Stockholm, 21 Februari 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

KALAU HANYA MELIHAT KEMIRIPAN ANTARA UUM DAN UUD 1945 TANPA MELIHAT ISINYA, MAKA AKAN TERPEROSOK KEJURANG KEBODOHAN.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

JELAS ITU, KALAU HANYA MELIHAT KEMIRIPAN ANTARA UUM DAN UUD 1945 TANPA MELIHAT ISINYA, MAKA AKAN TERPEROSOK KEJURANG KEBODOHAN.

 

"Jawaban Bapak Sudirman itu telah menunjukkan bahwa Bapak bukanlah seorang yang memiliki jiwa merdeka yang dapat mengkritik negara dimana ia tinggal, karena kalau berani mengatakan yang tidak-tidak (mengeritik) mengenai Swedia tentu akibatnya dapat terusir dari Swedia. Sebagai bangsa kedua di Swedia, tentunya kebebasannya terbatas, sehingga untuk membela dan berjihad dalam rangka menegakkan agama Allah, Islam, menjadi tidak berani, dan harus berfikir dua kali. Yang paling parah membela negara yang telah menghinakan Umat Islam dengan alasan kebebasan pers ? Piagam ini telah menyatukan Masyarakat Madinah menjadi sebuah komunitas yang bersatu dibawah bimbingan Muhammad SAW, dapat mempertahankan negeri itu dari serangan masyarakat di luar Madinah, meskipun mereka sebagian besar bukanlah Umat Muhammad (kaum Mukmin). Demikian pula UUD 45 telah menyatukan Rakyat Indonesia mulai dari Sabang Sampai Marauke. Kemiripan antara Piagam Madinah dengan UUD 45 atau Konstitusi Amerika adalah terbatas pada konsep konstitusi. Mengenai Isinya tentu tidak perlu diperdebatkan pasti berbeda tergantung pada kondisi dan kebutuhannya. Konsep dari sebuah konstitusi antara lain adanya pengertian kebebasan beragama" (Rasjid Prawiranegara, rasjid@bi.go.id ,  20 februari 2006 18:02:27)

 

Saudara Rasjid Prawiranegara di Jakarta, Indonesia.

 

Setelah membaca tanggapan saudara Rasjid Prawiranegara atas apa yang ditulis oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan "UUD 1945 adalah Undang-Undang Dasar negara sekuler" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/060220.htm ), ternyata makin kelihatan dengan jelas bahwa saudara Rasjid Prawiranegara tidak mengerti dan tidak memahami tentang kehidupan pribadi, keluarga dan sepak terjang perjuangan Nabi Muhammad saw dihubungkan dengan orang-orang yang non-Islam atau yang tidak mengenal Islam atau orang sekularis.

 

Nah, karena adanya kelemahan dalam melihat, membaca dan mengartikan kehidupan pribadi, keluarga dan perjuangan Nabi Muhammad saw inilah, maka itu saudara Rasjid hanya memakai dorongan emosinya yang gersang pengetahuan tentang kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad saw ketika membaca, mengartikan dan memandang orang-orang sekularis atau orang-orang non-muslim atau orang yang tidak mengenal Islam yang mengungkapkan sikap mereka tentang muslim dan Islam yang tanpa ditunjang oleh pengetahuan Islam.

 

Bagi seorang muslim yang mukmin yang mengerti dan memahami kehidupan pribadi, keluarga dan perjuangan Nabi Muhammad saw, jelas tidak akan mudah tergelincir kedalam arus kebodohan ketika ia melihat orang-orang sekularis atau orang-orang non-muslim atau orang-orang yang tidak mengenal Islam melambungkan ide yang ada sangkut-pautnya dengan Islam.

 

Justru yang paling bijaksana dan paling sesuai ketika seorang muslim melihat, membaca dan menanggapi ide-ide yang dilontarkan oleh orang-orang sekularis atau orang-orang non-muslim atau orang-orang yang tidak mengenal Islam adalah dengan cara menampilkan fakta, bukti yang ada kaitannya dengan kehidupan pribadi, keluarga dan perjuangan Nabi Muhammad saw secara logis dan ilmiah yang kemudian dihubungkan dengan ide, motiv dan tujuan orang-orang tersebut.

 

Jadi, disini seorang muslim yang mukmin yang mengerti dan memahami kehidupan pribadi, keluarga dan perjuangan Nabi Muhammad saw dalam menanggapi sesuatu yang keluar dari pikiran orang-orang sekularis atau orang-orang non-muslim atau orang-orang yang tidak mengenal Islam yasng mengarah kepada Islam, maka bukan dengan cara memakai senjata emosi, melainkan memakai senjata ilmu pengetahuan tentang Islam dan kehidupan pribadi, keluarga dan perjuangan Nabi Muhammad saw.

 

Sama juga kalau ada seorang yang mengaku Islam, seperti contohnya saudara Hasan Basri seorang sekularis, yang telah Ahmad Sudirman kemukakan dalam tulisan sebelum ini dan juga dilampirkan dibawah ini yang secara terang-terangan dengan penuh kesadaran melambungkan sikap negatif dan prijudisnya terhadap Islam dan kehidupan pribadi, keluarga dan perjuangan Nabi Muhammad saw harus dihadapi dengan cara dan metode yang mengandung ilmu pengetahuan yang dihubungkan dengan sejarah dan perjuangan pribadi, keluarga Nabi Muhammad saw, bukan dengan cara dan metode yang isinya penuh dengan emosi dan kebodohan.

 

Jadi saudara Rasjid Prawiranegara,

 

Kalau ada orang-orang Islam yang tampil di Swedia dengan melambungkan kritik dan bantahan dengan memakai cara yang logis dan ilmiah guna dijadikan alat pendobrakan ide, motiv dan wadah yang dipakai untuk melahirkan ide dan pemikiran yang ada kaitannya dengan Islam dan kehidupan pribadi Rasulullah saw yang dilontarkan oleh sekelompok orang sekularis atau orang-orang non-muslim atau orang-orang yang tidak mengenal Islam, maka cara yang dipakai oleh orang-orang Islam yang tampil di Swedia itu bukan dikarenakan mereka itu tidak memiliki jiwa merdeka untuk mengkritik, melainkan mereka itu mengetahui dengan senjata apakah yang mampu melumpuhkan kekuatan dan jaringan yang dipakai oleh kelompok sekularis atau orang-orang non-muslim atau orang-orang yang tidak mengenal Islam.

 

Nah dengan cara menghancurkan pondasi dan dasar berpijak mereka dalam hal ini kebebasan pers yang tidak bertanggung jawab dan tidak saling menghormati sesama umat yang beragama, maka mereka akhirnya kehilangan dasar pijakan yang sebelumnya dianggap sebagai dasar pijakan yang kuat dan stabil.

 

Nah, dengan hilangnya dasar pijakan kebebasan pers yang tidak bertanggung jawab inilah, akhirnya mereka mendapatkan suatu pukulan yang telak, sehingga mereka akan berpikir seribu kali sebelum melambungkan ide dan pemikiran yang ada kaitannya dengan Islam. Artinya walaupun mereka itu tidak mengenal Islam secara baik, tetapi kalau ingin melambungkan ide dan pemikiran tentang Islam, Nabi Muhammad saw dan muslim, maka mereka  terlebih dahulu harus mengkaji dan membaca tentang Islam, Nabi Muhammad saw dan muslim, tidak cukup hanya sekedar memakai dasar kebebasan pers saja.

 

Inilah saudara  Rasjid Prawiranegara,

 

Caranya, kalau saudara ingin menghancurkan dan melumpuhkan kekuatan pihak kelompok sekularis atau orang-orang non-muslim atau orang-orang yang tidak mengenal Islam yang memakai pondasi dan jaringan kebebasan pers yang tidak bertanggung jawab. Dengan menghancurkan pondasi tempat mereka berdiri dan berpijak, maka lumpuhlah mereka itu. Jadi bukan dengan cara emosi seperti yang dilakukan oleh sebagian besar orang-orang yang ada di Jakarta.

 

Selanjutnya saudara Rasjid Prawiranegara,

 

Kalau saudara Rasjid ketika melambungkan Undang-Undang Madinah hanya didasarkan kepada melihat kemiripan antara Undang-Undang Madinah dengan UUD 1945 dari sudut konsep konstitusi, tanpa mengetahui isi keseluruhan dan membandingkan isi konstitusi-konstitusi tersebut, maka akhirnya saudara Rasjid akan terjerumus kejurang kejumudan dan kebodohan, mengapa ?

 

Karena buktinya saudara Rasjid sendiri tidak bisa membedakan dan membandingkan apa yang menjadi dasar pondasi yang dipaki dalam Undang-Undang Madinah dan apa yang dijadikan dasar pondasi oleh UUD 1945.

 

Kalau hanya saudara Rasjid mengungkapkan bahwa "Mengenai Isinya tentu tidak perlu diperdebatkan pasti berbeda tergantung pada kondisi dan kebutuhannya. Konsep dari sebuah konstitusi antara lain adanya pengertian kebebasan beragama", maka inilah yang mengakibatkan saudara Rasjid terjungkir masuk kedalam jurang kebodohan.

 

Apakah kebebasan beragama model di RI yang berdasarkan sumber hukum pancasila yang sekuler  ataukah kebebasan beragama di Negara pertama Yatsrib yang sumber hukumnya mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw dengan aqidah sebagi tali pengikat-nya ?

 

Nah, jelas saudara Rasjid tidak akan membukakan masalah isi dari konstitusi-konstitusi tersebut, karena kalau dibukakan dan dikuliti apa yang ada dalam konstitusi atau UUM dan UUD 1945, maka akan terbongkarlah bahwa mana UUD yang sekuler yang mengacu kepada pancasila dan mana UUD yang mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

 

Terakhir saudara Rasjid Prawiranegara,

 

Itu RI dibangun bukan mirip denghan semangat Undang-Undang Madinah-nya Rasulullah saw, melainkan itu RI dibangun diatas puing-puing negara-negara bagian RIS yang berkonstitusi bermacam ragam yang kesemua isinya merupakan isi konstitusi sekuler yang jauh dari apa yang tertuang dalam UUM.

 

Saran Ahmad Sudirman untuk saudara Rasjid Prawiranegara, cobalah pelajari secara mendalam apa itu Undang-Undang Madinah-nya Rasulullah saw dan apa itu UUD 1945-nya BPUPKI dan hasil amandemen MPR, agar supaya saudara tidak terjerumus kedalam jurang kejumudan dan kebodohan.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

From: Rasjid Prawiranegara rasjid@bi.go.id

Date: 20 februari 2006 18:02:27

To: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>, <PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <fundamentalis@eGroups.com>, <Lantak@yahoogroups.com>, <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>, achehnews@yahoogroups.com

Cc: bambang_hw@rekayasa.co.id

Subject: RE: UUD 1945 ADALAH UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA SEKULER.

 

Jawaban Bapak Sudirman itu telah menunjukkan bahwa Bapak bukanlah seorang yang memiliki jiwa merdeka yang dapat mengkritik negara dimana ia tinggal, karena kalau berani mengatakan yang tidak-tidak (mengeritik) mengenai Swedia tentu akibatnya dapat terusir dari Swedia. Sebagai bangsa kedua di Swedia, tentunya kebebasannya terbatas, sehingga untuk membela dan berjihad dalam rangka menegakkan agama Allah, Islam, menjadi tidak berani, dan harus berfikir dua kali. Yang paling parah membela negara yang telah menghinakan Umat Islam dengan alasan kebebasan pers ?

 

Perdamaian di Aceh telah berjalan dan akan terus berlanjut sampai kemakmuran Aceh tercapai dibawah panduan NKRI. Rakyat Aceh adalah Bagian dari Masyarakat Indonesia yang berada dalam NKRI. Insya Allah semua ini akan berjalan dengan baik, karena Rakyat Aceh ingin perdamaian untuk membangun negerinya dibawah NKRI.

 

Piagam Madinah menurut para akhli merupakan bentuk dari sebuah konstitusi pertama yang diciptakan manusia dalam rangka menjalankan sebuah pemerintahan. Bentuk konstitusi sebagaimana piagam Madinah kemudian diikuti oleh konstitusi Amerika. Piagam Madinah adalah perjanjian yang dibuat antara bangsa arab yang berada disekitar Madinah mulai dari  golongan Muhajirin dari Quraisy sampai dengan Banu Auf Banu Al Harists, orang-orang Yahudi dan Nasrani yang tinggal di sekitar mekah.

 

Piagam Madinah menurut sejarah dibuat pada tahun pertama Nabi Hijrah dari Mekah ke Madinah, dan umat Islam masih Minoritas di Madinah, dengan kata lain bahwa Negara Madinah belum dapat dikatakan sebagai negara Islam yang murni menjalankan syariah Islam, karena syariah Islam dijalankan terbatas pada kalangan muslim yang masih minoritas. Piagam Madinah telah melindungi kaum mukmin yang berlindung di Madinah.

 

Piagam Madinah menjamin kebebasan beragama, atau dengan kata lain orang Kristiani dapat melaksanakan ibadahnya sesuai tuntutan Agama demikian pula orang Yahudi. Kalau terjadi permasalahan diantara komunitas tersebut bersifat lintas suku dan agama, maka semua akan diselesaikan dengan menggunakan Piagam Madinah dan masing-masing komunitas (suku bangsa) melaksanakan hukumannya sesuai dengan aturan agama masing-masing dan ketentuan yang ada dalam Piagam Madinah. Dan Muhammad SAW adalah seorang negarawan yang ulung yang selalu memantau pelaksanaan roda pemerintah termasuk memutuskan perselisihan dan pelaksanaan hukumannya, apakah sesuai dengan kesepakatan Madinah.

 

Piagam ini telah menyatukan Masyarakat Madinah menjadi sebuah komunitas yang bersatu dibawah bimbingan Muhammad SAW, dapat mempertahankan negeri itu dari serangan masyarakat di luar Madinah, meskipun mereka sebagian besar bukanlah Umat Muhammad (kaum Mukmin). Demikian pula UUD 45 telah menyatukan Rakyat Indonesia mulai dari Sabang Sampai Marauke

 

Kemiripan antara Piagam Madinah dengan UUD 45 atau Konstitusi Amerika adalah terbatas pada konsep konstitusi. Mengenai Isinya tentu tidak perlu diperdebatkan pasti berbeda tergantung pada kondisi dan kebutuhannya. Konsep dari sebuah konstitusi antara lain adanya

pengertian kebebasan beragama.

 

Yang pasti Nabi tidak mengajarkan umatnya untuk membuat atau membentuk Kerjaan. Pemerintahan setelah Nabi Wafat didasarkan pada pemilihan sebagaimana sekarang ini, bahwa sebuah negara harus memiliki konstitusi dan Kepala negara (bukan raja).  Sebuah negara tentunya tidak terbatas pada satu suku bangsa, tentunya terdiri dari berbagai suku bangsa, sebagaimana Indonesia terdiri dari suku jawa, Aceh, Sumatra.........dll.

 

Negara RI dibangun mirip dengan semangat Madinah atau dikatakan Negara RI menuju pada masyarakat yang Madani (masyarakat Madinah), dimana semua suku bangsa dapat hidup secara damai sebagaimana masyarkat Madinah yang semula terdiri beberapa suku/kabilah yang senang untuk berperang. Dengan Piagam Madinah, keinginan perang itu dijadikan kekuatan untuk bersatu untuk menjadi masyarakat yang Madani.

 

Rasjid Prawiranegara

 

rasjid@bi.go.id

Jakarta, Indonesia

----------

 

http://www.dataphone.se/~ahmad/990517.htm

 

Stockholm, 17 Mei 1999

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

MENURUT PIKIRAN HASAN BASRI MENJADI SEORANG MUNAFIK ADALAH LEBIH SELAMAT DAN AMAN, DARIPADA MENJADI SEORANG MURTAD.

Ahmad Sudirman

Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.

 

Jawaban untuk saudara Rachmat Sulaiman (Indonesia).

 

Hari ini Senin, tanggal 17 Mei 1999, saudara Rachmat Sulaiman, rachmat@softhome.net , menyampaikan kepada saya ganjalan hatinya yang hampir-hampir merupakan keputusasaan. Dimana ganjalan hatinya yang diberi subyek "Terasa udara sangat panas" adalah, "Kepada Saudara Kami. Ada Cerita yang nampaknya tidak enak sekali didengar dan sepertinya mata saya merah melihat tulisannya untuk mencoba memahami maksud dari tulisan tersebut, tapi karena keterbatasan pengetahuan saya, saya hanya  menganggap bahwa tulisan tersebut adalah tulisan yang mempunyai  maksud untuk sengaja menebarkan keragu-raguan pada Ajaran Islam. Serta memberikan solusi yang benar-benar tidak masuk akal sama sekali. Tulisan selengkapnya antum sekalian bisa lihat di http://www.indo-news.com/98/9919/Sunday/68168.shtml .Selanjutnya bagaimana kita harus bersikap?".

 

Ketika saya membuka http://www.indo-news.com/98/9919/Sunday/68168.shtml, muncullah "KOLOM: Proletar: Orang-Orang Islam (96)". Setelah beberapa alinea tulisan itu saya baca, automatis timbul dalam pikiran saya, memang benar menurut pikiran Hasan Basri, Proletar@aol.com ,menjadi seorang munafik adalah lebih selamat dan aman, daripada menjadi seorang murtad.

 

Saudara Rachmat Sulaiman, saya telah berdialog kalau boleh disebut dialog, beberapa bulan yang lalu dengan Hasan Basri ini. Bahkan pada tanggal 15 Maret 1999, ketika saya secara tidak langsung menanyakan kepada dia, apakah Hasan Basri adalah seorang murtad atau seorang munafik besar?. Dimana isi pertanyaan saya itu adalah "Kalaulah tulisan itu (Dirajam Keindahan (52), yang ditulis tanggal 15 Maret 1999) benar pengalaman hidup saudara Hasan Basri yang sebenarnya, maka saya ingin menyampaikan suatu pertanyaan kepada saudara yaitu, karena saudara Hasan Basri menurut dalam cerita diatas tinggal di Missouri apakah saudara kenal dengan yang namanya Awang Burhanuddin Baharuddin (seorang yang memproklamirkan dirinya menjadi seorang yang murtad) yang sedang menyelesaikan Doktornya di University of Missouri-Rolla tersebut?".

 

Beberapa jam kemudian dari sejak email itu saya lambungkan kepada Hasan Basri, saya menerima jawabannya, yang isinya adalah "Saudara Ahmad Yang Baik, Barangkali saya harus mengucapkan Demi Allah untuk menjelaskan bahwa  saya bukanlah Awang Baharudin, University of Rolla itu di Rolla kira kira 150 kilometer jauhnya dari tempat saya tinggal di Springfiled ini, Sayapun tidak pernah mengambil PHD dan bla bla bla seperti Biography si Awang itu. Saya tidak kenal dia, dan saya tidak tahu apa urusannya dengan saya. Apakah anda meragukan bahwa saya ini bukan seorang muslim? apakah karena saya mencoba memakai otak dan bertanya tentang agama sendiri saya kehilangan identitas sebagai muslim? Saya harap anda tidak berburuk sangka sedemikian pekat. Hasan Basri".

 

Saya senyum dalam hati. Memang benar menjadi seorang munafik akbar adalah lebih selamat dan aman, daripada mengaku terus terang menjadi seorang murtad seperti Awang Burhanuddin Baharuddin.

 

Sejak, saya mendapat jawaban itu, saya telah katakan kepadanya "Pesan dari saya untuk saudara Hasan Basri walaupun antara anda dengan saya ada perbedaan dalam hal ini, tetapi saya tidak segan-segan untuk mengajak saudara Hasan Basri untuk sama-sama kembali membangun Islam, Daulah Islam Rasulullah, hukum Islam, pemerintahan Islam dan Undang Undang Madinah".

 

Tetapi ternyata, apa yang ada dalam pikiran saya bahwa, menjadi seorang munafik adalah lebih selamat dan aman ketimbang menjadi seorang yang murtad ternyata dipraktekkan oleh Hasan Basri ini. Karena itu, saya setelah membaca tulisan Hasan Basri yang berjudul "Orang-Orang Islam (96)" tidaklah risau.

 

Walaupun saya tidak risau membacanya, tetapi saudara Rachmat Sulaiman merasa tersayat hatinya. Karena itu disini saya akan menjawab beberapa pertanyaan yang dilambungkan oleh orang munafik Hasan Basri ini. Saya susun kembali pertanyaan-pertanyaan dan pikiran-pikiran Hasan Basri yang munafik dan sekuler ini.

 

1. Apakah Islam melakukan pemenggalan kepala ratusan tawanan Yahudi di Madina?

 

2. Apakah Muhammad menjadikan gundik seorang janda Yahudi yang suaminya baru saja di penggal di Massacre of Qurayzah bernama Rayhana?

 

3. Apakah Muhammad menghamili budak krsiten coptic yang bernama Maryam pemberian Safwan?

 

4. Ali pernah menipu bani Sa,d (Yahudi) di Khaybar dengan merayu bahwa mereka mengundang pemimpinnya yang bernama Usayr ibn Razim untuk bertemu dan berkompromi tentang suatu hal dengan Muhammad. Ditengah perjalanan rombongan 30 orang itu dijagal dan dibantai secara biadab. Ketika laporan pembantaian ini sampai pada Muhammad , Sang Rasullulah malah menyutujui dengan kalimat " It was Allah, who saved you from the company of the opressor "

 

5. Pembantaian penyair Saab, serta 2 tawanan perang Quraizy, (dosa dosanya adalah menghina Muhammad) juga pemenggalan 700-900 kepala orang orang Qurayzah adalah jaman ketika kekuatan Islam ditangan Muhammad kian menguat.

 

6. Yang tidak adilnya dari Rasullulah adalah, dia kejam cuma dengan Yahudi, tapi pada baninya sendiri (Quraizy) dia paling gampang memafkan. Bahkan Hindun seorang kanibal yang pernah memakan jantung Hamzah dimaafkan dan malah keluarga Abu Sofyan musuh besar Islam ini diberikan kedudukan dalam pemerintahan Islam kelak.

 

7. Bagi saya apapun namanya, Tindakan Muhammad adalah tindakan seorang algojo biadab yang tidak mencirikan sifat sifat kenabian sama sekali.

 

8. Dan bagi orang orang yang mau berpikir secara beradab kita harusnya mau mengakui bahwa ada yang salah dan tidak benar dalam tindakan Muhammad ini.

 

9. Saya adalah seorang Islam yang sedang tercabik cabik, Kadang saya merindukan Muhammad seperti bayangan saya ketika masih kecil, Muhammad yang periang , lemah lembut dan pandai menyenangkan orang orang miskin.Tapi apa yang saya ketahui akhirnya membuat saya terjungkal kedalam jurang kesangsian yang sangat menyiksa.

 

10. Orang Islam harus berani mengkritik Nabinya sendiri. Meralat ayat ayat yang tidak sesuai dengan kondisi jaman sekarang. Ayat ayat palsu buatan " Muhammad periode 2 " Ketika dia mulai terbuai oleh napsu puber kedua dan keasikan memainkan political power game.

 

11. Ayat yang menyuruh membuntungkan pencuri, merajam penzina. Memperbolehkan poligami, harus dihapus. Ayat ayat yang memproklamirkan kebencian terhadap Yahudi dan Nasrani, terhadap budak dan urusan urusan pribadi Muhammad ,juga seharusnya dibuang selama lamanya.

 

12. Islami dan Krisitiani sebetulnya sama saja. Itulah makanya ketika melihat dan membaca cerita: Romo Mangun, Kyai Jalaludin Rahmat, Mother Theresa, Pak Bukhari, Sidhartha Gautama, Voltarie, Acup di New York, Edizal di Jepang, Pak Kholil penjaga mesjid Mujahidin, Thomas Paine dan Bapak Djoko Soetejo di Blitar. Saya tidak lagi bisa membedakan apakah mereka ini umat Kristen atau umat Islam? bagi saya mereka adalah orang orang Islam yang sesungguhnya. Sebab bukankah Islam itu artinya adalah patuh dan tunduk terhadap sang pencipta? Orang orang ini tidak pernah menyakiti dan membunuh manusia. orang orang ini tidak pernah merampok harta orang kecil dan menghukum mati siapapun. Orang orang inilah sebenarnya orang orang Islam

 

Nah sekarang, kita jawab satu persatu pikiran dan pertanyaan Hasan Basri diatas.

 

1. Rasulullah dan kaum muslimin tidak memenggal kepala-kepala tawanan orang Yahudi (Bani Quraizhah) di Madinah. Kejadian ini adalah pada tahun ke 5 hijrah setelah perang Khandaq (Ahzab). Bani Quraizhah adalah yang ikut menandatangani pakta perjanjian damai dengan Rasulullah pada tahun pertama hijrah. Tetapi ketika terjadi perang Khandaq (parit) atau perang Ahzab (sekutu) pada tahun ke 5 hijrah, Bani Quraizhah memutuskan perjanjian damai secara sepihak dan membelot memihak kaum bersekutu (kaum Quraish, Bani Fazara, Bani Murrah, Bani Sulaim) dan ikut mengepung kaum muslimin. Setelah selesai perang Khandaq (parit) atau perang Ahzab (sekutu), Rasulullah berserta pasukannya mengepung benteng pertahanan Bani Quraizhah. Karena Bani Quraizhah merasa sudah tidak berdaya, mereka mengajukan usul kepada Rasulullah untuk mengangkat Sa'd bin Mu'adz pemimpin suku Aus sebagai penengah dan mereka siap menerima keputusan apa saja yang akan dijatuhkan oleh Sa'd bin Mu'adz (waktu itu antara suku Aus dan suku Quraizhah sangat erat hubungannya). Lalu Sa'd bin Mu'adz memutuskan menurut Perjanjian Lama (Taurah), kitab suci orang Yahudi. Keputusan ini menyatakan bahwa orang-orang yang menerjunkan diri kedalam perang dipancung, kaum wanita dan anak-anak menjadi tawanan dan harta milik harus disita. Walaupun putusan ini kelihatan kejam, tetapi itulah yang bisa dilakukan bangsa Yahudi terhadap musuh-musuh mereka (Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra).

 

2. Cerita palsu tentang Rehana, seorang tawanan perang. Dalam kasus Rehana ini ada beberapa cerita. Pertama, Hafidz Ibnu Mandah, mengatakan bahwa Rehana, seorang wanita tawanan perang, dimerdekakan lalu ia kembali kepada keluarganya dan tinggal disana didalam pingitan. Kedua, menurut beberapa sejarawan, ketika Rehana jatuh ke tangan Rasulullah, ia ditawarkan untuk dimerdekakan lalu menikah dengannya, tetapi wanita ini lebih suka hidup sebagai buadk. Tetapi kemudian ia masuk Islam. Ketiga, Rasulullah menikahinya setelah Rehana masuk Islam. Ia tetap menjadi istri Rasulullah sampai wafatnya sepulang Rasulullah dari Haji Wada' (Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra).

 

3. Kejadian ini terjadi pada tahun ke 9 hijrah. Dimana Maria mengunjungi Rasulullah di rumah Hafshah, ketika Hafshah tidak ada di rumah. Waktu Hafshah pulang, ia harus menunggu sampai Maria meninggalkan Rasulullah. Hal ini membuat Hafshah marah dan menagih janji suaminya bahwa ia tidak akan mengistimewakan Maria dari yang lain-lainnya selama waktu tertentu. (Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra)

 

4. Sebenarnya yang ditugaskan oleh Rasulullah adalah Abdullah bin Rawahah, kepala suku Khazraj dengan 30 prajurit ke Khaibar pada tahun ke 6 hijrah untuk melaksanakan hukuman mati terhadap pimpinan Yahudi yang bernama Usair bin Zar'im, pengganti Abu Rafi' Sallam bin Abil Huqaiq (pemimpin Yahudi di Khaibar). Usair bin Zar'im dieksekusi, karena ia melakukan perlawanan dan penyerangan kepada pihak kaum muslimin (Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra).

 

5. Sudah dijawab dinomor 1 diatas. Adapun "pembantaian penyair Saab, serta 2 tawanan perang Quraizy, (dosa dosanya adalah menghina Muhammad) adalah tidak benar. Kejadian ini pada tahun ke 2 hijrah, dimana timbul dua orang penyair, yang pertama Abu 'Afak (golongan Yahudi) yang menulis syair-syair yang isinya menghasut masyarakat untuk melawan Islam. Dimana ia menulis ayat-ayat untuk menghina Islam. Ia dieksekusi oleh Salim bin 'Umair. Lalu penyair 'Ashma binti Marwan dari suku Aus bangsa Madinah. Dimana ia pun menulis satire-satire yang mengecam Islam dan Muhammad. Ia dieksekusi oleh 'Umar bin 'Auf (Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra). Kemudian pada tahun ke 3 hijrah, Ka'b bin Asyraf seorang penyair menyusun-soneta-soneta yang cabul. Setelah diperingati berkali-kali, ia tidak juga berhenti menulis cerita-cerita yang penuh birahinya itu, bahkan menentang secara terbuka terhadap Islam dan Rasulullah serta kaum muslimin, maka ia dieksekusi oleh satu team yang terdiri dari lima orang, Muhammad bin Maslama, Abu Na'ilah Silkam bin Salamah, Harits bin Aus, 'Ubbad bin Basyr dan Abu 'Abs bin Jabar. Terakhir Abu Rafi' Sallam bin Abil Huqaiq (pemimpin Yahudi di Khaibar) dieksekusi pada tahun ke 5 hijrah, karena bersekongkol dengan pihak musuh ketika terjadi perang Khandaq (parit) atau perang Ahzab (sekutu) pada tahun ke 5 hijrah. (Majid 'Ali Khan, Muhammad The Final Messenger, 1980).

 

6.Sudah dijawab di nomor 1 diatas. Kalaulah Bani Quraizhah menyerahkan kepada Rasulullah untuk menjatuhi hukuman, tentu saja, Rasulullah akan memaafkan, seperti kepada musuhnya nomor satu yaitu Abu Sufyan dan Hindun seorang kanibal yang pernah memakan jantung Hamzah.

 

7.Tindakan Rasulullah terhadap para tawanan perang dan musuh besarnya tidak menunjukkan sebagai seorang yang dikatakan oleh Hasan Basri yaitu "tindakan seorang algojo biadab yang tidak mencirikan sifat sifat kenabian sama sekali".

 

8.Yang salah dan tidak benar adalah orang-orang seperti Hasan Basri yang munafik besar sekelas Abdullah bin Ubayy yang hanya ingin menghancurkan Islam, tetapi tetap masih ingin disebut sebagai seorang muslim.

 

9. Kesalahan Hasan Basri sendiri yang tidak meresapi dan meyakini Islam dengan sepenuh hati, melainkan hanya sampai kepada otak yang sudah dipenuhi racun sekuler yang mencegah Islam, tidak masuk ke hati.

 

10. Orang Muslim dan yang beriman mematuhi seruan Allah "Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (An Nisaa',4:59)". Tidak ada alasan lain, selain mematuhi dan taat kepada Allah, Rasul dan ulil Amri.

 

11. Semua hukum-hukum yang diperintahkan Allah harus dilaksanakan oleh kaum muslimin. Semua yang dicontohkan Rasulullah harus diikuti oleh kaum muslimin. Kecuali oleh orang- orang munafik sekelas Hasan Basri. Kaum muslimin tidak perlu orang seperti Hasan Basri, yang kerjanya hanya membuat fitnah dan keonaran dikalangan kaum muslimin.

 

12.Orang-orang semodel Hasan Basri yang berani mengatakan bahwa "Islami dan Krisitiani sebetulnya sama saja". Ia mengatakan apa saja yang keluar dari dorongan hawa nafsunya.

 

Inilah sedikit jawaban dari saya untuk saudara Rachmat Sulaiman.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
---------- 

http://www.dataphone.se/~ahmad/990522.htm 

 

Stockholm, 22 Mei 1999

 

'Audzubillaahiminasysyaitonirrajiim.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

 

HASAN BASRI BUKAN MUSLIM SEKULER SEBAGAIMANA YANG DIAKUINYA, MELAINKAN SEORANG SEKULER YANG TELAH MURTAD.

Ahmad Sudirman

Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.

 

Untuk Hasan Basri (Springfiled, Missouri, USA).

 

Hari Jumat, tanggal 21 Mei 1999 Hasan Basri yang mengatakan dirinya sebagai muslim sekuler membidikkan kembali anakpanahnya yang tumpul dengan ditempeli hasil buah pikirannya yang sekuler dalam sebuah subyek "Menjawab Sudirman (99)". Dimana hasil pemikiran racun sekuler yang menjadi standar moralnya ini merupakan jawaban terhadap tulisan saya "Menurut pikiran Hasan Basri menjadi seorang munafik adalah lebih selamat dan aman, daripada menjadi seorang murtad" yang dipublisir pada tanggal 17 Mei 1999. (Sebelum membaca tulisan dibawah ini, saya harap membaca dulu tulisan tersebut diatas agar tidak timbul salah penafsiran, tulisan itu bisa di baca di http://www.dataphone.se/~ahmad/daftar.htm ).

 

Isi pemikiran racun sekuler yang menjadi standar moral Hasan Basri adalah,

 

"Jendral Sudirman telah menggali kapak perangnya. Dan terus terang dari pada tulisan Rasyidi yang mempunyai argumentasi lemah, Jendral Sudirman cukup oke karena menjawab langsung pertanyaan pertanyaan saya dalam tulisan sebelumnya. Tapi kawan, dalam perdebatan yang diperlukan bukan cuma sekedar adu referensi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyerap dang mengakomodasikan referensi itu dalam sebuah pemahaman yang tidak kaku dan tidak  asal setuju .Sebagai mahluk rasional, manusia itu sebenarnya punya kemampuan untuk menyatakan sebuah fakta atau peristiwa atau kejadian itu bertentangan dengan akal sehat atau tidak. Batasan ini mungkin yg dinamakan batasan moral. Saya cuma makai standar moral dalam membaca sejarah Muhammad. Dan anda pakai "iman tanpa otak" dan barangkali tanpa "sifat sifat kemanusiaan". Bagimana saya bisa mempercayai seorang algojo menjadi panutan saya dalam menjalani hidup? Bagi saya Muhammad yang terbaik adalah muhammad periode pra hijrah, dia memang tulus dan lurus. Setelah itu Manusia satu ini tercemar penyakit megalomania yang kejam, tidak bisa dikritik dan maaf..dikuasai libido besar. Sangat mustahil bagi saya untuk percaya pada pembunuh. Saya tidak bisa beriman pada nabi algojo. Cuma orang orang buta saja yang mau menerima omongan seorang  tukang jagal. Saya cuma mau ber argumentasi dan mencari kebenaran. Jika anda tidak mampu melawan argumentasi saya nggak usah menfitnah saya dengan alasan bikin onar dan mencap saya munafik. Pikiran itu saya dapatkan bukan dari nafsu. Saya melihat sebuah agama yang baik adalah agama yang manusiawi, bukan agama yang punya sejarah atau kitab kitab brutal yang menghalalkan darah manusia. Jawaban anda tidak membantah satupun argumen saya. Sebenarnya anda  berusaha melempar saya dengan yoyo. Ketika benda itu meleset tidak mengenai objeknya, sang yoyo berbalik kepada pemiliknya. Argumentasi anda malah memperkuat fakta bahwa Islam punya sejarah biadab. Dan sayangnya kebanyakan dari kita mentutup mata. Tidak pernah merasa bersalah, Dan hadis hadis dan Quran itu yang mengkultuskan segala tindak tanduk Muhammad adalah embryo yang membutakan orang orang Islam dari kebenaran sampai sekarang. Masih mencari Allah yang lebih manusiawi dan tidak brutal. Tell the truth ,the whole truth, so help me God. Hasan Basri" (Hasan Basri, Menjawab Sudirman (99), 22/5/99).

 

Nah sekarang, setelah saya membaca jawaban Hasan Basri yang memproklamirkan dirinya sebagai muslim sekuler yang mendasarkan standar moralnya kepada racun sekuler, maka sampai hari kiamatpun Hasan Basri tidaklah akan bertemu dengan Islam. Apapun keterangan, penjelasan, argumen yang dihadapkan kemuka dan pikiran Hasan Basri, dia tetap akan menolaknya, kecuali kalau keterangan, penjelasan, argumen itu sesuai dengan standar moral racun sekulernya.

 

Dan sebenarnya untuk menamakan dirinya sendiri dengan muslim sekuler adalah salah besar. Karena artinya sekuler adalah "bersifat dunia atau kebendaan yaitu bukan bersifat keagamaan atau kerohanian. Orang yang sekularis adalah orang yang menganut aliran filsafat yang menghendaki agar kesusilaan atau budi pekerti tidak didasarkan pada ajaran agama. Sedangkan sekularisme adalah paham atau pandangan filsafat yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama. Itulah yang disimpulkan oleh tokoh-tokoh Indonesia yang menyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1988".

 

Jadi kalau Hasan Basri menyebut dirinya sebagai seorang muslim sekuler adalah suatu hasil pemikiran dari otaknya yang sudah kena racun sekuler yang tidak memahami apa artinya sekuler dan apa artinya seorang muslim. Dimana seorang muslim adalah yang telah berjanji "..Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)" (Al An'am: 6: 162-163).

 

Karena itu disini saya melalui tulisan ini mengatakan bahwa Hasan Basri adalah bukan seorang muslim, melainkan seorang sekuler atau sekularis yang menganut aliran filsafat yang menghendaki agar kesusilaan atau budi pekerti atau negara tidak didasarkan pada ajaran agama.

 

Jadi apapun yang dikatakan atau disebutkannya dan membawa-bawa Islam adalah suatu kepalsuan dan kebohongan, misalnya seperti mengatakan "saya muslim, saya Islam". Karena itu semua kaum muslimin dari mulai detik ini apapun yang dikeluarkan oleh mulut dan tulisannya, itu semua adalah keluar dari seorang manusia sekuler yang tidak didasarkan pada ajaran agama, seorang yang anti agama dan musuh agama serta penghancur agama.

 

Inilah tanggapan akhir dari saya untuk Hasan Basri yang sekuler.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Sekian.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se

----------