Stockholm, 25 April 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

FAKTA, BUKTI & SEJARAH SOEKARNO MENCAPLOK RMS YANG DIPROKLAMASIKAN 25 APRIL 1950 DARI NEGARA INDONESIA TIMUR.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

DALAM USAHA MEMPELAJARI REPUBLIK MALUKU SELATAN YANG DIRPOKLAMASIKAN BEBAS DARI NEGARA INDONESIA TIMUR (NIT) PADA TANGGAL 25 APRIL 1950 YANG SETERUSNYA DITELAN RI-JAWA-YOGYA.

 

Hari ini, Selasa, 25 April 2006 Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Polisi Sutanto yang telah menugaskan kepada bawahannya untuk mengamankan Ambon dan mencari serta menurunkan bendera RMS yang dikibarkan di dinding Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Haulussy, Kudamati, Ambon dan di Lorong Gang Singa, Belakang Soya, Kota Ambon.

 

Tentu saja, bagi orang yang tidak mengenal sejarah yang sebenarnya mengapa RMS diproklamasikan pada tanggal 25 April 1950, maka akan mudah terlena dengan alunan cerita sejarah model dan gaya Soekarno dan kelompok unitaris RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Dibawah ini Ahmad Sudirman menurunkan kembali tulisan tentang sejarah singkat Maluku Selatan yang diproklamasikan menjadi Republik Maluku Selatan (RMS) dari Negara Indonesia Timur (NIT) Negara Bagian Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tanggal 25 April 1950 oleh Dr CH. R. Soumokil.

 

Diharapkan dengan sejarah singkat RMS ini bisa memberikan kejelasan dan terbukanya mata kita dari ramuan sejarah buatan Soekarno dan para pendukung unitaris RI-Jawa-Yogya yang telah mengelabui bangsa Ambon dan bangsa-bangsa yang ada di wilayah Nusantara ini.

 

Ternyata kelihatan jelas sekali sampai detik sekarang ini, pihak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih tetap menjalankan kebijaksanaan politik, keamanan, pertahanan, yang telah dibuat oleh pihak Soekarno dalam RIS dengan RI-nya dalam bentuk penelanan dan pencaplokan Negara-Negara Bagian RIS dengan memakai dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang ditetapkan pada tanggal 8 Maret 1950.

 

Nah dengan alat dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS inilah yang dipakai Soekarno sebagai Presiden RIS untuk dipergunakan sebagai alat penelan dan pencaplok Negara-Negara Bagian RIS termasuk didalamnya Negara Indonesia Timur (NIT) yang terdiri salah satunya Daerah Maluku Selatan.

 

Lahirnya Negara Indonesia Timur (NIT) diawali pada tanggal 15 Juli 1946 dengan diadakan Konferensi Malino di Sulawesi selatan, yang dihadiri oleh utusan dari Daerah Kalimantan Barat, Daerah Kalimantan Selatan, Daerah Kalimantan Timur, Daerah Bangka-Belitung, Daerah Riau, Daerah Sulawesi selatan, Daerah Minahasa, Daerah Menado (tanpa Minahasa), Daerah Bali, Daerah Lombok, Daerah Timor, Daerah Sangihe-Talaud, Daerah Maluku Utara, Daerah Maluku Selatan, dan Daerah Papua. Dimana dalam Konferensi ini dibicarakan masalah rencana pembentukan negara-negara yang akan menjadi negara bagian dari suatu negara federasi. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.103). Selanjutnya, untuk merealisasikan hasil Konferensi Malino ini, dari tanggal 18 sampai dengan tanggal 24 Desember 1946 dilangsungkan Konferensi di Denpasar, Bali yang kemudian dikenal dengan nama Konferensi Denpasar. Dalam Konferensi Denpasar ini telah berhasil dibentuk Negara Indonesia Timur (NIT) dan diangkat Sukawati sebagai Presiden NIT. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.129).

 

Selanjutnya, NIT sebagai satu Negara yang berdaulat yang didalamnya termasuk Daerah Maluku Selatan, telah diakui oleh pihak RI pada tanggal 22 Januari 1948 sebagai realisasi dari hasil Perjanjian Linggajati 25 Maret 1947 yang ditandatangani oleh Sutan Sjahrir, Mr.Moh.Roem, Mr.Soesanto Tirtoprodjo, A.K.Gani, Prof.Schermerhorn, Dr.van Mook, dan van Poll, yang berisikan sebagiannya, secara de pacto RI dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Madura. RI dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat, dengan nama RIS, yang salah satu negara bagiannya adalah RI. RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.119,138, 174)

 

Seterusnya dalam realisasi hubungan kerjasama antara kedua negara, pada tanggal 18 Februari 1948 sebuah misi Parlemen Negara Indonesia Timur dibawah pimpinan Ketuanya, Arnold Mononutu mengunjungi Yogyakarta dan disambut oleh Presiden Negara RI Soekarno.

 

Pada tanggal 14 Desember 1949 Piagam Konstitusi RIS di Pegangsaan Timur 56, Jakarta, ditandatangani oleh para utusan dari 16 Negara/Daerah Bagian RIS, dan Pada tanggal 27 Desember 1949 Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautnan Mr AMJA Sassen dan ketua Delegasi RIS Moh Hatta membubuhkan tandatangannya pada naskah pengakuan kedaulatan RIS oleh Belanda dalam upacara pengakuan kedaulatan RIS. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 251)

 

Nah, dari sejak tanggal 27 Desember 1949 Soekarno mulai menjalankan taktik dan strategi penelanan dan pencaplokan Negara-Negara Bagian RIS melalui mulut Negara RI, atau RI-Jawa-Yogya.

 

Sebagaimana telah dijelaskan diatas, yaitu dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang dipakai Soekarno sebagai Presiden RIS untuk dipergunakan sebagai alat penelan dan pencaplok Negara-Negara Bagian RIS termasuk didalamnya Negara Indonesia Timur yang terdiri salah satunya Daerah Maluku Selatan.

 

Ternyata taktik dan strategi penelanan dan pencaplokan Negara-Negara bagian RIS tercium oleh Dr.CH. R. Soumokil mantan Jaksa Agung Negara Indonesia Timur (NIT). Sehingga pada tanggal 25 April 1950 Dr.CH. R. Soumokil di Ambon memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan yang lepas dari Negara Indonesia Timur Negara Bagian RIS.

 

Jadi disini kelihatan bahwa sebulan setengah dari sejak dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS ditetapkan pada tanggal 8 Maret 1950, Soumokil di Ambon pada tanggal 25 April 1950 memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan yang lepas dari Negara Indonesia Timur Negara Bagian RIS.

 

Dan memang akhirnya benar, bahwa Negara Indonesia Timur (NIT) dimasukkan kedalam mulut Negara RI atau Negara RI-Jawa-Yogya pada tanggal 19 Mei 1950, yang kelihatan dipermukaan ditunjukkan dalam bentuk perundingan antara NIT bersama-sama dengan Negara Sumatera Timur (NST) yang diwakilkan kepada pihak Pemerintah Federal RIS untuk berhadapan dengan pihak Pemerintah RI.

 

Hanya sebelum pencaplokan NIT oleh RI terjadi, Soumokil pada tanggal 25 April 1950 memerdekakan Maluku Selatan menjadi Negara Republik Maluku Selatan yang merdeka dari NIT Negara bagian RIS.

 

Tetapi pihak Soekarno dari RI dan RIS yang melihat Soumokil pada tanggal 25 April 1950 memerdekakan Maluku Selatan menjadi Negara Republik Maluku Selatan yang merdeka dari Negara NIT Negara bagian RIS menganggap, bahwa Soumokil telah melakukan pemberontakan terhadap RIS.

 

Dimana langkah Soekarno selanjutnya, pada tanggal 14 Juli 1950, sebulan sebelum RIS dilebur menjadi RI-Jawa-Yogya yang menjelma menjadi NKRI, telah mengirimkan pasukan APRI/TNI untuk didaratkan di Laha, Pulau Buru, Tanimbar, Kepulauan Kei dan Aru guna menggempur pasukan Soumokil. Pada permulaan bulan November 1950 Ambon jatuh ketangan APRI/TNI dibawah perintah Soekarno dari RIS dan RI. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 38).

 

Walaupun Ambon telah jatuh ketangan Soekarno dengan APRI/TNI-nya, tetapi para pengikut Soumokil terus melakukan perlawanan secara bergerilya, sampai pada tanggal 2 Desember 1963 Soumokil tertangkap di Pulau Seram, dan diadili di Jakarta oleh Mahkamah Militer Luar Biasa pada tanggal 21 April 1964 dan dijatuhi hukuman mati. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 239).

 

Disini, kelihatan dengan jelas, bahwa Soekarno dengan RIS-nya mencaplok Daerah Maluku Selatan, padahal Daerah Maluku Selatan telah dimerdekakan dari Negara Indonesia Timur (NIT) pada tanggal 25 April 1950, 14 hari sebelum perjanjian penelanan NIT oleh RI ditandatangani pada tanggal 19 Mei 1950. Dimana hak penentuan nasib sendiri bagi Daerah-Daerah dalam NIT dijamin oleh hasil Konferensi Denpasar.

 

Jadi secara hukum, memang jelas Soekarno dengan RI atau RI-Jawa-Yogya-nya yang memakai alat RIS telah menelan dan mencaplok Daerah Maluku Selatan yang secera de-jure dan de-facto telah berdiri sendiri bebas dari Negara Indonesia Timur (NIT) Negara Bagian RIS.

 

Nah sekarang, dengan adanya penjelasan diatas, diharapkan bagi seluruh bangsa Ambon dan juga rakyat di RI, tidak lagi mudah tertipu dengan cerita dan lagu kosong buatan Soekarno yang masih tetap dipertahankan untuk didendangkan dihadapan rakyat RI yang sudah terbuai dengan cerita racun made in Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya yang berlindung dibalik Republik Indonesia Serikat (RIS).

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Laporan Daerah

Kasus Ambon

Warga Ambon Tidak Terprovokasi Pengibaran Bendera RMS

 

Polisi menurukan bendera RMS dikibarkan di Kawasan Kudamati.

25/04/2006 17:58

Kapolri menyampaikan terima kasih kepada warga Ambon yang sama sekali tidak terprovokasi oleh aksi sekelompok orang yang mengibarkan bendera RMS. Polisi masih mencari pelaku pengibaran bendera.

 

Liputan6.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Polisi Sutanto menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Ambon, Maluku, yang telah ikut menjaga keamanan daerahnya. Pernyataan ini disampaikan Kapolri terkait dengan disitanya dua bendera Republik Maluku Selatan (RMS) yang dikibarkan di Kawasan Kudamati dan Belakang Soya Kota Ambon, Selasa (25/4) [baca:  Bendera RMS Kembali Ditemukan Berkibar].

 

Menurut Kapolri, warga sama sekali tidak terprovokasi sekelompok orang yang mengibarkan bendera RMS terkait hari ulang tahun gerakan itu yang jatuh pada hari ini. Awalnya,  bendera RMS itu dikibarkan oleh sekelompok orang tak dikenal di salah satu dinding Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Haulussy, Kudamati, Ambon. Setelah itu bendera sejenis juga ditemukan di Lorong Gang Singa, Belakang Soya, Kota Ambon. Kapolri menyatakan, polisi hingga saat ini masih mencari pelaku pengibaran bendera.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

http://www.liputan6.com/view/7,121747,1,0,1145970597.html

----------