terhadap Muhammadiah saja yang masih se mazhab kalian anggap sebagai musuh. Sampai kapan bisa maju orang-orang yang berpikiran macam kalian. Dalam perjuangan Acheh Merdeka kita tidak melihat apakah itu Syiah, Muhammadiah atau lainnya. Perkara itu akan kita diskusikan setelah Kita meraih Kererdekaan dengan cara bersaudara yang tujuannya untuk mencari kebenaran, bukan untuk bermusuhan.

 

Yang jadi persoalan adalah MP nya ini yang mengambil posisi sebagai Abdullah bin Ubai. Kami yang tetap setia kepada perjuangan tidak merasa heran kepada kalian yang hanya sebagai "dhei ruti" saja sebagaimana kata OM Puteh. Namun sebagai orang beriman sepatutnyalah untuk menghimbau kalian semoga ada diantara kalian yang belum banyak melakukan kedhaliman terhadap bangsa Acheh, dapat bertaubat dengan syarat yang meuteuntee.

 

Billahi fi sabililhaq

 

Ali Al Asytar, Acheh

 

alasytar_acheh@yahoo.com

Stavanger, Norwegia

----------

 

From: laksamana cheng ho laksamana_chengho@yahoo.co.uk

Date: 3 september 2005 16:07:04

To: ppdi@yahoogroups.com

Subject: «PPDi» ALQUBRA BELAJAR MENULIS DG OMAR PUTEH, AM DG IQBAL IDRIS

 

Sungguh lucu Alqubra sekarang ini, dia terpaksa membantu guru nya Omar Puteh dalam usaha menjelekkan MP GAM. Ini nampaknya terpaksa dilakukan oleh Alqubra berikutan adanya sedikit cek-cok dengan guru kesayangannya itu, ini juga sebuah usaha mendamaikan diri mereka yang sempat bercerai sebelum di tanda tangani MoU Helsinki, tetapi sekarang mereka telah rujuk kembali setelah pemimpin mereka merujuk diri kepada pimpinan RI. Dan mereka(Alqubra-Omar Puteh) mendapat jatah yang sama rata sehingga terpaksa akur dengan bagian masing-masing. Dan bila tidak jatah mereka akan dikurang bahkan mungkin di limpahkan kepada Iqbal Idris sang "hakim cap MP" anak murid nya Omar Puteh juga. Tapi hebat juga si Iqbal Idris ini, setelah mendapat ilmu AM dari Lipaya di limpahkannya kepada Alqubra yang akhirnya berbuah sesat. Mungkin guru mereka juga mendapat ilmu dari aliran sesat, mungkin juga dari Faisal Janggot.

 

Sebenarnya Alqubra punya sedikit masalah dengan jiwa nya itu, dimana beliau berani mencabut balik nama-nama yang telah di berikan ke anaknya. Alqubra/Ali Alasytar/Taqi Muntaqiri/Fika atau yang lainnya adalah nama2 bocah nya. Nama sebenarnya Husaini Daud dengan gelar Sp yang didapati dari RI agak jarang digunakan. Mungkin ini satu taktik yang di ajari oleh Omar Puteh untuk berlayar di milis ini. Lebih heran lagi orang2 yang tidak sehaluan dengan mereka(Alqubra-Omar Puteh-Iqbal Idris) dianggap pengkhianat. Tapi sayang seribu kali sayang mereka tak bisa menulis sebuah buku pun seperti halnya Yusra Habib Abdul Gani. Jelas buku2 beliau bermutu tinggi, lebih baik membaca buku Yusra Habib dari pada "dongeng tiga serangkai" mereka.

 

Dan yang sebenarnya nya lagi mereka bertiga adalah musuh wilayah.

 

Laksamana Cheng Ho

 

laksamana_chengho@yahoo.co.uk

Stavanger, Rogaland, Norway

----------