Stavanger, 2 September 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


BERDO'A DAN BERBACA-BACAAN DO'A.

Omar Puteh

Stavanger - NORWEGIA.

 

 

BERDO'A DAN BERBACA-BACAAN DO'A ATAU BERKUNYAM-KUNYEM MEMBACA MANTERA (JAMPI) DAN SUMPAH-SERAPAH.

 

Mengingat-ingat bacaan dari tulisan Alm. Drs Arabi Ahmad yang berjudul: "Bahasa Achèhkah yang mempengaruhi bahasa Melayu (Kedah...red.) atau Bahasa Melayukah yang mempengaruhi bahasa Achèh?", yang beliau tulis dalam Sinar Darussalam, sebuah majalah terbitan Universitas Syiah Kuala, Darussalam, yang belum jelas penjawabannya dari orang lain hingga kini, maka biarlah disini, saya mengulangi kembali menjawabnya bahwa, bahasa Achèhlah sesungguhnya yang mempengaruhi bahasa Melayu (Kedah) karena:

 

(1). Achèh yang telah menjalin hubungan perdagangan dengan Kedah dan mendominsasi perdagangan itu, hampir 800 tahun lamanya, sehingga terbangunlah sebuah-Social-Cultural Mark- : "Adat dan Bahasa Achèh telah mempengaruhi Adat dan bahasa Melayu (Kedah)", yang lamanya sama sebagaimana lamanya Sriwijaya (Syailendra) pernah menduduki Jawa Tengah (Jawa Mataram) selama 800 tahun, dengan -Land Mark/Social-Cultural Mark-: "Tjandi Borubudur atau Adat dan Budaya Budha Hinayana telah mempengaruhi Adat Budaya Jawa Kuno/Hindu".

 

(2). Tun Dr Mahathir Muhammad, mantan Perdana Menteri Malaysia ke-4, dalam pidato beliau pada Hari Ulang Tahun ke 30 Integrasi Sabah dan Serawak kedalam Malaysia (1962-1992) di Tawau, Sabah, diantaranya telah mengatakan bahwa: Bahasa Kedah telah menjadi bahasa bakunya bahasa Melayu, (Malaysia) dan Orang Kedah adalah berasal dari Achèh...............selanjutnya Perdana Menteri ke-1, Malaysia katanya berasal dari Ulťe 'LhťuŽ, Banda Achèh?

 

(3). Setiap penela'ahan kembali sejarah Malaysia (Malaya) maka akan terikut sama pula tertela'ahkan sejarah Achèh.Inipun akan memperjelaskan juga kedudukan dari satu untaian sejarah Achèh atau Malaysia (Malaya) yang kemudian akan menceritakan kedudukan sejarah bahasa Achèh dan sejarah bahasa Melayu (Kedah) serta pengaruhnya.

 

Dari tulisan Alm. Drs Arabi Ahmad pada Sinar Darussalam seperti terceritakan diatas itu, menerawangkan kembali ingatan saya akan beliau pula (akan orangnya), diantaranya, bagaimana terterawangkan kembali sebuah visual, sa'at ketika beliau mendemonstrasikan kecepatan gerak tangan beliau, menuliskan do'aRasulullah: Muhammad SAW, dalam aksara Arab keatas papan tulis diruangan kuliah kami, yang panjangnya lebih kurang 4 meter, yang sa'atnya hanya seperti sekilas palingan muka saja, untuk setiap barisnya, sepanjang papan yang 4 meter itu. Lagi pula beliau mampu melakukannnya seperti setengah berlari, tetapi dengan menghasilkan guratan grafik yang terbaris cantik.

 

Setelah itu, beliaupun menuturkan kuliah beliau itu. Kuliah beliau itu, agaknya sebagai suatu sesi perkenalan pertama dengan kami, sebagai dosen mata kuliah Islam:

 

Lihat kata beliau.Do'a Rasulullah ini, dalam susunan (tata) bahasa yang sangat cantik dan indah menarik, akan berubah menjadi lagu syahdu, jika dibacakan (penuh feeling) dengan alunan kelunakan dan kelemakan suara.Tetapi kata beliau lagi, kadang kala bacaan do'a seperti inipun, lama sekali baru dimakbulkan oleh Allah SWT.Do'a Nabi Idris a.s dan Nabi Musa a.s, pun baru ratusan tahun kemudian dimakbulkan Allah SWT.

 

Berlainan sekali, kalau do'anya yang datang dari syaitan dan iblis, yang hanya berupa mantera (jampi) dan sumpah-serapah, yang disampaikan oleh para dukun-dukun ahli sihir, si pengamal do'a syaitan dan iblis, akan sangat cepat termakbulkan!

 

Saya tidak menanyakan kepada Alm. Drs Arabi Ahmad, dosen saya itu, apakah jenis do'a atau mantera (jampi), sumpah-serapah yang dibaca-bacai oleh Joseph Stalin ketika tentara Jerman hampir mendekati kegerbang kota Staliningraad (St. Petersburg)?

 

Apakah do'anya berupa: Mantera (jampi), sumpah-serapahnya juga datang dari syaitan atau sblis?Atau pada tuhan manakah dia itu, telah memanjatkan do'anya ataupun melemparkan mantera (jampi), sumpah-serapahnya, sehingga dengan cepat termakbulkan dan mengakibatkan sebahagian besar tentara Jerman, rebah terbungkus salju dan pada bergelimpangan mati kaku, dalam kebekekuan sejuk. Joseph Stalin disebut juga si Syaitan Besar!Si Iblis Pemberingis...!

 

Alm. Drs Arabi Ahmad, mendemonstrasikanlah do'a-do'a syaitan atau iblis, berupa mantera (jampi), sumpah-serapah dari para dukun-dukun ahli sihir dan sipengamal do'a syaitan atau iblis, yang selalu dipanjatkan kepada syaitan atau iblis, dengan menuliskannya kepapan tulis yang sama, dalam bahasa Melayu dan/ kedalam bahasa Melayu.

 

Lihat juga ini, kata beliau, yang ini, yang dalam bahasa Melayu: Tuturan bahasanya, dapat kita lihat tidak berkaruan susunan kalimatnya, tidakpun bertata bahasa, dan malahanpun ada pula baris-barisan do'anya, yang berupa mantera (jampi), sumpah-serapah yang susah untuk dipahami.Tetapi kalau dipanjatkan/dilemparkan do'a, mantera (jampi), sumpah-serapah ini, oleh para dukun-dukun ahli sihir atau si pengamal do'a syaitan atau iblis, maka akan segera termakbulkan.

 

Kita akan menjadi takjub, ketika beliau, siapa yang digelar sebagai sarjana alam di kalangan sarjana-sarjana di Darussalam, apabila sa'at beliau memperdengarkan bacaaan dan kecepatan menuturkan kumpulan do'a, mantera (jampi), sumpah-serapah dari para dukun-dukun ahli sihir atau si pengamal do'a syaitan atau iblis.

 

Beliau menyatakan pula bahwa, beliau sanggup menghafal luar kepala semua do'a-do'a dan mantera (jampi), sumpah-serapah dari para dukun-dukun ahli sihir dan pengamal do'a-do'a syaitan atau iblis, yang pernah beliau ketahui, yang ribuan banyaknya itu.

.....................................................................

Lantas bagaimana dengan "do'a"-nya si Puteh Sarong "alumnus" dari University of Warwick @ si Mustafa Abubakar, Bapak Gubernur Aceh di Australia itu, yang berupa mantera (jampi), sampah serapah mirip jenis yang digunakan para dukun-dukun ahli sihir dan pengamal do'a-do'a syaitan atau iblis, yang dikatakan oleh Ka(r)bala, sebagai do'a ureung djak meula-õt?Bisakah pula untuk disamakan dengan do'a jailangkung?

 

Siapa-siapakah yang lain, yang akan mau mengamalkannya?Seandainya dia sudah kekenyangan mengamalkannya sendiri...?

 

Suruhkan dia melemparkannya saja ke Mubazir si Komunis di Perancis dan ke SP Saprudin, si Pengemis, di Kolongan Jembatan, di Jakarta sana atau ke Mathius Dharminta Jawa Pos (bagaimana pula dengan Jawa Majapahit?) si Kolonialis, di Surabaya , yang berkemungkinan saja, mereka bertiga akan suka mengamalkannya, karena jenis do'anya, si Puteh Sarong "alumnus" University of Warwick @ si Mustafa Abubakar, Bapak Gubernur Aceh di Australia itu, berupa mantera (jampi), sumpah- serapah itu, hanya berprasyaratkan dengan prasyarat paling ringan dan mudah, yang dimustikan, hanya bermula dengan meneguk kopi tubrok seteguk, njang barŰŽ ditjawoŽ-tjawoŽ deungŰn djaro djawi (a?) djih!

 

Bagi diri saya, tidaklah menjadi soal dengan kopi tubroknya, walaupun sekental manapun, sekalipun mungkin termabok dan suhunya sampai bisa menubrok kuda kepang, pengunyah beling botol pecah, yang sedang lari terbang, yang termabokan asap kemenyan bakaran, untuk hidangannya serupa itu, karena saya orangnya bukan sipengopi, entah orang lain!Kalau saya tidak menjamah hidangan kopi tubrok sajiannyapun, sudah pasti dia nantinya akan meneguk sendiri dan akan mabok terbius, sebagaimana dengan kesamaan do'a, mantera (jampi), sumpah-serapahnya itu, berbalik seperti bumerang, seperti yang kita sebut berikut-ikut di alenia lain.

 

Sebagaimana diketahui, para penghasil obat bius, akan memilih kopi sebagai sumber material pengganti, karena material tradisionil seperti sebelumnya, kini sudah terlarang pengedarannya, kecuali yang tidak terlarang membancuh kopi tubrok seperti hidangan si Puteh Sarong "alumnus" University of Warwick @ Mustafa Abubakar, Gubernur Aceh di Australia untuk mengancam akan membius Omar Puteh, seperti terbaca pada e-mail kirimannya.

 

Do'anya si Puteh Sarong "alumnus" University of Warwick @ si Mustafa Abubakar, Bapak Gubernur Aceh di Australia itu, mirip degan jenis do'a, mantera (jampi), sumpah-serapah yang diamalkan oleh para dukun-dukun ahli sihir dan si Pengamal do'a syaitan dan iblis, kalau melihat pada susunan bahasanya yang kerewat-kerewot itu, hasil "ciptaan" dari orang yang benak-kepala dan jiwanya yang sedang sewot!.

 

Mudah-mudahan si Puteh Sarong "alumnus" University of Warwick itu, tidak menjadi si Syaitan Besar dan si Mustafa Abubakar, Gubernur Aceh di Australia itu pula, tidak menjadi si Iblis Pemberingis, sekalipun akan termakan kutukan do'a, mantera (jampi), sumpah-serapah dari syaitan dan iblisnya sendiri, yang sekarang sedang terus menenggek di benaknya, di jantungnya, di hatinya dan bergayut-gayutan di jiwanya!

 

Semua orang di seluruh dunia sudah maklum dan memakluminya bahwa, si Puteh Sarong "alumnus" University of Warwick @ si Mustafa Abubakar, Gubernur Aceh di Australia, memang sedang diserang penyakit Kanker Mental Ganas!

 

Mengapakah dikatakan demikian?Coba simak dengan cermat, setiap hari dan besoknya dan lusanya dan lusa rayanya, apakah cuaca sedang buruk ataupun sedang cerah, atau apakah hurricane sedang melanda tidak dia kira, yang dia akan hanya mempastikan bahwa, dirinya akan menjalankan tugas memaki, mencarut dengan seluruh kapasiti, seperti kapasiti janji setan dan iblis!!!

......................................................................

Kemudian saya akan juga merespon tulisan: PERNYATAAN-NYA dari si Mustafa Abubakar, Gubernur Aceh di Australia @ si Puteh Sarong "alumnus" University of Warwick,

 

(A).Tetapi terlebih dahulu saya akan menanyakan prihal si Puteh Sarong "alumnus" University of Warwick @ si Mustafa Abubakar Gubernur Aceh di Australia:Siapa-siapakah yang lain yang datang kesana, ke Australia yang pernah mengalami tahanan dan penderaan dari Penjajah Indonesia Jawa selain dua orang teman dibawah ini + mantan Ketua PII Pusat yang telah pernah terbai'at?Karena, sekarang ini kita lihat dia coba mengaok-ngaok besar tentang "perjuangan" kemerdekaannya, supaya dia bisa saya suruh berdiskusi.Jawabkanlah pertanyaan saya ini.

 

Saya hanya mengetahui di Australia:

 

(1). Yang awal pernah ditahan dan didera bersama Drs Hasbi Abdullah, siapa sekarang ini, telah tercalonkan dalam perebutan Pilkada adalah Marwan Yatim, sebagaimana dia sendiri, pernah menceritakan kepada saya, ketika di suatu pagi hari, sekitar pukul 5 pagi buta (waktu Stavanger, Norge) pernah memintakan saya agar....bla, blaaa blaaaa dan blaaaaa blaaaaaaaa!

 

(2). Yang awal kedua, pernah ditahan dan didera adalah Drs Nurdin Abdurarahman Armada, yang juga pernah menjadi anggota tim perunding di MoU Helsinki, Finlandia, baru-baru ini.

 

(3-a). Yang lain, walaupun belum pernah ditahan atau didera oleh Penjajah Indonesia Jawa dan yang tidak pernah terlibat dengan Achèh Merdeka, kecuali pernah minta dibai'atkan oleh Tengku Razak Tiro sebagai anggota Government of Achèh Merdeka (GAM) adalah:Drs Chalidin Yakob.

 

Yang dokumen bai'atnya hilang dari tempat titipan saya, di sebuah rumah di Batu 6, Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia, yang kemudian baru saja saya sadari, sebaik saja terberita bahwa, dia telah berlepas ke Australia.Dia terbai'atkan selepas menolak Pancasila sebagai dasar perjuangan PII, ketika dia menjabat Ketua PII Pusat.

 

Saya mula mengenalnya pertama sekali, ketika dia balik dari lawatan ke Pakistan ditahun 1984, di rumah kediaman Rahman B A, di Petaling Jaya, Malaysia (alumnus Fakultas Ekonomi, liting pertama, dari Universitas Syiah Kuala), dirumah mana kami juga pernah dipertemukan dengan Drs Nurdin AR, Bupati PidiŽ ( Bupati Penjajah Indonesia di Achèh yang pertama sekali mengimport Jawa Transmigrasi ke wilayah Kabupaten PidiŽ), bersama Teuku Don Zulfahri @ Don Gigilo @ Habib Adam @ Don Malindo @ Don Lempap, yang kemudian terlantik sebagai Sekjen MP GAM.

 

Dia menceritakan kepada kami bahwa, hanya gerakan perjuangan kemerdekaan yang paling disangsikan di Indonesia adalah RMS, sebagai kampanye bodohnya terhadap GAM di Malaysia ketika itu!

 

Saya menjawabnya: Saya tidak akan mengatakan sebagaimana yang telah dituturkan oleh Tengku Hasan di Tiro, tetapi akan saya mengatakan sebagaimana apa yang telah pernah dituturkan oleh oleh Prof Dr Ruslan Abdul Gani, siapa yang telah mengatakan bahwa, Wilayah bergolak yang paling disangsikan adalah: (1) Achèh dan (2) Papua Barat (Irian Barat dalam sebutannya). Saya tidak menyebutkan tentang Timor Timur.

 

Sebaik saja, saya selesai mengutarakan pendapat Prof Dr Ruslan Abdul Gani itu, dia pun bangkit melompat, lantas masuk kedalam toilet rumah itu, ditempat mana kamimasih sedang berdiskusi dan kelihatan diapun tidak keluar-keluar dari sana, begitu lama sekali, ....tersakit perutkah dia, dengan pengutaraan saya itu?Lantas diskusipun habis pula begitu saja, disebabkan klimak "lompatan toilet-nya"?

 

(3-b). Ketika dia menemukan saya, dikediaman saya bawaan seorang teman. Tetapi baru saja beberapa sa'at kami berdiskusian, datang seseorang menjemputnya, siapa yang bernama Hadi Usman SamponiŽt, yang sebelumnya pernah tinggal bersama saya, yang kemudian menjadi juru dakwah "Trio Wirit Yasin, model Wirit Yasin kumpulan Teuku Don Zulfahri (Malindo) MP GAM" dan telah menjadi rakannya Lukman Thaib dan Teuku Don Zulfahri, MP GAM.

 

(3-c). Setelah Drs Chalidin Yakob mendapat pembai'atan dia pernah dipopong ke Kampung Kayu Ara Achèh, Malaysia.Saya dengar pembicaraannya, tetapi tidak sedikitpun memberikan pengomentaran, kecuali menegurnya: Mengapakah sampai menuturkan bahasa "indonesia" kamu itu dimedok-medokan dan aksennya-pun disetel-setel gaya Jakarta....?

 

(4). Puteh Sarong "alumnus" University of Warwick @ Mustafa Abubakar, Gubernur Aceh, di Australia,sebagaimana dia selalu menyodorkan kiriman-kirimane-mailnya yang anti MoU Helsinki, Findlandia.

 

Kepada saudara Marwan Yatim, Drs Tengku Nurdin Abdurahman Armada dan Drs Chalidin Yakob, saya harap dapatlah kiranya saudara-saudara menolong saya agar dapat memberitahukan saya dan bangsa Achèh diseluruh dunia, siapakah sebenarnya si penderita Kanker Mental Ganas itu, yang pengamal do'a, mantera (jampi), sumpah-serapah dari syaitan dan iblis, yang kini bertopengkan dengan:"Si Puteh Sarong "alumnus" University of Warwick @ si Mustafa Abubakar, Gubernur Aceh di Australia"Terima kasih sebelumnya.

 

Begitupun, walau saya sebagai penyokong kuat MoU Helsinki, Finlandia, suatu taktik pintas dari kemenangan Tim Perunding Negara Achèh Sumatra (Government of Achèh Merdeka) yang diklafikasikan sebagai suatu pencapaian diplomatik kapasiti, yang paling briliant, yang paling cemerlang, yang telah sanggup mengubah status :

 

(a). Dua Mantan Presiden Penjajah Indonesia Jawa ke-4: Gusdur Abdurrahman Wahid dan mantan Presiden Penjajah Indonesia Jawa ke-5: Megawati Soekarno Putri, menjadi masing-masing sebagi Presiden (Ketua) dan Wakil Presiden( W/ Ketua) Kambing-Kambing Congek Indonesia Jawa, dengan anggota-anggotanya:Mantan Wk/ Presiden Penjajah Indonesia Jawa, mantan Menteri Kehakiman, mantan Ketua Golkar, mantan sekumpulan Jenderal-Jenderal dan segerombolan lainnya dari Penjajah Indonesia Jawa.

 

(b). Kepala Daerah/KDH Propinsi Achèh menjadi Self Government: Kepala Pemerintah Achèh.

 

(c). Tumpukan tinggi Milisi-Milisi/Pengkhianat-Pengkhianat bangsa Achèh terhadap Negara Achèh Sumatra (Government of Achèh Merdeka/GAM) dan bangsa Achèh dari level ketinggian menggunung menjadi tumpukan segepalan, terutama di Achèh.Milisi-Milisi di luar negeri, sudah tidak berstatus lagi, karena sekarang sudah pada diserangi kanker mental.

 

(d). "Pengkhianat-Pengkhianat Achèh", yang sedang bertukar menjadi si "Pemancing Di Air Keruh": Yang sekelompok menyanggah Mou Helsinki, Findlandia sedang sekelompok lain menggaet keuntungan dari MoU helsinki, Finlandia itu sendiri, seperti contoh si Eddy Lamno Suhery, yang telah berobah dari perkataan dantingakh perbuatan sebelumnya ketika di Achèh dan di Malaysia, berbanding dengan ketika dia kini di Amerika, setelah mengangkat tinggi kedua ikatan cocang rambut panjangnya, yang kenyataannya terfakta seperti seorang munafik atau hipokrit, yang sekarang pula menamakan dirinya sebagai Juru bicara Komite Persiapan Kemerdekaan Achèh Demokratik, New York.

 

(B-a). Saya akan memagarkan diri saya dengan pagar view kuat-nya Abusisia: "MoU (Helsinki, Finlandia) adalah bentuk Persepahaman, bukan Kerjasama dan bukan Perdamain": abusisia@yahoo.com.

 

(B-b). Saya juga akan memagarkan diri saya dengan pagar view kuat-nya dari Tengku Ahmad Hakim Sudirman sebagaimana dapat kita baca pada http://www.dataphone.se/~ahmad , yang tanggapan dan analisa-analisa beliau, sekarang ini sedang menjadi rebutan para penganalis-penganalis politik dari lembaga-lembaga riset bio-sosiologi Penjajah Indonesia Jawa.

 

Saya bisa pastikan yang paling serakah, mengutip tulisan Tengku Ahmad Hakim Sudirman adalah Lukman Thaib, si plagiator itu!

 

(Bersdambung:PLUS I + BERDO'A DAN BERBACA-BACAAN DO'A)

 

Omar Putťh,

 

Norway.

om_puteh@yahoo.com

----------

 

Puteh Sarong "alumnus" University of Warwick @ Mustafa Abubakar

 

From: Mustafa Abubakar gubernuraceh@yahoo.co.id

Date: 31 augusti 2006 04:43:45

To: IACSF@yahoogroups.com, om_puteh@yahoo.com, lantak@yahoogroups.com, iacsf@yahoogroups.com, fundamentalis-owner@yahoogroups.com, ppdi@yahoogroups.com, ir_amie@yahoo.se, permas_sweden@yahoo.se, internationalachehnesecommunity@gmail.com

Subject: ęPPDiĽ PERNYATAAN DAN DOA BANGSA ACEH YANG MASIH CINTA KEMERDEKAAN

 

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatu llah hi wabarakatuh.

 

Kami Bangsa Aceh yang masih cintakan kemerdekaan untuk Negara dan Bangsa Aceh, dengan ini menyampaikan Pernyataan dan Doa:

 

PERNYATAAN:

 

1. Kami Bangsa Aceh yang masih setia kepada amanah perjuangan, menentang MoU Helsinki yang telah menjual maruah Bangsa Aceh kepada penjajah indonesia jawa dan telah menggugurkan perjuangan dan tuntutan merdeka untuk Negara dan Bangsa Aceh;

 

2. Kami menentang pengkhianat-pengkhianat perjuangan Bangsa Aceh tersebut sama dengan menentang penjajah indonesia jawa;

 

3. Kami juga menentang pengkhianat-pengkhianat perjuangan yang pada hari ini sedang gila merebut pangkat dan kursi di bawah kekuasaan penjajahan penjajah indonesia jawa.

 

DOA:

 

1. Kami berdoa semoga Bangsa Aceh yang masih tetap niat dan cita-citanya untuk memperjuangkan kemerdekaan kepada Negara dan Bangsa Aceh supaya selalu mendapat hidayah, petunjuk dan kekuatan dalam perjuangan;

 

2. Kami Bangsa Aceh yang masih memegang amanah perjuangan, selalu berdoa semoga Allah menghancurkan mereka yang telah mengkhianati amanah perjuangan dan pada hari ini sedang gila memperebutkan kekuasaan dan pangkat di bawah kekuasaan penjajah indonesia jawa;

 

3. Kami Bangsa Aceh yang masih setia kepada amanah perjuangan Aceh Merdeka, selalu berdoa semoga Allah mendatangkan tsunami ke 2 atau bala yang lebih dahsyat lagi, untuk menghapuskan dan menjahanamkan mereka yang telah meninggalkan amanah perjuangan Aceh Merdeka, mereka yang sedang merebut kekuasaan dan pangkat dibawah kekuasaan penjajah indonesia jawa, mereka yang turut memberikan sokongan dan ikut mencalonkan dirinya sebagai pemimpin dalam Pilkada, mereka yang menipu dan mencari kesenangan dan kemewahan di atas penderitaan Bangsa Aceh.

 

Semoga Allah Taala menghancurkan dan menjahanamkan semua pengkhianat-pengkhianat dan mereka yang masih tunduk dan patuh kepada laknat penjajah indonesia jawa.

 

Sekian dan wassalam.

 

P/S:

PUE NA SOE BANTAH? ATAWA BEUKREUH LOM IE KUPI LON TUAN TJAWO?

 

MEUNUROT LON HANA SOKONG PERDAMAIAN DAN PERJANJIAN NGON BUI DJAWA NJAN. PUE PASAI TADJAK MEUDAMEI NGON BUI DJAWA NJAN, OH LHEUH NJAN MANTONG TADJAK DUEK DI MIJUB PEURINTAH BUI NJAN. PUE PASAI TADJAK SEURAH NANGGROE ATJEH KEU BUI DJAWA. ADAK MATE BEUABEH BANSA ATJEH DJIPOH KAKEUH KEUDEH. NJAN LEUBEH GET SJAHID TEUH. ASAI GEUTANJOE BANSA ATJEH BEK TADJAK SEURAH DROE TEUH KEUBUI DJAWA.

 

NJAN NJANG DJINOE DJAK TJALON DROE KEU WAKI BUI DJAWA DI ATJEH, NJAN DILEI TJOK KOH TAKUE, SEUBEI SADJAN BUI DJAWA. GEUGEUTANJOE BANSA ATJEH LAEN DUM ABEH MALEI GARA-GARA BUI NJAN DUM DJAK MEURUPAH KEU PANGKAT GUBERNUR & WAKI GUBERNUR BUI DJAWA DI ATJEH.

 

NJOE UREUNG LUA ABEH DJISURAK DJINONTON PEASAN BUI NJAN DUM TEUNGOH MEUREUBOT PANGKAT BAK BUI DJAWA.

----------