Sydney, 1 Maret 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

AMM TIDAK ADA HAK MEROBAH KATA-KATA DAN MENAFSIRKAN MENURUT KEHENDAKNYA DARI BUTIR-BUTIR MOU HELSINKI.

Muhammad Dahlan

Sydney - AUSTRALIA.

 

 

PENGHILANGAN SEBUTAN GAM MELANGGAR MOU HELSINKI.

 

"Selain itu, Pieter juga minta sebutan untuk GAM agar dapat dihilangkan karena itu merupakan masa lalu yang sebaiknya tidak diungkit kembali. [TMA, Ant]" kata Pieter Feith, sebagaimana dikutip Ant.

 

Klau memang ada kemauan untuk hilang menghilangkan, kita bangsa Acheh juga bisa bilang, bahwa tidak mengapa kata GAM dirubah dan dihilangkan seiring juga kata  NKRI  harus dimusnahkan dari permukaan bumi. Apakah sdr Pieter menjamin adanya  kelancaran proses ini?

 

Meskipun anda orang Eropah, tidak semestinya semua kata anda itu benar. Demokrasi itu adalah bagaimana kata rakyat, bukan bagaimana kata orang-orang barat. Jadi demokrasi di Acheh adalah bagaimana katanya rakyat Acheh pada umumnya, bukan bagaimana katanya tuan Pieter Feith, atau semacamnya yang mengaku dari Eropah.

 

Mari kita kembali kepada asal-muasal kesepatan yang telah disepakati antara Pemerintah NKRI dan GAM di Helsinki. AMM hanya bertugas untuk memonitor jalannya kesepatan tersebut. AMM tidak ada hak untuk merobah kata2 dan menafsirkan menurut kehendaknya dari butir2 MoU yang telah menjadi pedoman dalam menjalakan keamanan di Acheh selama ini.

 

Jadi, baik AMM maupun GAM dan pemerintah NKRI atau siapa saja, bila ada kekeliruan dalam menangani masalah di Acheh, mari kita kembalikan kepada MoU Helsinki tersebut.

 

Kita mengusulkan kepada dewan Eropah, supaya mengingatkan sdr Pieter Feith supaya  tidak salah kaprah sebagai ketua AMM di Acheh. Bila Pieter Feith juga masih  membawa pribadi sebagai ketua AMM, maka statusnya sebagi ketua AMM dapat ditinjau  kembali, jika perlu diganti.

 

Wassalam,

 

Muhammad Dahlan

 

tang_ce@yahoo.com

Sydney, New South Wales, Australia

----------

 

AMM Minta Program SIRA Sesuai MoU Helsinki

 

Banda Aceh, 27 Pebruari 2006 15:56

Tim pemantau Aceh (Aceh Monitoring Mission/AMM) minta agar semua program kerja pihak "Sentral Informasi Referendum Aceh (Sira)" sesuai dengan nota kesepahaman  damai (MoU) antara Pemerintah dan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang di  tandatangani pada 15 Austus 2005 di Helsinki, Finlandia.

 

"Kata-kata referendum yang terdapat dalam organisasi Sira itu tidak sesuai dengan MoU Helsinki, dan kami meminta agar program kerja Sira disesuaikan dengan MoU Pemerintah dan GAM," kata Ketua Tim AMM, Pieter Feith di Banda Aceh, Senin.

 

Dia menyatakan, program kerja Sira perlu dicermati karena terdapatnya kata-kata  referendum yang bisa mengarah kepada kemerdekaan dan hal itu tidak sesuai dengan MoU Helsinki.

 

"Aceh tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak ada istilah kemerdekaan maupun segala sesuatu yang mengarah kepada kemerdekaan," tegasnya.

 

Lebih lanjut Pieter juga menyatakan, perlu dicermati secara teliti keberadaan organisasi yang dipimpin M Nazar, terutama terkait dengan kasus pengrusakan kantor Sira di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Selain itu AMM juga menilai adanya indikasi kelompok illegal di balik insiden tersebut.

 

"Untuk mencermati dan agar tidak terjadi kesalahpahaman, saya akan mengundang ketua dan anggota Sira guna mendiskusikan program kerja Sira agar dapat disesuaikan dengan MoU Helsinki," kata Pieter.

 

Di pihak lain, ia juga menyatakan sebelum tugas AMM di Aceh berakhir pada 15 juni 2006, maka yang menjadi prioritas saat ini adalah proses reintegrasi di mana Gubernur NAD akan menjadi pelaku utama yang mengimplementasikan reintegrasi mantan anggota GAM tersebut. "Dalam waktu empat bulan sebelum 15 Juni 2006, AMM akan menyelesaikan tugas yang belum selesai. Sangat penting dan menjadi prioritas seperti masalah reintegrasi, kami rasa harus memberikan usaha yang lebih keras agar dapat direkomendasikan setelah AMM meninggalkan Aceh," katanya.

 

Selain itu, Pieter juga minta sebutan untuk GAM agar dapat dihilangkan karena itu merupakan masa lalu yang sebaiknya tidak diungkit kembali. [TMA, Ant]

( http://www.gatra.com/artikel.php?id=92585 )

----------