Stockholm, 15 April 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

AKHIRNYA GAM SECARA DE FACTO BERADA DAN MENGUASAI ACHEH BERDASARKAN MOU HELSINKI 15 AGUSTUS 2005.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

PIMPINAN URUSAN LUAR NEGERI DAN KEAMANAN UNI EROPA JAVIER SOLANA AKAN BERKUNJUNG KE ACHEH, TEUNGKU MALIK MAHMUD DAN TEUNGKU DR ZAINI ABDULLAH SEBAGAI TUAN RUMAH.

 

Akhirnya, delapan bulan setelah MoU Helsinki ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 2005, Pimpinan GAM Teungku Malik Mahmud dan Teungku Dr. Zaini Abdullah akan berada di Acheh pada hari Rabu tanggal 19 April 2006 untuk bersama-sama denga  bangsa dan seluruh rakyat Acheh menjalankan komitmen pelaksanaan MoU Helsinki yang telah disepakati oleh pihak GAM dan Pemerintah RI di Helsinki, Finlandia 15 Agustus 2005.

 

Kedatangan Pimpinan GAM Teungku Malik Mahmud dan Teungku Dr. Zaini Abdullah di Acheh disamping akan bertemu dengan bangsa dan seluruh rakyat Acheh di Acheh, juga sekaligus akan menjadi tuan rumah ketika Pimpinan Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Javier Solana berkunjung ke Acheh.

 

Suatu kehormatan yang besar bagi bangsa dan seluruh rakyat Acheh bersama Pimpinan GAM yang telah berhasil menjalankan komitmen pelaksanaan MoU Helsinki dihadapan tamu Pimpinan Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Javier Solana yang telah membantu dan menyokong penuh pelaksanaan MoU Helsinki yang akan berkunjung ke Acheh.

 

Walaupun pihak Pemerintah Indonesia bersama DPR RI masih belum konsekuen dengan apa yang telah disepakatinya dalam MoU Helsinki, misalnya masih ada 70 tahanan politik GAM yang belum dibebaskan, sebagaimana yang telah disepakati dalam MoU Helsinki, begitu juga tentang pengesahan dan pengundangan Undang-Undang Tentang Pemerintahan Acheh yang sudah keluar dari waktu yang telah disepakati yaitu 31 Maret 2006, tetapi walaupun begitu, pihak GAM tetap bersabar dan tetap komitmen dengan apa yang telah disepakatinya dalam MoU Helsinki.

 

Kehadiran dan keberadaan Pimpinan GAM Teungku Malik Mahmud dan Teungku Dr. Zaini Abdullah di Acheh adalah membuktikan bahwa GAM tetap konsekuen dengan MoU Helsinki dan GAM bersama bangsa dan seluruh rakyat Acheh akan tetap dan terus menjaga serta memelihara perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak.

 

Tinggal sekarang yang dituntut adalah kekonsekuenan dari pihak Pemerintah RI dan DPR RI, terutama dari pihak TNI, PDI-P dan PKB yang masih tetap ingin mencari celah-celah untuk menggagalkan isi MoU Helsinki melalui jalur DPR RI, atau dengan kata lain pihak PDI-P dan PKB yang didukung oleh para jenderal pensiunan TNI melalui Panitia Khusus RUU PA DPR RI terus merongrong dan berusaha untuk menggagalkan isi dari apa yang telah disepakati oleh pihak GAM dan Pemerintah RI yang tertuang dalam MoU Helsinki.

 

Jadi kelihatan, siapa sebenarnya yang tidak ingin melihat bangsa dan rakyat Acheh hidup aman dan damai di Acheh, kalau bukan PDI-P-nya Megawati dan PKB-nya Abdurrahman Wahid, yang keduanya adalah mantan Presiden RI.

 

Sekarang dengan akan hadirnya  Pimpinan GAM Teungku Malik Mahmud dan Teungku Dr. Zaini Abdullah di Acheh akan menjadi fakta, bukti, sejarah dan hukum bahwa GAM bersama dengan bangsa dan seluruh rakyat Acheh secara de-facto menguasai Acheh berdasarkan dasar hukum MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Kehadiran Pimpinan GAM Teungku Malik Mahmud dan Teungku Dr. Zaini Abdullah di Acheh membuktikan kepercayaan GAM kepada pihak Misi Monitoring Acheh (AMM) dibawah pimpinan Ketua Tim Misi Monitoring Acheh Pieter Cornelis Feith beserta Staf dari negara-negara anggota Uni Eropa, ASEAN, Norwegia dan Swiss yang telah berhasil menjalankan tugasnya dalam rangka pemantauan pelaksanaan kesepakatan MoU Helsinki.

 

Disamping itu, sekaligus membuktikan kepada pihak Uni Eropa, Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan, pemerintah Amerika Serikat, Jepang, Swiss, Norwegia dan Negara-Negara ASEAN bahwa GAM benar-benar menjalankan isi MoU Helsinki dan akan tetap komitmen untuk menjaga dan memelihara perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak.

 

Selamat kepada GAM dan bangsa serta seluruh rakyat Acheh yang telah berhasil menjaga dan memelihara perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak dan semoga cita-cita GAM dan bangsa serta seluruh rakyat Acheh dikabulkan dan diridhai Allah SWT, amin.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------