Stockholm, 10 April 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

FAKTA, BUKTI, SEJARAH DAN HUKUM MENYATAKAN ACHEH DIANEKSASI KEDALAM RI.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MASALAH PENGANEKSASIAN ACHEH JANGAN DIALIHKAN KEPADA MASALAH PERTENTANGAN AGAMA.

 

"Saya orang batak tinggal di Jerman - Munchen. Menurut ajaran Kristen, bahwa Yesus mengajarkan untuk cinta dan taat kepada Negara. Saya sangat cinta Indonesia. Bukan Indonesiannya yang salah tapi segelintir orang dipemerintahan kita. Saya sangat-sangat tidak setuju dalam website GAM mengatakan bahwa Indonesia adalah penjajah. Jangan kamu hina negaramu sendiri tapi berbuat sesuatu dengan negaramu. Sekarang kita mulai hidup demokrasi. Kenapa kamu tidak mendukung perubahan sekarang. Tolong jangan korbankan lagi bangsamu sendiri untuk tujuan segelintir orang Aceh yang mau jadi presiden, menteri dan pejabat lainnya. Satu lagi jangan pernah membuat Aceh Sumatera. Aceh adalah Aceh. Dan perlu kamu pelajarin orang Batak juga bangsa besar. Tapi kami tidak malas, bekerja keras, dan tidak iri sama orang lain. sehingga orang Batak jauh lebih maju dari orang Aceh. Dan banyak orang Batak tinggal di Aceh ( Loksemawe dan sekitarnya )" (Fernando Sianturi, nando_kupastuntas@yahoo.co.id , Mon, 10 Apr 2006 02:31:04 +0700 (ICT))

 

Saudara Toby Nando Simatupang di Munchen, Bayern, Germany.

 

Kalau saudara Toby sebagai individu dan seorang kristen menyatakan tidak setuju kepada pihak GAM sebagai bangsa dan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri yang telah mendeklarkan penentuan nasib sendiri di Acheh yang negeri-nya telah dianeksasi kedalam RI oleh pihak Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya melalui RIS tanpa adanya persetujuaan, kerelaan dan keikhlasan dari bangsa dan seluruh rakyat Acheh dan pimpinan Acheh, maka itu adalah hak saudara Toby sendiri.

 

Kalau saudara Toby sebagai seorang kristen mendukung dan membela mati-matian RI-Jawa-Yogya dan slogan mpu Tantularnya Bhineka Tunggal Ika, itu juga adalah hak saudara Toby sebagai seorang kristen.

 

Juga kalau saudara Toby sebagai seorang dari Bangsa Batak secara mati-matian sampai titik darah penghabisan mau membela RI-Jawa-Yogya hasil leburan RIS dan para pendukung kelompok unitaris RI-Jawa-Yogya, itu juga adalah hak saudara Toby sebagai orang Batak.

 

Begitu juga GAM sebagai bangsa dan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari penganeksasian pihak RI-Jawa-Yogya, itu juga adalah hak setiap bangsa dan rakyat Acheh yang dijamin oleh dasar hukum internasional Resolusi PBB nomor 2621 (XXV) 12 Oktober 1970 dan Resolusi PBB nomor 2711 (XXV) 14 Desember 1970, juga ditunjang oleh dasar hukum yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 : "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan".

 

Jadi, tidak ada yang salah dengan GAM sebagai bangsa dan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri di negerinya sendiri yang bebas dari pengaruh kekuasaan asing yang datang dari RI-Jawa-Yogya.

 

Bangsa dan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri di negerinya sendiri yang bebas dari pengaruh kekuasaan asing yang datang dari RI-Jawa-Yogya memiliki dasar fakta, bukti, sejarah dan hukum yang kuat tentang penganeksasian Acheh kedalam RI oleh Soekarno cs dengan RI-Jawa-Yogya dan RIS-nya.

 

Kemudian, kalau disebutkan Acheh Sumatera, itu adalah memang fakta dan buktinya benar, mengapa ? Karena Acheh itu berada di Pulau Sumatera. Apakah dibenarkan kalau ada bangsa dan rakyat Acheh yang menuliskan Acheh Jawa atau Acheh Kalimantan atau Acheh Sulawesi ?

 

Nah, kalau saudara Toby yang menyatakan diri saudara sebagai orang Batak, yang juga ada di pulau Sumatera, maka tidak salah kalau saudara Toby menuliskan Batak Sumatera, yang artinya Batak yang ada di pulau Sumatera atau wilayah bangsa Batak Tapanuli Utara di Sumatera.

 

Jadi, kalau ada bangsa dan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri di negerinya sendiri yang bebas dari pengaruh kekuasaan asing yang datang dari RI-Jawa-Yogya menuliskan Acheh Sumatera, itu bukan berarti bahwa bangsa Batak berada dibawah dan kekuasaan bangsa Acheh, sehingga saudara Toby sebagai orang Batak ini menjadi tersinggung dan langsung saja mengupat sumpah serapah pada GAM sebagai bangsa dan rakyat Acheh.

 

Selanjutnya, kalau itu Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban orang bangsa Batak Karo Binjai bersama lima para tengkulak Perusahaan Kayu dari PT Aceh Inti Timber, PT Raja Garuda Mas Lestari, PT Krueng Sakti, PT Lamuri Timber dan Kopontren Najmussalam, yang telah diberi izin Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang sebelumnya telah dibekukan itu, dengan alasan untuk membangun rumah-rumah di Acheh, tanpa memperhatikan akibatnya dalam waktu singkat dimana hutan kayu di Acheh akan gundul, sehingga setiap tahunnya diseluruh Acheh akan terkena banjir dan tanah longsor, bukan hanya terjadi banjir dan tanah longsor di Kabupaten Acheh Tenggara, Acheh Singkil, Acheh Barat, Acheh Selatan dan Acheh Jaya saja, maka kalau bangsa dan rakyat Acheh bangkit dan menuntut pencabutan kembali izin Hak Pengusahaan Hutan (HPH) tersebut, itu adalah memang juga hak dan kewajiban dari setiap bangsa dan rakyat Acheh untuk menjaga dan melestarikan alam lingkungan hutan kayu Acheh dari kehancuran dan kemusnahan.

 

Jadi, tidak ada alasan bagi orang bangsa Batak menjadi tersinggung, kalau ada bangsa dan rakyat Acheh yang menuntut agar supaya Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban orang bangsa Batak Karo Binjai bersama lima para tengkulak Perusahaan jangan menghancurkan alam hutan kayu Acheh yang bisa mengakibatkan bumi Acheh hancur.

 

Nah, kalau itu terjadi banjir dan tanah longsor di Acheh, maka itu diakibatkan oleh adanya kebijaksanaan politik kehutanan yang dibuat oleh  Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban orang bangsa Batak Karo Binjai bersama para tengkulak Perusahaan Kayu yang hanya mementingkan keuntuangan saja, tanpa memperhatikan keselamatan lingkungan alam hutan Acheh yang sangat penting bagi keselamatan dan kemakmuran bangsa dan rakyat di kemudian hari.

 

Kemudian, soal bencana alam tsunami, itu bukan disebabkan karena GAM, melainkan karena memang adanya pengrusakan moral dan akidah bangsa dan rakyat Acheh di Acheh melalui usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak RI dan TNI dan Polri non-organiknya yang dikirimkan ke Acheh selama puluhan tahun. Nah, karena pihak TNI dan Polri non-organik yang dikirimkan oleh pihak RI ke Acheh dengan tujuan untuk terus menduduki Acheh dan merusakkan moral bangsa dan rakyat Acheh, maka akhirnya terjadi pergeseran kerak bumi India yang diakibatkan meledaknya simpanan tenaga yang berupa magma dari dalam kerak bumi India yang berada dibawah dasar samudra India menerjang jalur Sunda pemisah kerak bumi India dan kerak bumi Burma dan menindih permukaan kerak bumi Burma, sehingga kerak bumi Burma pecah yang menimbulkan gempa tektonik dengan kekuatan 9.0 pada Skala Richter yang berpusat di 3,298 lintang utara dan 95, 779 bujur timur, dengan kedalaman 10 km dan terletak 250 km sebelah tenggara Banda Acheh yang membelah bumi Acheh yang dimulai dari Acheh Selatan, Acheh Tenggara, Acheh Barat, Acheh Tengah, Pidie, Acheh Besar dan Banda Acheh, juga menimbulkan gelombang laut tsunami.

 

Jadi saudara Toby,

 

Itu gelombang tsunami adalah bukan akibat GAM, melainkan karena memang adanya pergeseran kerak bumi India yang diakibatkan meledaknya simpanan tenaga yang berupa magma dari dalam kerak bumi India yang berada dibawah dasar samudra India menerjang jalur Sunda pemisah kerak bumi India dan kerak bumi Burma dan menindih permukaan kerak bumi Burma. Disamping karena memang di Acheh itu moral dan aqidah bangsa dan rakyat Acheh sudah dirusakkan oleh TNI dan Polri non-organik made in RI yang dikirimkan ke Acheh. Atau dengan kata lain itu moral dan aqidah bangsa dan rakyat Acheh sudah dirusakkan oleh bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular yang dibela mati-matian oleh saudara Toby orang Batak ini.

 

Terakhir, kalau memang bangsa dan rakyat Acheh mengusir orang kristen dari Acheh, maka tidak akan ada itu gereja-gereja yang dibangun di Acheh dan tidak akan ada orang-orang kristen berkembang di Acheh. Coba oleh saudara Toby hitung berapa banyak itu orang kristen (katolik dan protestan) yang hidup dan tinggal di Acheh dan berapa banyak gereja (milik orang penganut katolik dan protestan) yang telah dibangun di Acheh sebelum menyatakan bahwa bangsa dan rakyat Acheh mengusir orang kristen (katolik dan protestan) ?

 

Dan tentu saja jangan dialihkan persoalan penganeksasian Acheh kedalam RI dengan masalah kristen di Acheh, karena bangsa dan rakyat Acheh sekarang tidak bisa ditipu dan dibelokkan ke arah pertentangan agama di Acheh, lagi pula itu pertentangan agama tidak ada di Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Mon, 10 Apr 2006 02:31:04 +0700 (ICT)

From: Fernando Sianturi nando_kupastuntas@yahoo.co.id

Subject: PERTAHANKAN INDONESIAKU

To: ahmad@dataphone.se

 

Salam Ahmad,

 

Salam dalam Nama Tuhan Yesus !

 

Saya orang batak tinggal di Jerman - Munchen. Menurut ajaran Kristen, bahwa Yesus mengajarkan untuk cinta dan taat kepada Negara. Saya sangat cinta Indonesia. Bukan Indonesiannya yang salah tapi segelintir orang dipemerintahan kita.

 

Saya sangat-sangat tidak setuju dalam website GAM mengatakan bahwa Indonesia adalah penjajah. Jangan kamu hina negaramu sendiri tapi berbuat sesuatu dengan negaramu. Sekarang kita mulai hidup demokrasi. Kenapa kamu tidak mendukung perubahan sekarang.

 

Tolong jangan korbankan lagi bangsamu sendiri untuk tujuan segelintir orang Aceh yang mau jadi presiden, menteri dan pejabat lainnya. Satu lagi jangan pernah membuat Aceh Sumatera. Aceh adalah Aceh. Dan perlu kamu pelajarin orang Batak juga bangsa besar. Tapi kami tidak malas, bekerja keras, dan tidak iri sama orang lain. sehingga orang Batak jauh lebih maju dari orang Aceh. dan banyak orang Batak tinggal di Aceh ( Loksemawe dan sekitarnya ).

 

Aceh tidak akan pernah merdeka sampai darah kami berjatuhan. Kami cinta indonesia (pelajarin Bhineka Tunggal ika). Lebih baik kamu membuat programme pelatihan, pendidikan, dan sosial untuk orang Aceh. Jangan sampai datang SUNAMI ke dua. Kamu tau kenapa datang SUNAMI ? Itu adalah peringatan dari Tuhan. Karena GAM selalu membunuh orang yang tidak bersenjata, merampok, mengusir orang kristen untuk berkembang disana. Saya yakin kepada Tuhan Yesus bahwa itu adalah peringatan bagi kalian GAM supaya jangan lagi berbuat dosa tetapi buatlah yang terbaik buat bangsa ACEH dan negaramu Indonesia. Karena semua manusia akan mati dan kamu serta antek-antek GAM akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang kamu buat. Jadi selagi kamu masih hidup berpikirlah untuk mencintai sesamamu manusia karena Tuhan juga mencintaimu. Jangan membunuh, jangan iri atau dengki kepada sesamamu manusia.

 

Salam dari kami di Munchen

 

LOVE AND PEACE FOR INDONESIA

 

Toby Nando Simatupang

 

nando_kupastuntas@yahoo.co.id

Munchen, Bayern, Germany

----------