Stockholm, 15 Januari 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

TGK NAJIB BERTANYA: SIAPA DARI TOKOH GAM YANG AKAN MAJU BERTANDING MENJADI KEPALA PEMERINTAHAN ACHEH ?.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

TGK NAJIB DI SINGAPORE BERTANYA: SIAPA DARI TOKOH GAM YANG AKAN MAJU BERTANDING MENJADI KEPALA PEMERINTAHAN ACHEH ?.

 

"Assalamualaikum Tgk Ahmad Sudirman. Saya banyak membaca tulisan Tgk. Perhatian Tgk terhadap bangsa kita Atjeh patut saya puji. Begitu pula dengan perjuang Tgk-tgk yang lain. Mudah-mudahan perjuangan itu adalah murni untuk kemajuan bangsa Atjeh dan bukan karena haus kekuasaan dunia semata. Sesuai dengan MoU Helsinki, beberapa bulan lagi di bangsa kita Atjeh akan dilakukan pemilihan langsung terhadap Gubernur bangsa Atjeh. Seiring dengan itu, GAM juga dimungkinkan untuk membentuk local party. Tgk, saya memiliki pertanyaan. Siapakah yang akan maju dari tokoh GAM untuk bertanding menjadi gubernur bangsa Atjeh? Dari tokoh GAM sekarang, saya melihat yang paling mungkin hanyalah Tgk Malik Mahmud atau Tgk Zaini Abdullah. Tetapi perlu diingat, Tgk Malik Mahmud dan Tgk Zaini Abdullah bukanlah warga negara Indonesia dan mereka juga bukan lahir di bumi Atjeh. Mereka berdua adalah lahir di Singapura, besar di Singapura dan berkebangsaan Singapura dan sekarang berada di pengasingan Swedia. Mohon dijawab Tgk, agar kami bisa mengambil sikap di Atjeh." (Tgk Najib, tgk_najib@yahoo.com , Sun, 15 Jan 2006 16:20:40 +0000 (GMT)).

 

Terimakasih Tgk Najib di Singapore.

 

Memang walaupun Undang Undang Tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Sendiri di Acheh belum selesai dibahas dan ditetapkan oleh DPR RI, tetapi kemungkian besar UU tersebut akan segera diundangkan tepat pada waktunya. Dan tentu saja kemungkinan besar isinya tidak akan menyimpang dari apa yang telah disepakati dalam MoU Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005.

 

Nah salah satunya adalah di Acheh akan dibenarkan secara hukum dibangun partai-partai politik lokal Acheh dan hanya untuk di Acheh sebagai salah satu sarana penyaluran aspirasi politik bagi seluruh bangsa dan rakyat Acheh di Acheh.

 

Kemudian, pihak GAM dan juga seluruh bangsa dan rakyat Acheh di Acheh memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam hal kebebasan dalam penyaluran aspirasi politik di Acheh ini, karena itu pihak GAM melalui jalur partai polik lokal-nya akan meniti jenjang perjuangan politik secara aman, damai, jujur dan adil guna mencapai tujuan kemakmuran, kebebasan, keadilan, keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa dan rakyat Acheh.

 

Adapun menyangkut pertanyaan Tgk Najib: "Siapakah yang akan maju dari tokoh GAM untuk bertanding menjadi gubernur bangsa Atjeh? Dari tokoh GAM sekarang, saya melihat yang paling mungkin hanyalah Tgk Malik Mahmud atau Tgk Zaini Abdullah. Tetapi perlu diingat, Tgk Malik Mahmud dan Tgk Zaini Abdullah bukanlah warga negara Indonesia dan mereka juga bukan lahir di bumi Atjeh. Mereka berdua adalah lahir di Singapura, besar di Singapura dan berkebangsaan Singapura dan sekarang berada di pengasingan Swedia. Mohon dijawab Tgk, agar kami bisa mengambil sikap di Atjeh."

 

Tentang siapa dari tokoh GAM yang akan tampil di Acheh untuk memimpin bangsa dan rakyat Acheh melalui jalur pemilihan umum lokal di Acheh, tentu saja menurut Ahmad Sudirman pihak GAM telah membicarakan dan mempersiapkannya dengan matang.

 

Adapun tentang Tgk Malik Mahmud yang lahir di Acheh dan besar di luar negeri, itu menurut Ahmad Sudirman keputusannya diserahkan kepada pihak GAM dan pihak Tgk Malik Mahmud sendiri, apakah beliau bersedia atau tidak untuk tampil langsung memimpin bangsa dan rakyat Acheh di Acheh. Tentang soal kewarganegaraan, itu adalah soal formalitas hukum saja. Dan soal formalitas hukum kewarganegaraan ini bisa diselesaikan dalam beberapa saat saja, lagi pula itu secara tersirat sudah terkandung dalam MoU Helsinki. Apabila itu Hamid Awaluddin sudah menyatakan go it!, maka formalitas hukum diatas kertas sudah bisa berjalan dengan lancar. Bagi pihak Pemerintah Swedia atau Singapore tidak menjadi suatu masalah besar itu soal kewarganegaraan. Pemerintah Swedia menerima dobel kewarganegaraan. Sedangkan pihak Pemerintah Singapore hanya memilih satu kewarganegaraan.

 

Begitu juga dengan pihak Tgk Zaini Abdullah yang lahir di Acheh, itu keputusannya diserahkan kepada beliau, apabila beliau bersedia langsung memimpin bangsa dan rakyat Acheh di Acheh, maka silahkan tampil di gelanggang perjuangan politik di bumi Acheh langsung untuk menuju kepada kebebasan, kemakmuran, keadilan, keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa dan rakyat Acheh di bumi Acheh. Soal kewarganegaraan Swedia-nya, itu hanyalah soal formalitas hukum diatas kertas saja, dan bisa berobah dalam sekejap mata saja, kalau mengacu kepada MoU Helsinki.

 

Jadi, menurut Ahmad Sudirman, semuanya diserahkan kepada masing-masing pribadi dan menurut pertimbangan baik dan buruknya, baik bagi diri sendiri maupun baik bagi seluruh bangsa dan rakyat Acheh di Acheh.

 

Selanjutnya menyangkut persoalan tentang saudara Sofyan Dawood, kalau menurut Ahmad Sudirman itu harus terlebih dahulu dipertanyakan kepada yang bersangkutan dan diselesaikan secara prosedur hukum yang berlaku, bukan hanya main tebak dan tuduh, karena kalau sudah menyinggung persoalan keuangan, maka itu sudah masuk kedalam masalah yang cukup rawan, sensitiv dan rumit.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sun, 15 Jan 2006 16:20:40 +0000 (GMT)

From: Tgk Najib tgk_najib@yahoo.com

To: ahmad@dataphone.se

Subject: Apakah mungkin Tgk Malik Mahmud atau Tgk Zaini Abdullah akan Maju sebagai Gubernur Bangsa Atjeh

 

Assalamualaikum Tgk Ahmad Sudirman.

 

Saya banyak membaca tulisan Tgk. Perhatian Tgk terhadap bangsa kita Atjeh patut saya puji. Begitu pula dengan perjuang Tgk-tgk yang lain. Mudah-mudahan perjuangan itu adalah murni untuk kemajuan bangsa Atjeh dan bukan karena haus kekuasaan dunia semata.

 

Sesuai dengan MoU Helsinki, beberapa bulan lagi di bangsa kita Atjeh akan dilakukan pemilihan langsung terhadap Gubernur bangsa Atjeh. Seiring dengan itu, GAM juga dimungkinkan untuk membentuk local party.

 

Tgk, saya memiliki pertanyaan. Siapakah yang akan maju dari tokoh GAM untuk bertanding menjadi gubernur bangsa Atjeh?

 

Dari tokoh GAM sekarang, saya melihat yang paling mungkin hanyalah Tgk Malik Mahmud atau Tgk Zaini Abdullah. Tetapi perlu diingat, Tgk Malik Mahmud dan Tgk Zaini Abdullah bukanlah warga negara Indonesia dan mereka juga bukan lahir di bumi Atjeh. Mereka berdua adalah lahir di Singapura, besar di Singapura dan berkebangsaan Singapura dan sekarang berada di pengasingan Swedia.

 

Apakah mungkin bagi Tgk Malik Mahmud dan Tgk Zaini Abdullah untuk mengajukan permohonan kepada Pemerintah RI untuk menjadi warga Indonesia dan melepaskan kewarganegaraan Singapura nya. Dan apakah mungkin pemerintah Singapura mau melepaskan kewarganegaraan Tgk MAlik Mahmud dan Tgk Zaini Abdullah.

 

Kalau pihak GAM menginginkan Tgk Malik Mahmud atau Tgk Zaini Abdullah yang maju sebagai gubernur bangsa Atjeh, apakah GAM sudah melakukan langkah-langkah untuk perpindahan kewarganegaraan itu.

 

Perlu diingat Tgk Ahmad Sudirman, jangan nanti waktu untuk pemilihan sudah dekat, GAM sendiri tidak punya tokoh yang bisa memenuhi syarat untuk maju sebagai calon Gubernur bangsa Atjeh.

 

Kalau bukan diantara mereka berdua yang akan maju, siapa lagi lain. Apakah GAM punya tokoh lain yang bisa dikedepankan untuk memimpin rakyat Atjeh.

 

Sofyan Dawood dkk didaerah perjuangan sudah tidak bisa lagi diandalkan karena kepemimpinan mereka selama ini yang sangat tidak adil dan sudah mulai tidak dipercaya lagi oleh bangsa Atjeh dan rakyat Atjeh.

 

Itu dikarenakan Sofyan Dawood dkk mengambil harta rakyat Atjeh untuk kepentingan kelompok sendiri, untuk kepentingan memperkaya diri pribadi. Bahkan kami yang berjuang didaerah pinggir tidak pernah mendapat perhatian dari panglima pusat alias Sofyan Dawood dkk.

 

Mohon dijawab Tgk, agar kami bisa mengambil sikap di Atjeh.

 

Tgk Najib

 

tgk_najib@yahoo.com

Singapore, Singapore

----------