Stockholm, 26 April 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

KELOMPOK PDI-P COBA MEMBAKAR ACHEH MEMAKAI BENSIN BUATAN ALA & ABAS DENGAN SULUH APINYA BIN.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MAKIN KELIHATAN KELOMPOK PDI-P MENCOBA MEMBAKAR ACHEH MEMAKAI BENSIN BUATAN ALA & ABAS DENGAN SULUH APINYA BUATAN BADAN INTELIJEN NEGARA (BIN).

 

Taktik dan strategi dari kelompok PDI-P untuk menggagalkan MoU Helsinki adalah dengan memainkan tali Acheh Leuser Antara (ALA) dan Acheh Barat Selatan (ABAS). Atau dengan kata lain Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno dari PDI-P dan anggota Komisi I DPR dari FPDI-P Permadi dalam usaha merobohkan perdamaian di Acheh yang tertuang dalam MoU Helsinki melalui penyulutan api yang telah disiapkan oleh kelompok dari Acheh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Acheh Tenggara dan Acheh Singkil atau yang disebut kelompok Acheh Leuser Antara (ALA) ditambah dengan  kelompok dari Acheh Jaya, Acheh Barat, Nagan Raya, Acheh Barat Daya, Acheh Selatan dan Simeulue atau yang dinamakan dengan kelompok Acheh Barat Selatan (ABAS).

 

Kelihatan  Soetardjo Soerjogoeritno dan Permadi dari kelompok PDI-P ini sudah melihat celah-celah yang dianggapnya bisa dijadikan alat untuk membakar Acheh kembali agar supaya perjanjian damai antara GAM dan Pemerintah RI yang telah disepakati dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005 menjadi hancur.

 

Dimana gejala-gejala untuk membakar bumi Acheh oleh kelompok PDI-P ini sudah kelihatan tanda-tandanya dengan cara terang-terangan pihak Soetardjo Soerjogoeritno dan Permadi memberikan lampu hijau kepada kelompok ALA dan ABAS untuk melakukan pemberontakan dan penjegalan dalam pelaksanaan butir MoU Helsinki yang menyangkut Pemilihan Umum Kepala Pemerintahan Acheh yang akan datang.

 

Usaha penjegalan Pemilihan Umum Kepala Pemerintahan Acheh ini akan dijalankan oleh kelompok ALA dan ABAS yang menurut mereka menguasai 11 Kabupaten dari 17 Kabupaten dan 4 Kota yang ada di Acheh apabila keinginan pembentukan provinsi ALA dan provinsi ABAS tidak dimasukkan kedalam RUU PA yang sedang digodog oleh Panitia Khusus RUU PA DPR RI.

 

Tentu saja, karena masalah pembagian Acheh menjadi tiga bagian tidak ada disepakati dalam MoU Helsinki, maka usaha pemekaran yang diinginkan oleh kelompok ALA dan ABAS ini tidak akan bisa dituangkan dalam RUU PA.

 

Nah masalahnya sekarang adalah, karena memang secara pasti usaha pemisahan ALA dan ABAS tidak akan mungkin dituangkan kedalam RUU PA karena akan bertentangan dengan MoU Helsinki, maka kalau pihak kelompok ALA dan ABAS melakukan tindakan pemberontakan dan pemboikotan terhadap jalannya Pemilihan Umum Kepala Pemerintahan Acheh, itu pihak PDI-P dengan disponsori oleh  Soetardjo Soerjogoeritno dan Permadi akan tampil untuk membakar semangat kelompok ALA dan ABAS tersebut.

 

Dimana menurut skenario dan strategi mereka, kalau 11 Kabupaten yang ada di Acheh melakukan pemboikotan terhadap Pemilihan Umum Kepala Pemerintahan Acheh, maka hasil dari Pemilihan Umum Kepala Pemerintahan Acheh dianggap tidak mewakili seluruh bangsa dan rakyat Acheh dan bisa juga dianggap hasil Pemilihan yang tidak sah.

 

Tetapi tentu saja, apakah taktik skenario yang akan dijalankan oleh kelompok PDI-P dibawah komando Soetardjo Soerjogoeritno dan Permadi akar berhasil ?

 

Jawabannya adalah tergantung kepada kewaspadaan dan kesadaran dari bangsa dan rakyat Acheh dari gangguan-gangguan yang sedang gencar dijalankan oleh kelompok PDI-P yang kemungkinan besar dibantu oleh para jenderal pensiunan TNI dan para intelijen BIN-nya Syamsir Siregar.

 

Sebenarnya jalan yang terbaik bagi kelompok ALA dan ABAS ini adalah melakukan usaha pemisahan tersebut secara intern atau didalam, artinya bangsa Gayo, Alas, Singkil, Tamiang membicarakan usaha pemisahan dengan bangsa Acheh tanpa melibatkan pihak luar, misalnya membentuk federasi dengan bangsa Acheh. Karena kalau pihak ALA dan ABAS berbicara langsung dengan pihak Pemerintah RI dan DPR RI, maka sudah pasti mereka sebagian besar pihak RI dan DPR RI tidak akan menyetujuinya, kecuali orang-orang seperti Soetardjo Soerjogoeritno dan Permadi yang kemungkinan besar mereka akan memberikan semangat setengah hati, karena Soetardjo Soerjogoeritno dan Permadi mengetahui bahwa tanpa persetujuan dari seluruh bangsa Acheh artinya yang duduk dalam lembaga legislatif Acheh atau yang sekarang masih disebut DPRD Acheh, maka keinginan dari bangsa Gayo, Alas, Singkil dan Tamiang untuk memisahkan diri dan membentuk privinsi tersendiri tidak akan berhasil. Apalagi sekarang antara pihak Pemerintah RI sudah ada keterikatan damai dengan pihak GAM yang tertuang dalam MoU Helsinki. Dimana Acheh diikat oleh perbatasan 1 Juli 1956.

 

Kemudian kalau pihak ALA dan ABAS melakukan pemberontakan senjata, maka yang akan dihadapi oleh pihak ALA dan ABAS adalah dua front. Front pertama adalah pihak TNI dan front kedua adalah pihak bangsa Acheh sendiri.

 

Dan jelas, kalau pihak ALA dan ABAS melakukan pemberontakan senjata, maka sudah pasti itu kelompok PDI-P dibawah komando Soetardjo Soerjogoeritno dan Permadi tidak akan mendukungnya, mengapa ?

 

Karena Soetardjo Soerjogoeritno dan Permadi mendukung ALA dan ABAS itu hanya sekedar menjadikan sebagai alat untuk menggagalkan MoU Helsinki saja. Atau dengan kata lain pihak PDIP menggagalkan pembentukan Pemerintahan Acheh yang demokratis dan adil melalui tangan kelompok ALA dan ABAS yang ada di Acheh.

 

Terakhir, jadi, pihak PDI-P dibawah Soetardjo Soerjogoeritno dan Permadi akan membakar Acheh melalui orang Acheh sendiri, artinya pihak PDI-P mengadu domba antara bangsa Acheh dengan kelompok ALA dan ABAS agar supaya MoU Helsinki gagal dilaksanakan di Acheh sehingga memaksa pihak Pemerintah RI untuk mendrop kembali pasukan non-organik TNI dan POLRI ke Acheh dengan alasan untuk mengamankan perang saudara di Acheh.

 

Hanya yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah pihak PDI-P dibawah komando Soetardjo Soerjogoeritno dan Permadi akan berhasil menjadikan Acheh kembali terbakar dengan sulutan api-nya ALA dan ABAS ?

 

Jawabannya untuk sementara adalah bisnis Acheh-nya pihak PDI-P akan mengalami gulung tikar di Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------