Stavanger, 28 April 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.



KORUPSI DALAM SYSTEM HINDUNESIA MEMANG TUMBUH SUBUR.

Ali Al Asytar

Stavanger - NORWEGIA.



BERHADAPAN DENGAN SYSTEM HINDUNESIA YANG KOSONG DARI IDIOLOGY.

 

Sedikit tanggapan atas pandangan saudara Rizali, Tabrani Yunus dan Mr Murizal tentang korupsi dalam system hindunesiai.

 

Disatu sisi kalian sepertinya anti korupsi, namun di lain sisi kalian masih mempertanyakan dimana posisi kalian sebaiknya,  didalam, disamping atau didepan "Bis Korupsi".  Nampaknya tak ada alternativ disana. Persoalannya andaikatapun kalian berani menghadang didepan bersama-sama kawan yang lainpun tidak akan pernah dapat menjelesaikan masalah tersebut. Kemungkinan besar kalian akan terpuruk kedalamnya tanpa kalian sadari.  Kalian model tambal sulam buat kain yang sudah lapuk.

 

Ma'af, kalian masih harus merenungkan lebih dalam lagi. Lihatlah Dr Amien Rais betapa hebatnya ketika beroposisi kepada Suharto, namun what's next ? Dia tidak mampu keluar dari system yang sudah kadaluarsa itu. Beliau coba menambal "baju" Indonesia yang sudah lapuk. Padahal dia pernah menjadi Bintang Reformasi yang dibanggakan mahasiswa Indonesia, namun akhirnya dia terpental sampai fisiknyapun ikut memberi "tanda-tanda" ketika rambutnya rontok. Hal ini disebabkan lupa kepada "Petunjuk" yang pernah diberikan Allah untuk menumbangkan yang "bathil" dan membangunkan yang "haq". Hal ini dapat anda saksikan dalam beberapa alinia dari tulisan Ustaz Ahmad Sudirman dibawah ini:

 

"Atau dengan kata lain, Amien Rais, salah seorang muslim yang diharapkan bisa membawa dan merobah haluan bahtera negara pancasila yang berisikan dan berdasarkan nilai-nilai pancasila yang lemah dan rapuh kepada nilai-nilai yang telah digariskan Allah SWT melalui Rasul-Nya Muhammad saw, ternyata justru ia makin mendekapkan dirinya kepada pantulan-pantulan api pancasila yang makin melemah dan meredup. Sehingga tanpa ada pikiran yang lebih jauh kedepan sanggup meluncurkan pikirannya "We are not going to build an Islamic state. I don't want this never-ending argument; we should stick to Pancasila and that's it. Some Indonesians call for an Islamic state but we can ignore them, because most want a secular, democratic state". Pernyataan Amien inilah, cepat atau lambat, yang saya anggap sebagai suatu kelemahan dan bumerang bagi Amien Rais. Walaupun mungkin Amien berargumentasi bahwa apa yang diucapkannya itu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya. Atau dengan kata lain, menurut hatinya perlu tegak negara Islam, tetapi berbeda dengan yang diucapkan mulutnya (karena takut tidak bisa bergabung dengan masyarakat sekular internasional). Atau itu merupakan suatu taktik dari seorang politikus yang tidak bisa dipegang ucapannya." (Ahmad Hakim Sudirman Homepage, Stockholm, 7 Nopember 2000).

 

Ketika Amien Rais menghadang "Bis Dhalim Suharto" memang cap jempol untuk beliau tapi ketika bis Suhato itu digulingkan mahasiswa dibawah pimpinannya, Amien masuk kedalam nya dan itulah yang menyebabkan dia salah kaprah sekarang ini samapi begitu bloonnya ketika dia menanggapi antusiasnya masyarakat Acheh menyambut Pemimpinnya, PM Malik Mahmud dan Dr Zaini 'Abdullah dari Swedia.

 

Ternyata Amien Rais adalah manusia sekuler yang tidak berIdiology Islam, tapi Pragmatis. Tipe manusia seperti itu cepat atau lambat akan mendapat kutukan Allah sebagaimana Gus Dur dan Munawir Sadjali sebagai Bal-'am yang menyangjung Suharto setinggi langit.

 

Kembali kepada saudara Rizali dan Murizal cs. Apa yang kalian perbincangkan di milis Acehkita group memang menarik perhatian orang, tapi masih kosong dari Idiology, kecuali prakmatis.

 

Tulisan saya ini tidak bermaksud menahan kalian dari berbuat apa yang sedang kalian buat, tapi untuk merenungkan lebih jauh lagi bagaimana sesungguhnya orang-orang yang mendapat redha Allah berbuat ketika berhadapat dengan system Dhalim sepert Indonesia itu.

 

Disini terbukti benarnya GAM dan segenap pendukungnya. Semoga pihak GAM yang sekarang masih dalam proses perjalanan akan mampu menghadapi system hindunesia dalam membangun Acheh.

 

Sekarang bukalah mata kalian lebar-lebar agar kalian tidak terfokus pada"Bis Korupsi" saja tapi dapat menembusi cakrawala khususnya "Bis Hindunesia Dhalim".  Siapapun yang akan menjadi presiden dari system Pancasila dengan UUD 1945 - nya yang sekuler itu sama saja bahwa rakyat banyak tetap hidup morat-marit. Hanya kaum "elit" dan orang-orang yang "panjang lidah" saja yang menikmati kesenangan diatas penderitaan rakyat jelata. "Tidak beriman siapapun yang tidur kenyang sementara tetangganya lapar" (Hadist saheh)

 

Terakhir, inilah yang perlu kiranya untuk saya komentari sehubungan dengan tulisan dari milis Acehkita group yang menampilkan diantaranya pandangan-pandangan saudara Rizali, Tabrani Yunus dan Mr Murizal tentang korupsi.

 

Billahi fi sabililhaq

 

Ali al Asytar

 

alasytar_acheh@yahoo.com

Sandnes, Norwegia

----------

 

Tabrani Yunis

tabrani_y@yahoo.com wrote:

 

Ah, bung Rizali, Menarik sekali ya. kalau begitu, yang idealnya masuk kemana ? Jangan-jangan kita semakin takut untuk melapor masalah korupsi, apalagi untuk mengungkapnya. Salam

 

Tabrani Yunis

----------

 

Rizali Pidie

rpidie@yahoo.com   wrote:

 

Refleksi dari upaya basmi korupsi:

1.Endin mencoba melawan 4 jaksa korup. Endin masuk penjara.

2.Rahardi Ramelan mencoba mengkhianati bos koruptor Akbar Tanjung. Rahardi masuk penjara.

3.Khairiansyah menjebak akademisi yg dijebak politisi busuk. karir di BPK & SAK BRR tamat, dan Khairiansyah dalam proses menuju penjara.

 

Moral cerita:

-Leo kok dipecat dari SAK BRR? apa hubungannya dengan Endin, Rahardi Ramelan, dan Khairiansyah?

-Apa Leo segera menyusul teman2?

 

Dari cerita basmi korupsi di Hong Kong. Bila ada BIS KORUPSI lewat, pilihan anda:

a.Naik ke dalam bis bila ingin menikmati hasil korupsi.

b.Berdiri di pinggir jalan, bila anda tidak mau nerima korupsi, jangan ganggu yg korup.

c.Jangan pernah berdiri di depan bis. krn bis korupsi akan melindas anda sampe cacat, kalau perlu mati.

 

Yg lagi baca2 "Controlling Corruption" dari Robert Klitgaard. Biar kalo korupsi nanti bisa gede2-an ala Akbar Tanjung dan Nurdin Halid, serta bisa melempar lawan ke dalam penjara spt nasib Endin, Rahardi, dan Khairiansyah. Btw, yg udah banyak korupsi, silahkan nyumbang ke berikut http://ulim-orphan.blogspot.com

Salam,

 

rz

----------

 

Date: Fri, 21 Apr 2006 07:45:25 +0800 (CST)

From: Mr Murizal mrmurizal@yahoo.com.sg

Subject: BRR Rahasiakan Kasus Leo dinonaktifkan

 

Dua dari tiga pendiri Satuan Anti Korupsi di BRR udah dinonaktifkan.

 

Kuntoro Rahasiakan Kasus Leo.

 

Jum'at, 21 April 2006 | 04:17 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Kepala Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi Aceh dan Nias, Kuntoro Mangkusubroto, mengatakan tindakan lembaganya mengnonaktifan Leo Nugroho

adalah masalah kepegawain biasa. "Biasa dalam sebuah organisasi," katanya seusai serah terima instalasi penyulingan air bersih dari Pemerintah Kuwait, di Ulee Lheu, Banda Aceh, kemarin.

 

Leo Nugroho, Manager Investigasi Satuan Anti Korupsi BRR Aceh dan Nias, dinonaktifkan pada 13 April. Tapi Kuntoro menolak menjelaskan kasus yang melilit Leo. "Karena ini menyangkut masa depan anak muda (Leo)." Menurut dia, Leo nonaktif sampai ada kesimpulan atau hukuman dari BRR.

 

Leo termasuk pendiri SAK BRR, dan mulai bekerja sejak 29 Agustus 2005. Dua pendiri lainnya, Kevin Evans, kini Penjabat Sementara SAK, dan Khairiansyah, bekas auditor Badan Pemeriksa Keuangan yang membuka kasus di Komisi Pemilihan Umum. Khairiansyah lebih dulu dinonaktifkan karena menjadi tersangka kasus penyuapan.

Adi Warsidi

http://tempointeraktif.com/hg/nusa/sumatera/2006/04/21/brk,20060421-76477,id.html

----------