Stockholm, 29 Desember 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


NOER HASSAN WIRAJUDA AKAN MUNCUL KEMBALI DI STOCKHOLM SAMBIL ACUNGKAN LAMBANG DUTA BESAR RI.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MENTERI LUAR NEGERI RI NOER HASSAN WIRAJUDA AKAN MUNCUL KEMBALI DI STOCKHOLM SAMBIL MENGACUNGKAN LAMBANG DUTA BESAR RI SETELAH TENGGELAM DITELAN SALJU SWEDIA LEBIH DARI EMPAT TAHUN.

 

Menteri Luar Negeri RI Noer Hassan Wirajuda orang Sunda satu ini setelah tenggelam ditelan salju dingin Swedia lebih dari empat tahun, baru-baru ini mulai muncul kembali kepermukaan sambil mengacungkan beberapa gambar muka-muka calon Duta Besar RI yang akan disodorkan kepada DPR RI untuk dipertimbangkan dan diluluskan guna dipasang sebagai Duta Besar di Stockholm, Ibu Kota Swedia, setelah Duta Besar Tjahjono tahun 2001 ditarik pulang.

 

Hubungan diplomasi Swedia-RI yang dingin bagai salju, akibat ketidak mampuan Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda menjalankan diplomasi GAM-nya yang luwes, melainkan hanya mampu menyodokkan tanduknya yang tumpul dengan bekal ilmu hukum iternasionalnya yang lemah ketika dicoba dihadapkan kegelanggang hukum Swedia.

 

Akibat kelemahan diplomasi dan ketidak-mampuan untuk menguasai gelanggang hukum di Swedia menyebabkan Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda mengalami kegagalan total ketika berhadapan dengan pihak GAM di gelanggang hukum Swedia.

 

Tetapi untung saja kelemahan berdiplomasi pihak Noer Hassan Wirajuda diselamatkan dengan munculnya tsunami 26 Desember 2004, walaupun sebenarnya pihak Menlu Noer Hassan Wirajuda telah digeser keluar gelanggang perundingan antara GAM-RI di Helsinki dan digantikan oleh Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin sebagai ketua tim juru runding RI di Helsinki. Dan tentu saja Noer Hassan Wirajuda hanya sanggup menyatakan bahwa itu perundingan GAM-RI bukan perundingan internasional, jadi tidak diperlukan Menlu RI dalam meja perundingan. Kendatipun yang sebenarnya adalah Menlu Noer Hassan Wirajuda tidak mempunyai kemampuan dalam hal perundingan antara GAM-RI, sehingga tidak masuk dalam lingkaran Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Nah sekarang, setelah MoU Helsinki 15 Agustus 2005 ditandatangani dan dilaksanakan dengan penuh kejujuran, barulah Menlu Noer Hassan Wirajuda sibuk dengan agenda pemilihan calon-calon Duta Besar untuk disodorkan kepada pihak DPR RI guna diuji dan dipertimbangkan serta diluluskan untuk menyandang gelar Duta Besar di Stockholm Swedia, semoga saja bukan bangsa Sunda atau bangsa Jawa yang dikirim ke Stockholm. Saran Ahmad Sudirman kirimkan bangsa Acheh menjadi Duta Besar untuk Stockholm.

 

Dan tentu saja kita lihat kemampuan pihak Menlu Noer Hassan Wirajuda dan pihak DPR RI dalam hal pemilihan dan penentuan Duta Besar untuk Stockholm ini yang kemungkinan besar akan terjadi pada tahun 2006 yang akan datang.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

RI-GAM Damai, Kedubes di Stockholm Dibuka Kembali

Muhammad Atqa detikcom

 

Jakarta - Pemerintah Indonesia akan kembali membuka kantor Kedubes di Stockholm, Swedia, menyusul berakhirnya konflik di Aceh antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Indonesia.

 

"Pengajuan calon Dubes Swedia oleh pemerintah akan dilakukan Januari mendatang kepada DPR, di mana untuk melantiknya dibutuhkan waktu sekitar 4 bulan setelah Januari," kata Menlu Hassan Wirajuda setelah melantik 21 pejabat eselon II di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (28/12/2005).

 

Dijelaskannya, pertimbangan untuk menempatkan pos Dubes RI di Swedia dilakukan setelah persoalan Aceh selesai dilakukan. Pemerintah RI sejak tahun 2000 lalu menarik Dubes di Swedia karena adanya keterlibatan pemerintah Swedia yang melindungi petinggi GAM Hasan Tiro yang saat itu mengobarkan perang terhadap pemerintah RI.

 

Namun setelah perundingan RI-GAM selesai dilakukan dan ditandatanganinya pembubaran tentara GAM, akhirnya pemerintah Indonesia kembali akan menormalisasikan hubungan dengan Swedia. (san).

 

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/12/tgl/28/time/123550/idnews/507681/idkanal/10

----------