Stavanger, 7 April 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PLUS  II +  BANGSA ACHEH BERSATU UNTUK BERPEMERINTAHAN DAN MENJADI TUAN DI NEGARA SENDIRI.

Omar Puteh

Stavanger - NORWEGIA.

 

 

MASIH TETAP MENYOROT BANGSA ACHEH BERSATU UNTUK BERPEMERINTAHAN DAN MENJADI TUAN DI NEGARA SENDIRI.

 

Komitmen GAM:

Hudèep beusarée, matée sadjan

Sikrak kaphan, saboh keureunda!

 

GAM nakeuh saboh geurakan njang tuntôt dan njang peunjoë Achèhnjan seubagoë saboh bansa: Bansa Achèh (GAM adalah sebuah organisasi perjuangan kebangsaan Achèh, yang memperjuangkan dan mempertahankan Achèh itu, sebagai sebuah bangsa: Bangsa Achèh!) telah berkomitmen:

 

Hudéep beusarée,  matée sadjan

Sikrak kaphan, saboh keurenda

 

Saudara Ridwan M Spd dan rakan-rakan anda sekaliannya dari KP-PRA (Komite Persiapan - Partai Rakyat Achèh).

 

Semua partai lokal di Achèh dalam tataan demokrasi dan dalam struktur Pemerintahan Achèh, pasti akan berkomitmen sama:

 

Hudéep beusarée, matée sadjan   Sikrak kaphan, saboh keureunda!

Apakah kita perlu lagi membicarakan "cerita dongeng si pejuang demokrat" disini?

 

Silakan bandingkan kedemokratan GAM lewat komitmennya: Hudéep beusarée, matée sadjan Sikrak kaphan saboh keureunda,  dengan seluruh struktur kedemokratan yang ada di seluruh Nusantara ataupun diseluruh didunia!

 

Yang komitmennya ketika hidup-pun berdemokrat dan ketika mau menuju ke liang lahat-pun berdemokrat!

 

Mari buktikan bahwa, masa akan datang, tidak seorangpun bangsa Achèh yang akan melepaskan diri dari ikrar janji atau komitmen yang berfilosofis tinggi ini, apalagi mereka-mereka dari mantan TNA, Tentara Negara Achèh yang kini telah beralih ke KPA (Komite Peralihan Achèh), yang mereka-mereka kesemuanya sebagai pengemban amanah rakyat Achèh, pengemban amanah bangsa Achèh ataupun pengemban amanah Èndatu.

 

Lantas bagaimana bagi mereka-mereka yang suka membawa "cerita dongeng si pejuang demokrat"!

 

Nah, mengapakah anda, saudara Ridwan M Spd dan rakan-rakan anda sekalian dari KP-PRA masih juga tetap dengan KP-PRA, sedangkan buliran komitmen GAM atau komitmen mantan TNA, Tentara Negara Achèh, yang kini telah beralih ke KPA (Komite Peralihan Achèh) telah menggenggam seluruh point-point program?

 

Partai apakah nantinya pilihan KPA (Komite Peralihan Achèh)?

 

Maksudnya, seluruh program GAM atau program mantan TNA, Tentara Negara Achèh, yang kini telah beralih ke KPA (Komite Peralihan Achèh) akan disesuaikan dengan mengikut kehendak semangat komitmen GAM: Hudéep beusarée, matée sadjan   Sikrak kaphan, saboh keureunda.

 

Malahan program Pemerintahan Achèh atau Achèh Self Governement-pun musti sejalan mengikut komitmen GAM: Hudéep beusarée, Matée sadjan   Sikrak kaphan, saboh keureunda!

 

Bahkan, disetiap penutup surat-surat resmi Pemerintahan Achèh atau Self Governement akan di-seal dengan:

 

Hudéep beusarée, Matée sadjan

Sikrak kaphan, Saboh keurenda!

 

Semua surat menyurat anak bangsa Achèh juga dianjurkan menuliskan untaian komitmen GAM itu. Semua pintu-pintu rumah atau hiasan dalaman rumah anak bangsa Achèh akan dianjurkan juga menuliskan untaian komitmen GAM itu.

 

Di pintu masuk perbatasan 1 Juli, 1956, di perbatasan Langkat, juga akan dituliskan untaian komitmen GAM, di pintu-pintu masuk dan keluar imigrasi juga.  Bisa dikatakan semua, termasuk ke-booklet-booklet KP-PRA kalau mau.

 

Sekarang marilah kita bertanya!  Apakah Partai Bangsa Achèh atau Partai Nasional Bangsa Achèh ataupun katakanlah Partai Islam Achèh ataupun juga Partai Islam Bangsa Achèh tidak padat demokrat?

 

Kami katakan bahwa, ciri-ciri dari keempat partai-partai itu adalah padat demokrat!

 

Mengapakah saya katakan demikian?

 

Lihat ke sejarah bangsa Achèh dan sejarah hukum ketatanegaraan Negara (Kerajaan)Achèh!

 

(1). Yang putra-nya dengan Azan sedangkan yang putri-nya dengan Qamat.  Siapun sang Putra Achèh dengan Azan dan siapapun sang Putri Achèh dengan Qamat!  Adil-demokrat!

(2). Yang semua putra-nya dan putri-nya sama-sama didendangkan dengan lagu mars perjuangan Achèh. Adil-demokrat!

(3). Yang putra-nya dan putri-nya sama-sama didendangkan dengan lagu kalimah taubah. Adil-demokrat!

(4). Yang putra-nya dan putri-nya sama-sama berkomitmen: Hudéep beusarée, matée sadjan. Hidup berkongsi kekayaan.  Mati berkongsi kedukaan.  Adil-demokrat!  Dimanakah didunia ini ada komitmen Adil-demokrat sedemikian rupa?

(5). Yang putra-nya dan putri-nya, sebagai mana tersaksikan dalam sejarah sejak Sultan Ali Mughayat Shah al Qahar (1496-1528) hingga tertanda MoU Helsinki, Finlandia, telah sama-sama berkomitmen: Hudéep beusarée, matée sadjan  Sikrak kaphan, saboh keurenda, telah sanggup berkorbankan harta, tenaga, pikiran, masa depan (diri dan keluarga), darah dan bahkan nyawa untuk merealisasikan demokratisasi pemerintahan negaranya: Yang musti diperintah sendiri oleh bangsa-nya sendiri diatas bumi tanah airnya sendiri dan menjadi sebagai rakyat, sebagai bangsa dan sebagai tuannya sendiri!  Adil-demokrat!

 

Saudara Ridwan M Spd dan rakan-rakan anda sekalian dari KP-PRA, biarlah saya katakan kepada anda-anda sekalian, yang sedang coba menerajui sebuah partai, pelajarilah struktur demokrat itu sampai kesendi-sendinya. Demokratkan jiwa kita! Pendemokratan jiwa kita itu, itulah yang akan membentuk idealisasi pribadi, idealisasi setiap pribadi-pribadi, sebagai menjatikan diri!  Dianjurkan, demokratkanlah KP-PRA dengan komitmen GAM!

 

Saya tahu anda, saudara Ridwan M Spd dan rakan-rakan lain dari KP-PRA atau bahkan rakan-rakan dari NGO atau LSM yang baru hidup-tumbuh sekitar tahun 2000-an atau masa-masa si Gusdur Abdurrahman Wahid, Ketua Kambing Congek-Kambing Congek Indonesia Jawa, yang menyembelih: As-syahid Tengku Banta Qiah dan 200 syuhada murid-murid pesantrennya, ratusan di Simpang KKA, di Gedung KNPI dan dimana-mana ditempat lain sambilan tidur.

 

Makanya, biarkanlah saya ingin sekali lagi membandingkan seluruh sendi-sendi kedemokratan yang datang dari komitmen GAM: Hudéep beusarée, matée sadjan  Sikrak kaphan saboh keureunda, tidaklah ada lagi yang bisa menandinginya di Nusantara ini ataupun didunia sana!

 

Juga lihat ke Quartasia Politica:

 

Adat bak Pö Teumeureuhôm,

Hukôm bak Sjiah Kuala,

Kanun bak Putroë Phang,

Reusam bak Béntara,

 

Nah, bagaimana lengkapnya struktur asas pendemokratisasi yang akan dijalankan dàlam Pemerintahan Achèh ( Achèh Self Governement), lebih lengkap pilar-pilarnya dari Trias Politica-nya Jhon Locke atau dari asas pandangan Thomas Hobbes, Montesque, ataupun Jean Jarque Rousseau.

 

Karena kesemua pemangku lembaga-lembaga Quartasia Politica, juga akan bertongkatkan dengan tongkat komitmen GAM cq bangsa Achèh: Hudéep beusarée, matée sadjan Sikrak kaphan saboh keureunda.

 

Kalau sampai masanya mungkin Tengku Ahmad Hakim Sudirman akan suka juga men-seal-kan setiap tulisan pada milis bebas beliau dengan komitmen GAM yang puitis dan berfilosofis tinggi ini!

 

(Bersambung: PLUS III + "BANGSA ACHEH BERSATU UNTUK BERPEMERINTAHAN DAN MENJADI TUAN DI NEGARA SENDIRI")

 

Wassalam.

 

Omar Puteh

 

om_puteh@yahoo.com

Norway

----------