Stockholm, 31 Maret 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

PADA JULI 1981 PERTAMA KALI BERTEMU DENGAN MR. J.E. BONAY, MR DIN & MR CHRIS DI FLEN, SWEDIA.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

PERJUMPAAN DENGAN SALAH SEORANG ANGGOTA PENANDATANGAN MANIFESTO OCTOBER 19th, 1961 MR. J.E. BONAY.

 

Mr. J. H. Prai di Malmo, Swedia,

 

Musim panas Juli 1981, 25 tahun yang lalu, di kota kecil Flen, Swedia, didalam sebuah bangunan kantor, kelihatan dari jauh seorang laki-laki diatas usia 50 tahun-an dengan memakai kacamata hitam, dengan rambut yang jarang dan bertubuh sedang, berjalan mendekat sambil tersenyum, ketika hampir berpapasan, lalu berhenti dan menegur dan saling mengenalkan nama. "Jan dari Papua", katanya. Rupanya Mr. Jan juga tinggal ditempat dalam bangunan yang sama tempat Ahmad Sudirman tinggal. Ia bersama dua kawannya, Mr Din dan Mr Chris baru beberapa hari sampai di Swedia langsung dari Papua New Guinea.

 

Sejak itulah hampir tiap hari berjumpa dengan Mr. J.E. Bonay, Mr. Din dan Mr Chris karena sama-sama belajar bahasa swedia satu klas dengan guru bahasa Swedia yang sama Mrs Bozenka Lasota dari Polandia yang sudah lama menetap dan berkeluarga di Swedia.

 

Ketika pelajaran bahasa Swedia sudah habis, Ahmad Sudirman dan istri meneruskan studi ke Universitas Stockholm dan pindah dari Flen ke Halonbergen di Stockholm. Sedangkan Mr. J.E. Bonay, Mr. Din dan Mr Chris pidah ketempat lain. Tidak lama setelah itu mendengar berita Mr. J.E. Bonay pindah ke Belanda dan terakhir ada berita bahwa Mr. J.E. Bonay sudah meninggal. Adapun dengan Mr. Din dan Mr Chris belum pernah lagi bertemu, maklum karena masing-masing pada sibuk dengan pekerjaan dan urusan masing-masing.

 

Nah, itu perjumpaan dengan salah seorang penandatangan MANIFESTO October 19th, 1961 Mr. J.E. Bonay di Swedia. Sejak pertemuan itulah, Ahmad Sudirman disamping studi, juga menggali tentang jalur sejarah proses pertumbuhan dan perkembangan Papua Barat dihubungkan dengan RI. Dimana hasil galian itulah yang dalam tahun-tahun belakangan ini ditampilkan di mimbar bebas dengan tujuan dan maksud untuk memberikan gambaran yang jelas dan terang bagi rakyat Papua Barat dan rakyat RI agar supaya mengetahui sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Papua Barat dihubungkan dengan RI yang sebenarnya.

 

Hanya sayang dengan Mr. J. H. Prai belum pernah berjumpa, walaupun belum pernah berjumpa, tetapi nama Mr. J. H. Prai sudah lama didengar dan dibaca melalui media dan internet.

 

Bagi bangsa Papua Barat, Ahmad Sudirman mengucapkan selamat berjuang, semoga perjuangan bangsa Papua Barat dalam menuntut penentuan nasib sendiri dikabulkan Tuhan dan secepatnya dapat diraih serta Ahmad Sudirman mendukung perjuangan bangsa Papua Barat.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

MANIFESTO (October 19th, 1961)

We the undersigned, residents of the western part of Papua, representing variuos groups, tribes and religious denominations, knowing that we are united as a people and a nation, DO HEREBY DECLARE to all our fellow countryman that we,

 

I.in pursuance of Article 73 a and b of the Charter of the United Nations;

 

II.on the strenght of the declaration of principle regarding the independence of non-self-gvoerning territories and peoples, as laid down in the resolution No. 1514 (XV) adopted by the General Assembly of the United Nations at its Fiftheenth Meeting from September 20 to December 20 1960;

 

III.by virtue of the inviolable right we, inhabitants of the western part of Papua, have to our native country;

 

IV.in accordance with the ardent desire and the yearning of our people for our own independence,

 

through the National Committee and our parliament, the New Guinea Council, insist with the Government of Netherlands New Guinea and the Netherlands Government that as of November 1, 1961,

 

a.our flag be hoisted beside the Netherlands flag;

b.our national anthem (''Hai Tanahku Papua") be sung and played in addition to the

Netherlands national anthem;

c.our country bear the name of Papua Barat (West Papua), and

d.our people be called: the Papuan people.

 

In view of the foregoing, we, Papuans, demand our own position, equal to that of the free nations and in the ranks of these nations we, Papuans, wish to live in peace and to contribute to the maintenance of world peace.

 

Through this manifesto we summon all inhabitants who love this country and its people to rally round this manifesto and to uphold it, as it is the sole basis for the freedom fo the Papuan people.

 

Hollandia [Jayapura now], October 19th, 1961.

 

W. Inury

D. Sarwom

F. Poana

A. Onim

F.J.S. Rumainum

E. Itaar

M. Suwae

J.J. Roembiak

J.Jaab

M. Onggé

P.H. Jochu

Iz. Menufandu

M. Wai

N. JOuwe

H. Mori Muzendi

P. Koejab

W. Zonggonao

F. Jufuway

A.J.A. Rumtoboy

E. Noembery

J.S. Dekeniap

S.L. Rumadas

T.S. Akwan

H.Jomungga

M.Buotabui

F.Torey

M.W. Kaisiëpo

B. Gebze

Th.Mezet

J.E. Bonay

N. Tanggahma

H.I. Bauw

Sp.Malibela

T.Dansidan

W. Giay

O. Nemnay

A. Sefa

J. Manory

L. Ajamiseba

M. Rumainum

----------

 

From: Jakob Prai opm_malmo@hotmail.com

Returnaddress: PPDi@yahoogroups.com

Date: 31 mars 2006 14:46:12

To: PPDI@yahoogroups.com, indonesia_damai@yahoogroups.com, nasional-list@yahoogroups.com, Lantak@yahoogroups.com, Keyakinan@yahoogroups.com, SIMPA@yahoogroups.com, Ottis@yahoogroups.com, tribal-melanesia@yahoogroups.com, Komunitas_Papua@yahoogroups.com, thomm016@planet.nl, oiio_ms@hotmail.com

Subject: «PPDi» FW: PENGUNGSI RAKYAT PAPUA PUNYA HAK MENDAPATKAN PERLINDUNGAN POLITIK BERDASARKAN...

 

Kepada sdr Ahmad Sudirman yang baik hati;

 

Pertama-tama; atas nama rakyat tertindas PB, OPM Guerrilla of TPN FORCES di dalam rimbaraya PB, dan Kantor Pusat OPM LN (Europah, Malmö, Sweden), saya mengangkat topi sambil beri salutasi dan penghargaan yang sedalam-dalamnya kepada sdr Ahmad Sudirman dan Para Pejuang-Pejuang Acech/Sumatra Merdeka karena "sokongan/sumbangan moril dan berperasaan bersolidaritas diri" sebagai suatu modal investment yang besar dan berharga bagi perjuangan rakyat tertindas PB yang mana kini ada sedang dipimpin dan disponsori oleh OPM (Organisasi Papua Merdeka - Free Papua Movement).

 

Kedua; tentang interrupsi sdr Ahmad Sudirman; para simpatisan OPM LN baik cara tel. baik cara email-Internet telah bertanya opini politik saya (Prai JH) menjawab pertanyaan mereka secara singkat bahwa; rupanya dgn sengaja/tidak sengaja Pemerintah RI berbicara blaa-blaa (bluff) hendak usaha menyembunyikan segala perbuatan kebusukannya di PB dari sejak 1962 hingga sekarang ini (2006),mereka ketawa serta berkata: "they are the trouble makers, robbers, and destroyers you know that; thank you very much Mr.Prai!"

 

Ketiga; tentang soal Pelarian Politik OPM PB khususnya para mahasiswa UNCEN, sesuai dgn berita tel.call terakhir tadi pagi dan kelamarin siang dari hutan didekat Jayapura kota bahwa; ada sebagian mahasiswa UNCEN sebanyak 500-1000 masih terus menyembunyikan diri mereka di dalam tuhan, dan ada seorang temanya mahasiswa UNCEN pada tgl.29 mars 2006;

 

Operasi Gabungan (OPERASI KUNCING) tembak mati, lalu kedua biji matanya dicungkil keluar dgn ujung bayonet (sangkur senjata), perutnya dibelah-belah dan lemparkan dia ke dalam sebuah parit yang dalam didekat kota Abepura. Operasi Gabungan TNI/ABRI/KOPASUS/BRIMOB diberi nama: "OPERASI GELAP" atau "OPERASI KUNCING!" Cara operasinya ialah; mereka menjalankan Operasi gelap (Operasi Kuncing) pada malam hari seperti seekor kuncing buka kuku-kukunya yang tajam mencari mangsanya, dan bila melihat ada satu-dua orang PB berjalan pada malam hari - terus diadang dan ditangkap bawa pergi memusnahkan mereka lalu mayat-mayat mereka dilemparkan ke dalam lautan; dan siang harinya mereka bikin diri berpura-pura tidak beroperasi pada malam hari.

 

Keadaan ini membuat rakyat PB menjadi panik dan penuh ketakutan; akhirnya terkurung diri di dalam rumah-rumah dan tidak bisa berjalan bebas karena rasa takut. Dus ini suatu intimidasi politik yang benar-benar ngeri dan menakutkan seluruh rakyat PB seperti yang pernah saya (Prai JH) alami sendiri sejak bulan januari-juli 1969 menghadapi pelaksanaan PEPERA (Act of  NO Choice 1969) di PB sana; dan hal ini kami ada sedang berceritera dan konvins dunia international. Catatan penting; di dalam kaitannya dgn point diatas ini; ada suatu informasi masuk tadi siang lagi mengatakan bahwa; ada sebanyak 150 orang mahasiswa UNCEN ditangkap oleh Operasi Kuncing (OK) tgl.29-30 mars 2006, namun, hilang-lenyap jejak mereka; dan hingga kini masih sedang mencari jejak mereka; OPM-OIIO masih sedang menanti berita positif dari mereka DNPB.

 

Dus, mendasar keadaan (situasi-kondisi) buruk, ngeri, dan berbahaya yang dihadapi rakyat PB dewasa ini di DNPB; maka soal pelarian politik OPM PB dll hal; secara automatis menjadi urusan, tugas, dan tanggungjawab Kantor Pusat OPM LN dan Kantor Perw:Rakyat PB di Port Vila, Vanuatu dgn OPM International Spokesmannya Dr John Ondawame, Mr.Andy Ayamiseba dan para diplomat-diplomat OPM lainnya di Benua Europah, USA, dan Daerah Pacific Selatan serta mengkonvins dan meminta mereka meneri ma para pelarian politik OPM PB itulah.

 

Keempat; saya (OPM) sangat terkesan membaca deskripsi terakhir dari sdr Ahmad Sudirman: "Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,amin!" Saya (OPM) berkata atau mendukung dan membenarkan deskripsi sdr Ahmad Sudirman: itu sungguh benar sekali apa yang sdr Ahmad Sudirman katakan; karena sesuai dgn sabdaNya/firmanNya yaitu: "Carilah lebih dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya, maka sekaliannya itu akan ditambbahkan kepadamu!"

 

Terimakasih sdr dan salam solidariti teriring bersama!

 

J. H. Prai.

OPM-OIIO Malmö,Sweden.

----------