Stockholm, 19 April 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

GAM MELAKUKAN KONSOLIDASI KEDALAM DENGAN BANGSA DAN SELURUH RAKYAT ACHEH YANG MENGACU KEPADA MOU HELSINKI.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SALAH SATU PELAKSANAAN MOU HELSINKI ADALAH GAM MELAKUKAN KONSOLIDASI KEDALAM DENGAN BANGSA DAN SELURUH RAKYAT ACHEH.

 

Salah satu usaha untuk menjaga dan memelihara perdamaian di Acheh yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak adalah pihak GAM melakukan langkah konsolidasi kedalam dengan bangsa dan seluruh rakyat Acheh dengan mengacu kepada MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Setelah GAM mendapat dukungan penuh dari Uni Eropa melalui Pimpinan Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Javier Solana dengan mengirimkan bantuan Tim Misi Monitoring Acheh (AMM), yang diketuai oleh Pieter Cornelis Feith untuk memantau pelaksanaan MoU Helsinki dan akan berdirinya Self-Government atau Pemerintahan Sendiri di Acheh atau Pemerintahan Rakyat Acheh atau Pemerintahan Acheh, maka pihak GAM melakukan langkah konsolidasi atau penguatan hubungan dengan bangsa dan seluruh rakyat Acheh guna menjaga dan memelihara perdamaian, keamanan dan untuk terbentuk serta berdirinya Self-Government atau Pemerintahan Sendiri di Acheh atau Pemerintahan Rakyat Acheh atau Pemerintahan Acheh.

 

Memang langkah GAM dalam masalah konsolidasi kedalam dengan bangsa dan seluruh rakyat Acheh telah membuat pihak Badan Intelijen Negara (BIN) dibawah pimpinan Syamsir Siregar pusing tujuh keliling, sehingga Syamsir Siregar perlu mengerahkan ratusan intelijennya ke Acheh untuk memonitor langkah-langkah GAM di Acheh.

 

Tetapi, tentu saja, langkah BIN model Syamsir Siregar akan menghadapi benturan benteng tangguh bangsa dan rakyat Acheh yang sudah bersatu dibawah GAM diatas landasan hukum MoU Helsinki. Karena itu yang namanya Intelijen model BIN-nya Syamsir Siregar tidak akan mampu melumpuhkan kekuatan MoU Helsinki yang telah manjadi acuan hukum RUU PA yang sedang digodog oleh Panitia Khusus RUU PA DPR RI sekarang ini.

 

Kalaupun ada dari pihak Wakil Ketua DPR RI Soetardjo Soerjogoeritno yang curiga terhadap kedatangan para Pimpinan GAM ke Acheh, tetapi kecurigaan itu, justru akan menjadi alat pemukul dirinya sendiri, mengapa ? Karena kalau pihak Soetardjo Soerjogoeritno curiga kepada GAM, itu sama artinya dengan ia tidak komitment dengan MoU Helsinki 15 Agustus 2005 yang telah disepakati oleh GAM dan Pemerintah RI.

 

Disamping itu, tujuan dan maksud kedatangan Petinggi GAM Teungku Malik Mahmud dan Teungku Dr. Zaini Abdullah beserta jajaran pimpinan GAM lainnya ke Acheh adalah untuk bertemu dengan Pimpinan Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Javier Solana yang akan datang ke Acheh pada hari Sabtu, tanggal 22 April 2006, juga para Petinggi GAM itu akan bertemu dengan bangsa dan seluruh rakyat Acheh di 17 Kabupaten dan 4 Kota di Acheh.

 

Jadi, kalau diteliti lebih kedalam, maka sekarang terbukti bahwa GAM memang secara de-facto menguasai Acheh dengan landasan hukum MoU Helsinki. Bagi siapa saja orang yang menentang atau tidak mengakui MoU Helsinki sebagai dasar dan acuan hukum RUU Tentang Pemerintahan Acheh, maka orang tersebut adalah penentang perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak di Acheh. Contohnya kelompok PDI-P-nya Megawati dan PKB-nya Abdurrahman Wahid serta para jenderal pensiunan TNI adalah contoh berat penentang MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------