Stockholm, 16 September 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


DHARMINTA, SUMBAT ITU MULUT RISYAF DENGAN PEKERJAAN DI JAWA POS, BUKAN DIGEBRAK PAKAI PENTUNGAN APE UNGKUN

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

RISYAF RISTIAWAN KORBAN MBAH YUDHOYONO & DAENG KALLA YANG HANYA MEMENTINGKAN NEPOTISME SAJA

 

"Jujur saja coy, di dunia ini siapa sih yang tidak bangga terhadap eksistensi negaranya. Namun bagi saya kebanggaan hanya sebatas patamorgana. Bukan saya munafik, bukan saya hipokrit terhadap bangsa sendiri, namun karena melihat realita yang terjadi di R.I. ini dipenuhi oleh segala macam problematika yang dampaknya sangat sakit bagi orang kecil. Bangga dan gembira dimiliki oleh warga negara yang hidupnya merasakan kecukupan." (Risyaf Ristiawan, barakatak_jol_leos@yahoo.com , Thu, 15 Sep 2005 20:22:01 -0700 (PDT))

 

"Ungkapan keputus-asaan seseorang berjiwa kerdil..." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yaho.com , Thu, 15 Sep 2005 20:59:14 -0700 (PDT))

 

Dharminta, itu Risyaf Ristiawan ini bukan seperti Mayjen Supiadin Yusuf Adi Saputra, Letjen Endang Suwarya ataupun mantan Wakasad Letjen (Purn) Kiki Syahnakri.

 

Tiga Jenderal itu adalah orang-orang Sunda yang hidungnya sudah bisa ditarik oleh mbah Soeharto, mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan daeng Jusuf Kalla.  Tetapi, itu Risyaf Ristiawan adalah budak Sunda yang sebelumnya menghantam habis-habisan Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini. Hanya sekarang karena perutnya kosong kerontang, menjadilah ia membabi buta, hantam sana hantam sini, persis seperti ayam jago yang hampir sekarat dipotong tuannya, dibiarkan menggelupur-gelupur.

 

Jadi Dharminta, untuk menjerat Risyaf Ristiawan budak leutik ini, tangkap dia, lalu masukkan kedalam Jawa Pos, apakah dia suruh membersihkan meja kantor, atau menilep-nilep kertas koran di pabrik kertas milik Jawa Pos. Bukan digebrak dengan pentungan ape ungkun. Cara kalian Dharminta adalah cara mbah Jawa Soekarno dan Soeharto yang main gebuk saja.

 

Dharminta kalau kalian tidak sanggup menjebloskan Risyaf Ristiawan kedalam Jawa Pos untuk menjadi tukang pembersih kantor atau tukang menggulung kertas di pabrik kertas Jawa Pos, maka Ahmad Sudirman mudah saja untuk mengkontak itu wartawan beneran Jawa Pos biro Jakarta, Farouk Arnaz, atau Dahlan Iskan, Presiden Direktur Jawa Pos biar membawa dan menuntun itu Risyaf yang sudah hampir sekarat, karena kosong perutnya tidak makan. Yang dimakan hanya angin pinggir Ciliwung saja.

 

Jadi, Dharminta jangan ikut-ikutan itu mbah Jawa Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati yang kerjanya main gebuk saja sambil mulut cengar-cengir, lebih baik pakai taktik gaya daeng Kalla sedikit.

 

Jebloskan itu Risyaf kedalam Jawa Pos biar jadi tukang pembersih di kantor Redaksi Jawa Pos agar supaya mulutnya diam. Pakai taktik yang licin sedikit, Dharminta. Bukan ikut-ikutan koboy Jawa mbah Soekarno dan mbah Soeharto.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 15 Sep 2005 20:59:14 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: APA PEDULIKU, DAN APA BANGGANYA TERHADAP R.I. YANG KEROPOS !!!!

To: Risyaf Ristiawan <barakatak_jol_leos@yahoo.com>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, aiandani1107@yahoo.co.id, azuar73@yahoo.com, aditamuda@yahoo.dk, airlambang@radio68h.com, abu_abdilhadi@yahoo.com, acehku_1@yahoo.com, airlambang@yahoo.com, antara@rad.net.id, apiaustralia@greenleft.org.au, ardiali@yahoo.com, allindo@yahoo.com, albiruny@gmail.com

 

ungkapan keputus-asaan seseorang berjiwa kerdil...

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Thu, 15 Sep 2005 20:22:01 -0700 (PDT)

From: Risyaf Ristiawan barakatak_jol_leos@yahoo.com

Subject: Re: APA PEDULIKU, DAN APA BANGGANYA TERHADAP R.I. YANG KEROPOS !!!!

To: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, aiandani1107@yahoo.co.id, azuar73@yahoo.com, aditamuda@yahoo.dk, airlambang@radio68h.com, abu_abdilhadi@yahoo.com, acehku_1@yahoo.com, airlambang@yahoo.com, antara@rad.net.id, apiaustralia@greenleft.org.au, ardiali@yahoo.com, allindo@yahoo.com, albiruny@gmail.com

 

Jujur saja coy, di dunia ini siapa sih yang tidak bangga terhadap eksistensi negaranya. Namun bagi saya kebanggaan hanya sebatas patamorgana. Bukan saya munafik, bukan saya hipokrit terhadap bangsa sendiri, namun karena melihat realita yang terjadi di R.I. ini dipenuhi oleh segala macam problematika yang dampaknya sangat sakit bagi orang kecil.

 

Bangga dan gembira dimiliki oleh warga negara yang hidupnya merasakan kecukupan.

 

Lihat Pertamina yang dikerubuti oleh tikus-tikus Got yang lapar, berapa trilyun negara dirugikan. Lihat Dirjen Pajak, yang gencar mengkampanyekan wajib pajak, namun tikus-tikus kardus berpesta pora mengeruk keuntungan. Lihat pejabat-pejabat, berapa milyar kekayaan yang dimiliki setelah menjabat satu instansi. Lihat BPMIGAS salah satu Badan Hukum Milik Negara yang berdiri berdasarkan UU No. 21 tahun 2002 diisi oleh anak-anak pejabat dan titipan anak-anak DPR. Banyak lagi yang lain. Gimana mau mencapai keadilan dan kesejahteraan, kalau setiap ruang diisi oleh mereka-mereka yang punya kepentingan.

 

Jadi buat apa bangga terhadap R.I. kalau toh hak setiap warga negara dalam mendapatkan penghidupan yang layak tidak mendapat kesempatan.

 

APA PEDULIKU, PERSETAN DENGAN NKRI !!!

 

Risyaf Ristiawan

 

barakatak_jol_leos@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------