Stavanger, 1 April 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


JAWA UNITARIS MPU TANTULAR YANG MENYEBARKAN RACUN DENGAN TUJUAN TERUS MENGIKAT WEST PAPUA.

Ali Al Asytar

Stavanger - NORWEGIA.



MASYARAKAT HIPROKIT YANG TERACUNI RACUN JAWA UNITARIS MPU TANTULAR YANG TERUS MENYUARAKAN PENGIKATAN WEST PAPUA.

 

Bangsa Indonesia itu sebetulnya tidak ada.  Itu hanya "merek" saja (Indonesia Pura-pura). Saya sendiri menamakan mereka dengan Hindunesia Hipokrit. Dengan sebutan hipokrit/munafiq berarti mengandung pengertian sebagaimana realitanya dalam sepak terjang mereka tidak pernah sama dengan apa yang mereka katakan. Sepak terjang nya juga bertolak belakang dengan apa yang mereka nyatakan dalam pembukaan UUD (pura-pura) nya: "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak bagi segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan".

 

Sepak terjang "kepemerintahannya" didominasi oleh orang-orang "Jawa Unitaris Mpu Tantular" yang menduduki seluruh posisi penting negara. Sementara orang-orang Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Sunda, NTT,  Dayak, Pasundan, Borneo, Riau, Banjar,  Madura, Tasikmalaya, Maluku , West Papua dan Acheh - Sumatra mereka anggap sebagai suku yang tidak layak menduduki pos penting negara, apalagi untuk menduduki tampuk pemerintahan sebagaimana yang di alami B.J Habibie -- cepat-cepat di tendang keluar, namun B.J Habibie tetap saja merasa aman  dibawah telapak kaki Jawa Unitaris Mpu Tantular itu.

 

Jadi Jawa Unitaris Mpu Tantular ini sangat biadap terhadap rakyat jelata, kendatipun di dalam "Puncasilap" nya telah mereka tulis: "Kemanusiaan yang adil dan beradap". Sebetulnya "Biadap". Ini menunjukkan bukti hipokrit mereka lainnya. Lihatlah bagaimana mereka membantai rakyat nya sendiri dalam peristiwa Tanjung Periuk, Tjimanggih, pembantaian Paska G 30 S dan masih banyak lagi praktek biadap lainnya termasuk penggusuran tempat tinggal kaum dhu'afa secara semena-mena.

 

Mereka yang menamakan diri orang Indonesia sekarang benar-benar tidak memiliki hati nurani (baca penganiayaan yang mereka lakukan terhadap rakyat jelata yang tidak berdaya di West Papua, Ambon, Timor larose dan Acheh - Sumatra). Khususnya perilaku keji dan dhalim terhadap orang - orang Acheh Sumatra. Mereka sungguh tidak punya malu sedikitpun walaupun kebiadaban mereka sudah terbongkar dan diketahui pihak Internasional. Lihatlah magaimana mereka tidak punya malu mencampuri urusan dalam negara Swedia untuk menuduh pemimpin Acheh - Sumatra terlibat pelanggaran HAM. Sementara pelanggaran HAM terbesar di dunia adalah mereka sendiri. Demikian juga mereka tidak malu  memprotes Australia atas pemberian suaka politik kepada 42 dari 43 orang West Papua yang melarikan diri kesana untuk mendapat perlindungan jiwa.

 

Saudara Helmut  Kmur di West Papua.

 

Yang ikut-ikutan kebakaran jenggot itu bukan masyarakat Muslim. Itu adalah masyarakat Munafiq/Hipokrit. Mustahil bagi masyarakat Muslim benaran ikut mendorong kebrobrokan dan kebiadaban bangsa Hindunesia pura-pura. Sesungguhnya orang-orang Islam itu bersaudara (Hdst). Tidak beriman diantara kamu sehingga mengasihi saudaranya sebagaimana bagi dirinya sendiri (Hdst). Masyarakat Islam bagaikan tubuh yang satu, kalau satu bahagian sakit pasti dirasakan seluruh tubuh (Hdst).  Tidak beriman orang-orang yang tidur kenyang sementara tetangganya lapar. (walaupun orang kaya yang tidur kenyang itu tidak tinggal Shalat, Shaum dan Haji sekalipun)  Ucapan Rasulullah saw yang terakhir ini menunjukkan bagaimana solidaritas Islam terhadap kemanusiaan. Yang dimaksudkan tetangga disini bukan saja orang Islam, tapi apapun agamanya. Justru itulah kami bangsa Acheh -Sumatra yang sadar sangat mendukung perjuangan Rakyat West Papua, sebaliknya mencela Hindunesia Hipokrit yang telah medhalimi rakyat dari bangsa West Papua.

 

Yang hipokrit itu termasuk juga sebahagian kecil orang "Aceh" yang tetap berjingkrak-jingkrak dibawah telapak kaki sang majikannya dari Jakarta. Saya kira sebahagian kecil orang West Papua juga ada yang tidak tau diri seperti segelintir orang "Aceh" tadi. Kita bangsa yang tertindas berhak mengucapkan kata-kata yang "berbekas" kepada mereka sebagaimana ucapan Muhammad Al Qubra, menggunakan bahasa "peluru"  terhadap orang-orang hipokrit itu di medan internet ini. Kami bangsa Acheh - Sumatra tentu memiliki tekhnik yang bervariasi dalam menanggapi orang-orang Hindunesia Hipokrit itu.

 

Demikianlah sedikit penjelasan dari saya semoga bangsa West Papua  sabar menghadapi berbagai cobaan dalam perjuangan ini. Kesabaran yang kumaksudkan adalah kesabaran aktiv bukan kesabaran pasiv. Selamat berjuang semoga bangsa West Papua akan merdeka dalam waktu yang tidak lama lagi. Kepada pihak Internasional kita harapkan agar dapat bersikat pro aktiv dalam mengemban komitmentnya untuk menghapuskan segala bentuk  penjajahan diatas permukaan bumi ini yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

 

Billahi fi sabililhaq

 

Ali Al Asytar, Acheh

 

Alasytar_acheh@yahoo.com

Stavanger, Norwegia

----------

 

Date: Fri, 31 Mar 2006 21:47:53 -0800 (PST)

From: helmut kmur helmut_kmur2002@yahoo.com

Subject: Re: Suaka bak orang kebakaran jenggot

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

 

Suaka politik yang di berikan Australia membuat bangsa Indonesia kebakaran jenggot. Kongres Amerika press Australia, untuk memberi suaka, bangsa siapa yang mau melawan. Yang lebih parah lagi masyarakat muslim juga ikut-ikutan kebakaran jenggot. Jadi muslim juga ikut mendorong kebokbrokan bangsa Indonesia. Suaka telah di berikan, lah kok mau apa lagi? Cepat atau lambat pasti Papua merdeka. Salam buat rekan-rekan  pejuang Papua merdeka di mana saja mereka berada.

 

Best regard

 

Helmut

 

helmut_kmur2002@yahoo.com

Papua Barat

----------