Stockholm, 26 Januari 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

DEKLARASI KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK SEBAGAI SALAH SATU EMBRIO PARTAI POLITIK LOKAL DI ACHEH.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MODUS MENCOBA MENAMPILKAN KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK SEBAGAI SALAH SATU EMBRIO PARTAI POLITIK LOKAL DI ACHEH AKAN HIDUP DIBAWAH NAUNGAN UU YANG MENGACU PADA MOU HELSINKI.

 

Setelah Ahmad Sudirman membaca artikel "Deklarasi Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik" yang dipublikasikan oleh Modus pada  26 januari 2006 ( http://www.modus.or.id/internasional/deklarasi.html ), ternyata itu deklarasi yang dideklarkan oleh saudara Eddy L. Suheri dan Yusuf Daud dkk pada hari Minggu, tanggal 15 Januari 2006, di New York yang anggota komitenya berjumlah 25 orang, yang diwakili oleh 3 orang dari Amerika, 1 orang dari Australia, 4 orang dari Swedia, 1 orang dari Norwegia, 3 orang dari Malaysia, 1 orang dari Afrika Selatan dan 12 orang dari Acheh adalah merupakan salah satu bakal cikal partai politik lokal di Acheh, mengapa ?

 

Karena, pertama, Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik tidak memiliki dasar hukum yang kuat kalau dihubungkan dengan GAM dibawah Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Dimana saudara Eddy L. Suheri dan Yusuf Daud dkk hanya menjiplak dan mencomot begitu saja reproklamasi Acheh Merdeka 4 Desember 1976 yang direproklamasikan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan Acheh Sumatera National Liberation Front atau GAM-nya.

 

Kedua, Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik tidak memiliki garis organisasi langsung dengan GAM.

 

Ketiga, Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik tidak memiliki hubungan politik dan perjuangan dengan pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Keempat, Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik adalah bukan organisasi atau komite yang bersifat dan berstatus meliter baik di Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, Malaysia, Afrika Selatan ataupun di Acheh.

 

Kelima, Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik adalah bukan organisasi atau komite yang bersifat dan berstatus politik baik di Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, Malaysia ataupun Afrika Selatan.

 

Keenam, Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik adalah organisasi atau komite yang tidak mendapat dukungan politik dari pemerintah Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, Malaysia dan Afrika Selatan.

 

Ketujuh, kalau Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik berbentuk dan berstatus meliter, maka akan dikenakan jaringan undang-undang tentang tindak pidana terorisme baik di Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, Malaysia ataupun di Afrika Selatan.

 

Kedelapan, kalau Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik berbentuk dan berstatus politik, maka tidak akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, Malaysia ataupun Afrika Selatan, kecuali kegiatan politiknya ditujukan dan diarahkan didalam negeri masing-masing, tidak diarahkan ke Acheh.

 

Kesembilan, kalau Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik berbentuk dan berstatus meliter di Acheh, maka akan kena sangsi hukum berdasarkan MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Kesepuluh, kalau Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik hanya berbasis di New York atau di Stockholm, maka tidak akan mendapat dukungan penuh dari seluruh bangsa dan rakyat Acheh di Acheh.

 

Nah, berdasarkan alasan-alasan tersebut diatas, maka tidak ada jalan lain, selain satu-satunya jalan untuk hidup dan tumbuh serta berkembangnya Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik yang lahir pada tanggal 15 Januari 2006 di New York itu adalah di tanah negeri Acheh, mengapa ?

 

Karena tanah Acheh lah tanah yang subur untuk tumbuh dan berkembang politiknya Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik dengan pupuk suburnya MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Pupuk subur MoU Helsinki tidak akan bisa dibeli di Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, Malaysia ataupun di Afrika Selatan, kecuali satu-satuinya tempat diatas dunia ini, yaitu di bumi Acheh. Tanpa MoU Helsinki, itu embrio Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik akan mati dengan segera.

 

Selanjutnya, walaupun saudara Eddy L. Suheri dalam emailnya yang dirimkan ke Ahmad Sudirman pada 17 Januari 2006 menyatakan bahwa Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik tidak mempunyai keterkaitan hukum dengan MoU, karena secara nyata tidak terlibat dan tidak setuju dengan proses dan isi MoU, tetapi dalam kenyataannya nanti di Acheh, itu "kereta express" model Acheh Merdeka Demokratik menurut istilah saudara Eddy L. Suheri, akan hidup, tumbuh dan berkembang dalam lingkungan hukum di Acheh yang mengacu kepada MoU Helsinki, artinya hidup dalam naungan hukum Undang-Undang Tentang Penyelenggaraan Pemerintahan sendiri di Acheh yang mengacu kepada MoU Helsinki. Jadi, itu "kereta express" model Acheh Merdeka Demokratik akan berjalan di jalan yang ada dalam naungan payung hukum yang mengacu kepada MoU Helsinki.

 

Apalagi kalau itu saudara Eddy L. Suheri membawa-bawa simbol  demokrasi gaya George W. Bush dengan reklamnya yang berbunyi "to spread freedom and democracy in the world" untuk dipakai sebagai panduan bagi lajunya "kereta express" model Acheh Merdeka Demokratik, maka sudah pasti itu "kereta express" hanya bisa berjalan di jalan yang ada di Acheh. Kemudian lagi,  "kereta express" model Acheh Merdeka Demokratik tidak akan bisa hidup dan mencapai sasaran yang tepat kalau dijalankan di jalan yang ada di Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, Malaysia dan di Afrika Selatan.

 

Dan memang ada benarnya seperti yang disebutkan oleh saudara Irwandi Yusuf dalam emailnya yang sampai ke Ahmad Sudirman pada 18 Januari 2006 bahwa saudara Eddy L. Suheri dkk itu memang sudah "ketinggalan kereta", mengapa ?

 

Karena akhirnya itu "kereta express" model Acheh Merdeka Demokratik akan hidup dan berjalan di Acheh dibawah naungan hukum yang mengacu kepada MoU Helsinki juga, bukan berjalan dijalan dibawah lindungan hukum yang ada di Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, Malaysia atau di Afrika Selatan.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

http://www.modus.or.id/internasional/deklarasi.html

 

Kamis,26/1/06 15:00 WIB

Deklarasi Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik

 

New York, (Modus.or.id). Kami yang tergabung dalam Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik dengan ini menyatakan bahwa akan tetap meneruskan perjuangan untuk suatu konteks demokrasi yang lebih luas dan merata di tanah leluhur kami, Acheh, dengan penghormatan terhadap hukum-hukum international.

 

Diakui bahwasanya terdapat aspek positif dari Perjanjian yang telah ditanda tangani oleh Gerakan Acheh Merdeka (GAM) di bawah kepemimpinan Malik Mahmud dan perwakilan Indonesia di Helsinki pada 15 Agustus 2005, dan proses perdamaian yang sedang berlangsung telah menurunkan tingkat kekerasan di Acheh. Akan tetapi pada proses kelahirannya perjanjian tersebut adalah tidak memiliki kriteria demokrasi dan keterbukaan.

 

Meskipun terdapat banyak permintaan dari pelbagai pihak termasuk dari masyarakat sivil termasuk anggota GAM sendiri untuk menjadi bagian dari proses perundingan dan dibenarkan untuk memberi masukan dalam pembahasan kesepakatan tersebut, namun hanya beberapa saja yang terpilih dan dilibatkan.

 

Proses perundingan Helsinki dan hasil kesepakatan tersebut adalah tidak memiliki fondasi yang kokoh baik itu secara politik maupun demokrasi, dan tidak mempunyai justifikasi secara moral. Oleh sebab itu perjanjian tersebut tidak akan mampu bertahan dalam tempo yang lama.

 

Kami para pejuang setia Acheh Merdeka telah berdiri tegak dan bersatu dalam barisan Komitee ini untuk: melanjutkan perjuangan kemerdekaan; mengembalikan kedaulatan Negara dan Bangsa; mempersiapkan berdirinya suatu pemerintahan yang bebas dan demokrat di Acheh; memperjuangkan aspirasi bangsa Acheh yang tertindas dan terabaikan. Semua maksud tersebut akan kami jalankan demi kebaikan bangsa kami agar dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia dalam kontribusinya untuk memperjuangkan perdamaian dunia, hak asasi manusia, kemerdekaan, keadilan, dan demokrasi.

 

Kami percaya bahwa tidak ada suatu alasanpun yang dapat menghalangi kelanjutan perjuangan ini. Aspirasi Bangsa Acheh telah jelas tertulis dalam Proklamasi Acheh Merdeka 4 Desember 1976, dan terpahat dalam setiap jiwa bangsa Acheh, khususnya mereka yang telah berjuang tak kenal lelah untuk mencapai cita-cita tersebut.

 

Dengan ini kami memanggil semua bangsa Acheh di mana pun berada agar bangkit bersama dalam suatu barisan untuk merebut kembali kedaulatan serta marwah bangsa dan Negara Acheh. Dalam rangka menyusun kembali perjuangan besar yang kita warisi ini, telah kita dirikan Komite Persiapan Acheh Merdehka Demokratik yang akan mengambil langkah-langkah penting dalam meraih maksud tersebut.

 

Komite Persiapan Acheh Merdehka Demokratik Affan Madjid (Acheh, Pereulak),Aiman Zulkarnaen (Acheh),Amir Tereusep (Acheh Rayek) ,Amirul Mu'minin Nya' Tjut Ali (Acheh),Arifin Amin Syech (Australia),Asnawi Ali (Sweden),Eddy L. Suheri (United States),Fuadi Azmi (South Africa),Ghazali Abdul Hamid (Malaysia),Guree Rahman Ismail (Sweden),Hafizzul Majid (Acheh),Hanafiah Ahmad (Norway),Hasan Kumbang (Acheh),Ibnu Hasan Abdullah (Acheh),Ichlas Ramadhan (United States),Inong Zhahir Ramadhani (Acheh),Ishak Beulama (Acheh, Mereuhom Daya),Jaffaniel Alamsyah (Acheh),Khusairi Ismail (Acheh),Mustafa Krueng (United States),Syahbuddin Rauf (Sweden),Syuhada Linge (Acheh, Linge),Tgk. Lahmuddin Pang Teh (Malaysia),Yusuf Daud (Sweden),Zikrinullah Makarim (Malaysia). (Red).

----------