Stockholm, 5 Maret 2006

á

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

AKHIRNYA PIHAK RI HANYA SANGGUP MEMAKAI SUMPAH PEMUDA 28-10-1928 UNTUK MEMPERTAHANKAN UNITARIS RI JELMAAN RIS 15-8-1950.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

AKHIRNYA TERBUKTI BAHWA PIHAK RI UNTUK MEMPERTAHANKAN UNITARIS RI JELMAAN RIS TIDAK MEMILIKI KEKUATAN FAKTA, BUKTI, SEJARAH DAN HUKUM YANG KUAT KECUALI SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928.

 

"Saya yakin Pak Ahmad paham dengan isi dari Sumpah Pemuda (saya tidak tahu apakah Bapak juga yang termasuk yang hadiri disana), dan Sumpah Pemuda itu adalah ikrar bersama Pemuda Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Ikrar ini kemudian disosialisasikan oleh Pemuda Indonesia dalam setiap pertemuan dengan Rakyat. Rakyat kemudian mendukung cita-cita tersebutůSecara tidak langsung dengan KMB, Belanda memberikan ligitimasi pada NKRI (sebagaimana diminta oleh Negara International) dan mengakui kekuasan NKRI dibekas Wilayah mereka (Belanda) di Nusantara. Belanda takut dikecilkan dari pergaulan Dunia dan Belanda membutuhkan bantuan Amerika dalam Marshal Plan untuk Eropah. Dunia International membiarkan NKRI menyelesaikan masalahnya sendiri. Termasuk Bentuk Negara apakah Negara Serikat/Federal atau Kesatuan" (Rasjid Prawiranegara, rasjid@bi.go.id , Sun, 5 Mar 2006 09:04:57 +0700)

 

Saudara Rasjid Prawiranegara di Jakarta, Indonesia.

 

Akhirnya Ahmad Sudirman telah membuktikan bahwa saudara Rasyid dan semua pendukung unitaris RI hanya mampu memberikan jawaban fakta, bukti, sejarah dan hukum tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat dan Negara-Negara Bagian Negara Federasi RIS yang diakui dan diserahi kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1950 dan diakui PBB, ternyata hanya sanggup menampilkan sumpah pemuda 28 Oktober 1928 yang dicetuskan oleh kelompok pemuda dari Partai Nasional Indonesia (PNI)-nya Soekarno cs, seperti Tjipto Mangoenkusumo, Ishaq Tjokrohadisoerjo, Sartono, Budiardjo, Sunarjo dan Anwar yang diikuti oleh sebagian pemuda pengikut orang-orang nasional-sosialis-PNI-nya Soekarno cs.

 

Ahmad Sudirman telah memberikan saran kepada saudara Rasyid bahwa "kumpulkan para akhli sejarah, akhli hukum dan akhli tatanegara RI untuk membicarakan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang jalur proses pertumbuhan dan berkembangnya RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat dan Negara-Negara Bagian RIS serta pengakuan dan penyerahan kedaulatan kepada RIS pada 27 Desember 1949 yang diakui oleh PBB. Juga bicarakan pula keuntungan dengan dibentuknya Negara yang berbentuk Federasi dihubungkan dengan adanya berbagai bangsa-bangsa dan telah berdirinya Negara-Negara di Nusantara ini dibawah payung Negara Federasi RIS yang diakui PBB. Kemudian bandingkan dengan Negara unitaris RI hasil penelanan dan penganeksasian Negara-Negara Bagian RIS dan daerah di luar RIS seperti Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat".

 

Jadi saudara Rasjid Prawiranegara,

 

Kalau saudara Rasyid hanya terus-menerus memakai sumpah pemuda 28 oktober 1928 hasil cetusan orang-orang sosialis dengan PNI-nya Soekarno cs untuk dipakai sebagai alat mempertahankan unitaris RI jelmaan RIS 15 Agustus 1950, maka makin kelihatan betapa lemahnya alasan fakta, bukti, sejarah dan hukum yang saudara Rasyid pakai, mengapa ? Karena baru saja dihubungkan dengan berdirinya 15 Negara dan Daerah yang bersatu dalam Negara Federasi RIS dan diakui PBB, itu sumpah pemuda hasil cetusan orang-orang nasional-sosialis-nya PNI-Soekarno cs sudah lebur.

 

Saudara Rasjid Prawiranegara,

 

Itu perundingan Linggajati 25 Maret 1947 yang ditandatangani oleh Sutan Sjahrir, Mr.Moh.Roem, Mr.Soesanto Tirtoprodjo, dan A.K.Gani, Prof.Schermerhorn dan Dr.van Mook, dan van Poll adalah sah dan diakui PBB.

 

Dan berdirinya Negara-Negara yang menjadi Negara Bagian RIS diakui PBB dengan Resolusi PBB no.67(1949) tanggal 28 Januari 1949.

 

Juga dengan Perjanjian Renville 17 Januari 1948 yang ditandatangani oleh Perdana Mentri Mr. Amir Sjarifuddin dari Kabinet Amir Sjarifuddin, yang disaksikan oleh H.A. Salim, Dr.Leimena, Mr. Ali Sastroamidjojo dengan sebagian isinya menyangkut gencatan senjata disepanjang garis Van Mook dan pembentukan daerah-daerah kosong militer. Dimana secara de jure dan de facto kekuasaan RI hanya sekitar daerah Yogyakarta saja dan ini juga perjanjian yang sah dan diakui oleh PBB.

 

Selanjutnya Perjanjian Roem-Royen 7 Mei 1949 yang sebagian isinya RI turut serta dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, dengan maksud untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat (RIS) dengan tidak bersyarat dan perjanjian ini juga sah dan diakui PBB.

 

Begitu juga dengan Perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB) 2 November 1949 di Ridderzaal, Den Haag, Belanda yang dintadatangai olehá empat utusan yaitu Badan Permusyawaratan Federal, RI, Belanda dan United Nations Commission for Indonesia (UNCI) yang sebagian isinya disepakati bahwa Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) pada akhir bulan Desember 1949 dan Perjanjian KMB ini juga sah dan diakui oleh PBB.

 

Seterusnya ketika RI masuk menjadi anggota Negara Bagian RIS dengan menandatangani Piagam Konstitusi RIS di Pegangsaan Timur 56, Jakarta oleh Susanto Tirtoprodjo pada tanggal 14 Desember 1949, maka masuknya RI kedalam RIS juga sah dan diakui PBB.

 

Lalu pada tanggal 27 Desember 1949 Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautnan Mr AMJA Sassen dan ketua Delegasi RIS Moh Hatta membubuhkan tandatangannya pada naskah pengakuan kedaulatan RIS oleh Belanda dalam upacara pengakuan kedaulatan RIS. Dimana penyerahan dan pengakuan kedaulatan RIS ini juga sah dan diakui oleh PBB.

 

Jadi saudara Rasjid Prawiranegara,

 

Itu semua perjanjian politik adalah perjanjian yang sah dan merupakan bagian dari jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat dan Negara-Negara Bagian RIS serta pengakuan kedaulatan penuh RIS yang diakui oleh PBB.

 

Nah sekarang saudara Rasjid Prawiranegara,

 

Apakah jalur proses sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI yang dihubungkan dengan RIS akan dihapus begitu saja oleh saudara Rasyid dan para pendukung unitaris RI guna mengambil keuntungan bagi kelompok unitarus-jawa dengan RI-nya Soekarno yang anti dan penghancur kelompok federalis dengan Negara Federasi RIS-nya ?

 

Kalau saudara Rasyid dan para pendukung unitaris RI masih juga berusaha untuk menutupi fakta, bukti, sejarah dan hukum tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat dan Negara-Negara Bagian RIS serta pengakuan kedaulatan penuh RIS yang diakui oleh PBB dengan hanya memakai argumentasi sumpah pemuda 28 oktober 1928 hasil cetusan kelompok nasional-sosialis-PNI-nya Soekarno cs, maka saudara Rasyid dan para pendukung kelompok unitaris ini akan masuk jurang dan Ahmad Sudirman yakin sampai kapanpun tidak akan berhasil dibangun unitaris RI jelmaan RIS ini dengan dasar yang lemah, keropos, seperti sumpah pemuda 28 oktober 1928 cetusan kelompok nasional-sosialis-PNI-nya Soekarno cs.

 

Terakhir saudara Rasjid Prawiranegara,

 

Karena telah terbukti bahwa saudara Rasyid dan juga para pendukung kelompok unitaris RI tidak memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat dan Negara-Negara Bagian RIS serta pengakuan kedaulatan penuh RIS yang diakui oleh PBB kecuali hanya sumpah pemuda 28 oktober 1928 yang lemah dan keropos itu, maka sekali lagi Ahmad Sudirman menyarahkan kepada saudara Rasjid Prawiranegara untuk mengumpulkan para akhli sejarah, akhli hukum dan akhli tatanegara RI untuk membicarakan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang jalur proses pertumbuhan dan berkembangnya RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat dan Negara-Negara Bagian RIS serta pengakuan dan penyerahan kedaulatan kepada RIS pada 27 Desember 1949 yang diakui oleh PBB. Juga bicarakan pula keuntungan dengan dibentuknya Negara yang berbentuk Federasi dihubungkan dengan adanya berbagai bangsa-bangsa dan telah berdirinya Negara-Negara di Nusantara ini dibawah payung Negara Federasi RIS yang diakui PBB. Kemudian bandingkan dengan Negara unitaris RI hasil penelanan dan penganeksasian Negara-Negara Bagian RIS dan daerah di luar RIS seperti Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sun, 5 Mar 2006 09:04:57 +0700

From: "Rasjid Prawiranegara" rasjid@bi.go.id

To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>, <alcapona75@yahoo.co.uk>, <usantosobudiman@yahoo.com>, <ekoraja@yahoo.com>, <muharifb@yahoo.com>, <a.assyaukanie@pgrad.unimelb.edu.au>, <asrirs@yahoo.com>, <fauzan@indosat.net.id>, <tengkumuslim@yahoo.com>, <alfanaraghi@myquran.com>, <isaalamsyah@yahoo.com>, nurul_agustina@yahoo.com

Subject: RE: AKHIRNYA UNTUK MEMPERTAHANKAN UNITARIS RI DIPAKAILAH TEORI BERDIRINYA NEGARA.

 

Ass. Wr. Br.

Pak Ahmad, Penjelasan Bapak Mengenai NIT Indonesia Timur sudah memberi peta yang Jelas bahwa di Nusantara ini NKRI adalah negara yang berdiri untuk pertama kalinya di Bumi Nusantara ini dengan cita-cita menyatukan Nusantara bekas wilayah Belanda. Tidak ada negara di Nusantara ini yang berdiri kecuali setelah Belanda (yang kalah perang dan tidak punya wilayah lagi kecuali dari kemurahan hati Sekutu) datang di Indonesia. Pengakuan Belanda pada NIT tentu saja mungkin terjadi, karena telah sejalan dengan rencana Balanda (untuk menguasai Nusantara), tetapi tidak sejalan dengan keinginan Pemuda dan Rakyat yang disampaikan dalam Kongres Pemuda tannggal 28 Oktober 1928, dimana untusan Bali Hadir disana.

 

Saya yakin Pak Ahmad paham dengan isi dari Sumpah Pemuda (saya tidak tahu apakah Bapak juga yang termasuk yang hadiri disana), dan Sumpah Pemuda itu adalah ikrar bersama Pemuda Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Ikrar ini kemudian disosialisasikan oleh Pemuda Indonesia dalam setiap pertemuan dengan Rakyat. Rakyat kemudian mendukung cita-cita tersebut. Dari dukungan Rakyat itulah kemudian diProklamasikannya Kemerdekaan Indonesia atas nama Rakyat dan Bangsa Indonesia (sebagaimana dikatakan dalam teks proklamasi) yang mendapatkan sambut suka cita dibumi Nusantara ini. Proklamasi Indonesia itu kemudian menyebar keseluruh Indonesia dengan ditandai berkibarnya Merah Putih dari Sabang s/d Marauke, hanya dalam satu hari setelah proklamasi, termasuk di Aceh dan Irian Jaya. (Facta sejarah). Pada saat sekutu datang ke Indonesia, mereka tidak berhadapan dengan Jepang lagi, tetapi NKRI. Dalam perlucutan senjata, pihak Sekutu dibawah petunjuk NKRI melakukan tugasnya. (facta sejarah). Dan mereka, sekutu, menjumpai merah putih dimana-mana. (facta sejarah)

 

Sebagaimana perjanjian yang dibuat oleh Belanda, semuanya telah berakhir pada saat Belanda melanggarnya. Aksi Militer Belanda telah membatalkan semua perjanjian yang mereka buat dengan NKRI secara sepihak. In facta Pak Ahmad bahwa yang melanggar dan membatalkan perjanjian itu adalah Belanda, bukan NKRI. (Oleh sebab itu perjanjian Renvile dan Lingkar Jati itu batal secara Hukum dan tinggal sebagai catatan sejarah).

 

Belanda paham bahwa perjuangan Rakyat Indonesia dari Sabang s/d Marauke adalah membentuk negara Kesatuan dan bukan Federasi. Dua kali Aksi militer mereka ke Wilayah NKRI, hanya ingin mencoba apakah keinginan membentuk NKRI itu adalah bulannya Sukarno Cs saja, sebagaimana pendapat petinggi Belanda (di Indonesia) pada Dunia International. Ternyata meskipun Sukarno Cs ditangkap dan ada dalam tahanan perjuangan Rakyat dari Sabang s/d Marauke tetap berjalan dan meningkat, sehingga pada akhirnya Belanda dipaksakan untuk berunding dengan NKRI dalam KMB.

 

KMB adalah bentuk dari upaya Belanda untuk menyelamatkan muka mereka dari Dunia International (karena bualan mereka tentang NKRI). Dunia International memahami tentang bualan tersebut dan memaksa Belanda untuk mengakui NKRI sebagai negara Merdeka dan Berdaulat. Dan secara tidak langsung, Belanda memperbaiki dari kesalahan-kesalahan mereka sebelumnya (yang secara sepihak membatalkan dan melanggar perjanjian).

 

Secara tidak langsung dengan KMB, Belanda memberikan ligitimasi pada NKRI (sebagaimana diminta oleh Negara International) dan mengakui kekuasan NKRI dibekas Wilayah mereka (Belanda) di Nusantara. Belanda takut dikecilkan dari pergaulan Dunia dan Belanda membutuhkan bantuan Amerika dalam Marshal Plan untuk Eropah. Dunia International membiarkan NKRI menyelesaikan masalahnya sendiri. Termasuk Bentuk Negara apakah Negara Serikat/Federal atau Kesatuan.

 

Dan sejak KMB hubungan NKRI dengan Belanda cukup baik dan meningkat, meskipun mereka belum bersedia secara terang-terangan untuk mengakui bahwa NKRI berdiri pada tanggal 17 Agustus 1945, karena mungkin takut menyakiti hati teman mereka yang sekarang tinggal di Belanda atau negara lainnya. Tetapi secara bertahap Belanda telah mengakui kesalahan mereka atas aksi Militer mereka, yang secara tidak langsung pula mengakui bahwa tanggal 17 Agustus 1945 itu adalah hari yang bersejarah dari berdirinya NKRI.

 

Kelihatannya sangat eroni sekali bahwa Belanda yang telah berkuasa selama 350 tahun di Indonesia yang secara susah payah mempertahankan kekuasannya di Nusantara ini pada akhirnya harus dengan legowo, menyurahkan Nusantara ini pada keinginan Rakyat Indonesia yang sesungguhnya berhak untuk bersatu dalam NKRI sebagaimana Ikrar pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

 

Wassalam

 

Rasyid Prawiranegara

 

rasjid@bi.go.id

Jakarta, Indonesia

----------