Oslo, 28 Desember 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


KUNTORO MAIN SULAP PELINTIR TNI, SUTARTO KELEWATAN BOHONGNYA & YUDHOYONO SUDAH PANDAI MAIN KELIT-BOHONG.

Abusisia

Oslo - NORWEGIA.

 

 

KUNTORO MANGKUSUBROTO JULURKAN JURUS KELIT-PELINTIR TNI MODEL MBAH YUDHOYONO.

 

"Tidak benar pasukan dikirim ke Aceh. Kalau bisa dipakai itu dari Zeni Iskandar Muda, bukan dari luar. Itu baru ide." (Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias, Kuntoro Mangkusubroto, Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu, 28 Desember 2005).

 

Jadi selama ini yg punya alasan agar TNI balik ke Acheh adalah dari kalangan TNI sendiri. Tak ada yg perlu ditutupi bila ingin kembali ke Acheh lagi TNI boleh saja, tapi dengan syarat:

1. Seluruh senjata TNI baik berat maupun ringan dipotong dan dihancurkan.

2. TNI tidak boleh memakai atribut TNI.

3. TNI harus dinyatakan bubar.

 

Pak.. Kuntoro .. itu sama saja artinya Bapak mengundang TNI. Cuma cara ngomongnya saja yg sedikit diplintir. Bapak..kan bukan anak-anak lagi. Kalau ide itu cuma ada di kepala, tapi Bapak sudah mengungkapkannya, itu namanya saran dan permintaan. Bapak harus belajar bahasa Indonesia lagi.

 

Panglima TNI sudah kelewatan bohongnya. TNI itu benar benar alat perang dan bukan kontraktor. Bila mau bukti ; mana ada TNI yg tak bersenjata kecuali TNI yang sudah pensiun atau TNI yang tengah duduk sidang di DPR dan MPR.

 

Pak Kuntoro.. Bapak sudah dituduh. Kenapa diam saja. Kalau Bapak berani coba tantang jenderal ini untuk tunjukkan buktinya bahwa Bapak tidak meminta TNI datang ke Acheh. Atau Bapak dan Jenderal ini ada main mata, dan mencoba untuk menarik opini publik.

 

Apapun alasannya, bila TNI datang lagi ke Acheh maka sama saja dengan mengundang Tsunami datang lagi ke Acheh. Mengapa tak jadi pengajaran bahwa sudah begitu banyak TNI tak mampu menanggulangi apa apa saja di Acheh. Yang ada hanya buat keributan dan keonaran, serta mengahasilkan banyak janda dan anak-anak yatim.

 

Pak Susilo BY. Kalau bapak mengatakan itu syah syah saja, dan tak ada yg boleh membantah, tapi kenyataannya Bapak juga dibawah TNI. Cuma saja Bapak selama ini kadang kurang pandai berhitung, kalau bapak katakan tidak mengirim 15.000 pasukan tapi yg dikirim cuma 14.999 pasukan itukan sama saja bohong.

 

Nah kan nampak bohongnya,,, SBY sudah pandai menghitung hitung dengan jumlah, tidak 15.000 pasukan tapi kurang 1.000 personel. Itukan TNI juga, bukan tukang jamu. Kalau 1.000 personel datang, berikutnya ada penggantian yg 1.000 personel itu, maka akan datang 15 kali lipat, sama saja, cuma pengirimannya bertahap mencapai 15.000 pasukan.

 

Kalau sudah begini tak bisa dipungkiri lagi, Acheh akan berdarah lagi. Sebab selama TNI ada di Acheh maka bencana akan datang. Boleh jadi rakyat Acheh akan bangkit lagi dengan semangat yg lebih dan bersedia untuk mati demi mempertahankan kesewenang-wenangan dan penipuan dan penghianatan. Dan pasti syahid adalah imbalan yang akan diterima. Sebab siapa saja yg mempertahankan miliknya dan mati, maka surga akan jadi tempat kembalinya.

 

Semoga rakyat Acheh dimana saja dan kapan saja, siap menghadapi apa saja kemungkinan untuk menghancurkan kezaliman, kesewenang-wenangan dan tipu muslihat musuh. Allah akan membantu mereka yang dizalimi dan ini adalah satu jalan mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah SWT, dengan berkorban apa saja baik jiwa dan raga. Insya Allah kita akan mati syahid dan surga balasannya. Amin.

 

Abusisia

 

abusisia@yahoo.com

Oslo, Norwegia

----------

 

http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=441

 

Rabu, 28 Desember 2005, 13:25 WIB

BRR Bantah Undang Pasukan TNI Non-Organik

Reporter : Radzie

 

Banda Aceh, acehkita.com. Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias, Kuntoro Mangkusubroto, mengatakan, pihaknya tidak mengundang pasukan TNI non-organik dari kesatuan Zeni untuk membantu percepatan pembangunan kembali Aceh pascatsunami.

 

“Tidak benar pasukan dikirim ke Aceh,” kata Kuntoro menjawab acehkita.com, usai Seminar Nasional tentang Evaluasi Peran Media Massa dalam Pembangunan di Aceh, Setelah Tsunami dan Perjanjian Perdamaian, yang diselenggarakan PWI dan Unesco, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (28/12).

 

Kata dia, BRR hanya membutuhkan pasukan Zeni Konstruksi organik Kodam Iskandar Muda untuk membuka beberapa wilayah yang masih terisolir, sepanjang Lamno-Calang, Kabupaten Aceh Jaya. “Kalau bisa dipakai itu dari Zeni Iskandar Muda, bukan dari luar. Itu baru ide,” kata dia.

 

Kuntoro menambahkan, pelibatan TNI non-organik dalam rekonstruksi Aceh, sangat bergantung pada permintaan BRR. Namun, dia memastikan, saat ini BRR belum perlu melibatkan pasukan TNI non-organik untuk mempercepat pemulihan Aceh. “Yang tentuin BRR. Jadi, sama sekali tidak ada,” tambah Kuntoro.

 

Sebelumnya, Panglima TNI Jendral Endriartono Sutarto mengatakan, rencana penambahan pasukan ke Aceh bukan untuk berperang, tapi hanya untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascatsunami.

 

“TNI dikirim hanya untuk membangun jalan dan jembatan, bukan untuk berperang,” kata Endriartono Sutarto kepada wartawan di sela-sela kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke kuburan massal Lampuuk, Kecamatan Lhok Nga, Aceh Besar, Senin (26/12).

 

Dia mengatakan, rencana penambahan pasukan TNI dari kesatuan Zeni menyahuti permintaan BRR. Kata Endriartono, beberapa waktu lalu Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias pernah meminta bantuan TNI untuk membantu percepatan pembangunan kembali Aceh pasca-dihumbalang tsunami. “Sejauh ini yang minta BRR,” kata jenderal berbintang empat ini.

 

Pasukan TNI yang akan dikirim ke Aceh, nantinya akan bertugas merehabilitasi daerah yang dilanda tsunami, yang sulit dijangkau kontraktor yang bertugas membangun kembali Aceh. “TNI akan bertugas di wilayah yang sukar dicapai, karena TNI mempunyai alat berat,” ujarnya.

 

Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah pemerintah akan mengirimkan 15.000 pasukan Zeni non-organik ke Aceh. “That news is not correct and accurate,” kata Yudhoyono kepada pers di Kediaman Gubernur Aceh, Selasa (27/12) pagi.

 

Kata dia, ada kebutuhan untuk melibatkan pasukan Zeni dalam rekonstruksi Aceh. Namun, jumlahnya harus masuk akal. “Mungkin satu sampai satu setengah batalyon. Kurang dari 1.000 personel. Bukannya 15.000 personel seperti yang dikabarkan pers,” kata Yudhoyono.

 

Kendati pemerintah merencanakan penambahan pasukan, Yudhoyono tetap mengingatkan rencana itu jangan merusak perdamaian yang baru seumur jagung ini. “Pelibatan Zeni ini haruslah tidak mengganggu proses perdamaian. Juga tidak menggangu kepercayaan kedua belah pihak. Kami telah bersusah payah untuk membangun perdamaian Aceh,” tegas Yudhoyono. [dzie]

----------