Stavanger, 17 September 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PLUS I + YUSUF DAUD SI PAK MUDIM KRUNGKUNG PASI 'LHOK DAN TUMPUKAN HAJATNYA

Omar Puteh

Stavanger - NORWEGIA.

 

 

MASIH MELIHAT YUSUF DAUD SI PAK MUDIM KRUNGKUNG PASI 'LHOK DAN TUMPUKAN HAJATNYA

 

Dulu, ketika dia datang bertandang ke Malaysia, Yusuf Daud dipanggilin si Pak Mudim!  Ini, karena kemanapun dia pergi, sekalipun kekakus akan mengepit "empang ranüp Tjutpoë Barensjah"-nya!

 

Dalam "empang ranüp Tjutpoë Barensjah"-nya itu, berisikan macam-macam:  Sikat gigi, odol gigi, lidi penculik taik gigi, cairan pengkumuran mulut, kacip kuku, gunting kecil, pengorek taik telinga, minyak rambut, penyemprot haruman, bedak dingin? dan entah apa-apa lagi, selain yang bukan "alat penyunat".

 

Tidak tahu pasti apakah penggincu bibir, celak Arab dan maskara atau pensil penghitam alis Makcik Syarifah Latif ada disana? Tetapi bedak dingin pemupur kulit itu, pasti tidak pernah ketinggalan. Karena si Pak Mudim itu, perlu memupur plak merah dibahagian atas lehernya selalu. Plak merah-nya itu tidak sama seperti plak merah dikepala Tuan Mikhail Gorbachev sang "Juru Damai Dunia" itu, melainkan, plak merah-nya sebagai pertanda bahwa, itulah: Yusuf Daud, itulah si Pak Mudim dan itulah sebagai IP-Yusuf Daud, si Pak Mudim!!!

 

Kanak-kanak Acheh di Malaysia yang pernah dibisiki untuk ditakut-takuti bahwa, Yusuf Daud itu, si Pak Mudim itu, si Tukang sunat itu, mengenal dengan baik dan tidak akan bisa ditipu-tipu siapa Yusuf Daud, siapa si Pak Mudim dengan plak merah-nya itu.

 

Yusuf Daud, si Pak Mudim tidak menyedari bahwa, kaedah pelacak yang digunakan Tengku Ahmad Hakim Sudirman adalah kaedah yang digunakan pelacak-pelacak sedunia: Tata-bentuk dan karekteristik tulisan, tata-suara dan bunyi tulisan, tata-gaya tulisan dibuat dsb-nya.

Seperti kaedah melacak finger print atau DNA.

 

Tidak akan ada yang sama graf, bunyi-suara, bentuk dan gaya bahasa setiap tulisan didunia ini, karena ia adalah seperti kaedah pengenal yang sama seperti finger print atau DNA! Plak merah Yusuf Daud, si Pak Mudim, si Makcik Syarifah Latifpun tidak akan sama dengan plak merah siapapun didunia!

 

Cara Tengku Ahmad Hakim Sudirman melacak itu sama seperti kaedah rudal lama mencari objek gelombang bahang panas, seperti cara nyamuk melacak panas badan, seperti kanak Acheh di Malaysia yang pernah dibisiki untuk ditakut-takuti bahwa, Yusuf Daud itu si Pak Mudim, si Tukang sunat yang senantiasa melacak plak merahnya di lehernya?!

 

Diatas langit ada langit, dibawah tanah ada tanah! Diatas jawaban tangkisan 11 September, 2005 ada jawaban tangkisan 14 September, 2005? Tetapi langit-langit Tengku Ahmad Hakim Sudirman lebih tinggi letaknya dari langit-langit Yusuf Daud, si Pak Mudim, si Tukang sunat itu!

 

Tengku Ahmad Hakim Sudirman mengorek jauh dibawah dan kebawah tanah cacing-cacing Mathius Dharmita, wartawan Jawa Pos yang budek, yang kecengak kecengik itu tidur. Dibawah tanah ada tanah!

 

Yusuf Daud @ si Pak Mudim @ si Makcik Syarifah Latif, yang berpendidikan hanya tahun ke 4 di PGA atau setingkat SMP-akhir saja, punya pengalaman kerja hanya sebagai penyaring jentik-jentik benih ikan Bandang yang mengapung dibuih-buih laut yang hanyut terdampar ketepi pantai. Ikan-ikan Bandang, yang setiap tahun akan bertelur di Lautan Teduh/Pacific, tetapi telur-telurnya dihanyutkan sampai ke Pasi 'Lhok dan lebih suka menetas disana, untuk memberikan "pekerjaan periodik-bermusim" kepada si Yusuf Daud @ si Pak Mudim @ si Makcik Syarifah Latif Cs. Inikah lawannya Tengku Ahmad Sudirman penganalis yang telah mengatasi siapapun penganalis di LIPI atau setaraf dengan itu hari ini?

 

Ikan Bandang Yusuf Daud @ si Pak Mudim @ si Makcik Syarifa Latif tidak pernah bertelur di tambak-tambak, di kampungnya, karena baru 6 atau 8 bulan sudah dikeranjangi untuk diuangi biar digeranyangi sebagai lauk yang sedap rasanya.

 

Ikan Bandang di tambak Tegal, di Pulau Jawa, yang pernah direkod sebesar meja makan dan beratnya mencecah 60-80 kg? tidak pernahpun bertelur ditambak. Atau mungkin untuk memberikan kerja bermusim kepada Yusuf Daud @ si Pak Mudim @ si Makcik Syarifah Latif Cs?

 

Kemudian dia "melarikan" diri, ke Pantai Sibolga, sebelum diseberangkan oleh si Jali Kreh Kroöh Idi, ke Malaysia untuk dilindungi di rumah M.N.Djuli (anggota Tim Perunding Damai ke Helsinki, Finlandia), yang hari ini selalu diludah-ludahi, dimaki-makinya. Anak keparat yang tidak tahu membalas budi!!!

 

Dan hari ini, dia, si Yusuf Daud @ si Pak Mudim @ si Makcik Syarifah Latif buat tingkah lagi dengan "kerja hariannya" sebagai tukang fitnah kotor dan jahat nomor satu di Eropah terhadap perjuangan bangsa Acheh, terhadap Negara Acheh Sumatra/ASNLF/GAM!!!

 

Fitnahan dibuat bersama-sama di "Tim Bandang Eropah" atau juga disebut-sebut sebagai "Tim Milisi Bandang Eropah" yang dikoordinir langsung dengan aktip oleh Yusuf Daud, si Pak Mudim, Krungkôn Pasi 'Lhok dari Markas Bandang, Fitja, Swedia, dengan memakai pelbagai komputer dan berpindah-pindah kepelbagai tempat, seperti si Kecoa dari Jerman-nya Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono dulu.

 

Kepada Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono, si Kecoa dari Jerman inilah Tengku Ahmad Hakim Sudirman telah mengatakan bahwa: Ahmad Hakim Sudirman ini sampai kapan-kapan dan, sampai kiamatnya duniapun adalah sebagai bangsa Sunda!

 

WN-pun ketika membuktikan bahwa Majapahit itu adalah kerajaan kecil pernah menulis bahwa, Kerajaan (Negara) Pajajaran pernah menghancurkan Kerajaan (Negara) Majapahit. Mengapakah kalian MB GAM/MP GAM tidak mau membaca dan belajar kembali pada tulisan WN itu?

 

Dan juga mengapakah para Sejarahwan atau Professor Sejarah Indonesia Jawa tidak mau menuliskan bahwa Majapahit itu lebih kecil dari Pajajaran dan Darmawangsa itu mati konyol di medan perang Sunda?, seperti konyolnya Köhler dimedan perang Acheh!

 

Dan Pulau Jawa itu adalah bahagian dari Kepulauan Sunda Besar!

 

Jadi Markas Bandang, Fitja, Swedia cq Yusuf Daud Pak Mudim Krungkông Pasi 'Lhok Cs perlu diberitahu untuk dimaklum lagi hari ini bahwa Tengku Ahmad Hakim Sudirman yang membela perjuangan bangsa Acheh hari ini yang tidak pernah disuruh dan yang tidak pernah diminta itupun, yang susah memperkatakan yang tidak manis, yang tidak enak dan yang tidak lemak kepada setiap orang peserta milis kelolaannya, selain pandai membuat dodol Garut, Tasikmalaya yang dibalut sepeti bonbon yang enak-manis itu, tetapi juga sudah pandai membuat dodol Garôt, Pidië yang dibalut dengôn on-krusôn 'tho njang lemak-mameh njan!

 

(Bersambung: PLUS II + YUSUF DAUD SI PAK MUDIM KRUNGKUNG PASI 'LHOK DAN TUMPUKAN HAJATNYA!)

 

Wassalam.

 

Omar Puteh

 

om_puteh@yahoo.com

Norway

 

(2) Cerita Kedua: Dulu, ketika dikampung saya, saya pernah diceritakan sebuah cerita humor dalam bahasa Inggeris, oleh guru bahasa Inggeris saya: Enchik Usman Langkawi.

 

Enchik Usman Langkawi ini adalah orang yang pertama di seluruh Acheh yang menaikkan bendera merah putih, disebuah tiang bendera di Kota Langsa. Mengetahui sejarah ini, maka pihak RI-Jawa Jokya di Jakarta terus memanggilnya untuk tawaran menjadi Duta Besar di Mexico. Jadi berbeda dengan cerita dari sejarah yang tertulis dalam 30 tahun Indonesia Merdeka yang ada pada Tengku Ahmad Hakim Sudirman dan pada Tengku Yusra Habib Abdul Gani yang empat jilid itu.

----------