Stockholm, 16 September 2006.

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

MEREKA YANG DIPAKAI RI UNTUK MEMENGGAL GAM DAN KPA DARI PIMPINAN TERTINGGI TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MENGUPAS SEDIKIT MEREKA YANG DIPAKAI RI UNTUK MEMENGGAL GAM DAN KPA DARI PIMPINAN TERTINGGI TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO.

 

”Cut Seulanga, Anda sok tahu. Masalah tugas saya di AMM, TNA lebih tahu.  Saya juga sangat gembira jika ada yang hendak menggantikan posisi saya mewakili GAM di AMM. Saya rasa sulit sekarang memperoleh orang yang mau kerja berat tapi gratis. Kalau Pocut atau siapapun yang lain bersedia menggantikan saya, saya akan upayakan persetujuan dari pimpinan GAM untuk Anda.” (Hanakaru Hokagata, albiruny@gmail.com , 12 september 2006 11:18:04)

 

”Irwandi sendiri sebenarnya harus tau, apa saja tugasnya di AMM? Dalam MoU Helsinki para pihak yang ikut menandatangani, mempunyai perwakilannya di AMM, kebetulan saja sdr. Irwandi mewakili GAM. Jika saudara tetap saja fokus ke PILKADA tanpa menanggalkan AMM, apakah yang akan terjadi di Aceh, terutama dalam rangka merevisi Undang Undang Pemerintahan Aceh (UU PA) dengan Nomor 11 tahun 2006.” (pocut_seulanga, pocut_seulanga@yahoo.com ,12 september 2006 09:46:49)

 

Pada hari Jumat, 15 September 2006 Ahmad Sudirman mendapat e-mail dari pihak Panitia Aksi Bersama Penyelamatan UU-PA dan MoU Helsinki 15 Agustus 2006 saudara Muhammad MTA sebagai Koordinator Aksi Bersama melalui jalur Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA), tentang akan dilakukannya  “aksi delegasi perwakilan dari 17 Wilayah di seluruh Acheh ke kantor GAM, RI dan AMM untuk menyerahkan Petisi dan UU-PA Versi Rakyat Acheh serta meminta pertanggungjawaban GAM, RI serta AMM terhadap pengabaian aspirasi dan hak-hak rakyat Acheh” pada hari ini Sabtu, 16 September 2006.

 

Dimana dalam Aksi Bersama Penyelamatan UU-PA dan MoU Helsinki itu disamping akan menyerahkan Petisi dan UU-PA Versi Rakyat Acheh serta meminta pertanggungjawaban GAM, RI serta AMM terhadap pengabaian aspirasi dan hak-hak rakyat Acheh, juga akan dilakukan pembakaran UU-PA versi RI yang tidak sesuai dengan MoU Helsinki.

 

Ketika Ahmad Sudirman membaca apa yang disampaikan oleh saudara Koordinator Aksi Bersama, saudara Muhammad MTA, kemudian dihubungkan dengan Ketua  Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA), saudara Muhammad Nazar dan juga dikaitkan dengan Refresentatif GAM di AMM (Aceh Monitoring Mission), saudara Irwandi Yusuf, maka timbul pertanyaan dalam pikiran Ahmad Sudirman yaitu apakah pihak Irwandi Yusuf sebagai wakil GAM di AMM mampu secara konsekuen, adil dan bijaksana sebagaimana yang telah diembankan dalam tugas yang telah disepakati MoU Helsinki untuk melakukan pemantauan proses perubahan peraturan perundang-undangan dalam hal ini UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh, menyelidiki dan memutuskan pengaduan dan tuduhan pelanggaran terhadap MoU Helsinki serta membentuk dan memelihara hubungan dan kerjasama yang baik dengan pihak GAM dan RI?

 

Nah, kelihatannya dari sikap dan tindakan politik yang telah dijalankan oleh saudara Irwandi Yusuf, kalau dihubungkan dengan adanya  Aksi Bersama Penyelamatan UU-PA dan MoU Helsinki akan sulit untuk dijalankan oleh saudara  Irwandi Yusuf. Mengapa ?

 

Karena, berdasarkan fakta, bukti dan hukum, saudara Irwandi Yusuf telah menerima secara total isi UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh yang sebagian pasal-pasalnya bertentangan dengan MoU Helsinki melalui cara pendeklaran dirinya sebagai calon Kepala Pemerintah Acheh dalam pemilihan Kepala Pemerintah Acheh pada tanggal 11 Desember 2006 dibawah payung hukum UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh.

 

Nah, dengan saudara Irwandi Yusuf sudah menerima secara hukum  UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh, maka akan sulit baginya untuk menjalankan tugas sebagai wakil GAM di AMM guna melakukan pemantauan proses perubahan peraturan perundang-undangan dalam hal ini UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh dan menjalankan tindakan politiknya kepada pihak pemerintah RI dan DPR RI.

 

Misalnya, ketika pihak Koordinator Aksi Bersama, saudara Muhammad MTA yang hari ini menyerahkan petisi, pengrevisian UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh untuk disesuaikan dengan MoU Helsinki, meminta pertanggungjawaban GAM, RI serta AMM terhadap pengabaian aspirasi dan hak-hak rakyat Acheh, maka akan sulit bagi saudara Irwandi Yusuf untuk menjalankan dan melaksanakan apa yang dituntut dan dimintakan oleh pihak rakyat Acheh yang ditunjukkan dalam Aksi Bersama Penyelamatan UU-PA dan MoU Helsinki.

 

Begitu juga, bagi Ketua Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA), saudara Muhammad Nazar yang telah menceburkan diri kedalam kancah politik dengan menerima secara penuh UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh melalui pendeklarasian dirinya sebagai calon wakil Kepala Pemerintah Acheh dalam pemilihan wakil Kepala Pemerintah Acheh pada 11 Desember 2006 akan sulit untuk menjalankan dan melaksanakan keingina  rakyat Acheh yang dituangkan dalam petisi dan tuntutan untuk segera dilakukan pengrevisian UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh yang sebagian pasal-pasalnya bertentangan dengan MoU Helsinki.

 

Jadi kalau menurut pendapat Ahmad Sudirman, dengan telah lumpuhnya wakil GAM di AMM, maka akan sulit untuk pihak GAM melalui AMM untuk melakukan tuntutan dan aksi politik pengerivisian UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh  guna disesuaikan dan diacukan pada MoU Helsinki kepada pihak pemerintah RI.

 

Nah, kalau pertimbangan diatas dihubungkan dengan apa yang dikatakan oleh saudara Irwandi Yusuf: “Saya juga sangat gembira jika ada yang hendak menggantikan posisi saya mewakili GAM di AMM. Saya rasa sulit sekarang memperoleh orang yang mau kerja berat tapi gratis” (Hanakaru Hokagata, albiruny@gmail.com , 12 september 2006 11:18:04), maka kelihatan makin jelas, bahwa saudara Irwandi Yusuf sudah tidak lagi memiliki motivasi yang tinggi dalam hal ideologi perjuangan GAM dan sudah kelihatan makin tergiur dengan uang dan kedudukan yang basah.

 

Jadi, kalau wakil GAM di AMM sudah tidak memiliki motivasi tinggi dalam ideologi perjuangan GAM dan sudah tergiur dengan uang dan kedudukan yang basah, maka  sudah dipastikan bahwa ia akan jatuh kedalam dekapan kelompok yang memiliki kekuatan dana yang kuat dan memiliki tempat kursi kekuasaan yang empuk.

 

Nah sekarang, berdasarkan apa yang dijelaskan diatas, kita dapat mengambil garis lurus bahwa Aksi Bersama Penyelamatan UU-PA dan MoU Helsinki 15 Agustus 2006 yang dikoordinasi oleh saudara Muhammad MTA bersama Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) pada hari ini, hasilnya adalah hanya sekedar lembaran kertas yang berisikan tulisan pasal-pasal UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh menjadi abu karena dibakar, tetapi tidak akan mampu menjadi senjata untuk memukul pihak pemerintah RI dan DPR RI guna merevisi pasal-pasal dalam UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh yang bertentangan dengan MoU Helsinki.

 

Selama Wakil GAM di AMM sudah keluar dari apa yang telah ditetapkan dalam MoU Helsinki, maka kekuatan hukum yang dimiliki oleh AMM akan lumpuh dalam hal fungsi dan tugas untuk pemantauan proses perubahan peraturan perundang-undangan dalam hal ini UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh dan menjalankan tindakan politiknya kepada pihak pemerintah RI dan DPR RI.

 

Terakhir, apabila pemilihan Kepala Pemerintah Acheh tetap akan dijalankan dibawah payung UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh yang pasal-pasalnya bertentangan dengan MoU Helsinki, maka sudah bisa dipastikan apa yang telah disepakati dalam MoU Helsinki yang menyangkut perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan, bermartabat bagi semua pihak akan runtuh. Tentu saja, pihak pemerintah RI sudah menyiapkan orang-orang yang bisa dipakai sebagai ujung tombak dan tali penjerat bagi pihak KPA dan GAM melalui pemenggalan KPA dan GAM dari pimpinan tertinggi-nya, yaitu Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Sekarang sudah kelihatan oleh kita bersama, orang-orang yang ada dalam tubuh GAM, seperti saudara Irwandi Yusuf, saudara Sofyan Dawood, saudara Munawarliza Zein dan yang lainnya telah dijadikan rencong oleh pihak pemerintah RI untuk menjegal dan memutuskan tali hubungan politik dan organisasi dalam GAM dan KPA dari pimpinan tertinggi GAM teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Mohon Peliputan Aksi Protes di Pendopo Gubernur Acheh.

 

Kepada Yth,

Kawan-kawan Wartawan

di Tempat

 

Salam Perjuangan!

 

Panitia Aksi Bersama Penyelamatan UU-PA dan MoU Helsinki 15 Agustus 2006 yang lalu akan melakukan aksi delegasi perwakilan dari 17 Wilayah di seluruh Acheh ke kantor GAM, RI dan AMM untuk menyerahkan Petisi dan UU-PA Versi Rakyat Acheh serta meminta pertanggungjawaban GAM, RI serta AMM terhadap pengabaian aspirasi dan hak-hak rakyat Acheh, dalam aksi damai ini juga massa perwakilan dari setiap wilayah ini akan membakar UU-PA versi RI yang tidak sesuai dengan MoU Helsinki sebagai bentuk protes rakyat Acheh pada hari sabtu tanggal 16 September 2006, pukul 13:30 wa s/d selesai, tempat di Meuligoe/ Pendopo Gubernur Acheh.

 

Berdasarkan informasi di atas, kami dari panitia aksi bersama mengundang rakan-rakan wartawan baik dari media massa maupun media elektronik untuk dapat hadir meliput acara

tersebut di atas.

 

Demikianlah undangan peliputan ini kami buat, atas kehadiran dan kerjasama yang baik kami ucapkan ribuan terima kasih semoga acara aksi ini berjaya dan sukses.

 

Kutaradja, 15 September 2006.

Panitia Aksi Mersama.

 

Muhammad MTA.

Koordinator.

 

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut hubungi ke nomor ini: 081377078889/

081360458708/ 085260002506.

 

Office Address :

Jl.Panglima Polem No.13/ PO. Box. 8119

Kp. Laksana Banda Acheh 23126

Phone/Fax.+62+651+24043

eMail : sira_jaringan2000@yahoo.com

Website : http://www.sirareferendum.org

---------