Hong Kong, 29 Agustus 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

SIRA KENYANG DENGAN UU NO.11 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAHAN ACHEH SAMBIL DUDUK DIATAS KURSI WAGUB ACHEH KHAYALAN.

Abdul Manaf Yahya

Hong Kong - CHINA.

 

 

RATUSAN RIBU RAKYAT ACHEH DIKHIANATI DENGAN PROPAGANDA MURAHAN PENOLAKAN UU NO.11 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAHAN ACHEH.

 

Dari milis siblah

Ratusan Ribu Rakyat Aceh Dikhianati.

 

Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sudah menyepakati akan menghentikan peperangan yang telah berlangsung selama tiga puluh tahun di Aceh. Penarikan mundur pasukan non-organik beserta pemusnahan senjata sayap militer GAM sudah dilakukan dalam waktu yang bersamaan.

 

Dengan adanya proses perdamaian yang insya Allah akan berjalan terus menerus, kenyamanan dan keamanan bagi rakyat di Aceh sudah mulai tersetuh dibandingkan dengan sebelumnya. Merujuk kepada cerita masa lalu sangatlah menyedihkan, akibat konflik yang tidak tahu kapan akan berujung. Alhamdulillah, tsunami akhir Desember 2004 yang lalu Allah swt memperlihatkan ke-Esa-anNya kepada hamba, yaitu dengan meluluhlantakan dunia ini. Hingga para pihak yang sedang berperang meletakan senjatanya.

 

MoU Helsinki yang menjadi landasan utama dalam menjalankan proses damai di ujung Sumatra bagian Barat. Sebagai tindak lanjut terhadap MoU yang diprakarsai mantan presiden Finlandia, Martti Ahtisaari itu adalah merumuskan sebuah undang-undang baru untuk menentukan nasib masa depan Aceh.

 

Proses perumusan undang-undang yang dimaksud sudah dirampung dengan belum sempurna. Banyak pasal-pasal yang masih dipertikai oleh berbagai elemen masyarakat. Undang-undang yang dimaksud itu adalah Undang-Undang Pelaksanaan Pemerintahan Aceh (UU PA).

 

Dengan tidak berlandasan semangat MoU Helsinki di undang-undang itu, maka ratusan ribu rakyat dari seluruh penjuru Aceh mendatangi ibukota propinsi Banda Aceh. Hari bertepatan pada tanggal 15 Agustus 2006.

 

15 Agustus adalah hari ditekennya MoU Helsinki oleh pemerintahan Indonesia dan GAM yang difasilitasi Crisis Management Iniciative (CMI). Dan 15 Agustus 2006 yang lalu, semua elemen masyarakat bahkan di luar negeri memperingatai satu tahun penandatangan MoU Helsinki, bahkan ratusan ribu rakyat Aceh meminta agar Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UU PA) diminta untuk disempurnakan pada pasal-pasal yang masih belum sesuai dengan MoU. Dalam aksi damai itu, masyarakat memboyong spanduk bertulisan, “Save Perdamaian di Aceh”, “Sempurnakan pasal-pasal dalam UU PA sesuai dengan MoU Helsinki”, dan lain-lain.

 

Aksi ini jelas-jelas ikut disponsori oleh Sentral Informasi Referndum Aceh (SIRA) dan beberapa organisasi lokal lainnya. Namun, kini pertanyaan baru menjelma dengan spontan di siang hari Minggu, 27 Agustus 2006 yang lalu. Hari itu bertepatan hari pendeklarasian Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) mendatang.

 

Pertanyaan adalah, kemanakah suara rakyat di hari peringatan satu tahun perdamaian itu? Mengapa bos SIRA (Muhammad Nazar-red) menyatakan plus mendeklarasikan diri sebagai calon wakil gubernur? Bagaimana kondisi Undang Undang Pemerintahan Aceh (UU PA) yang belum sempurna dengan MoU Helsinki?

 

Di satu sisi, pendeklarasian Nazar sebagai calon wakil gubernur dalam pilkada mendatang merupakan suatu pengkhianatan besar terhadap ratusan ribu rakyat Aceh. Dan SIRA sendiri, tidak ada programnya untuk mengusungkan calon apapun, sesuai dengan kesepakatan Aceh serantau dulu (Kompas).

 

Daftar nama-nama Presidium SIRA yang sedang mengejar posisi baik tingkat propinsi maupun kabupaten/ kota:

1. Muhammad Nazar           : Calon Wakil Gubernur

2. Faisal Ridha                    : Calon Bupati Bireuen

3. Taufiq Abda                      : Calon Walikotamadya Banda Aceh

4. Nashruddin Abubakar       : Calon Bupati Aceh Timur, dan lain-lain.

 

Jelas secara terang-terangan SIRA telah mengkhianati perjuangan rakyat Aceh. Dan menurut informasi yang diterima bahwa, SIRA akan bubar setelah Pilkada ini, dan para petinggi SIRA sudah menduduki porsi santai di pemerintahan. Kemanakah rakyat?

 

Abdul Manaf Yahya

 

keumalon@yahoo.com

Hong Kong - CHINA.

----------