Stockholm, 2 Februari 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

BISA JADI PENAFSIRAN MOU HELSINKI OLEH PEMERINTAH RI AKAN MEROBOHKAN PERDAMAIAN DAN KEAMANAN DI ACHEH.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

TIDAK MUSTAHIL AKHIRNYA PENAFSIRAN MOU HELSINKI OLEH PEMERINTAH RI AKAN MEROBOHKAN PERDAMAIAN DAN KEAMANAN DI ACHEH.

 

"Pak Ahmad Sudirman yang terhormat, terima kasih atas segala kepedulian dan perhantiannya untuk perdamain di Acheh, saya melihat bahwa memang pemerintah Indonesia tidak ikhlas terhadap apa yang telah disepakati dan disetujui dalam perundingan Heksinki. padahal sudah sangat terang dan jelas tertulis dalam MOU, tapi ada upaya dari pemerintah Indonesia untuk megelabui dan mengkaburi isi dari perjanjian itu sendiri. Inilah sifat munafik pemerintah indonesia yang dipertontonkan kepada masyarakat, mereka tidak sadar telah melakukan kesalahan dan pengkhianatan terhadap aspirasi dan yang menjadi hak rakyat Acheh dalam MOU, mungkin juga pemerintah Indonesia membiarkan kebohongan itu dan tutup mata terhadap hinaan dan kebenaran. Tentu rakyat Acheh tidak akan membiarkan kebohongan dan perngkhianatan pemerintah Indonesia ini terus terjadi terhadap Acheh, inilah awal kebangkitan rakyat Acheh diseluruh penjuru dunia untuk melawan setiap yang merugikan rakyat Acheh" (Nasruddin Abubakar, nashbenabubakr@yahoo.com , Wed, 1 Feb 2006 21:11:24 -0800 (PST))

 

Terimakasih saudara Nasruddin Abubakar di Acheh.

 

Usaha untuk memelihara dan menjaga perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak di Acheh dibawah payung hukum MoU Helsinki akan terus mendapat tantangan dan rintangan yang berat dari berbagai pihak. Oleh karena itu, untuk tetap terpelihara dan terjaganya perdamaian dan keamanan di Acheh diperlukan kesadaran dan kewaspadaan dari semua pihak akan adanya usaha-usaha dari pihak-pihak tertentu yang tidak menghendaki di bumi Acheh tercipta kebebasan, keamanan dan kedamaian.

 

Pihak pemerintah RI walaupun telah menyepakati MoU Helsinki, tetapi dalam pelaksanaannya mereka berusaha untuk menafsirkan celah-celah yang kosong untuk dipakai sebagai jalan guna meraih tujuannya. Artinya pemerintah RI berusaha sekuat tenaga menggali dan menafsirkan klausul- klausul MoU Helsinki untuk disesuaikan, direferensikan dan ditafsirkan menurut garis kebijaksanaan politik pemerintah RI.

 

Adapun dari pihak GAM dan rakyat Acheh dalam rangka memelihara dan menjaga perdamaian, keamanan, keadilan dan kebebasan yang bermartabat bagi semua pihak di Acheh adalah mereka tetap melalui jalur komitmen dengan apa yang telah disepakati dalam MoU Helsinki.

 

Nah sekarang, sebenarnya yang sedang berlangsung di Acheh dan di Jakarta adalah pertarungan politik dan hukum dalam hubungannya dengan MoU Helsinki digelanggang eksekutif dan legilatif antara pihak rakyat Acheh termasuk GAM dan pihak pemerintah RI termasuk DPR RI.

 

Kedua belah pihak berusaha untuk memelihara dan menjaga perdamaian dan keamanan di Acheh tetapi dalam cara melaksanakan isi MoU Helsinki telah timbul perbedaan, disebabkan adanya usaha-usaha dari pihak pemerintah RI untuk menafsirkan isi MoU Helsinki, bukan mengacukan kepada MoU Helsinki. Artinya pihak pemerintah RI dalam menjalankan isi MoU Helsinki tersebut bukan mengacu kepada klausul-klausul MoU yang telah disepakati, melainkan menafsirkan dengan memakai kebijaksanaan politik pemerintah RI.

 

Nah dengan cara pemerintah RI melakukan penafsiran atas klausul-klausul MoU Helsinki inilah akhirnya menimbulkan perbedaan dan pertentangan antara pemerintah RI beserta DPR RI disatu pihak dan GAM beserta rakyat Acheh dipihak lain.

 

Dsini, kelihatan dengan jelas bahwa pemerintah RI dalam pertarungan politik dan hukum di gelanggang eksekutif dan legislatif ini akan terus mencari lubang-lubang yang ada dalam MoU Helsinki untuk ditafsirkan sesuai dengan dengan kebijaksanaan politik pemerintah RI. Karena itu pihak GAM dan rakyat Acheh harus menyadari bahwa perjuangan di gelanggang politik dan hukum ini adalah perjuangan yang sangat sukar dan berat dibandingkan dengan perjuangan melalui angkat senjata di hutan-hutan.

 

Kemampuan dari pihak GAM dan rakyat Acheh untuk membaca, menganalisa dan melihat  taktik dan strategi pemerintah RI dalam pelaksanaan MoU Helsinki ini adalah merupakan modal utama untuk mencapai kemenangan dalam pertarungan politik dan hukum di gelanggang eksekutif dan legislatif ini.

 

Jadi, walaupun pihak pemerintah RI dengan berbagai cara untuk terus berusaha setengah mati guna mencari lubang-lubang yang ada dalam MoU Helsinki untuk ditafsirkan sesuai dengan kebijaksanaan politik RI, tetapi dari pihak GAM dan rakyat Acheh akan tetap terus mengacu dan komitmen dengan MoU Helsinki.

 

Kemenangan bangsa dan rakyat Acheh adalah kalau tetap mengacu kepada MoU Helsinki. Kekalahan pihak pemerintah RI adalah kalau mereka selalu menafsirkan apa yang telah disepakati dalam MoU Helsinki.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Wed, 1 Feb 2006 21:11:24 -0800 (PST)

From: Nasruddin Abubakar nashbenabubakr@yahoo.com

Reply-To: Nasruddin Abubakar n_nasruddin@lycos.com

Subject: Re: PEMERINTAH RI MENAFSIRKAN MOU HELSINKI KEDLAM RUU PEMERINTAHAN ACHEH TANPA DASAR HUKUM YANG KUAT.

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: sira_links@yahoogroups.com

 

Pak Ahmad Sudirman yang terhormat,

 

terima kasih atas segala kepedulian dan perhantiannya untuk perdamain di Acheh, saya melihat bahwa memang pemerintah Indonesia tidak ikhlas terhadap apa yang telah disepakati dan disetujui dalam perundingan Heksinki. padahal sudah sangat terang dan jelas tertulis dalam MOU, tapi ada upaya dari pemerintah Indonesia untuk megelabui dan mengkaburi isi dari perjanjian itu sendiri.

 

Inilah sifat munafik pemerintah indonesia yang dipertontonkan kepada masyarakat, mereka tidak sadar telah melakukan kesalahan dan pengkhianatan terhadap aspirasi dan yang menjadi hak rakyat Acheh dalam MOU, mungkin juga pemerintah Indonesia membiarkan kebohongan itu dan tutup mata terhadap hinaan dan kebenaran.

 

Tentu rakyat Acheh tidak akan membiarkan kebohongan dan perngkhianatan pemerintah Indonesia ini terus terjadi terhadap Acheh, inilah awal kebangkitan rakyat Acheh diseluruh penjuru dunia untuk melawan setiap yang merugikan rakyat Acheh.

 

Dunia telah menyaksikan bahwa MOU telah mampu merobah tatanan kehidupan rakyat Acheh dari kehancuran yang diakibatkan oleh konflik politik berkepanjangan antara pemerintah Indonesia dan GAM ditambah dengan musibah tsunami dan sekarang bangkit membangun Acheh masa depan yang berkeadilan, sejahtera dan demokratis.

 

Perdamaian dan Keamanan adalah dambaan setiap insan yang ada di Acheh, Indonesia serta Dunia, maka siapapun yang mencoba untuk menghilangkan dan menghancurkan perdamain itu, maka saat itu rakyat akan bangkit dan berkata lain....

 

Terima kasih.

 

Nasruddin AB

nashbenabubakr@yahoo.com

----------