Stockholm, 16 September 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


186,7 MILIAR RUPIAH DANA OPERASIONIL AMM DI ACHEH

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

15 JUTA EURO DANA OPERASIONIL AMM DI ACHEH DAN JAVIER SOLANA KOMIT MENDUKUNG PERDAMAIAN, KEAMANAN DAN KEMAKMURAN DI ACHEH DAN DI ASIA TENGGARA

 

Sekjen Dewan Uni Eropa (EU High Representative for Common Foreign and Security Policy), Javier Solana menyatakan bahwa Uni Eropa mendukung rakyat Acheh dan rakyat RI untuk mencapai perdamaian, keamanan dan kemakmuran di Acheh. Dan bukan hanya di Acheh saja, melainkan juga di wilayah negara-negara di Asia Timur. Acheh Monitoring Mission yang dikirimkan oleh Uni Eropa adalah misi pertama Uni Eropa di Asia. Dengan membangun Tim Misi Monitoring Acheh akan menciptakan, bukan hanya perdamaian dan kestabilan politik di Acheh saja, tetapi juga diseluruh Asia Tenggara. Uni Eropa dan ASEAN telah memberikan jawaban yang langsung atas permintaan dari mantan Presiden Martti Ahtisari, Pemerintah RI  dan GAM untuk menjadi pemantau pelaksanaan Kesepahaman RI-GAM Helsinki. Dan Uni Eropa komit untuk mendukung pelaksanaan Kesepahaman RI-GAM agar berhasil dicapai perdamaian, keamanan dan kemakmuran di Acheh.

 

Penjelasan dari Sekjen Dewan Uni Eropa (EU High Representative for Common Foreign and Security Policy), Javier Solana ini dinyatakan kemarin, 15 September 2005, bersamaan dengan berlaku dan berjalannya tugas misi AMM di Acheh.

 

Jumlah anggota AMM ini adalah 226 personil yang terdiri dari 130 personil dari Negara-Negara Uni Eropa dan 96 personil dari Negara-Negara Anggota ASEAN (Brunei, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Tailand).

 

Dana yang dianggarkan untuk operasionil AMM sebesar 15 juta euro (186,7 miliar rupiah) yang berasal dari dana budget Uni Eropa sebesar 9 juta euro dan  6 juta euro dari bantuan anggota Negara-Negara Uni Eropa dan Negara-Negara yang ikut dalam tim AMM.

 

Dengan adanya dukungan penuh dari Negara-Negara anggota Uni Eropa dan ASEAN, serta dana yang tidak sedikit ini diharapkan perdamaian, keamanan dan kemakmuran bagi rakyat Acheh bisa dicapai.

 

Rakyat Acheh yang telah menderita lebih dari 30 tahun sudah saatnya untuk mengenyam perdamaian, keamanan dan kemakmuran di Acheh. Dan dengan adanya MoU Helsinki dengan dukungan penuh dari Negara-Negara angggota Uni Eropa dan ASEAN keinginan dari seluruh bangsa Acheh untuk mencapai perdamaian, keamanan dan kemakmuran di Acheh akan segera dicapai, Insya Allah.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Brussels, 15 September 2005

S299/05

 

Javier SOLANA,

EU High Representative for the CFSP,

welcomes launch of Aceh Monitoring Mission

 

Javier Solana, EU High Representative for Common Foreign and Security Policy, today welcomed the launch of the Aceh Monitoring Mission (AMM) in Banda Aceh. Speaking after his meeting with Indonesian President Yudhoyono in New York on Wednesday, in the margins of the UN Summit, he underlined the importance of the AMM as the EU's first mission in Asia and stressed the EU's commitment to building a close relationship with Indonesia.

 

"I am delighted that we are launching the Aceh Monitoring Mission today. The EU wants to support Indonesia and the people of Aceh on the path to peace, security and prosperity. It wants in particular to help the Aceh region, which has been devastated both by conflict and by the consequences of the tsunami. The AMM is the EU's first mission in Asia. By establishing it, the EU underlines its commitment not only to the peace process in Aceh but also to peace and stability in the region as a whole. This mission is a further step in the partnership that the EU is building with East Asian countries.

 

I met President Yudhoyono yesterday in New York. I told him that the EU is pleased to be able to support the implementation of the peace agreement in Aceh and is committed to making it a success. Reports suggest that the process is going well and I thanked the President for his cooperation and for that of the Indonesian authorities.

 

The EU and its ASEAN partners responded swiftly to the request from the Aceh peace process facilitator, Martti Ahtisaari, and from the Indonesian Government and the Free Aceh Movement. It was a challenge to set up the operation so quickly but we achieved it, first with an interim presence from 15 August, and now with the Aceh Monitoring Mission itself."

 

http://ue.eu.int/ueDocs/cms_Data/docs/pressdata/EN/declarations/86242.pdf

----------