Stockholm, 3 Oktober 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBAZIR KEROCONYA ORANG KOMUNIS DI PARIS ACUNGKAN SYARIAT ISLAM GAYA UU NO.18/2001 KELOMPOK UNITARIS JAWA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MUBAZIR KEROCONYA ORANG-ORANG KOMUNIS DI PARIS MASIH SAJA ACUNGKAN SYARIAT ISLAM GAYA UU NO.18/2001 KELOMPOK UNITARIS JAWA

 

"Masyarakat NAD memang berkehendak dan berketetapan untuk menjalankan syariat Islam dalam bingkai negara dan konstitusi RI. Beberapa hal tentang syariat Islam di NAD ini telah disetujui Pemerintah Pusat di Jakarta dan telah dijalankan di Propinsi NAD. Jadi, tentu saja masyarakat NAD tidak mungkin dapat menerima si peot hasan tiro yang berbau yahudi dan jadi tuhannya aslnf atau anaknya yang jelas-jelas setengah yahudi sebagai pimpinan mereka... Ah, makin tak berprospek deh dua tokoh sentral asnlf itu. Tak lama lagi asnlf memang hanya tinggal pusara" (Muba zir, mbzr00@yahoo.com , Sun, 2 Oct 2005 11:39:17 -0700 (PDT))

 

Mubazir di Dijon, Bourgogne, Perancis

 

Dasar Mubazir komunis budek, mana ada dalam otaknya tertanam bagaimana itu menerapkan Syariat Islam sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw.

 

Tetapi, dasar Mubazir komunis budek, dari kelompok unitaris Jawa hanya pandai mengekor dan menjiplak apa yang dibuat oleh para ondel-ondel kelompok unitraris Jawa dari RI-Jawa-Yogya, maka tanpa disaring lagi, keluarlah ampas-sampah Syariat Islam model gaya ondel-ondel kelompok unitaris Jawa dengan label UU No.18 tahun 2001 karyanya Akbar Tandjung cs dan Megawati cs dengan PDI-P-kepala banteng ketaton-nya.

 

Mubazir komunis budek, itu Syariat Islam gaya UU no.18 tahun 2001 adalah Syariat Islam penipuan saja. Mana ada dicontohkan Rasulullah saw menerapkan Syariat Islam dalam satu negara dengan mengacu kepada ampas-ampas sumber hukum buatan gaya-gaya model Soekarno cs Jawa dari satu negara sekuler model negara sekuler pancasila RI-Jawa-Yogya ?

 

Coba Mubazir komunis budek, pelajari dulu apa itu isi UU No.18 tahun 2001, sebelum kalian bercuap di mimbar bebas ini.

 

Ini sebelum dibaca isi UU No.18 tahun 2001, itu mulut sudah bercuap tidak tentu arah, persis model mulut ondel-ondel jawa dari kelompok unitaris Jawa dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Itu kalau dilihat dari sudut Islam yang mengacu kepada contoh Rasululah saw dalam penerapan Syariat Islam dalam satu negara, maka sudah jelas, itu yang tertuang dalam UU No.18 tahun 2001, Bab XII, pasal 25, ayat 1, 2 dan 3 sudah jauh menyimpang dari apa yang digariskan dalam Islam, yaitu hukum-hukum Islam dan pelaksanaanya tidak bisa dicampur adukkan dengan sistem hukum nasional yang bersumberkan kepada pancasila dan mengacu kepada UUD 1945 sekuler serta TAP-TAP MPR sekuler.

 

Mengapa ?

 

Karena itu Peradilan Syariat Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagai bagian dari sistem peradilan nasional dilakukan oleh Mahkamah Syar'iyah yang bebas dari pengaruh pihak mana pun (Bab XII, pasal 25, ayat 1) dan Kewenangan Mahkamah Syar'iyah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), didasarkan atas syariat Islam dalam sistem hukum nasional, yang diatur lebih lanjut dengan Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (Bab XII, pasal 25, ayat 2), serta Kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberlakukan bagi pemeluk agama Islam (Bab XII, pasal 25, ayat 3), adalah semuanya hanyalah satu alat penipu yang terselubung bagi penglihatan mata rakyat muslim Acheh yang tidak waspada dan tidak sadar.

 

Jadi Mubazir komunis budek, tidak perlu kalian bercuap, kalau memang tidak paham dan tidak mengerti bagaimana menerapkan Syariat Islam menurut apa yang dicontohkan Rasulullah saw. Ah Mubazir, dasar kalian komunis budek dari Paris. Bercuap seenak udel sendiri.

 

Selanjutnya, itu hanya pihak kelompok unitaris Jawa budek dari RI-Jawa-Yogya dan para pengekornya, seperti Mubazir komunis budek di Paris ini saja yang hanya bercuap: "Aku ragu kalau kelompok toneel aslnf mengajukan si peot pikun yang pernah berbini yahudi itu sebagai calon Gubernur NAD, soalnya namanya sudah demikian carut-marut dan menjijikan sih di mata masyarakat NAD, akibat ulahnya merampas kedamaian masyarakat NAD selama 30 tahun. Tapi mungkin juga sih group toneel itu mengajukan anaknya si peot yang setengah yahudi itu... "

 

Mubazir komunis budek, itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah bangsa Acheh yang telah memperjuangkan pembebasan negeri dan bangsanya dari penjajah RI-Jawa-Yogya dibawah kelompok unitaris Jawa Soekarno dan para keroconya termasuk itu Mubazir komunis budek.

 

Dan yang mulutnya hanya bercuap memburuk-burukkan Teungku Hasan  Muhammad di Tiro hanyalah model manusia-manusia kelompok unitaris Jawa budek, seperti model Mubazir komunis budek yang sekarang menyuruk di Dijon.

 

Bangsa Acheh di Acheh mana mereka memburuk-burukkan nama Teungku Hasan Muhammad di Tiro, kalau bukan para keroco Jawa transmigran di Acheh yang dikirimkan oleh Soeharto Jawa dan penerusnya sampai detik sekarang ini. Termasuk itu keroconya orang-orang komunis di Paris, Mubazir budek satu ini.

 

Mubazir komunis budek, karena kalian komunis memang sudah mandul, masih juga ikutan para kelompok unitaris Jawa dari RI-Jawa-Yogya, untuk memburuk-burukkan nama Teungku Hasan Muhammad di Tiro, padahal bangsa Acheh sendiri di Acheh tidak ada memburuk-burukkan nama Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Itu soal pernikahan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan wanita Yahudi, tidak bertentangan dengan Islam dan dengan apa yang dicontohkan Rasulullah saw. Bangsa Acheh paham dan mengerti Islam, bukan seperti kalian Mubazir komunis budek. Coba tunjukkan di mimbar bebas ini bahwa pernikahan dengan wanita Yahudi dilarang oleh Islam dan dilarang oleh Rasulullah saw ?

 

Sampai kiamat kalian Mubazir komunis budek tidak akan bisa menjawabnya. Ah dasar komunis budek.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sun, 2 Oct 2005 11:39:17 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: ISWAHYUDI, ITU GAM DAN BANGSA ACHEH TIDAK BISA DIPISAH-PISAHKAN DALAM MEMBANGUN NEGERI ACHEH

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, dwi.iswahyudi@trakindo.co.id

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, AcehMitro <mitro@kpei.co.id>, AcehMr_dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Acehmuba <mbzr00@yahoo.com>, AcehSap im_surya_1998@yahoo.co.id

 

Maaf, ada yang ketinggalan... Ini tambahan posting sebelumnya...

 

Tapi itu juga jika hal-hal berikut kejadian: (1) mantan GAM diterima masyarakat propinsi NAD, dan (2) tokoh GAM terpilih dalam Pilkada di wilayah propinsi NAD. Tentu saja pimpinan daerah NAD itu levelnya adalah gubernur dalam lingkungan NKRI berdasarkan UUD 1945 seperti tertuang dalam semangat nota kepahaman Helsinki.

 

Aku ragu kalau kelompok toneel aslnf mengajukan si peot pikun yang pernah berbini yahudi itu sebagai calon Gubernur NAD, soalnya namanya sudah demikian carut-marut dan menjijikan sih di mata masyarakat NAD, akibat ulahnya merampas kedamaian masyarakat NAD selama 30 tahun. Tapi mungkin juga sih group toneel itu mengajukan anaknya si peot yang setengah yahudi itu...

 

Masyarakat NAD memang berkehendak dan berketetapan untuk menjalankan syariat Islam dalam bingkai negara dan konstitusi RI. Beberapa hal tentang syariat Islam di NAD ini telah disetujui Pemerintah Pusat di Jakarta dan telah dijalankan di Propinsi NAD. Jadi, tentu saja

masyarakat NAD tidak mungkin dapat menerima si peot hasan tiro yang berbau yahudi dan jadi tuhannya aslnf atau anaknya yang jelas-jelas setengah yahudi sebagai pimpinan mereka... Ah, makin tak berprospek deh dua tokoh sentral aslnf itu... Tak lama lagi aslnf memang hanya tinggal pusara...

 

Ahmad Sudirman, eh... Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis

----------