Stockholm, 30 Januari 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

KALAU MAU MENDUKUNG ACHEH, SALAH SATUNYA HARUS DIDASARI OLEH FAKTA, BUKTI DAN DASAR HUKUM.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

KELEMAHAN SITI MARYAM ALI NOORDIEN DI KUALA LUMPUR ADALAH GERSANG DARI ILMU PENGETAHUAN, FAKTA, BUKTI DAN DASAR HUKUM.

 

"Betul itu Cut Bang (Yusuf Daud, red), Indonesia itu sudah menipu bangsa Atjeh semenjak Umi dan Abu kami dalam kandungan. Jadi kalau sekarang sejarahnya sedikit mengalami perobahan, itu sebenarnya bukan salah generasi terdahulu saja...generasi sekarang juga salah karena mau ditipu oleh Intel - intel Indonesia kelas Kakap ( Macam Ato' Intel Achmad Sudirman ). Untuk saat ini seharusnya generasi Atjeh wajib mewaspadai siapapun yang berbicara atas nama Atjeh. Mereka yang diluar Atjeh ( musuh Atjeh ), kebanyakan cuma memamfaatkan keadaan saja, seerti halnya dengan Mr. Achmad Sudirman ini. Semua orang mau dengar ocehan dia, padahal dia itu disusupkan BIN semenjak Zaman Eyang SUHATRO ke Sweden melalui Meadle East." (Siti Maryam Ali Noordien, sitimaryam_acheh@yahoo.com , Date: den 30 januari 2006 07:35:21)

 

Terimakasih Siti Maryam Ali Noordien di Kuala Lumpur, Malaysia.

 

Setelah membaca apa yang ditulis oleh Siti Maryam Ali Noordien yang berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia yang ditujukan kepada Ahmad Sudirman melalui  grup diskusi PPDI, timbul pertanyaan dalam pikiran Ahmad Sudirman, apakah model begini orang yang sudah tidak mampu lagi untuk memperjuangkan bangsa dan rakyat Acheh sehingga tidak kuasa lagi memberikan dasar argumentasi yang berupa fakta, bukti dan dasar hukum yang kuat ?

 

Mengapa timbul pertanyaan seperti itu ? Karena, Siti Maryam Ali Noordien ini ingin mencoba bersuara agar kedengaran gaungnya, tetapi sayang begitu bersuara, tentu saja melalui komentarnya yang singkat itu, setelah diteliti dan dipelajari secara secara seksama oleh Ahmad Sudirman, ternyata isinya seperti kapas saja, artinya hanya sekedar bicara kosong saja, yang tidak mempunyai pengaruh sedikitpun juga.

 

Coba saja perhatikan, itu Siti Maryam Ali Noordien memberikan komentar tentang Ahmad Sudirman dengan melambungkan umpannya:  "dia itu disusupkan BIN semenjak Zaman Eyang SUHATRO ke Sweden melalui Meadle East.".

 

Nah, dengan umpan ini diharapkan oleh Siti Maryam Ali Noordien akan dijadikan santapan empuk bagi dirinya untuk melambungkan umpan kosong lainnya lagi. Tetapi sayang, baru saja itu Siti Maryam Ali Noordien melambungkan umpan pertamanya tentang Ahmad Sudirman sudah masuk kedalam jurang, mengapa ?

 

Karena, memang umpan model Siti Maryam Ali Noordien tidak didasari oleh fakta, bukti dan dasar hukum. Coba saja teliti, menyebutkan nama BIN yang dihubungkan dengan Suharto saja sudah salah, mengapa ? Karena nama atau istilah BIN lahir bukan pada waktu Suharto. Ini satu kesalahan fakta dan bukti. Kemudian, kesalahan kedua, yaitu Siti Maryam Ali Noordien tidak tau dan tidak mengenal negeri yang dikunjung Ahmad Sudirman di Meadle East, tahun berapa datang ke negri tersebut dan dalam rangka apa. Selanjutnya, kesalahan ketiga, adalah tahun berapa Ahmad Sudirman datang ke Swedia dan bagaimana prosesnya dan kesalahan keempat, dan ini yang paling mendasar yaitu Siti Maryam Ali Noordien tidak mengenal dan tidak tau Ahmad Sudirman.

 

Nah, baru saja mengupas masalah fakta dan bukti tersebut, itu Siti Maryam Ali Noordien sudah kelabakan dan sudah gulung tikar, mengapa ? Karena memang Siti Maryam Ali Noordien ketika menuliskan komentarnya itu hanyalah sekedar untuk ikut bergaung dan berjingkrak saja di PPDI.

 

Jadi Siti Maryam Ali Noordien di Kuala Lumpur, Malaysia kalau memang tidak mengenal dan tidak tau tentang Ahmad Sudirman jangan sekedar berkomentar yang tidak tentu ujung pangkalnya, karena akan menjadi tertawaan orang di PPDI saja.

 

Saran Ahmad Sudirman kepada Siti Maryam Ali Noordien, cobalah lain kali kalau ingin memberikan komentar atas tulisan dan pribadi Ahmad Sudirman, terlebih dahulu harus digali fakta, bukti dan dasar hukumnya, jangan asal sekedar mencoretkan dan menekankan jari-jari diatas keyboard komputer saja, agar supaya tidak terjerumus kedalam jurang.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

From: Siti Maryam Ali Noordien sitimaryam_acheh@yahoo.com

Date: den 30 januari 2006 07:35:21

To: PPDi@yahoogroups.com

Subject: Re: «PPDi» SV: [Lantak] DEKLARASI KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK SEBAGAI SALAH SATU EMBRIO...

 

Betul itu Cut Bang, Indonesia itu sudah menipu bangsa Atjeh semenjak Umi dan Abu kami dalam kandungan. Jadi kalau sekarang sejarahnya sedikit mengalami perobahan, itu sebenarnya bukan salah generasi terdahulu saja...generasi sekarang juga salah karena mau ditipu oleh Intel - intel Indonesia kelas Kakap ( Macam Ato' Intel Achmad Sudirman ).

 

Untuk saat ini seharusnya generasi Atjeh wajib mewaspadai siapapun yang berbicara atas nama Atjeh. Mereka yang diluar Atjeh ( musuh Atjeh ), kebanyakan cuma memamfaatkan keadaan saja, seerti halnya dengan Mr. Achmad Sudirman ini. Semua orang mau dengar ocehan dia, padahal dia itu disusupkan BIN semenjak Zaman Eyang SUHATRO ke Sweden melalui Meadle East.

 

Hati - hati dengan semua suara manis kawan....!!!

 

Siti Maryam Ali Noordien

 

sitimaryam_acheh@yahoo.com

Kuala Lumpur, Malaysia

----------