Stockholm, 26 Desember 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


ACHEH TELAH MENJADI MERCU-SUAR PERDAMAIAN DAN KERJASAMA ANTARA BANGSA.

Malik Mahmud

Stockholm - SWEDIA.

 

 

KEDATANGAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA PBB KE ACHEH TELAH MENGHIDUPKAN KEMBALI SEMANGAT PERSATUAN DAN KERJASAMA NEGARA-NEGARA SEDUNIA.

 

Peringatan satu tahun Tsunami 26 Desember 2004 26 Desember 2005.

 

Dalam rangka memperingati satu tahun bencana alam tsunami yang melanda negara-negara pantai Samudra Hindia pada tanggal 26 Desember 2004, kami dari Gerakan Acheh Merdeka (GAM) dan seluruh lapisan masyarakat Acheh menyatakan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua negara di dunia beserta angkatan bersenjatanya, badan PBB, NGO-NGO dalam dan luar negeri beserta para pegawainya masing-masing, para pimpinan dunia seperti Sekertaris Jenderal PBB, Tuan Kofi Annan dan Mantan Presiden Bill Clinton dari Amerika Serikat serta semua pembesar, perseorangan lainnya dan para wartawan yang secara spontan telah datang ke Acheh untuk membantu para korban tsunami yang sangat dahsyat menimpa bumi di abad ini. Ucapan terimakasih juga kepada pihak Pemerintah Republik Indonesia, perwakilan negara-negara asing serta para tetamu yang hadir pada upacara peringatan yang sangat prihatin hari ini di Banda Acheh.

 

Kedatangan mereka semua, tentunya telah membantu mengurangi penderitaan para korban yang telah melanda rakyat di Acheh dan memberi dorongan moral yang besar kepada rakyat Acheh yang dalam waktu satu jam gelombang tsunami telah menelan korban manusia sekitar 180.000 jiwa, termasuk sebagian besar infrastruktur, perumahan dan harta rakyat hancur serta lebih dari 500.000 jiwa telah menjadi pengungsi. Kedatangan mereka semua adalah dengan satu tujuan yang murni yaitu membantu sesama ummat manusia yang sedang mengalami penderitaan. Dengan tidak disadari, kedatangan mereka ini semua ke Acheh telah menghidupkan kembali semangat persatuan dan kerjasama negara-negara sedunia sebagaimana yang diharapkan oleh seluruh ummat manusia. Dengan tidak diduga, Acheh telah menjadi mercu-suar perdamaian dan kerjasama antara bangsa yang benar-benar mencerminkan harapan semua bangsa sebagaimana yang di idam-idamkan dalam piagam PBB. Semua jasa-baik berbagai pihak dan perseorangan yang kami sebutkan di atas pasti akan menjadi kenangan abadi di setiap jiwa bangsa Acheh dan ia akan kekal menjadi sebagian dari lembaran emas di dalam sejarah Acheh.

 

Diharapkan dengan peringatan satu tahun bencana alam tsunami ini, semua usaha-usaha rehabilitasi dan rekonstruksi di Acheh akan dapat dipercepat lagi sebagaimana yang diharapkan oleh semua pihak. Untuk memenuhi tujuan murni tersebut, kami mengharapkan semoga perdamaian yang telah disepakati bersama antara pihak Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Acheh Merdeka sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian MoU di Helsinki pada 15 Agustus 2005, dapat dipelihara oleh semua pihak dengan sepenuh kejujuran. Perlu diingat bahwa sebagian besar alam di Acheh telah hancur akibat tsunami dan eksploitasi ekonomi pada masa yang lalu. Diharapkan dalam usaha rehabilitasi dan rekonstruksi Acheh, lingkungan dan kekayaan alamnya harus dilindungi dan dipelihara dengan baik demi kepentingan dan kesejahteraan generasi kita pada masa yang akan datang.

 

Sekian dan terima kasih.

 

Malik Mahmud

Pimpinan GAM

----------