Stockholm, 4 September 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


DHARMINTA DAN KELOMPOK UNITARIS JAWA SOEKARNO SUDAH MENYERAH & TERJUNGKIR

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

KELIHATAN DENGAN JELAS ITU MATIUS DHARMINTA DAN KELOMPOK UNITARIS JAWA SOEKARNO SUDAH MENYERAH & TERJUNGKIR

 

"Asudirman benar-benar koclok (75 persen gila)" (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Sat, 3 Sep 2005 00:59:46 -0700 (PDT))

 

"Mimpi kali...!!!" (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Fri, 2 Sep 2005 22:45:10 -0700 (PDT))

 

Baiklah Matius Dharminta di Jakarta, Indonesia.

 

Makin kedodoran saja wartawan Jawa Pos made in Cina satu ini. Dari sejak muncul di mimbar bebas ini, bukan makin cerdas, tetapi justru sebaliknya makin kerdil dan makin budek. Mengapa ?

 

Karena sudah kelihatan dengan mata kepala, itu Dharminta wartawan Jawa Pos yang berpusat di Surabaya ini ketika membaca tentang tanggapan Ahmad Sudirman atas tulisan saudara Sekretaris ke-2 KBRI Washington Riaz J.P. Saehu yang menulis tentang Acheh yang telah menjadi bagian RI ketika RIS diserahi dan diakui kedaulatannya oleh Belanda pada tanggal 27 Desember 1949.

 

Dimana Ahmad Sudirman menyatakan bahwa Acheh bukan merupakan wilayah de-facto dan de-jure RI ketika RI menjadi salah satu Negara Bagian RIS yang diserahi dan diakui kedaulatannya pada tanggal 27 Desember 1949 oleh Belanda. Dan Soekarno beserta kelompok unitaris Jawa-nya melakukan penghancuran besar-besaran terhadap 15 Negara dan Daerah Bagian RIS untuk selanjutnya dimasukkan kedalam tubuh RI. Dan itu Acheh pada tanggal 14 Agustus 1950 melalui PP RIS No.21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno, dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara dimasukkan dan dianeksasi kedalam tubuh RI-Jawa-Yogya memakai mulut Propinsi Sumatera Utara.

 

Kemudian, oleh Matius Dharminta bukan dijawab dan dibantahnya berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum, melainkan hanya berceloteh: "Asudirman benar-benar koclok (75 persen gila)".

 

Kan betul-betul budek itu Dharminta wartawan Jawa Pos made in Cina dari Surabaya ini. Buat malu saja, Dharminta. Sudahlah hidup dibawah kantong Cina masih juga mengembek. Ah, dasar budak Jawa.

 

Dan bukan itu saja, yang menjadi bukti budeknya Dharminta ini, melainkan ada lagi yang lainnya, seperti ketika Ahmad Sudirman memberikan tanggapan kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu atas apa yang dikatakan Jenderal TNI Ryamizard itu: "Untuk menjadi sebuah negara merdeka, Aceh dan Papua hanya tinggal deklarasi dan pengakuan internasional saja. Karena itu masalah ini harus kita sikapi dan kita renungkan dengan serius demi kecintaan kita terhadap NKRI. Sebuah wilayah yang ingin menjadi sebuah negara merdeka, harus memenuhi sejumlah persyaratan. Misalnya pemerintahan, wilayah, tentara, bendera, lagu kebangsaan dan pengakuan internasional. Sebagian syarat itu sudah dimiliki oleh Aceh dan Papua. Hanya tinggal deklarasi dan pengakuan internasional saja yang belum. Di Aceh sekarang dalam proses pelaksanaan dari MoU perdamaian. Negara dalam negara hukumnya adalah haram." (mantan KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, kampus UGM, Yogyakarta, Sabtu, 27 Agustus 2005)".

 

Dan Ahmad Sudirman memberikan tanggapan:

 

"Karena itu wajar dan masuk akal mengapa itu jenderal TNI Ryamizard Ryacudu seperti cacing kepanasan ketika berbicara di Universitas Gajah Mada tentang keadaan kelompok unitaris Jawa Soekarno dan NKRI-nya yang merupakan jelmaan dari RI-Jawa-Yogya yang telah menelan 15 Negara/Daerah bagian RIS ditambah dengan Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat, sekarang sudah bergoyang hampir runtuh tiang bangunan RI-Jawa-Yogya-nya yang menjelma NKRI made in Soekarno penipu licik ini. Tiang-tiang bangunan NKRI yang diambil dari tiang-tiang Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS, Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat, jelas tidak akan bertahan lama. Karena memang semen yang dipakainya adalah sangat lemah terbuat dari campuran pasir hitam butiran-butiran pancasila dan tali kawat bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular hindu Majapahitnya. Dan bagaimana bisa kuat itu pasir hitam butiran-butiran pancasila dan tali kawat bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular hindu Majapahitnya diacungkan sebagai tali ikatan budaya. Itu orang yang memakai ikatan budaya yang terbuat dari  pasir hitam butiran-butiran pancasila dan tali kawat bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular hindu Majapahitnya adalah orang yang otaknya sudah kosong, contohnya Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu."

 

Kemudian, ketika Dharminta membaca tanggapan Ahmad Sudirman ini, langsung saja itu wartawan budek Jawa Pos ini menuliskan kata-kata keroposnya: "Mimpi kali...!!!"

 

Nah dari contoh ini saja memang sudah membuktikan bahwa bagaimana sebenarnya kelompok unitaris Jawa Soekarno yang mempertahankan mitos mbah Soekarno tentang RI-Jawa-Yogya sudah menggelupur, kehabisan tenaga, hanya nafsu besar, tetapi tenaga kurang, persis seperti Dharminta budek dari Jawa Pos buatan mbah Cina dari Surabaya.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 2 Sep 2005 22:45:10 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: Re: RYAMIZARD RYACUDU JENDERAL-NYA MBAK MEGA SUDAH KEDODORAN DAN MASUK KOTAK MENANGIS MELIHAT ACHEH

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, yahuwes@yahoo.com, yusrahabib21@hotmail.com, yuhe1st@yahoo.com, viery_fajri@yahoo.com, warzain@yahoo.com, wartadephan@dephan.go.id, waspada@waspada.co.id, universityofwarwick@yahoo.co.uk, teuku_mirza2000@yahoo.com, teguhharjito@yahoo.com, trieng@netzero.net

 

mimpi kali...!!!

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Sat, 3 Sep 2005 00:59:46 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: Re: SEKRETARIS KE-2 KBRI WASHINGTON RIAZ J.P. SAEHU MENIPU ACHEH BAGIAN RI KETIKA RIS DISERAHI KEDAULATAN 27-12-1949

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, aiandani1107@yahoo.co.id, azuar73@yahoo.com, aditamuda@yahoo.dk, airlambang@radio68h.com, azi09@hotmail.com, abu_abdilhadi@yahoo.com, acehku_1@yahoo.com, airlambang@yahoo.com, antara@rad.net.id, apiaustralia@greenleft.org.au, ardiali@yahoo.com, allindo@yahoo.com

 

asudirman benar-benar koclok ( 75 persen gila )

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------