Stockholm, 17 September 2006.

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

MEREKA YANG MEMPERGUNAKAN KEKUASAAN SEWENANG-WENANG DALAM TUBUH GAM & KPA DI ACHEH.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SEDIKIT MENGUPAS ORANG-ORANG YANG MEMPERGUNAKAN KEKUASAAN SEWENANG-WENANG DALAM TUBUH GAM & KPA DI ACHEH YANG TIDAK MENGACU PADA MOU HELSINKI.

 

”Woiiiiiiiiiiiiiiii Ahmad Sudirman Bengak...!!!dungu...!!! tau tidak kalau petinggi GAM itu telah menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang. Dari hasil Rapat Sigom Donya dulu udah diputuskan bahwa GAM tidak medukung partai politik manapun, tapi kenapa pulak petinggi GAM itu sekarang mendukung PPP?? coba ko jelaskan Ahmad Sudirman Bengak!!!” (chairul munadi, agambeureugoh@yahoo.com , Date: 17 september 2006 05:59:13)

 

Terimakasih saudara Chairul Munadi di Banda Acheh, Acheh.

 

Sesuai dengan apa yang telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki 15 Agustus 2005 yaitu GAM sesuai dengan status politik dan hukumnya yang diterapkan dalam jalur proses politik dan hukum untuk mewujudkan pemerintahan rakyat Acheh melalui jalur proses demokratis dan adil.

 

Nah berdasarkan MoU Helsinki diatas itulah GAM yang sesuai dengan status politik dan hukumnya baik melalui partai politik lokal tersendiri, ataupun melalui dengan kerjasama dengan partai politik lain atau melalui penyokongan jalur independen bisa mewujudkan pemerintahan rakyat Acheh.

 

Jadi, ketika GAM sebagai lembaga atau institusi menyatakan bahwa GAM yang didalamnya ada KPA sebagai lembaga atau institusi tidak ikut dalam Pemilihan Kepala Pemerintah Acheh (Pilkapa). Tetapi secara perseorang anggota GAM dibenarkan untuk mencalonkan diri dan dicalonkan, maka itu tidak berarti pimpinan GAM yang ada didalamnya KPA tidak dibenarkan secara hukum yang mengacu pada MoU Helsinki untuk menyokong  calon lain seperti saudara Humam Hamid dan saudara Hasbi Abdullah.

 

Nah sekarang, ternyata sikap dan tindakan politik pimpinan GAM yang ada didalamnya KPA yang mengacu pada MoU Helsinki diterapkan dalam sikap dan tindakan politik dalam bentuk penyokongan terhadap saudara saudara Humam Hamid dan saudara Hasbi Abdullah ternyata oleh pihak saudara Irwandi Yusuf, saudara Sofyan Dawood dan saudara Munawarliza Zein ditafsirkan menurut kehendak dan tindakan politik mereka bertiganya dalam bentuk sikap, kebijaksanaan dan tindakan politik yang bertentangan dan melawan arus pihak pimpinan tinggi GAM yang didalamnya ada Kepala Komite Peralihan Aceh (KPA) yaitu melalui cara penyokongan dan pendeklaran resmi dari pihak KPA dan ditempat kedudukan KPA terhadap Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar tanpa mendapat persetujuan politik dari pihak petinggi GAM.

 

Nah inilah yang menjadi dasar dan alasan utama mengapa mereka bertiga telah melakukan tindakan politik yang mengarah kepada penghancuran dalam tubuh GAM yang ada didalamnya KPA.

 

Jadi, kalau saudara Chairul Munadi menyatakan bahwa “petinggi GAM itu telah menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang”, maka itu menunjukkan dan menggambarkan bahwa saudara Chairul Munadi adalah benar-benar tidak mengerti dan tidak memahami akibat dari sikap dan tindakan serta kebijaksanaan politik yang dijalankan oleh saudara saudara Irwandi Yusuf, saudara Sofyan Dawood dan saudara Munawarliza Zein yang bukan tindakan politik yang bersifat buttom-up, melainkan suatu sikap, tindakan dan kebijaksanaan politik yang secara langsung bertentangan  dan melawan arus pihak pimpinan tinggi GAM yang didalamnya ada KPA.

 

Berdasarkan pada sikap, tindakan dan kebijaksanaan politik pihak saudara Irwandi Yusuf, saudara Sofyan Dawood dan saudara Munawarliza Zein yang juga didukungan oleh saudara Bakhtiar Abdullah telah mempergunakan lembaga GAM dalam hal ini KPA sebagai lembaga atau institusi resmi untuk menyokong dan mendukung saudara Irwandi Yusuf dan saudara Muhammad Nazar tanpa mendapat persetujuan politik dari pihak petinggi GAM adalah merupakan suatu sikap, tindakan dan kebijaksanaan politik mereka yang sewenang-wenang. Atau dengan kata lain sikap, tindakan dan kebijaksanaan politik yang dijalankan mereka bertiga adalah sikap, tindakan dan kebijaksanaan politik yang mengarah kepada perampasan kekuasaan secara langsung dari tangan pimpinan tinggi dan pimpinan tertinggi GAM yang ada dialamnya KPA.

 

Jadi sekarang sudah terlihat dengan jelas, siapa yang telah mempergunakan kekuasan sewenang-wenang dalam bentuk penggunaan lembaga GAM yang ada didalamnya KPA dan tempat kedudukan KPA yang secara resmi dipakai alat dan kendaraan politik untuk  mencapai kepentingan guna meraih kursi kedudukan Kepala Pemerintah Acheh?

 

Terakhir, saran Ahmad Sudirman kepada saudara Chairul Munadi di Banda Acheh agar supaya membaca, mengerti dan memahami apa yang tertuang dalam MoU Helsinki dan bagaimana pelaksanaannya dilapangan agar supaya saudara Chairul Munadi tidak  tergelicir kedalam jurang sikap, tindakan dan kebijaksanaan politik yang mengarah kepada penghancuran badan GAM yang ada didalamnya KPA sebagaimana yang telah dijalankan oleh pihak saudara Irwandi Yusuf cs di Banda Acheh, Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

From:  chairul munadi agambeureugoh@yahoo.com

Date: 17 september 2006 05:59:13

To: PPDi@yahoogroups.com

Cc: IACSF@yahoogroups.com, WAFO@yahoogroups.com

Subject: [IACSF] Re: «PPDi» Re: RAHASIA DARI IRWANDI YUSUF

 

“Disini ada dua kesalahan besar yang dijalankan oleh pihak Irwandi Yusuf cs, yaitu pertama, pihak Sofyan Dawood di tempat kedudukan KPA menyokong dan mendeklarkan pihak Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar sebagai calon Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah Acheh tanpa mendapat persetujuan politik dari pihak petinggi GAM. Kedua, pihak Sofyan Dawood mempergunakan lembaga atau institusi KPA secara resmi untuk dijadikan sebagai alat pendukung dan peyokong politik kepada pihak Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar.” (Ahmad Sudirman, 12 September 2006)

 

woiiiiiiiiiiiiiiii Ahmad Sudirman Bengak...!!!dungu...!!! tau tidak kalau petinggi GAM itu telah menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang.

 

Dari hasil Rapat Sigom Donya dulu udah diputuskan bahwa GAM tidak medukung partai politik manapun, tapi kenapa pulak petinggi GAM itu sekarang mendukung PPP?? coba ko jelaskan Ahmad sudurman Bengak!!!

 

Mu'allim Muzakkir Manaf sudah jelas-jelas tidak mendukung keputusan Malik, zaini, ilyas abee, dan konco-konconya...karena dia tau kalau dia mendukung berarti dia telah melanggar keputusan bersama (Hasil Rapat Sigom donya). tapi kenapa pulak Si Malek itu dengan sewenang-wenang memaksa Mu'allim Muzakkir Manaf untuk membacakan surat dukungan kepada H20??? coba ko jelaskan Ahmad Sudirman bengak.!!! jangan asal bacot aja ko... jangan sok tau kau Ahmad sudirman tentang GAM dan KPA...jangan menebar fitnah kemana-mana..rugi aja nama kau Hakim tapi gk bisa menimbang mana yang benar dan mana yang salah.

 

kami sudah cukup lama menderita wahai Ahmad sudirman...sudah begitu banyak nyawa melayang  karena  fitnah dan adu domba......jangan lagi kau tambah penderitaan kami dengan fitnah-fitnahmu...

---------