Stockholm, 24 Februari 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

TIDAK PERNAH MUNCUL KONSEPSI FITJA ATAU HALLEFORS UNTUK MENGHANTAM KONSEPSI ABDURRAHMAN WAHID ALIAS GUS DUR.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

BELUM PERNAH SEKALIPUN MUNCUL KONSEPSI MODEL FITJA ATAU HALLEFORS UNTUK MENGHANTAM KONSEPSI ABDURRAHMAN WAHID ALIAS GUS DUR.

 

"Ini sebuah topic "Jangan Sampai Aceh Merdeka" yang mesti di tanggapi oleh bangsa Acheh dimana saja berada. dan satu sikap yang tidak mempercayai kita sebagai bangsa Acheh telah di sebutkan oleh bekas presiden Indonesia (Gus Dur). Kita mesti waspada dan segera menanggapi hal ini. Kemana jago-jago berdebat bangsa Acheh yang selama ini muncul di Acsa dan PPDi? tunjukkanlah kebolehan anda dalam menghadapi tokoh politik Indonesia ini? tunggu apa lagi?" (maop,  central_maop@yahoo.com , 20 februari 2006 21:21:03)

 

Saudara Maop di Philadelphia, Pennsylvania, United States dan saudara Paya Bujok alias Abu Syawal di Fitja, Stockholm, Swedia.

 

Membaca apa yang dilambungkan saudara Maop di Philadelphia, Pennsylvania, United States yang menyinggung apa yang dikatakan oleh Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang menyatakan bahwa "untuk tidak mau menerima kemerdekaan Aceh. Karena itu, segala kemungkinan harus dihilangkan. Ini perjuangan kita. Berhasil atau tidaknya, kita lihat nanti" (Abdurrahman Wahid, konferensi pers di Kantor PB Nahdlatul Ulama, Jakarta, Sabtu 18 Februari 2006)

 

Nah, Ahmad Sudirman belum pernah membaca satupun pendapat di internet dari kelompok Fitja atau Hallefors di Swedia untuk menantang dan menanggapi apa yang diucapkan oleh Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini.

 

Coba kalau pihak kelompok Fitja atau Hallefors mampu untuk menampilkan di mimbar bebas ini apa yang dijadikan sebagai fakta, bukti dan dasar hukum untuk mempertahankan Acheh dari genggaman pihak Abdurrahnman Wahid alias Gus Dur ini dan coba tampilkan konsepsi jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh dilihat dari sudut konsepsi model Paya Bujok alias Abu Syawal dari kelompok Fitja atau Hallefors di Swedia ini.

 

Nah, Ahmad Sudirman ingin membaca dan menganalisa konsepsi model dan made in kelompok Fitja atau Hallefors tentang RI hubungannya dengan Acheh dan kalau perlu nanti Ahmad Sudirman akan membandingkan dengan konsepsi yang telah dilahirkan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau konsepsi model ASNLF/GAM atau konsepsi model Teungku Omar Puteh atau konsepsi model Ahmad Sudirman.

 

Jadi saudara Maop di Philadelphia, Pennsylvania, United States,

 

Kita tunggu bagaimana itu bentuk dan bunyi konsepsi yang akan dilambungkan oleh kelompok Fitja atau Hallefors yang disponsori oleh Paya Bujok alias Abu Syawal ini untuk menghadapi kelompok Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dengan PKB-nya ini.

 

Sanggupkah kelompok Fitja atau Hallefors ini mempertahankan Acheh dari gelombang dan ikatan pancasila model Abdurrahman Wahid atau tidak, atau hanya pandai main pukul sesama bangsa Acheh saja.

 

Silahkan saudara Paya Bujok alias Abu Syawal di Stockholm, Swedia untuk tampil dengan konsep kalian, biar Ahmad Sudirman bisa membaca dan menganalisanya dan seluruh bangsa Acheh akan siap menunggu konsepsi model Paya Bujok alias Abu Syawal-nya.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

From: Paya Bujok bujok_paya@yahoo.com

Return address:  PPDi@yahoogroups.com

Date: 23 februari 2006 21:52:56

To: ppdi@yahoogroups.com, lantak@yahoogroups.com

Subject: «PPDi» Re: Razali bin Paya

 

Tragedi Razali bin Paya

 

Norway (HABA/Aceh News Agency)

 

Kasihan betul Li paya, Hasrat hati ingin membersihkan namanya dan keluarga, apadaya hasilnya malah celaka. Setelah mengaku ayahnya adalah keturunan raja dan pejuang Aceh, dalam tulisannya dia juga menjelaskan yang ayahnya adalah tukang beli karet, pemasok kayu untuk rel kereta api dan kayu bakau ke cukong-cukong cina di Medan.

 

"Ayah kami sebagai kontraktor perkebunan karet dan sekaligus sebagai pensupply getah untuk remiling Hock Lee & Co atau kemudiaan dikenal sebagai Sabena.  Selain sebagai pensupply balok bantal rel kereta api di Medan dan kayu bakau, kayu pembakar kereta api di Achèh, juga pembeli getah mulai dari watas kota Peuereulak terus kesepanjangan jalan hingga ke Upah, Kuala Simpang." Tulis Li Paya dalam artikel gobloknya.

 

Dari pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa Ayahnya Li Paya adalah pelaku perusak lingkungan hidup sejak dulu kala tepatnya sejak tahun 1948. Dia sebagai cukong kayu illegal perlu bertanggung jawab terhadap kerusakan hutan di Aceh Timur dan juga erosi bibir pantai akibat penebangan hutan bakau.

 

sipenipu yang kena tipu

 

"Li paya telah memberi gelar "Teungku"  kepada Ahmad "Snouck Hurgronje" Sudirman, si jawa penipu yang telah menyusup dan mendapatkan tempat dalam Grup Malek Al haitar bin Alkohol. Ahmad Sudirman salah seorang yang berkeinginan mewujudkan kerajaan Islam di dalam wilayah NKRI seperti idea Karto Suwiryo dengan DI/TII." Jelas salah seorang warga Aceh di Medan.

 

Dari pernyataan diatas HABA telah melakukan investigasi yang menguatkan pernyataan sumber tadi, sebab itulah Ahmad Sudirman tak rela jika Aceh lepas dari RI yang akan membawa efek domino ke bangsa-bangsa lain di nusantara. Dalam beberapa tulisannya si Amat pernah menulis beberapa artikel berjudul Indonesia Tanah Airku yang dapat disimak di Homepage kepunyaannya.

 

Tokoh masyarakat di Paya Bujok kepada HABA mengatakan bahwa pemberian gelar "Teungku" uleh Li Paya kepada Amat sangat perlu dipersoalkan, karena Teungku adalah gelar kepada orang alim di Aceh atau diberikan kepada orang yang dihormati. Bagi orang non-aceh, mereka dapat diberi gelar Teungku sekiranya dia sangat berperan dalam masyarakat Aceh. Namun celakanya gelar ini diberikan Li Paya kepada seorang penentang kemerdekaan Aceh yang bertopeng pendukung perjuangan Aceh Merdeka-nya Malik Alkohol.

 

"Namun ada pantasnya jika Razali Paya dengan grup Malek Alkohol kena tipu, sebab mereka telah menipu," tambah sumber tersebut.

 

Penipuan Li Paya memang terbukti, seperti ketika mendukung hukuman mati buat Nur Juli, lalu tak mengakuinya. Pembohongan Li paya kembali tampak dalam tulisannya. I a berkata "sewaktu kami miskin, sayapun sudah agak pandai menyadap pohon karet, diladang getah saya sendiri atau pergi menanam padi.  Walaupun kami miskin, namun kami punya ladang buah-buahan yang lumayan. Ladang rambutan kami pernah diketahui sebagai ladang rambutan bukan saja yang terluas di kota saya, malahan di Achèh."

 

"Bagaimana tidak berbohong, apakah dia pernah berkeliling Aceh untuk mengukur kebun-kebun rambutan mulai dari Aceh Timur hingga Selatan untuk kemudian mengklaim kebun rambutangnya sebagai yang terluas di Aceh" kata salah seorang sumber di Kota Langsa yang mengenal Li Paya sebagai seorang pemalas di waktu mudanya dan bercita-cita untuk mengawini artis Suzana yang dia bilang sangat sexy kepada rekannya sekembali dari menonton filem Nyi Blorong.

 

Paya Bujok

 

bujok_paya@yahoo.com

Fitja, Stockholm, Swedia

----------

 

From: maop central_maop@yahoo.com

Return address: ACSA@yahoogroups.com

Date: 20 februari 2006 21:21:03

To: ACSA@yahoogroups.com

Subject: Re: [AcsA] Jangan Sampai Aceh Merdeka

 

Ini sebuah topic yang mesti di tanggapi oleh bangsa Acheh dimana saja berada. dan satu sikap yang tidak mempercayai kita sebagai bangsa Acheh telah di sebutkan oleh bekas presiden Indonesia. Kita mesti waspada dan segera menanggapi hal ini.

 

Kemana jago-jago berdebat bangsa Acheh yang selama ini muncul di Acsa dan PPDi? tunjukkanlah kebolehan anda dalam menghadapi tokoh politik Indonesia ini?

 

tunggu apa lagi?

 

Achese in Exile

19145

 

central_maop@yahoo.com

Philadelphia, Pennsylvania, United States

----------

 

Minggu, 19 Februari 2006

Jangan Sampai Aceh Merdeka

Gus Dur Cium Gelagat GAM Bentuk Negara

 

Jakarta, Kompas - Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Abdurrahman Wahid mengingatkan anggota DPR, khususnya Fraksi Kebangkitan Bangsa, dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemerintahan Aceh, untuk menutup segala celah yang bisa membuat Aceh merdeka.

 

Melihat perkembangan yang terjadi belakangan ini, mantan presiden itu meragukan kesungguhan niat Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk benar-benar bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

”Saya hanya ingin ingatkan anggota DPR dari F-KB, mereka terikat dengan putusan selama ini untuk tidak mau menerima kemerdekaan Aceh. Karena itu, segala kemungkinan harus dihilangkan. Ini perjuangan kita. Berhasil atau tidaknya, kita lihat nanti,” ucap Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur dalam konferensi pers di Kantor PB Nahdlatul Ulama, Jakarta, hari Sabtu (18/2).

 

Gelagat GAM untuk membentuk negara berdaulat sendiri, menurut Gus Dur, sudah terlihat dengan mengimpor sendiri Proton Saga dari Malaysia. ”Belum jadi negara sudah bersikap seperti negara berdaulat. Bagaimana? Saya tambah-tambah curiga,” tegasnya.

 

Sikap pemerintah yang mau berunding dengan GAM, menurut Gus Dur, sudah menimbulkan ketidakpastian karena GAM jelas merupakan kependekan kata Gerakan Aceh Merdeka. Dalam suasana yang penuh ketidakpastian itu hendaknya benar-benar diupayakan agar tidak tercapai kemerdekaan Aceh.

 

”Kita sudah mendirikan negara ini dengan susah payah. Kalau Aceh ini bobol, wah, wah, wah, wah, tujuh provinsi lain akan ikut. Saya tahu kok mana saja karena sudah pada ngomong dengan saya,” kata Gus Dur yang juga cucu pendiri bangsa ini, yaitu KH Hasyim Asy’ari.

 

Menurut Gus Dur, hal itu semua sengaja dia sampaikan secara terbuka kepada publik agar semua pihak benar-benar mengetahui masalah yang terjadi. Dia khawatir, apabila pembahasan RUU Pemerintahan Aceh dilakukan tanpa tahu masalah yang sesungguhnya, akan menimbulkan masalah yang tidak karuan di belakang hari. (SUT)

 

http://kompas.com/kompas-cetak/0602/19/utama/2448421.htm

----------