Stockholm, 13 Maret 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

MOSI INTEGRAL NATSIR YANG MENJERAT NATSIR SENDIRI DIPAKAI ALAT UNTUK MENIPU OLEH KELOMPOK UNITARIS RI-JAWA-YOGYA.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MOSI INTEGRAL NATSIR ALAT TIPU SOEKARNO YANG DELAPAN TAHUN KEMUDIAN MENJERUMUSKAN MOHAMMAD NATSIR SENDIRI.

 

"Pak Ahmad tidak mau mengakui bahwa Presiden RIS itu adalah Bung Karno dan Perdana Menterinya Bung Hatta. Dan perubahan RIS ke NKRI adalah berdasarkan keputusan Parlemen, setelah membahas Mosi Natsir" ( Rasjid Prawiranegara, rasjid@bi.go.id , 10 mars 2006 03:11:28)

 

Saudara Rasyid Prawiranegara di Jakarta, Indonesia.

 

Tidak penting siapa yang menjadi presiden RIS dan siapa yang menjadi Perdana Menteri RIS, karena yang diserahi dan diakui kedaulatan adalah lembaga Negara Federal RIS oleh Belanda pada tangggal 27 Desember 1949 dan diakui oleh PBB, bukan Soekarno atau Mohammad Hatta. Itu Soekarno dan Muhammad Hatta bisa tumbang dan jatuh dari kursi Presiden dan dari kursi Wakil Presiden beberapa tahun kemudian. Soekarno jatuh dan digulingkan 16 tahun kemudian. Adapun Mohammad Hatta mundur dari gelanggang Pemerintahan dan dari kursi Wakil Presiden pada tanggal 1 Desember 1956.

 

Saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Itu Mosi atau keputusan atau pernyataan atau pendapat atau keinginan tentang masalah integral atau yang sering dinamakan dengan mosi integral yang dilambungkan oleh Mohammad Natsir tanggal 3 April 1950 dalam Parlemen RIS, tidak lebih dan tidak kurang adalah merupakan suatu usaha penipuan dan manipulasi dari pihak Soekarno cs dengan RI-Jawa-Yogya-nya untuk menelan 15 Negara Bagian RIS masuk kedalam mulut RI-Jawa-Yogya.

 

Itu Mohammad Natsir memang mudah tertipu oleh Soekarno, mengapa ?

 

Karena ternyata delapan tahun kemudian, itu Mohammad Natsir bersama Sjafruddin Prawiranegara dengan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)-nya atau tepatnya pada 15 Februari 1958 justru menjadi musuh utama Soekarno, setelah diperalat dan diperas mati-matian oleh Soekarno dengan akal muslihat mosi integral Natsir-nya.

 

Saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Itu mosi integral yang dilontarkan Natsir ini setelah Soekarno melambungkan tipu muslihat model Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang dikeluarkan pada tanggal 8 Maret 1950.

 

Jadi itu Natsir melontarkan mosi integralnya adalah tidak lain dan tidak kurang merupakan alat penyambung lidah Soekarno untuk menelan dan melebur 15 Negara Bagian RIS kedalam tubuh Negara Bagian RI dalam tubuh RIS.

 

Jadi saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Sebenarnya itu pidato Mohammad Natsir yang sering digembar-gemborkan oleh para pendukung kelompok unitaris RI-Jawa-Yogya-nya Soekarno dengan sebutan mosi integral sama dengan isi yang terkandung dalam dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang ditetapkan pada tanggal 8 Maret 1950.

 

Nah sekarang, itu mosi integral Natsir ini yang dijadikan alasan oleh saudara Rasyid untuk mempertahankan kelompok unitaris RI-Jawa-Yogya adalah tidak lebih dan tidak kurang hanyalah sebagai alat penipuan yang dilancarkan oleh pihak Soekarno cs melalui mulut Mohammad Natsir dengan istilah mosi integral.

 

Saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Coba perhatikan, setelah 15 Negara Bagian RIS ditelan masuk kedalam tubuh RI-Jawa-Yogya pada tanggal 14 Agustus 1950 dan pada tanggal 15 Agustus 1950 menjelma RIS menjadi NKRI dengan UUD Sementara 1950-nya. Kemudian diangkatlah Mohammad Natsir dari Masyumi sebagai Perdana Menteri Pertama NKRI jelmaan RIS pada tanggal 7 September 1950. Tetapi, baru saja Kabinet Natsir berjalan enam bulan, ternyata pada tanggal 21 Maret 1951 Kabinet Natsir sudah dijatuhkan, karena adanya mosi Hadikusumo dari PNI yang menuntut pembekuan dan pembubaran Dewan-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara, sedangkan Kabinet Natsir tidak bisa melaksanakan pembekuan dan pembubaran DPRD Sementara. Kemudian Kabinet Natsir digantikan oleh Kabinet Soekiman dari PNI yang dilantik pada tanggal 27 April 1951.

 

Nah, apa yang terjadi dengan Mohammad Natsir, ternyata itu Mohammad Natsir yang telah dijadikan corong oleh Soekarno dengan mosi integral-nya, tidak mampu lagi naik keatas, setelah Kabinet Natsir-nya dijatuhkan oleh orang-orang PNI.

 

Kemudian saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Itu ketika Kabinet Djuanda dibentuk dan Perdana Menteri Ir Djuanda disumpah pada tanggal 9 April 1957, ternyata belum sampai setahun, yaitu pada tanggal 15 Februari 1958 Kolonel Achmad Husein, di Padang, Sumatra Barat, dimana daerah Sumatra Barat yang tidak termasuk 16 Negara bagian RIS, mendeklarkan berdirinya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dengan mengangkat Mr. Sjafruddin Prawiranegara sebagai Perdana Menteri.

 

Berdirinya PRRI ini telah disokong penuh oleh Abdul Kahar Muzakar dan Kaso A. Ghani dari Daerah Sulawesi Selatan, juga disokong oleh Daerah Militer Sulawesi Utara dan Tengah dibawah pimpinan Letnan Kolonel D.J. Somba yang menyatakan putus hubungan dengan Soekarno Cs dari Negara RI-Jawa-Yoga pada tanggal 17 Februari 1958, dimana gerakan Sulawesi Utara dan Tengah ini dikenal dengan nama Gerakan Piagam Perjuangan Semesta (Permesta). Piagam Perjuangan Semesta ini diproklamirkan pada tanggal 2 Maret 1957 di Makasar. Dimana sehari sebelumnya, 1 Maret 1957, Kolonel H.N. Ventje Sumual mengadakan pertemuan di Gubernuran Makasar yang dihadiri oleh para tokoh militer dan sipil dan melahirkan Piagam Perjuangan Semesta (Permesta). Dimana derah Sulawesi Utara, Tengah, Selatan dan Tenggara tidak masuk dalam negara bagian RIS.

 

Saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Proklamasi PRRI tanggal 15 Februari 1958 ini dilancarkan setelah diadakan rapat raksasa di Padang, Sumatra barat pada tanggal 10 Februari 1958, yang dihadiri oleh Letnan Kolonel Achmad Husein, Letnan Kolonel H.N. Ventje Sumual, Kolonel Simbolon, Kolonel Dachlan Djambek, Kolonel Zulkifli Lubis, Mohammad Natsir, Sjarif Usman, Burhanuddin Harahap, dan Sjafruddin Prawiranegara. Dimana dari hasil rapat raksasa di Padang, Sumatra Barat ini melahirkan 3 statemen yang menyatakan bahwa dalam waktu 4 x 24 jam Kabinet Djuanda menyerahkan mandat kepada Presiden atau Presiden mencabut mandat Kabinet Djuanda. Bahwa Presiden menugaskan Drs. Moh.Hatta dan Sultan Hamengkubuwono IX untuk membentuk Zaken Kabinet. Bahwa meminta kepada Presiden supaya kembali kepada kedudukannya sebagai Presiden konstitusional.

 

Dimana 3 statemen hasil rapat raksasa di Padang Sumatra Barat ini disampaikan kepada pihak Kabinet Djuanda dalam bentuk ultimatum, tetapi pihak Kabinet Djuanda menolak 3 statemen yang diajukan itu. Setelah ultimatum itu ditolak pihak Soekarno Cs, maka lahirlah proklamasi PRRI tanggal 15 Februari 1958 itu.

 

Kemudian saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Dalam langkah perjuangan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara dan Mohammad Natsir Cs ini meminta kepada Teungku Muhammad Daud Beureueh agar PRRI dan Permesta bergabung dengan Negara Islam Indonesia.

 

Setelah diadakan pertemuan dan perjanjian antara Teungku Muhammad Daud Beureueh dari NII dan M. Natsir dari PRRI dan Permesta diputuskanlah pembentukan Republik Persatuan Indonesia (RPI) yang berbentuk federasi pada tanggal 8 Februari 1960. Dimana NII, PRRI dan Permesta menjadi anggota Negara Bagian RPI.

 

Nah saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Disini pihak Soekarno Cs dari Negara RI-Jawa-Yogya yang pernah didukung oleh Mohammad Natsir dan Sjafruddin Prawiranegara, ternyata ketika Soekarno cs menghadapi pihak PRRI dan Permesta telah menugaskan Kolonel Achmad Yani untuk menghadapi pasukan PRRI di daerah Sumatra Barat. Sedangkan untuk daerah Sumatra Utara ditugaskan Brigadir Jenderal Djatikusumo. Adapun untuk daerah Sumatra Selatan ditugaskan kepada Letnan Kolonel Ibnu Sutowo. Kemudian untuk daerah Riau ditugaskan kepada Letnan Kolonel Kaharuddin Nasution. Untuk daerah Sulawesi utara bagian tengah dan selatan ditugaskan kepada Letnan Kolonel Soemarsono dan Letnan Kolonel Agus Prasmono. Untuk Bagian utara Manado ditugaskan pada Letnan Kolonel Magenda. Untuk daerah Sulawesi utara ditugaskan kepada Letnan Kolonel Rukmito Hendraningrat. Untuk daerah Jailolo dan daerah sebelah utara Halmahera ditugaskan pada Letnan Kolonel Pieters dan Letnan Kolonel KKO Hunholz.

 

Jadi saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Itu pihak Mohammad Natsir dan  Sjafruddin Prawiranegara yang sudah tertipu dan sudah diperalat oleh Soekarno bersama kelompok unitaris RI-Jawa-Yogya-nya. Kemudian setelah itu digempurnya dengan memakai TNI-Jawa-nya.

 

Akhirnya saudara Rasyid Prawiranegara,

 

Itu Mohammad Natsir dan  Sjafruddin Prawiranegara karena memang sudah kena tipu Soekarno cs dengan gaya dan model mosi integral-nya, dan setelah pikiran dan tenaga Mohammad Natsir dan  Sjafruddin Prawiranegara tidak dipakai dan tidak diperlukan lagi oleh Soekarno bersama kelompok unitaris RI-Jawa-Yogya-nya, maka akhirnya Mohammad Natsir dan  Sjafruddin Prawiranegara bersama Negara Republik Persatuan Indonesia ditelan oleh Soekarno cs. Pada tanggal 17 Agustus 1961.

 

Apalagi yang mau saudara Rasyid Prawiranegara pertahankan dari kelompok unitaris RI-Jawa-Yogya ? Apakah saudara Rasyid tidak kenal dengan Sjafruddin Prawiranegara dan Mohammad Natsir ?

 

Atau saudara Rasyid pura-pura bodoh dan mau saja ditarik hidung oleh para pendukung kelompok unitaris RI-Jawa-Yogya.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

From:Rasjid Prawiranegara rasjid@bi.go.id

Returnaddress: oposisi-list@yahoogroups.com

Date: 10 mars 2006 03:11:28

To: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>, <PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <fundamentalis@eGroups.com>, <Lantak@yahoogroups.com>, <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>, achehnews@yahoogroups.com

Subject: [OPOSISI] RE: AKHIRNYA PARA PENDUKUNG UNITARIS RI TIDAK BERKUTIK KARENA TIDAK MEMILIKI FAKTA,

 

Ass. Wr. Wb.

 

Pak Ahmad tidak mau mengakui bahwa Presiden RIS itu adalah Bung Karno dan Perdana Menterinya Bung Hatta. Dan peubahan RIS ke NKRI adalah berdasarkan keputusan Parlemen, setelah membahas Mosi Natsir.

 

Wassalam

 

Rasyid Prawiranegara

 

rasjid@bi.go.id

Jakarta, Indonesia

----------