Sandnes, 15 Maret 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PENGHILANGAN NAMA SIRA & GAM DI ACHEH MERUPAKAN PERNYATAAN YANG KELIRU 180 DERAJAT.

Ali Al Asytar

Sandnes - NORWEGIA.



SIKAP "HANA MEU OH" YANG MEMBERIKAN PELUANG BAGI PIETER FEITH UNTUK MELAMBUNGKAN PERNYATAANNYA YANG KELIRU TENTANG NAMA SIRA & GAM.

 

Seharusnya kita tak perlu heran kenapa Pieter Feith orang Belanda itu demikian berani membodoh-bodohi orang Acheh. Soalnya dia itu sudah dapat memprediksikan ketika dia melihat orang sendiri yang memperlihatkan sikap "hana meu-oh"  manakala membuat pernyataan di depan khalayak ramai.

 

Saya sendiri tidak pernah setudju kalau itu orang membawa pendapat pribadi dalam persoalan Gam dan H (baca Hindunesia). Kalau Pieter Feith itu masih saja mengulangi pernyataannya yang keliru 180 derajat itu, sebaiknya dia mundur saja untuk digantikan orang lain yang 'arif dan bijaksana.

 

Sesungguhnya pernyataan Pieter Feith itu sungguh menyebalkan bagi orang-orang Acheh yang sadar, kendatipun barangkali mendapat pujian dari orang-orang Acheh yang bersekongkol dengan orang-orang Hindunesia demi mendapat kehidupan yang menjenangkan diatas penderitaan orang lain.

 

Kepada tuan Pieter Feith perlu kami ingatkan bahwa kami orang-orang Acheh yang sadar di planet Bumi ini berprinsip "lebih baik putus daripada genting".  Bagaimana mungkin kami dapat menggantungkan harapannya pada seutas tali yang genting, perumpaman orang yang sedang menimba air di sumur. Andaikata tali itu putus, kami dapat mencari lain yang utuh.

 

Semoga tuan Pieter Feith itu dapat menebus kesalahan nenekmoyangnya terhadap bangsa Acheh ratusan tahun yang silam. Penderitaan bangsa Acheh hari ini adalah imbas dari kedhaliman yang dilakukan the White Dutch men many centries ago. Therefor The Black Dutch men do the same as the white Dutch men now.

 

Billahi fi sabililhaq

 

Ali Al Asytrar, Acheh

 

Alasytar_acheh@yahoo.com

Stavanger, Norwegia

----------