Stockholm, 4 September 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


RAHMAD, ITU KOMITMEN PADA MOU 15-8-2005 BUKAN BERARTI BERPEGANG TEGUH DENGAN HUKUM PENJAJAH RI

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

RAHMAD KHALIL, ITU KOMITMEN PADA MOU 15-8-2005 BUKAN BERARTI BERPEGANG TEGUH DENGAN HUKUM PENJAJAH RI

 

"Bung Ahmad terlalu congkak dan suka mengurui orang lain didalam mimbar ini dan selalu bersikap tiga dimensi: Hakim, Jaksa dan polisi, ini tak lain polah tingkah manusia yang suka membenarkan setiap produk hukum penjajah Indonesia jawa dibumi Acheh, hari ini bung Ahmad telah ketahuan bahwa bung Ahmad orang yang berpegang teguh dengan hukum penjajah Indonesia jawa di bumi Acheh. Tolong bung Ahmad telaah dan baca baik-baik dari Reproklamasi Acheh 4 Desember 1976, Legal Status Acheh, Deklarasi Stavanger 19-21 Juli 2002 dan Sumpah Gerakan Acheh Merdeka. Dan bandingan dengan Perjanjian MoU 15 Agustus 2005 di Helsinki dan Tolong bung Ahmad jangan selalu memutarbalikkan fakta dengan berpegang pada produk Hukum penjajah Indonesia jawa karena setiap bangsa Acheh tak pernah mengakui produk hukum penjajah  indonesia jawa di bumi Acheh apalagi mengakui penjajah indonesia jawa dibumi Acheh." (Rahmad Khalil, sayedkhalil05@yahoo.co.id , Sun, 4 Sep 2005 03:23:50 +0700 (ICT))

 

Baiklah saudara Rahmad Khalil di Rotterdam, Zuid-Holland, Netherlands.

 

Saudara Rahmad ini memang benar-benar tidak mengerti apa arti komitmen pada satu perjanjian.

 

Kalau Ahmad Sudirman menyatakan bahwa tetap komitmen pada Kesepakatan yang tertuang dalam Memorandum of Understanding 15 Agustus 2005 Helsinki, itu bukan berarti sama dengan Ahmad Sudirman berpegang teguh dengan hukum penjajah RI di Acheh.

 

Bagaimana bisa saudara Rahmad menyimpulkan bahwa Ahmad Sudirman "berpegang teguh dengan hukum penjajah Indonesia jawa di bumi Acheh".

 

Dalam MoU 15 Agustus 2005 itu tidak menyebutkan bahwa ASNLF/GAM mengakui NKRI berdaulat atas Negeri Acheh atau mengakui NKRI yang berkuasa atas Negeri Acheh. Justru dengan adanya kesepakatan MoU ini memberikan kekuasaan bagi ASNLF/GAM untuk menancapkan kakinya di wilayah Acheh guna mengatur Pemerintahan Acheh.

 

Jadi artinya bahwa pihak ASNLF/GAM telah memiliki kekuasaan atau kedaulatan atas wilayah de-facto Acheh untuk mengatur pemerintahan Acheh. Berbeda dengan keadaan ASNLF/GAM sebelum MoU, dimana ASNLF/GAM tidak memiliki kekuasaan atau kedaulatan atas wilayah de-facto Acheh untuk mengatur pemerintahan Acheh.

 

Nah dengan  ASNLF/GAM telah memiliki kekuasaan atau kedaulatan atas wilayah de-facto Acheh untuk mengatur pemerintahan Acheh ini merupakan langkah yang kuat bagi perjuangan bangsa Acheh untuk menentukan nasib sendiri langsung ditanah wilayah de-facto Acheh. Inilah keberhasilan bagi perjuangan bangsa Acheh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro beserta Stafnya.

 

Dan langkah taktik strategi yang dilancarkan ASNLF/GAM ini tidak bertentangan dengan Reproklamasi Acheh 4 Desember 1976, Legal Status Acheh, Deklarasi Stavanger 21 Juli 2002 dan Sumpah Gerakan Acheh Merdeka.

 

Justru dengan telah terbukanya pintu bagi ASNLF/GAM di Acheh ini memberikan kekuatan politis, ekonomi, sosial, pertahanan, keamanan bagi ASNLF/GAM untuk menuju kepada masa depan perjuangan kemerdekaan bangsa Acheh dari tanah Acheh, bukan dari tanah diluar Acheh seperti sebelum MoU ditandatangani. Dengan telah dikuasainya secara de-facto wilayah Acheh oleh bangsa Acheh bersama ASNLF/GAM adalah merupakan senjata yang hebat untuk menuju kearah masa depan perjuangan kemerdekaan bangsa Acheh. Inilah keberhasilan langkah pertama taktik dan strategi ASNLF/GAM dalam perjuangannya untuk menuju ke arah masa depan perjuangan kemerdekaan bangsa Acheh langsung di wilayah de-facto Acheh.

 

Jadi saudara Rahmad, kalau saudara hanya berceloteh tanpa adanya taktik dan strategi yang jelas dan nyata untuk mencapai kemerdekaan bangsa Acheh, itu akhirnya dengan mudah akan lumpuh. Kalau hanya sekedar pengklaiman diatas kertas dalam bentuk deklarasi, maklumat, proklamasi atau apa saja bentuknya, itu setiap orang bisa melakukannya. Tetapi ketika sudah dihadapkan kepada taktik dan strategi yang nyata, maka disanalah akan berhadapan dengan berbagai halangan dan rintangan yang hebat. Nah kemampuan untuk memecahkan dan menyelesaikan berbagai halangan dan rintangan yang hebat inilah yang dituntut dalam bentuk taktik dan strategi yang nyata. Dan memang sangat sulit untuk memahami dan mengerti taktik dan strategi perjuangan kemerdekaan bangsa Acheh, kalau hanya terfokus kepada pengklaiman diatas kertas saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sun, 4 Sep 2005 03:23:50 +0700 (ICT)

From: rahmad khalil sayedkhalil05@yahoo.co.id

Subject: Balasan: YUSRA HABIB TIDAK MEMAHAMI ISI MOU DAN BERKERAS MENUNTUT PENGAKUAN ACHEH BERDASARKAN PETA INGGRIS 1883

To: ahmad@dataphone.se

 

Asl,ww.

 

Bung Ahmad Sudirman! jangan sok kucing berlagak harimau. kucing tetap kucing bung Ahmad???? Bung Ahmad merasa dirimu lebih hebat dan benar apa saja yang anda paparkan seolah-olah orang lain semua bodoh.

 

Bung Ahmad terlalu congkak dan suka mengurui orang lain didalam mimbar ini dan selalu bersikap tiga dimensi: Hakim, Jaksa dan polisi, ini tak lain polah tingkah manusia yang suka membenarkan setiap produk hukum penjajah Indonesia jawa dibumi Acheh, hari ini bung Ahmad telah ketahuan bahwa bung Ahmad orang yang berpegang teguh dengan hukum penjajah Indonesia jawa di bumi Acheh.

 

Tolong bung Ahmad telaah dan baca baik-baik dari Reproklamasi Acheh 4 Desember 1976, Legal Status Acheh, Deklarasi Stavanger 19-21 Juli 2002 dan Sumpah Gerakan Acheh Merdeka. Dan bandingan dengan Perjanjian MoU 15 Agustus 2005 di Helsinki dan Tolong bung Ahmad jangan selalu memutarbalikkan fakta dengan berpegang pada produk Hukum penjajah Indonesia jawa karena setiap bangsa Acheh tak pernah mengakui produk hukum penjajah  indonesia jawa di bumi Acheh apalagi mengakui penjajah indonesia jawa dibumi Acheh.

 

Rahmad Khalil

 

sayedkhalil05@yahoo.co.id

Rotterdam, Zuid-Holland, Netherlands

----------