Stockholm, 12 September 2006.

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

REFRESENTATIF GAM DI AMM, IRWANDI YUSUF PERLU SEGERA DITARIK DARI AMM.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

KARENA WAKIL GAM DALAM ACHEH MONITORING MISSION IRWANDI YUSUF TIDAK MENJALANKAN TUGASNYA SESUAI DENGAN MOU HELSINKI, MAKA IA PERLU SEGERA DITARIK DARI AMM.

 

”Melihat dari segi etika Irwandi harus segera mungkin ditarik posisi Refresentatif GAM di AMM, karena tidak bisa satu orang menjabati dua posisi pokok, terutama yang menyangkut dengan kepentingan bangsa. IRNA telah melakukan pengkhianatan besar terhadap perjuanga GAM dan rakyat Aceh secara umum.”(Suadi Laweueng, suhadi_laweung@yahoo.com , Fri Sep 08 21:07:44 2006)

 

Setelah membaca hasil buah pikiran saudara Suadi Laweueng di Banda Acheh yang dikirimkan kepada Ahmad Sudirman dan telah dipublikasikan dengan judul tulisan ”Suhadi Laweung: IRNA telah melakukan pengkhianatan besar terhadap perjuangan GAM dan rakyat Aceh secara umum” ( http://www.dataphone.se/~ahmad/060908b.htm ) pada tanggal 8 Setember 2006, yang menyangkut masalah saudara Irwandi Yusuf yang merupakan wakil dari GAM dalam Acheh Monitoring Mission (AMM) di Banda Acheh, Acheh, maka timbul dalam pikiran Ahmad Sudirman satu tanda tanya besar, yaitu apakah saudara Irwandi Yusuf yang telah mendeklarkan dirinya untuk tampil sebagai calon Kepala Pemerintah Acheh dalam Pemilihan Kepala Pemerintah Acheh pada tanggal 11 Desember 2006 bisa menjalankan tugasnya secara baik, jujur dan adil sebagai wakil GAM dalam Acheh Monitoring Mission (AMM) atau Misi Monitoring Acheh yang tugasnya membawa misi dan visi GAM sebagaimana yang tertuang dalam MoU Helsinki?

 

Kalau membaca dan mempelajari tentang hal dibentuk dan tugas Acheh Monitoring Mission (AMM) sebagaimana yang tertuang dalam MoU Helsinki, maka terbaca sebagiannya yaitu ”Misi Monitoring Acheh (AMM) akan dibentuk oleh Uni Eropa dan negara-negara ASEAN yang ikut serta dengan mandat memantau pelaksanaan komitmen para pihak dalam Nota Kesepahaman ini. (MoU, 5.1. Misi Monitoring Acheh) dengan tugas ”d) memantau situasi hak asasi manusia dan memberikan bantuan dalam bidang ini. e) memantau proses perubahan peraturan perundang-undangan. f) memutuskan kasus-kasus amnesti yang disengketakan. g) menyelidiki dan memutuskan pengaduan dan tuduhan pelanggaran terhadap Nota Kesepahaman ini. h) membentuk dan memelihara hubungan dan kerjasama yang baik dengan para pihak.” (MoU , 5.2. Tugas AMM)

 

Nah, dari GAM sebagai salah satu pihak penandatangan MoU Helsinki telah mengirimkan saudara Irwandi Yusuf sebagai salah seorang wakil GAM untuk duduk dalam  Misi Monitoring Acheh ini guna menjalankan tugas Misi Monitoring Acheh sebagaimana yang tertuang dalam MoU Helsinki.

 

Karena, tugas yang diemban oleh Misi Monitoring Acheh adalah cukup berat dan padat yang menuntut pemikiran, kebijaksanaan dan kejujuran dari berbagai pihak, maka wakil dari GAM yang ditugaskan untuk mengemban dan menjalankan tugas Misi Monitoring Acheh harus berada dalam koridor dan kerangka tugas Misi Monitoring Acheh yang telah ditetapkan dalam MoU Helsinki.

 

Nah, kalau wakil GAM dalam Misi Monitoring Acheh, seperti saudara Irwandi Yusuf yang telah mendeklarkan dirinya sebagai  calon Kepala Pemerintah Acheh dalam Pemilihan Kepala Pemerintah Acheh pada tanggal 11 Desember 2006, maka misi dan visi GAM yang harus diemban dan dijalankan oleh saudara Irwandi Yusuf  akan pincang dalam pelaksanaannya. Mengapa ?

 

Karena, wakil GAM dalam Misi Monitoring Acheh harus berada ditengah, artinya harus netral ketika memutuskan kasus-kasus amnesti yang disengketakan dan ketika menyelidiki dan memutuskan pengaduan dan tuduhan pelanggaran terhadap MoU.

 

Nah sekarang, karena dalam pemantauan proses perubahan peraturan perundang-undangan, dalam hal ini UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh masih banyak pasal-pasal didalamnya yang bertentangan dan yang dibuang dari MoU Helsinki yang sekarang sedang dalam proses pengembalian dan pengrevisian oleh pihak Pemerintah RI dan dikonsultasikan kepada DPR RI, maka saudara Irwandi Yusuf sebagai wakil GAM dalam Misi Monitoring Acheh akan menghadapi kesulitan dalam tugasnya tersebut disebabkan saudara Irwandi Yusuf yang seharusnya bekerja untuk melakukan pemantauan proses perubahan peraturan perundang-undangan untuk tercapainya pengerevisian UU No.11 tahun 2006 tersebut, ternyata saudara Irwandi Yusuf secara langsung sudah melanggarnya dengan cara pendeklarasian dirinya sebagai calon Kepala Pemerintah Acheh dalam Pemilihan Kepala Pemerintah Acheh pada tanggal 11 Desember 2006. Artinya, saudara Irwandi Yusuf yang seharusnya mengemban tugas menjalankan proses pengerevisian UU No.11 tahun 2006 melalui jalur Misi Monitoring Acheh dan diserahkan kepada pemerintah RI, tetapi dalam kenyataannya saudara Irwandi Yusuf sebagai wakil GAM justru mengabaikan atau tidak mempedulikan secara langsung tugas Misi Monitoring Acheh dengan cara menerima langsung UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh tersebut.

 

Disamping itu, karena saudara Irwandi Yusuf sudah secara langsung menceburkan diri dalam kancah politik, terutama dalam masalah persiapan dan kampanye pemilihan Kepala Pemerintah Acheh yang menyita waktu yang banyak, sedangkan tugas dari Misi Monitoring Acheh adalah cukup berat, intensif dan penuh kerutinan, maka sudah pasti bahwa misi dan visi GAM sebagaimana yang tertuang dalam MoU Helsinki yang seharusnya diemban oleh saudara Irwandi Yusuf dalam Misi Monitoring Acheh akan terbengkalai dan akan merugikan kepada kelangsungan hidup MoU yang telah disepakati oleh pihak GAM dan pemerintah RI sebagai dasar hukum terwujudnya perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak.

 

Jadi, berdasarkan alasan-alasan itulah, mengapa timbul pertanyaan Ahmad Sudirman diatas tersebut. Dan karena itulah, Ahmad Sudirman melihat, memperhatikan dan menganalisa bahwa sebaiknya saudara Irwandi Yusuf ditarik dari Misi Monitoring Acheh digantikan oleh wakil GAM yang secara penuh dan tanggung jawab bisa menjalankan tugas Misi Monitoring Acheh untuk terlaksananya MoU Helsinki dilapangan sebagaimana yang telah disepakati oleh pihak GAM dan pemerintah RI.

 

Terakhir, memang bisa dimengerti dan dipahami sekarang berdasarkan uraian diatas, mengapa saudara Suadi Laweueng di Banda Acheh menyarankan bahwa saudara ”Irwandi harus segera mungkin ditarik posisi Refresentatif GAM di AMM, karena tidak bisa satu orang menjabati dua posisi pokok, terutama yang menyangkut dengan kepentingan bangsa.”

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

---------