Stockholm, 2 Oktober 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


ISWAHYUDI, ITU GAM DAN BANGSA ACHEH TIDAK BISA DIPISAH-PISAHKAN DALAM MEMBANGUN NEGERI ACHEH

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

DWI ISWAHYUDI, ITU ANGGOTA GAM DAN BANGSA ACHEH TIDAK BISA DIPISAH-PISAHKAN DALAM MEMBANGUN NEGERI ACHEH  MENUJU KEARAH PERDAMAIAN, KEAMANAN DAN KEMAKMURAN

 

"Pak Ahmad, bagaimana pendapat Bapak mengenai nasib anggota GAM karena sekarang GAM kembali ke masyarakat apakah masih ada niat untuk mendirikan negara Islam di serambi mekah" (Dwi Iswahyudi, dwi.iswahyudi@trakindo.co.id , Sun, 2 Oct 2005 14:36:04 +0700)

 

Dwi Iswahyudi di Jakarta, Indonesia.

 

Di Acheh sekarang, sejak 15 Agustus 2005 sedang berlangsung pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki 15 Agustus 2005 yang dipantau oleh tim Acheh Monitoring Mission dari Negara-Negara anggota Uni Eropa dan ASEAN.

 

Karena anggota GAM adalah bangsa Acheh dan sekarang sedang berlangsung pelaksanaan MoU Helsinki, maka adalah suatu kemenangan bagi GAM yang dengan secara damai bersama-sama dengan seluruh rakyat Acheh lainnya, tanpa ada rasa ketakutan dikejar-kejar oleh pasukan non-organik dan organik TNI dan Polri, bersatu kembali dalam tubuh bangunan bangsa Acheh dan negeri Acheh.

 

Tidak bisa dipisahkan antara anggota GAM dengan bangsa Acheh di Acheh. Karena anggota GAM adalah bangsa Acheh. Jadi dengan dilaksanakannya MoU Helsinki merupakan langkah maju bagi GAM untuk bersatupadu dengan seluruh rakyat Acheh di Acheh membangun negeri Acheh kearah kedamaian, keamanan dan kemakmuran, sebagaimana yang tertuang dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Arah dan tujuan dari Negeri Acheh dibawah Pemerintahan Acheh telah dituangkan dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005 dengan jelas dan gamblang. Semuanya diserahkan kepada seluruh bangsa Acheh untuk secara bersama-sama aktif menampilkan aspirasi politiknya guna membangun negeri Acheh menuju negeri yang aman, damai dan makmur dibawah Pemerintahan Sendiri Acheh.

 

Tanpa ada ketakutan, kecemasan, kekhawatiran adanya tindakan kekerasan senjata dari pihak TNI dan Polri di Acheh, maka seluruh bangsa Acheh yang ada di Acheh akan dengan aman dan damai secara bersama-sama, baik itu GAM ataupun rakyat Acheh lainnya, membangun negeri Acheh melalui jalur politik kearah yang dicta-citakan oleh seluruh bangsa Acheh, yaitu negeri yang aman, damai dan makmur  dibawah Pemerintahan sendiri Acheh.

 

Bangsa Acheh adalah bangsa yang memiliki nilai dan moral Islam yang tinggi. Dan tentu saja nilai dan moral Islam yang tinggi ini tidak akan dikesampingkan oleh bangsa Acheh dalam membangun negerinya. Karena itu adalah hak bagi setiap bangsa Acheh untuk membangun Negeri Acheh dibawah landasan dan fondasi nilai dan moral Islam. Dan ini adalah sudah menjadi landasan bagi Negeri Acheh dari sejak Acheh berdiri di muka bumi ini. Karena itu tidak perlu dipersoalkan dan dipertanyakan lagi tentang nilai dan moral Islam di Negeri Acheh. Dengan landasan nilai dan moral Islam inilah hukum-hukum di Acheh akan diacukan. Negeri Acheh yang sudah berdaulat dengan hukum-hukumnya yang mengacu kepada nilai-nilai dan moral Islam, sejak sebelum Belanda menduduki dan menjajah Acheh, tetap tidak akan hilang dari negeri Acheh.

 

Kendatipun sekarang agama masih dipegang oleh pihak Pemerintah RI, tetapi agama Islam bukanlah hak monopol politik bagi pihak pemerintah RI. Setiap bangsa Acheh memiliki hak dan kewajiban untuk menjalankan Islam baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, pemerintahan dan negeri.

 

Jadi kesemuanya diserahkan seluruhnya kepada seluruh bangsa Acheh di Acheh untuk membangun negeri Acheh kearah kedamaian, keamanan dan kemakmuran dibawah pemerintahan sendiri Acheh sebagaimana yang tertuang dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

From: dwi.iswahyudi@trakindo.co.id

Date: Sun, 2 Oct 2005 14:36:04 +0700

To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>, Imam.Nurfakeh@kpc.co.id

Cc: Imam.Nurfakeh@kpc.co.id, bdulcrusader@lycos.com, abdul.muin@conocophillips.com, abupase@yahoo.com, abu_abdilhadi@yahoo.com, abu_dipeureulak@yahoo.com, acehku_1@yahoo.com, "Acheh Merdeka" <achehmerdeka@yahoo.com>, "Muhammad al qubra" <acheh_karbala@yahoo.no>, aditamuda@yahoo.dk

Subject: STATUS GAM

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

Pak Ahmad,................ bagaimana pendapat Bapak mengenai nasib anggota GAM karena sekarang GAM kembali ke masyarakat apakah masih ada niat untuk mendirikan negara ISLAM di serambi mekah

 

Best Regards,

 

Dwi Iswahyudi

 

PT. Trakindo Utama Batulicin

Ata Coal Projec

dwi.iswahyudi@trakindo.co.id

Jakarta, Indonesia

----------