Stockholm, 28 April 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

KEBERHASILAN DIPLOMASI PIMPINAN GAM DI ACHEH DAN DI RI.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

AKHIRNYA PIHAK PEMERINTAH RI MELALUI WAKIL PRESIDEN JUSUF KALLA MENGAKUI SECARA DE-FACTO KEBERHASILAN DIPLOMASI PIMPINAN GAM DI ACHEH DAN DI RI.

 

Dengan dasar hukum MoU Helsinki 15 Agustus 2005, akhirnya GAM secara de-facto dalam bidang diplomasi di Acheh dan di RI menunjukkan keberhasilannya. Pimpinan GAM dianggap secara de-facto sebagai Pimpinan Pemerintahan bayangan di Acheh, bukan saja oleh pihak Pemerintah Acheh yang sekarang, melainkan juga oleh pihak Pemerintah RI dalam hal ini oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

 

Kedatangan Pimpinan GAM Teungku Malik Mahmud dan Teungku Dr.Zaini Abdullah serta jajaran petinggi GAM lainnya ke Jakarta, kubunya Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, menunjukkan bahwa GAM adalah secara de-facto merupakan pimpinan Pemerintahan GAM yang setingkat dan diakui sebagai entitas hukum yang memiliki hak untuk melakukan dan mengadakan perjanjian internasional.

 

Dan kenyataannya dilapangan menunjukkan bahwa orang kedua pimpinan tertinggi RI Jusuf Kalla yang meminta dan mengundang langsung pimpinan GAM untuk hadir dan bertemu di Jakarta, tempat dan pusat kekuatan Pemerintah RI.

 

Hal ini disambut oleh Pimpinan GAM dan ini membuktika bahwa Pimpinan GAM dengan jiwa besar dan penuh kepercayaan diri menerima undangan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk datang dan bertemu di Jakarta, di kubunya pusat kekuatan RI.

 

Disinilah Ahmad Sudirman melihat keberhasilan diplomasi yang dijalankan oleh pimpinan GAM dalam misinya di Acheh dan di RI.

 

Juga disini kelihatan, bagaimana pihak Pimpinan GAM mampu memberikan jawaban-jawaban yang positif dan penuh dengan diplomasi ketika diajukan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut pembubaran GAM dan ikut sertanya dalam Pemilihan Kepala Pemerintahan Acheh Agustus mendatang. Dimana misalnya dalam masalah pembubaran GAM, pihak GAM, dalam hal ini Teungku Dr. Zaini Abdullah cukup dengan memberikan jawaban yang sangat diplomatis yaitu "kalau perdamaian berjalan dengan baik, setelah ada pemerintah Aceh, GAM tidak diperlukan lagi”.

 

Nah, dari jawaban yang sangat diplomastis ini mengandung kekuatan yang sangat dalam, yaitu apabila seluruh poin-poin yang telah disepakati dalam MoU Helsinki berhasil dengan baik, aman dan damai dilaksanakan di Acheh dan setelah Pemerintahanh Sendiri atau Self-Government yang mengacu kepada MoU Helsinki berhasil diwujudkan melalui jalur demokratis dan adil, maka pihak GAM akan tetap terus komitmen dengan isi MoU Helsinki.

 

Jadi, dalam hal ini Teungku Dr. Zaini tidak memberikan suatu kepastian waktu kapan GAM akan dibubarkan, melainkan hanya mereferensikan kepada apabila perdamaian berjalan dengan baik. Inilah salah satu contoh keberhasilan diplomasi pihak GAM dalam menghadapi pihak Pemerintah RI di kandangnya sendiri yaitu di Jakarta.

 

Begitu juga dengan langkah diplomasi yang dilancarkan oleh Teungku Malik Mahmud Mahmud ketika dihadapkan kepada masalah keikutsertaan dalam pemilihan Kepala Pemerintahan Acheh menunjukkan keberhasilan langkah-langkah diplomasinya. Dimana Teungku Malik Mahmud cukup dengan menjawab bahwa "terlalu cepat untuk menyatakan mencalonkan diri. Tapi pemerintah (Indonesia) menjanjikan akan ada calon independen dan kemungkinan besar kami akan memilih calon untuk posisi tersebut".

 

Nah, dari Jawaban Teungku Malik Mahmud menunjukkan bukti bahwa pihak pimpinan GAM tidak memiliki ambisi dan nafsu untuk menguasai Acheh, karena memang sebenarnya Acheh adala milik bangsa dan seluruh rakyat Acheh. Justru dengan adanya landasan MoU Helsinki untuk membangun Pemerintahan Sendiri di Acheh, siapapun rakyat Acheh berhak untuk menjadi pimpinan Pemerintahan Acheh. Sedangkan GAM telah menyiapkan dan memberikan dasar hukumnya kepada bangsa dan seluruh rakyat Acheh untuk dijadikan pijakan hukum guna membangun Self-Government atau Pemerintahan sendiri di Acheh atau Pemerintahan Rakyat Acheh atau Pemerintahan Acheh.

 

Jadi, dalam hal ini Ahmad Sudirman melihat bahwa kedatangan Pimpinan GAM ke Acheh dan ke RI adalah merupakan langkah diplomasi yang berhasil yang dijalankan oleh Pimpinan GAM dihadapan dan dikandang langsung para pimpinan RI. Dimana akibat dari diplomasi GAM ini ada sebagian orang-orang di RI yang kepanasan, ketakutan, khawatir dan sebagainya, seperti yang ditunjukkan oleh Abdurrahman Wahid dan Amien Rais serta Kepala BIN Syamsir Siregar. Tetapi juga ada yang menunjukkan sikap positf dan membangun, seperti yang ditunjukkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

 

Terakhir, kunjungan Pimpinan GAM ke Acheh dan RI adalah merupakan kunjungan diplomasi dari pemerintahan GAM dalam pengasingan di Swedia untuk bertemu atas undangan pihak Pemerintah RI dalam hal ini Wakil Presiden Jusuf Kalla dan menjadi tuan rumah ketika Pimpinan Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Javier Solana berkunjung ke Acheh. Dan Selama proses perdamaian di Acheh masih terus berjalan dan belum mencapai titik akhir, maka selama itu GAM tetap wujud di muka bumi ini. Kalaupun ada suara-suara yang sumbang yang berbunyi GAM harus dibubarkan, maka suara-suara sumbang itu tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Berita

Jumat, 28 April 2006, 10:31 WIB

BERITA MEDIA

Gerakan Aceh Merdeka Akan Bubarkan Diri

Reporter : Sumber: Koran Tempo

 

JAKARTA -- Gerakan Aceh Merdeka menyatakan akan membubarkan diri dan berjuang lewat jalur politik. GAM mengincar posisi Gubernur Aceh dalam pemilihan kepala daerah mendatang. Sejauh ini, GAM puas dengan pelaksanaan perdamaian yang dilaksanakan pemerintah Indonesia.

 

Kepastian pembubaran ini disampaikan Menteri Luar Negeri GAM Zaini Abdullah setelah dia dan rombongannya, termasuk Perdana Menteri Malik Mahmud, bertemu dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla semalam. "Kalau perdamaian berjalan dengan baik, setelah ada pemerintah Aceh, GAM tidak diperlukan lagi," kata Zaini. "Perjuangannya adalah politik, tidak perlu lagi angkat senjata."

 

Pernyataan Zaini ini diterima Kalla dengan diplomatis. "Sesuai dengan MOU (nota kesepahaman damai antara GAM dan pemerintah), hal ini akan diselesaikan secara bertahap," katanya. Wakil Presiden didampingi pejabat yang selama ini terlibat dalam penandatanganan nota kesepahaman, seperti Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo A.S., Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaludin, Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil, serta dr Farid dari Departemen Kesehatan.

 

Saat ditanyai apakah akan mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah Aceh, Malik Mahmud menjawab, "Terlalu cepat untuk menyatakan mencalonkan diri. Tapi pemerintah (Indonesia) menjanjikan akan ada calon independen dan kemungkinan besar kami akan memilih calon untuk posisi tersebut."

 

Menurut Kalla, sesuai dengan MOU, pemilihan kepala daerah dilaksanakan tiga bulan setelah RUU Pemerintahan Aceh yang kini dibahas DPR disahkan.

 

Malik, yang berkewarganegaraan Swedia, belum berencana menjadi warga negara Indonesia dalam waktu dekat. "Namun, kami akan berada di Aceh sesering mungkin dan pada akhirnya kembali ke Indonesia."

 

Selain Zaini dan Malik, ada 13 orang anggota GAM yang dua pekan lalu datang ke Indonesia atas undangan pemerintah Indonesia. "Untuk evaluasi proses perdamaian di Aceh," kata Kalla. Di mata Malik, keamanan di Aceh sudah lebih baik. "Masyarakat bisa hidup normal dan mencari nafkah." [koran tempo/28 April 2006]

 

http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=875

http://www.korantempo.com/korantempo/2006/04/28/headline/krn,20060428,16.id.html

http://www.liputan6.com/view/1,121894,1,0,1146238048.html

----------