Stockholm, 6 Maret 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

MEREKA ADALAH TERMASUK KELOMPOK NEGARA FEDERAL FOBIA.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

KARENA MEREKA ADALAH KELOMPOK NEGARA FEDERAL FOBIA, MAKA DITUTUPILAH SEJARAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN RI YANG SEBENARNYA.

 

"Tidak perlu ada diskusi oleh pakar, karena sudah banyak buku yang membahas mengenai sejarah NKRI. Kesimpulan diskusi pakar-pakar dalam dan luar negeri sudah tidak diragukan lagi secara hukum berdirinya NKRI adalah syah. Setiap negara akan mengalami proses ini" (Rasjid Prawiranegara, rasjid@bi.go.id  6 mars 2006 02:45:37)

 

Saudara Rasjid Prawiranegara di Jakarta, Indonesia.

 

Akhirnya saudara Rasyid memang hanya mampu memberikan jawaban: "Tidak perlu ada diskusi oleh pakar, karena sudah banyak buku yang membahas mengenai sejarah NKRI. Kesimpulan diskusi pakar-pakar dalam dan luar negeri sudah tidak diragukan lagi secara hukum berdirinya NKRI adalah syah" atas apa yang dilambungkan Ahmad Sudirman sebelum ini: "mengumpulkan para akhli sejarah, akhli hukum dan akhli tatanegara RI untuk membicarakan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang jalur proses pertumbuhan dan berkembangnya RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat dan Negara-Negara Bagian RIS serta pengakuan dan penyerahan kedaulatan kepada RIS pada 27 Desember 1949 yang diakui oleh PBB. Juga bicarakan pula keuntungan dengan dibentuknya Negara yang berbentuk Federasi dihubungkan dengan adanya berbagai bangsa-bangsa dan telah berdirinya Negara-Negara di Nusantara ini dibawah payung Negara Federasi RIS yang diakui PBB. Kemudian bandingkan dengan Negara unitaris RI hasil penelanan dan penganeksasian Negara-Negara Bagian RIS dan daerah di luar RIS seperti Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat".

 

Saudara Rasjid Prawiranegara,

 

Jawaban saudara itu menandakan bahwa pada akhirnya saudara Rasyid memang tidak mampu mempertahankan NKRI jelmaan RIS pada tanggal 15 Agustus 1950 yang telah menganeksasi Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat juga dihubungkan dengan telah menghancurkan Negara-Negara bagian Negara Federal Republik Indonesia Serikat sebagai payung dari bangsa-bangsa yang ada di nusantara untuk berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dibawah payung Negara Federal RIS yang ideal bagi kehidupan multi bangsa dan multi agama.

 

Akhirnya, setelah Ahmad Sudirman membuktikan sejauh mana kemampuan para pendukung kelompok unitaris RI dalam mempertahankan unitaris RI-Soekarno-nya ini, maka dengan tulisan ini, dinyatakan bahwa memang benar kelompok unitaris RI-jawa-nya Soekarno dan para pendukungnya hanya ingin membangun unitaris RI-jawa-nya yang merasa mayoritas dengan menghancurkan bangsa-bangsa lainnya bersama Negara-Negara yang telah dibangunnya dibawah payung Negara Federal Republik Indonesia Serikat.

 

Sehingga sampai detik ini kelihatan dengan jelas, bagaimana para pendukung kelompok unitaris RI-jawa-nya Soekarno ini berusaha untuk menghancurkan bangsa-bangsa yang akan membangun bentuk Negara Federal. Contohnya Megawati dengan PDI-P-nya, Gus Dur Alias Abdurrahman Wahid dengan PKB-nya, Kharis Suhud, para pensiunan Jenderal TNI dengan PEPABRI-nya, Dewan Harian Angkatan 45, Barisan Nasional, Forum Komunikasi Purnawirawan TNI/Polri, Legiun Veteran, Letjen Kiki Syahnakri, Letjen Purnawirawan Syaiful Sulun, Bambang Triantoro, Letjen Soerjadi yang sebagian besar adalah jenderal-jenderal pensiunan jawa-nya pendukung kelompok unitaris, dimana mereka itu sangat ketakutan dengan Negara Federal.

 

Juga, termasuk para akademisi seperti  bekas rektor Universitas Gadjah Mada, Jogyakarta Ichlasul Amal, guru besar Universitas Pajajaran, Bandung Sri Soemantri, profesor Universitas Indonesia Ismail Suny dimana mereka itu adalah memang termasuk kelompok negara-federal-pobia atau dengan kata lain pendukung kelompok unitaris RI-jawa-nya Soekarno.

 

Sampai jumpa lagi saudara Rasjid Prawiranegara.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

From: Rasjid Prawiranegara rasjid@bi.go.id

Date: 6 mars 2006 02:45:37

To: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>, <PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <fundamentalis@eGroups.com>, <Lantak@yahoogroups.com>, <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>, achehnews@yahoogroups.com

Subject: RE: AKHIRNYA PIHAK RI HANYA SANGGUP MEMAKAI SUMPAH PEMUDA 28-10-1928 UNTUK..........

 

Ass. Wr Br.

 

Pak Ahmad Sudirman, Sudah banyak tulisan sejarah Indonesia yang ditulis oleh baik oleh orang asing atau orang Indonesia. Banyak tulisan mengenai NKRI dapat dibaca dari tulis mengenai sejrah Pahlawan Nasional Indonesia dan authobiographi pelaku sejarah. Yang ceritanya tidak jauh beda dengan yang ditulis Pak Ahmad mengenai NKRI. Sudah banyak diskusi yang dilakukan baik di dalam negeri dan luar negeri mengenai NKRI, dan mereka memahami dan mengakui perjuangan Rakyat Indonesia sebagaimana yang ditulis oleh Seketariat Negara RI, yaitu buku sejarah NKRI yang Bapak Jadikan rujukan. Tidak perlu ada diskusi oleh pakar, karena sudah banyak buku yang membahas mengenai sejarah NKRI. Kesimpulan diskusi pakar-pakar dalam dan luar negeri sudah tidak diragukan lagi secara hukum berdirinya NKRI adalah syah. Setiap negara akan mengalami proses ini. Kita dapat belajar dari revolusi Perancis bagaimana sebuah kerajaan dirubah menjadi Republik dan berdirinya NKRI tidak berbeda dengan proses dari revolusi Perancis.

 

Perjanjian Renvile, Lingkar Jati dan KMB adalah catatan sejarah Indonesia bagaimana Rakyat Indonesia memperjuangkan mempertahankan keutuhan NKRI. Belanda berupaya memecah belah keutuhan NKRI. Aksi militer, Belanda merupakan Aksi untuk melenyapkan NKRI. Tetapi tidak berhasil. Dua kali aksi militer sudah cukup untuk mengakui kedaulatan NKRI, sebagaimana kekalahan Inggris dan Perancis dalam perang kemerdekaan Amerika. Bedanya, Negara Amerika berdiri pada tanah orang Indian, tetapi NKRI berdiri pada tanah leluhurnya Bangsa Indonesia dengan semboyan Bineka tunggal Ika.

 

Tahun 1950, perjanjian KMB adalah waktu pengakuan sebuah negara (kerajaan Belanda) yang secara resmi pada awalnya menentang berdirinya NKRI yang telah berdiri sejak tanggal 17 Agustus 1945, dan Belanda merupakan negara yang terakhir di Dunia ini yang mengakui adanya NKRI.

 

Dan sampai saat, ini Dunia International dan Belanda tidak mempermasalahkan mengenai apakah NKRI ini berbentuk Federasi atau Negara Kesatuan, karena sejak tahun 1950 permasalahan itu adalah masalah dalam Negeri Rakyat Indonesia.

 

Dunia Internatioanl dan Belanda telah mengakui Wilayah KNRI adalah tanah Nusantara yang membentang dari Sabang s/d Marauke.

 

Wassalam

 

Rasyid Prawiranegara

 

rasjid@bi.go.id

Jakarta, Indonesia

----------