Balikpapan, 11 Februari 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

BOLEH JADI KARTUNIS ITU MALAH MELUKIS ORANG SERUPA ABU LAHAB KEMUDIAN SECARA BODOH IA SEBUT ITU NABI MUHAMMAD.

H. Firdaus

Balikpapan – KALIMANTAN TIMUR.

 

 

KALAU UMMAT ISLAM SENDIRI BELUM YAKIN SEPERTI APA WAJAH NABI MUHAMMAD SAW, KENAPA KETIKA MELIHAT SEMBARANG KARTUN MENJADI MARAH ?

 

Kalau kita sendiri belum yakin seperti apa wajah nabi Muhammad saw, kenapa ketika dihadapkan kepada anda sembarang gambar kemudian tiba-tiba saja anda marah? Boleh jadi kartunis itu malah melukis orang serupa Abu Lahab, kemudian secara bodoh ia sebut itu nabi Muhammad?

 

Ketika merebak kabar tentang nabi Muhammad saw ditampilkan dalam bentuk gambar karikatur, maka permukaan bumi di mana muslim berada bergejolak, luapan kemarahan dan amukan terjadi, dan korban pun berjatuhan ….

 

Stop…! Apakah mereka yang marah itu sudah pernah melihat seperti apa gambar-gambar Nabi Muhammad saw itu? Atau mereka terpancing dengan gambar di internet yang disebut-sebut sebagai karikatur dalam sebuah harian Denmark, tetapi nyatanya itu gambar buatan yang ditambahkan kemudian, yang sebenarnya tak ada di koran tersebut?

 

Kemarahan saya hampir meledak ketika seorang teman mengirim file berjudul "Penghinaan Bangsa Denmark terhadap Rasul" karena di dalamnya ada gambar babi bertuliskan "Mohamed" sedang menuliskan Al Quran. Tpi, nanti dulu …. Ternyata gambar ini tidak ada dalam koran yang terbit di Denmark. Untung saya tidak sebarkan file ini ke teman-teman saya lewat internet, sebab jika saya sebarkan, boleh jadi banyak orang yang meledak kemarahannya, padahal gambar itu "ditambahkan kemudian" untuk menyulut kemarahan yang melihat.

 

Jangan-jangan ada agenda terselubung dengan banyaknya sisipan-sisipan gambar yang memicu kemarahan muslimin ini, yakni sengaja membakar kemarahan kaum muslimin, sehingga terbentuk sebuah pendapat umum bahwa muslimin adalah bangsa yang senang menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan dan pertumpahan darah.

 

Ir. Broto, Kepala Divisi Multimedia Madinatul Iman di Qatar memperkuat adanya dugaan ini, ia memberikan kesaksian: "Saya sadar bahwa media barat, termasuk CNN, ABC, BBC dll bukan menyebarkan berita (baca: fakta) tapi menyebarkan opini dari suatu kejadian." Ada kecenderungan bahwa mereka ingin memberi pesan kepada dunia bahwa muslimin adalah kaum yang emosional, brutal dan tak bisa diajak mencari keadilan lewat lembaga hukum yang yang tersedia. Seakan mereka ingin menunjukkan pada dunia, bahwa dimana-mana muslimin terbiasa mengadakan pengadilan jalanan. Bagaimana mungkin ummat seperti ini bisa menjamin keadilan dan perdamaian. Lebih memilukan lagi, muslimin terjebak 'arus pembuktian yang sudah direncanakan ini". Broto menambahkan: "Kecurigaan langsung muncul kenapa kok sedetail itu berita tentang reaksi muslimin, sementara berita tentang karikatur itu sendiri ibarat INTRO dlm musik, pendek sekali & nggak diulangi lagi."

 

Pemimpin Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei menyebutkan pelecehan terhadap kemuliaan Rasulullah saw di media massa Barat sebagi tindakan keji, yang dilakukan oleh Zionisme untuk mengadu domba antara kaum Muslimin dengan Kristiani. Dalam ceramah yang ia sampaikan di hadapan ratusan anggota militer udara Iran. Khamenei mengatakan bahwa apa yang terjadi merupakan konspirasi yang termasuk dalam agenda Zionis. Agenda tersebut dilakukan oleh kelompok pro liberal dan demokrasi Barat dengan mengangkat prinsip kebebasan berpendapat. “Kebebasan berpendapat yang mereka pegang, sama sekali tidak bisa menerima dialog atau penolakan apapun. Tapi membolehkan penistaan terahadap simbol simbol suci bagi umat manusia yang jumlahnya lebih dari satu setengah milyar Muslim,” ujarnya. Lebih jauh, Khamenei mengatakan, “Salah satu alasan konspirasi zionis ini adalah kemenangan Hamas dalam pemilu parlemen Palestina yang merupakan pukulan telak untuk Israel.”

 

Hari ini Israel ingin menggambarkan betapa bahayanya jika muslim (baca HAMAS) berkuasa, maka dibuatlah penggiringan opini dengan bermodalkan 12 kartun sahaja, dan mereka berhasil. Lihat dengan bermodal pena saja, mereka telah berhasil membuat negeri-negeri muslim gonjang-ganjing, Mendagri Libanon (Hasan Saba') mengundurkan diri, dan polisi negeri-negeri muslim baku hantam dengan rakyat yang seharusnya dilindungi. Seorang ibu tua (janda) beranak lima kehilangan satu-satunya penyandang ekonomi keluarga, karena anaknya yang sulung (laki-laki) turut menjadi korban ketika terjadi sebuah demo yang berakhir dengan kekerasan.

 

Saatnya muslimin mempercayakan masalah ini kepada pemerintahnya, seperti dinyatakan dalam Al Quran: "Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu)." (Q.S. 4:83) Kebenaran ayat ini terbukti, ketika muslimin bertindak sendiri di luar kendali pemerintah, niat baik malah berakhir dengan pencitraan buruk bagi muslimin sendiri.

 

Kita wajib marah ketika syi'ar Islam dinodai, tetapi kemarahan itu tidak boleh mendorong kita untuk berbuat tidak adil, Al Quran menyatakan: "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. 5 : 8)

 

Ketika kita marah atas tindakan suatu kaum, kemudian kemarahan kita dilampiaskan dengan kekerasan kepada orang lain yang "bukan pelaku dari kesalahan tersebut" maka kita telah berlaku tidak adil. Apa kesalahan pegawai kedutaan Denmark, sehingga harus menjadi korban dari persoalan ini? Apa kesalahan pedagang yang menjual produk Denmark, sehingga dia harus menanggung kerugian dari peristiwa ini?

 

Bahkan kekerasan yang dilakukan kepada "pelaku kesalahan" pun, jika itu dilakukan di luar pengadilan maka itu bukanlah keadilan. Dalam Islam, bentuk hukuman, ta'zir atau penghilangan kebebasan seseorang karena tindakannya, haruslah "berdasarkan keputusan pengadilan", itupun setelah cukup bukti dan terdakwa diberi kesempatan membela diri.

 

Bahkan kalaupun keputusan maksimal atas suatu perkara di pengadilan adalah hukuman mati, maka eksekusinya pun harus oleh pihak yang berwenang. Sekalipun amar putusan hukuman mati sudah turun, kemudian serta merta terjadi pembunuhan atas orang tersebut, maka 'eksekutor liar' itu harus dihadapkan ke muka pengadilan. Demikian Islam menjunjung tinggi kehormatan manusia.

 

Dan pengadilan adalah lembaga yang dikukuhkan negara, bukan dibentuk begitu saja oleh sekalangan manusia. Sayang sekali kemarahan sebagian orang telah mendorong mereka untuk melanggar prinsip-prinsip mulia ini, dan memang ada pihak lain yang sengaja menyulut kemarahan muslimin hingga ke tingkat di luar kendali. Adakah kita akan membiarkan orang lain memegang kendali emosi kita?

 

Mengumumkan hukuman mati, apalagi mengiming – iming hadiah bagi yang bisa membunuh yang dianggap biang kerok kerusakan, adalah tindakan mengabaikan adanya otoritas pengadilan. Apakah benar dalam kehidupan muslim tidak ada lembaga pengadilan? Jika sampai pertanyaan ini menjadi pertanyaan dunia, maka apa penilaian dunia atas ummat Nabi Muhamad saw ini?

 

Membiarkan terjadinya penghancuran atas hak milik manusia, apalagi hak hidup seseorang, dan itu berlalu begitu saja tanpa proses pengadilan, leyap ditelan ombak "kemarahan akibat 12 kartun" lebih mencoreng kehormatan Nabi Muhammad saw, dari pada pencederaan yang dibuat lewat goresan pena itu.

 

Kemana anak-anak yang kini menjadi yatim karena ayahnya menjadi korban kekerasan akan mengadu? Haruskah kita katakan pada mereka "maaf ayahmu jadi korban karena kami sedang marah, marah pada sesuatu yang lebih berarti dari pada menjaga hak hidup ayahmu?" apakah hati nurani kita membenarkan hal ini? Benarkah Nabi kita mengajarkan amuk massa seperti ini?

 

Mungkin kita berkata: "Jangan salah, ini bukan sembarang kartun, tapi Nabi Muhammad saw yang dibikin kartun, bung!" Baik… tapi apakah harus semarah itu? Kira-kira nabi Muhammad saw sendiri kalau menyaksikan langsung peristiwa pengkartunan dirinya akan seperti apa sikap beliau? Sejarah membuktikan ketika beliau dihujat, dicacimaki bahkan dilempari dengan potongan besi dan batu, beliau hanya menghindar dan berdo'a "Ya Allah ampunilah kaumku karena mereka adalah orang-orang yang tidak mengetahui." Mengapa kita tidak mengambil sunnah beliau untuk peristiwa ini?

 

Dr. Yusuf Al-Qardhawi mengecam aksi pembakaran dan perusakan yang dilakukan sebagian kaum Muslimin yang melampiaskan kemarahan akibat kartun Nabi Muhammad saw. Ia menyerukan semua umat Islam untuk menyampaikan protes dan kemarahan secara rasional dan tidak emosional hingga memunculkan bahaya yang lain.

 

Dalam dialog pada acara Asy Syariah wal Hayah yang rutin diselenggarakan oleh kantor berita satelit Aljazeera, ketua Forum Ulama Internasional itu mengatakan, “Aksi pembakaran dan perusakan yang dilakukan sebagian orang di sejumlah kota sebagai bentuk protes terhadap kartun Nabi saw tidak bisa diterima. Kami tidak menyeru orang untuk membakar mobil, tapi menyeru mereka untuk menampilkan kemarahan yang rasional agar tidak malah menimbulkan bahaya yang tidak diinginkan.” Ia lalu mengatakan, “Kami menolak permusuhan mereka (para penyebar kartun Rasulullah saw) terhadap kami, tapi kami terikat dengan syariat Allah dan berhenti sesuai perintahNya.”

 

Menanggapi kasus serangan terhadap salah satu gereja di Beirut Libanon akibat kemarahan sejumlah umat Islam ia mengatakan, “Ini masalah yang tidak dapat diterima. Kami melihat para pemimpin kaum Muslimin telah melarang mereka melakukan hal itu. Akan tetapi mungkin di sana ada yang memprovokasi di tengah gelombang demonstrasi dengan memanfaatkan kemarahan mereka, lalu melemparkan bensin untuk kemudian membakar.”

 

Seperti diketahui para demonstran di Suriah telah membakar dua kantor kedutaan besar Denmark dan Norwegia yang terletak di Damaskus. Sedangkan para demonstran di Libanon juga membakar kantor konsulat Denmark di Beirut dalam sebuah unjuk rasa yang berakhir rusuh.

 

Hal yang menarik, Koran paling laku di Iran mengumumkan akan menggelar perlombaan gambar kartun tentang Holocaust. Perlombaan ini digelar sebagai respon atas pembuatan dan publikasi karikatur Nabi Muhammad Saw di media massa Eropa.

 

"Ini merupakan kontes kartun Holocaust berskala internasional," kata Farid Mortazavi, editor graphis surat kabar Hamshahri, seperti dipublikasikan oleh kantor walikota Tehran.

 

Mortazavi mengatakan, rencana kontes kartun itu sebagai uji coba atas pernyataan bahwa pers boleh menerbitkan materi-materi yang bisa menyinggung pihak lain atas nama kebebasan berekspresi.

 

"Media-media Barat menerbitkan kartun-kartun yang sudah melanggar kesucian agama dengan dalih kebebasan berekspresi, jadi, kita lihat saja, jika mereka serius dengan apa yang mereka katakan dan apakah mereka juga akan ikut mempublikasikan kartun holocaust ini," papar Mortazavi.

 

Dalam harian Shamshahri edisi Selasa (7/2), Mortazavi mengatakan bahwa pihaknya akan mengundang para kartunis untuk ikut dalam kompetisi ini dengan tawaran hadiah berupa koin emas bagi 12 kartun terbaik, jumlah yang sama dengan kartun yang menghinakan Nabi Muhammad Saw.

 

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad dikenal kerap mendukung kelompok sejarawan revisionis, yang menyatakan bahwa peristiwa Holocaust terhadap bangsa Yahudi pada saat kekuasaan Nazi Hitler pada Perang Dunia II terlalu dilebih-lebihkan. Khususnya oleh Israel untuk menarik simpati masyarakat dunia. Ahmadinejad bahkan mengatakan bahwa Holocaust cuma mitos belaka yang dimanfaatkan bagi pembentukan negara Israel.

 

Pekan sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran juga mengundang PM Inggris Tony Blair ke Tehran untuk berpartisipasi dalam konferensi tentang Holocaust yang rencananya akan digelar di Tehran. Blair menilai rencana konferensi itu sebagai tindakan yang lucu dan mengejutkan. Ia mengatakan, "Ahmadinejad seharusnya datang dan melihat sendiri bukti-bukti Holocaust di negara-negara Eropa.

 

Menarik untuk dicermati, kartun dibalas dengan kartun lagi, tidak harus menimbulkan kerugian milyaran rupiah, tidak harus mengakibatkan rusaknya citra muslimin di dunia internasional dan munculnya kemelut tambahan di negeri-negeri muslimin.

 

Saya sendiri ketika melihat kartun itu, jadi teringat Kitab Syamailul Muhammadiyyah yang menjelaskan tentang gambaran Nabi Muhammad saw dan saya hanya tersenyum dan berkata dalam hati: "Kartunis ini tidak sedang menggambar Nabi Muhammad saw, sebab beliau sungguh elok dan rupawan. Itu Cuma cocok orang timur tengah yang dilukis tanpa cita rasa dan etika.

 

Terakhir, jadi kalau kita sendiri belum yakin seperti apa wajah nabi Muhammad, kenapa ketika dihadapkan kepada anda sembarang gambar kemudian tiba-tiba saja anda marah? Boleh jadi kartunis itu malah melukis orang serupa Abu Lahab, kemudian secara bodoh ia sebut itu nabi Muhammad?

 

Wassalam.

 

H. Firdaus

 

firdaus_epk@yahoo.com

Yayasan Amanah Ummah

Balikpapan, Kalimantan Timur

----------