Stockholm, 24 November 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


SEMUA PIHAK HARUS KOMITMEN TERHADAP MOU HELSINKI 15 AGUSTUS 2005

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SELAMA SEMUA PIHAK KOMITMEN TERHADAP MOU HELSINKI 15 AGUSTUS 2005, SELAMA ITU TIDAK AKAN ADA PERBEDAAN ANTARA PEMDA ACHEH, DEPDAGRI DAN GAM DI ACHEH.

 

"Tgk Sudirman, sekarang nampaknya apa yang sebelum ini kita bincangkan dalam diskusi kita sudah mulai dikembangkan di Aceh, khususnya Tim Perumus RUU Pemda (Azahari Basar) telah menyadari wujudnya perbezaan diantara Konsep Pemda dan Konsep GAM. Dengan itu kita sebagai rakyat Aceh saya harap Tgk terus menulis kepada kawan-kawan supaya sumbangan kita dapat manfaat untuk masa depan Aceh. Amien."  (Lukman Thaib, cottring@yahoo.com , Thu, 24 Nov 2005 13:04:01 +0000 (GMT))

 

Terima kasih untuk Tgk Lukman Thaib di Kuala Lumpur, Malaysia.

 

Memang seharusnya baik dari Pemda Acheh ataupun dari pihak tim perumus RUU Unsyiah, Malikul Saleh dan Ar-Raniry menyadari bahwa dengan tidak mengacu secara penuh kepada MoU Helsinki 2005 adalah merupakan salah satu pelanggaran terhadap MoU. Dan sebenarnya seharusnya tidak ada perbedaan konsepsi tentang RUU Tentang Penyelenggaran Pemerintahan Sendiri di Acheh antara pihak GAM dan pihak Pemda Acheh ataupun pihak Unsyiah, Malikul Saleh dan Ar-Raniry seandainya semuanya komitmen terhadap isi klausul yang tercantum dalam MoU Helsinki 2005.

 

Masalahnya sekarang adalah karena ada dari pihak Pemda Acheh dan juga dari Unsyiah, Malikul Saleh dan Ar-Raniry dalam menyusun draft RUU Acheh ini menyimpang dari apa yang telah disepakati oleh pihak Pemerintah RI dan pihak GAM dalam MoU Helsinki. Sedangkan pihak GAM tetap komitmen atas apa yang telah disepakati dalam MoU Helsinki.

 

Jadi dengan tidak komitmennya pihak Pemda Acheh, Unsyiah, Malikul Saleh dan Ar-Raniry dan juga pihak Departemen Dalam Negeri RI terhadap isi MoU Helsinki dalam penyusunan RUU Acheh, maka timbulah perbedaan dengan pihak GAM.

 

Karena itu disini Ahmad Sudirman berusaha untuk meluruskan kembali jalan bengkok yang sudah ditempuh pihak Pemda Acheh, Unsyiah, Malikul Saleh, Ar-Raniry dan pihak Departemen Dalam Negeri RI dalam hal penyusunan draft RUU Acheh, agar supaya searah dan sejalan dengan apa yang telah disepakati dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Kalau kita sudah sepakat akan mematuhi dan komit terhadap MoU helsinki, maka selamanya harus tetap berada digaris yang telah disepakati dan disepahami, jangan dirobah dan dialihkan kearah yang berada diluar garis MoU Helsinki 2005.

 

Satu Contoh misalnya, kalau sudah disepakati Self-Government yang akan dibangun di wilayah Acheh menurut perbatasan 1 juli 1956 menurut MoU Helsinki 2005, maka Self-Government-lah yang harus dibangun, bukan otonomi. Tetapi kenyataannya pihak Pemda Acheh, Departemen Dalam Negeri RI, Unsyiah, Malikul Saleh dan Ar-Raniry justru tetap saja berkeliling digaris lingkaran otonomi. Nah, kan ini sudah merupakan pelanggaran terhadap MoU. Dan model inilah yang diluruskan Ahmad Sudirman, agar semua pihak tetap komit terhadap isi MoU Helsinki 2005.

 

Insya Allah bangsa Acheh sekarang sudah waktunya untuk membangun Acheh dari awal dibawah kerangka Self-Government yang mengacu kepada MoU Helsinki 15 Agustus 2005, dan semoga Allah SWT meridhai berdirinya Self-Government di wilayah Acheh menurut perbatasan 1 juli 1956, dan meridhai perjuangan bangsa Acheh dimanapun berada, amin.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 24 Nov 2005 13:04:01 +0000 (GMT)

From: lukman thaib cottring@yahoo.com

Subject: Ka Got That

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

 

Tgk Sudirman,

 

Sekarang nampaknya apa yang sebelum ini kita bincangkan dalam diskusi kita sudah mulai dikembangkan di Aceh, khususnya Tim Perumus RUU Pemda (Azahari Basar) telah menyadari wujudnya perbezaan diantara Konsep Pemda dan Konsep GAM. Dengan itu kita sebagai rakyat Aceh saya harap Tgk terus menulis kepada kawan-kawan supaya sumbangan kita dapat manfaat untuk masa depan Aceh. Amien.

 

Wassalam.

 

Dr. Lukman

 

cottring@yahoo.com

Kuala Lumpur, Malaysia

----------