Stockholm, 28 Februari 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

YANG DITERIMA PBB SEBAGAI ANGGOTA KE-60 ADALAH NKRI DENGAN UUDSEMENTARA-NYA LEBURAN NEGARA FEDERASI RIS 15 AGUSTUS 1950.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

NEGARA YANG DITERIMA PBB SEBAGAI ANGGOTA KE-60 ADALAH NKRI DENGAN UUDSEMENTARANYA LEBURAN DARI NEGARA FEDERASI RIS 15 AGUSTUS 1950.

 

"Yang tertinggal di Nusantara ini adalah negara NKRI yang Merdeka dan Berdaulat. Negara di Dunia dan PBB (sejak PBB itu dibentuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa di Swiss) mengakui keberadaan NKRI sejajar dengan negara-negara yang ada di Dunia. Mereka mengakui perjuangan NKRI dan mengakui Wilayah NKRI dari Sabang sampai Marauke dengan semboyan Bineka tunggal Ika, yang mirip dengan semboyan dari Negara Amerika, meskipun beranekaragam bangsa dan bahasanya tetapi satu cita-cita nya Negara RI.  Bapak Sudirman tidak dapat menghapuskan cita-cita itu. Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa menerima seboyan itu dan menghancurkan Tirani yang dibuat oleh Raja-Raja boneka Belanda. Perjuangan Rakyat Indonesia tidak terbatas pd Belanda, tetapi juga pada mereka suku bangsa Indonesia yang berpihak pada Belanda dan telah hidup bermewah-mewahan dan melupakan nasib anak pribumi. Sifat-sifat dari anak pribumi antek Belanda itu telah banyak menyuburkan korupsi di Indonesia. Belanda hanya mengajarkan pada Indonesia budaya Korupsi dan Feodalisme" (Rasjid Prawiranegara, rasjid@bi.go.id , Tue, 28 Feb 2006 09:53:57 +0700)

 

Saudara Rasyid Prawiranegara di Jakarta, Indonesia.

 

Kalau saudara Rasyid tetap saja memakai dan memegang NKRI dan tidak melihat fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum berdirinya, maka dengan sekejap saja akan terjerembab kejurang kekeroposan, mengapa ?

 

Karena yang namanya NKRI baru dilaporkan dan diajukan permohonannya dan diterima sebagai anggota PBB yang ke-60 adalah pada tanggal 27 September 1950, setelah RIS yang terdiri dari 16 Negara Bagian diakui kedaulatannya oleh Belanda pada tanggal 27 Desember 1949 dan diakui PBB sesuai dengan KMB lalu dipecah-belah dan digerogoti satu persatu kemudian dimasukkan kedalam tubuh RI negara bagian RIS. Dimana proses penggerogotan dan pemasukan 15 negara bagian RIS kedalam negara RI ini berlangsung dalam tubuh RIS dan berjalan sejak RIS diakui kedaulatannya sampai 15 Agustus 1950, ketika NKRI dinyatakan berdiri diatas puing-puing 15 Negara Bagian RIS dengan memakai UUDSementara.

 

Nah, setelah NKRI berdiri pada tanggal 15 Agustus 1950 barulah Soekarno membawa NKRI dengan UUDSementara-nya ke PBB untuk memohon agar diterima menjadi anggota PBB. Akhirnya Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950 tanggal 26 September 1950 yang menyatakan "ADMISION OF NEW MEMBERS TO THE UNITED NATIONS 86(1950) yang diadopsi pada Sidang DK PBB ke 503 oleh 10 suara anggota DK PBB dengan 1 satu suara absen dari Cina. Kemudian dalam Sisdang Umum PBB tanggal 27 September 1950 rekomendasi DK PBB No. 86 diterima.

 

Jadi, kelihatan dengan jelas dan nyata bahwa yang namanya NKRI dengan UUDSementara-nya itu baru diakui dan diterima sebagai anggota PBB ke-60 pada tanggal 26 September 1950, yaitu sebulan lebih setelah NKRI berdiri diatas puing-puing 15 negara bagian RIS.

 

Nah, NKRI yang baru saja diterima sebagai anggota PBB ke-60 itu adalah terdiri dari 16 wilayah negara-negara bagian RIS yaitu Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Sumatra Selatan, Negara Sumatera Timur, Negara Indonesia Timur, Republik Indonesia, Daerah Jawa Tengah, Daerah Bangka, Daerah Belitung, Daerah Riau, Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Daerah Dayak Besar, Daerah Banjar, Daerah Kalimantan Tenggara dan Daerah Kalimantan Timur.

 

Saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Inilah fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum berdirinya NKRI dan diterimanya sebagai anggota PBB ke-60 yang oleh saudara Rasyid tidak pernah diceritakan dan tidak pernah dijelaskan secara jelas dan benar, kecuali hanya disinggung sekilas dengan bunyi untaian kata-kata: "Yang tertinggal di Nusantara ini adalah negara NKRI yang Merdeka dan Berdaulat. Negara di Dunia dan PBB (sejak PBB itu dibentuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa di Swiss) mengakui keberadaan NKRI sejajar dengan negara-negara yang ada di Dunia".

 

Dan kelihatan dengan jelas, siapa sebenarnya yang menghancurkan bangsa-bangsa yang ada di nusantara dengan negara-negara-nya, kalau bukan kelompok unitaris Soekarno cs dengan RI-nya yang menganggap kelompok federalis sebagai musuh utamanya yang harus dihancurkan, sehingga yang berdiri hanya kelompok unitaris dengan great-jawa-RI-nya, yang mengklaim seluruh wilayah menjadi wilayah great-jawa-RI yang menjelma menjadi NKRI.

 

Saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Semua bangsa-bangsa yang ada di nusantara ini berjuang untuk kemerdekaan Negara-nya, bagaimana 15 negara diluar negara RI telah berjuang untuk berdiri diatas kaki sendiri, sehingga berdiri Negara Federasi RIS, ditambah dengan negara RI yang masuk pada tanggal 14 Desember 1949.

 

Tetapi, dalam jalur proses pertumbuhan negara-negara dari berbagai bangsa yang ada di nusantara ini, ternyata dihancurkan oleh pihak kelompok unitaris RI yang merasa sebagai kelompok bangsa yang mayoritas dan yang berhak menguasai seluruh wilayah dan bangsa-bangsa dengan negara-negara-nya untuk berada dibawah kelompok unitaris great-jawa RI-nya Soekarno cs.

 

Saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Itu sebenarnya yang saudara Rasyid perjuangkan dan pertahankan sekarang adalah mempertahankan kelompok unitaris great-jawa-RI-nya Soekarno cs yang menganggap kelompok federalis dengan Negara Federasi RIS-nya sebagai musuh. Istilah negara-negara boneka, itu adalah hanya istilah Soekarno yang tidak ingin melihat kelompok federalis yang telah membangun Negara Federasi RIS berdiri dengan kuat dan kokoh disamping RI.

 

Saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Kalau Ahmad Sudirman membukakan tentang fakta, bukti, sejarah dan hukum tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI ini bukan membela kepentingan Belanda, melainkan justru untuk membukakan mata seluruh rakyat yang ada di nusantara bahwa sebenarnya apa yang selalu digembar-gemborkan pihak NKRI ini adalah tidak benar dan salah, karena tidak ditunjang oleh fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat.

 

Nah, semua bangsa yang ada di nusantara berhak untuk menentukan nasibnya sendiri dan mereka telah berhasil dengan membangun negara-negara yang tergabung dalam Negara Federasi RIS. Hanya, cita-cita dari bangsa-bangsa yang ada di nusantara ini disapu oleh bangsa yang merasa sebagai bangsa yang mayoritas dengan RI-nya dibawah Soekarno cs.

 

Terakhir saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Kalau saudara Rasyid masih juga mengklaim bahwa NKRI itu adalah RI, maka itu menunjukkan bahwa saudara memang secara terus menerus melakukan penipuan dan pembodohan terhadap rakyat yang ada di nusantara ini. Dan kalau masih menganggap bahwa NKRI diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, maka anggapan itu adalah anggapan yang lemah dan rapuh yang tidak ada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya yang kuat. RI diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, tetapi disamping RI masih ada 15 Negara yang berdiri dan dan membangun satu Negara Federasi RIS yang pada proses pertumbuhan dan perkembangannya masuk kedalamnya RI-17 Agustus 1945-nya Soekarno cs.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Tue, 28 Feb 2006 09:53:57 +0700

From: "Rasjid Prawiranegara" rasjid@bi.go.id

To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>, <alcapona75@yahoo.co.uk>, <usantosobudiman@yahoo.com>, <ekoraja@yahoo.com>, <muharifb@yahoo.com>, <a.assyaukanie@pgrad.unimelb.edu.au>, <asrirs@yahoo.com>, <fauzan@indosat.net.id>, <tengkumuslim@yahoo.com>, alfanaraghi@myquran.com

Subject: RE: SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928 BUKAN FAKTA, BUKTI DAN DASAR HUKUM DIBENTUKNYA NKRI 15 AGUSTUS 1950.

 

Ass. Wr Wb.

 

Dari penjelasan yang Bapak Sudirman sebagaimana dibawah ini, sudah jelas Bapak adalah salah satu dari mereka yang membela kepentingan Belanda dimana pada tahun 1905 telah banyak membunuh pejuang Aceh dan menyingkirkan Raja-Raja Aceh dan membuang sebagian dari mereka ke Jawa. Yang tinggal di Aceh pada waktu itu adalah Raja-Raja yang berkolaborator dengan Raja Belanda.

 

Saya percaya bahwa sampai detik ini, Bapak tidak akan mengakui bahwa sesungguhnya Kerajan Belanda itu sudah lenyap dan demikin pula Pemerintahan Hindia Belanda yang berada di Indonesia.  Perjanjian Belanda dan Inggris itu merupakan facta sejarah dari berdirinya Kerajaan Baru Belanda atas bantuan Inggris. Bagaimana sebuah Kerajaan yang berdaulat menyerahkan begitu saja pemerintahannya di Indonesia pada kemurahan Kerajaan Inggris, Ini berarti Kerajaan Belanda tidak lagi memiliki kuasa pada Nusantara ini. Dan ini merupakan facta yang Bapak tidak dapat tutup tutupi, dan sudah Bapak tuliskan pada jawaban Bapak di bawah ini. Dan ini merupakan bagian dari sejarah NKRI dan Bangsa Indonesia pada waktu itu berhak untuk menentukan nasibnya sendiri sebagaimana Negara lain dalam bentuk perjuangan kemerdekaan yang di dukung oleh Rakyat Indonesia dari Sabang Sampai Marauke. Dan PBB mengakui perjuangan tersebut.

 

Yang tertinggal di Nusantara ini adalah negara NKRI yang Merdeka dan Berdaulat. Negara di Dunia dan PBB (sejak PBB itu dibentuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa di Swiss) mengakui keberadaan NKRI sejajar dengan negara-negara yang ada di Dunia. Mereka mengakui perjuangan NKRI dan mengakui Wilayah NKRI dari Sabang sampai Marauke dengan semboyan Bineka tunggal Ika, yang mirip dengan semboyan dari Negara Amerika, meskipun beranekaragam bangsa dan bahasanya tetapi satu cita-cita nya Negara RI.  Bapak Sudirman tidak dapat menghapuskan cita-cita itu. Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa menerima seboyan itu dan menghancurkan Tirani yang dibuat oleh Raja-Raja boneka Belanda. Perjuangan Rakyat Indonesia tidak terbatas pd Belanda, tetapi juga pada mereka suku bangsa Indonesia yang berpihak pada Belanda dan telah hidup bermewah-mewahan dan melupakan nasib anak pribumi. Sifat-sifat dari anak pribumi antek Belanda itu telah banyak menyuburkan korupsi di Indonesia. Belanda hanya mengajarkan pada Indonesia budaya Korupsi dan Feodalisme

 

Bapak Sudirman tidak mau menerima sejarah dari berdirinya NKRI dan cita-cita negara RI melalui Piagam Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928. Bapak berulang-ulang berbicara tentang Kerjaan Belanda yang telah lenyap dari Bumi dan kemudian berdirilah sebuah Kerjaan Belanda yang Baru atas kemurahan dan kebaikan dari Sekutu dan Kerajaan Inggris. Bapak tidak pernah mau menerima facta sejarah bahwa Kerajaan Belanda pernah lenyap dan tidak ada dalam peta negara hampir kulang lebih 3 tahun 6 bulan. Dan dalam beberapa tulisan Bapak selalu membela kepentingan Belanda, dan membaca dokumen itu dari sudut pandang kepentingan Belanda, sedangkan Bapak tahu bahwa Selama 2 tahun 6 bulan (1942 s/d 1945) Nusantara ini diperintah oleh Kerajaan Dainipon/Jepang dan mereka sebelum ke Jepang menyerahkan pemerintahannya pada kekuasan NKRI dan PBB mengakui kekuasan itu. Dan ini Facta sejarah.

 

Selama penjajahan Jepang tidak ada kerajaan-kerajaan Indonesia yang melindungi Rakyat Indonesia. Yang ada hanyalah Tentara Rakyat yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, yang bersatu dari Sabang s/d Marauke. Siapa yang menyatukan tentara perjungan ini adalah NKRI. Rakyat di persenjatai untuk Merdeka dalam NKRI. Seluruh tenaga, harta dan darah ditujukan untuk membentuk NKRI yang ada dari Sabang s/d Marauke. Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan titik puncak perjungan merebut kemerdekan dan sejajak 1945 adalah perjuangan mempertahankan keutuhan NKRI. Sukarno tidak dapat berdiri sendiri  jika tidak didukung Rakyatnya. Dan ini merupakan facta. Sukarno Cs boleh ditangkap dan di penjara oleh Belanda, tetapi kesatuan NKRI tetap terjaga dan ini terbukti bahwa kemerdekaan itu adalah keinginan Rakyat tidak terbatas pada Sukarno Cs.

 

Bapak mengutip buku sejarah RI hanya sepenggal-sepenggal, karena buku sejarah RI itu dimulai sejarah sebelum Kemerdekaan dan Sejarah setelah kemerdekaan. Negara RI ini juga memiliki buku sejarah mengenai perjuangan kemerdekaan (1942 s/d 1950), buku sejarah mengenai perintis kemerdekaan (1900 s/d 1942/45).

 

Wassalam

 

Rasyid Prawiranegara

 

rasjid@bi.go.id

Jakarta, Indonesia.

----------