Stockholm, 19 September 2006.

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

MASIH MENGULITI MEREKA YANG MELAKUKAN MAKAR POLITIK TERHADAP PIMPINAN TERTINGGI GAM TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MASIH TETAP MENYOROT MEREKA YANG MELAKUKAN MAKAR POLITIK TERHADAP PIMPINAN TERTINGGI GAM TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO.

 

”Akang Ahmad Sudirman. Perjuangan GAM adalah perjuangan untuk mensejahterakan Bangsa Atjeh, perjuangan GAM ada milik Bangsa Atjeh bukan milik bangsa Jawa, bukan milik Malek mahmud, bukan milik Zaini Abdullah, bukan milik Ilyas Abee (dapu), dan juga bukan milik Ahmad Sudirman. setiap keputusan yang diambil oleh GAM harus sesuai dengan amanah dan kemauan Bangsa Atjeh. beberapa bulan yang lalu di Banda Atjeh telah dilakukan rapat SIGOM DONYA untuk menentukan sikap politik GAM dalam PILKADA di Atjeh, rapat tersebut telah dihadiri oleh seluruh Bangsa Aceh dari seluruh penjuru dunia. dalam rapat tersebut telah diputuskan bahwa salah satunya adalah: GAM tidak mendukung partai politik manapun sehingga terbentuk partai dagi GAM itu sendiri.” (chairul munadi, agambeureugoh@yahoo.com , chaerul_moenadi@yahoo.com , Date: 19 september 2006 04:38:24)

 

Terimakasih saudara Chairul Munadi cs di Banda Acheh, Acheh.

 

Makin lama saudara Chairul Munadi cs memberikan tanggapan dari hasil buah pikirannya, makin kelihatan ia tidak mengerti dan tidak memahami perjuangan GAM yang diredeklarasikan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro 4 Desember 1976. Terbukti dari apa yang disampaikan oleh saudara Chairul Munadi diatas yang menggambarkan keadaan bagaimana pengetahuan, pemahaman dan ideologi perjuangan GAM yang ada dalam pikiran saudara Chairul Munadi yang masih hanya sebatas kulitnya saja. Sebagai contoh misalnya saudara Chairul Munadi menuliskan bahwa “Perjuangan GAM adalah perjuangan untuk mensejahterakan Bangsa Atjeh, perjuangan GAM ada milik Bangsa Atjeh bukan milik bangsa Jawa, bukan milik Malek mahmud, bukan milik Zaini Abdullah, bukan milik Ilyas Abee (dapu), dan juga bukan milik Ahmad Sudirman.”

 

Nah, dari apa yang disampaikan oleh saudara Chairul Munadi tentang perjuangan GAM, maka kelihatan dengan jelas dan terang bahwa saudara Chairul Munadi memang tidak mengerti dan tidak memahami serta tidak menghayati perjuangan GAM itu sendiri. Mengapa? Karena faktor kesejahteraan adalah hanya sebagai faktor hasil saja, bukan sebagai misi dan visi utama dari perjuangan GAM yang diredeklarasikan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro itu sendiri. Visi dan misi perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah untuk penentuan nasib sendiri, bukan hanya sekedar faktor kesejahteraan sebagaimana yang disampaikan oleh saudara Chairul Munadi.

 

Jadi, kalau saudara Chairul Munadi  terpaku kepada perjuangan GAM hanya sekedar untuk mencapai kesejahteraan bagi bangsa Acheh, maka akan mudah lebur dan mudah pudar dengan sogokan dan kilauan uang yang disodorkan oleh pihak pemerintah RI yang dilapisi dengan embel-embel untuk kesejahteraan bangsa Acheh.

 

Selanjutnya karena visi dan misi perjuangan GAM adalah untuk penentuan nasib sendiri bagi bangsa Acheh, maka perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan Stafnya adalah perjuangan yang bukan berdasarkan pada misi mencari kekayaan yang diselimuti dan ditutupi dengan embel-embel pembungkus kesejahteraan bagi bangsa Acheh.

 

Jadi, kalau pimpinan tinggi GAM Teungku Malik Mahmud, Dr. Zaini Abdullah, Teungku Ilyas Abee yang telah diberi kepercayaan politik dan hukum oleh pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro, maka hal itu bukan berarti bahwa perjuangan GAM milik pribadi, melainkan perjuangan GAM masih tetap dibawah komando tertinggi Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan dilaksanakan oleh Stafnya untuk dilaksanakan dan dijalankan melalui roda pemerintahan GAM.

 

Karena itu, seperti yang telah dijelaskan oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan sebelum ini yaitu apabila “tindakan politik yang dijalankan oleh saudara Sofyan Dawood dengan memakai KPA tanpa mendapat persetujuan politik dan hukum dari pimpinan tinggi GAM untuk menyokong pendeklarasian saudara Irwandi Yusuf dan saudara Muhammad Nazar sebagai calon Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah Acheh, maka tindakan politik saudara Sofyan Dawood tersebut merupakan tindakan penjegalan politik dan tindakan pembangkangan politik yang mengarah kepada tindakan perebutan kekuasaan dalam tubuh GAM dari pimpinan tinggi GAM.” (Ahmad Sudirman, 18 September 2006).

 

Mengapa tindakan mereka bertiga disebut dengan tindakan penjegalan politik dan tindakan pembangkangan politik yang mengarah kepada tindakan perebutan kekuasaan dalam tubuh GAM dari pimpinan tinggi GAM?

 

Karena mereka bertiga telah melakukan tindakan politik dengan memakai tubuh KPA tanpa mendapat persetujuan politik dan hukum penuh dari pimpinan tinggi GAM yang telah diberi kepeceryaan politik dan hukum oleh pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Jadi, kalau dilihat dari sudut lembaga atau istitusi politik dan hukum GAM, maka tindakan politik yang dijalankan oleh saudara Irwandi Yusuf, saudara Sofyan Dawood dan saudara  Munawarliza Zein adalah tindakan makar politik kepada pimpinan tinggi dan pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Terakhir, saran Ahmad Sudirman kepada saudara Chairul Munadi cs yang ada di Banda Acheh adalah karena MoU Helsinki-lah, maka lahir apa yang dinamakan dengan rapat atau pertemuan sigom donya di Banda Acheh. Tetapi MoU Helsinki bukan sebagai tujuan, melainkan hanya sebagai alat untuk mencapai apa yang menjadi visi dan misi perjuangan GAM. Karena itu kalau ada orang yang memakai MoU sebagai alat untuk mencari kekuasaan melalui kedudukan dan uang serta dana yang lainnya di Acheh, maka orang tersebut tidak mengerti dan tidak memahami visi dan misi perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya. Contohnya, seperti saudara Irwandi Yusuf, saudara Sofyan Dawood dan saudara  Munawarliza Zein yang telah menjadikan MoU sebagai alat untuk mencari kedudukan, uang dan kekayaan lainnya di Acheh, sehinga lupa visi dan misi perjuangan GAM itu sendiri. Dan tentu saja mereka yang melakukan makar politik kepada pimpinan tinggi dan pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro usaha mereka tidak akan berhasil.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

From: chairul munadi agambeureugoh@yahoo.com

Date: 19 september 2006 04:38:24

To: PPDi@yahoogroups.com, IACSF@yahoogroups.com, WAFO@yahoogroups.com

Subject: Re: «PPDi» Re: «PPDi» Re: [IACSF] Re: «PPDi» Re: RAHASIA DARI IRWANDI YUSUF

 

payah tapeubeut troeh bak guda toeh iek si ma'e nyoe

 

akang Ahmad Sudirman.. Perjuangan GAM adalah perjuangan untuk mensejahterakan Bangsa Atjeh, perjuangan GAM ada milik Bangsa Atjeh bukan milik bangsa Jawa, bukan milik Malek mahmud, bukan milik Zaini Abdullah, bukan milik Ilyas Abee (dapu), dan juga bukan milik Ahmad Sudirman. setiap keputusan yang diambil oleh GAM harus sesuai dengan amanah dan kemauan Bangsa Atjeh. beberapa bulan yang lalu di Banda Atjeh telah dilakukan rapat SIGOM DONYA untuk menentukan sikap politik GAM dalam PILKADA di Atjeh, rapat tersebut telah dihadiri oleh seluruh Bangsa Aceh dari seluruh penjuru dunia. dalam rapat tersebut telah diputuskan bahwa salah satunya adalah: GAM tidak mendukung partai politik manapun sehingga terbentuk partai dagi GAM itu sendiri.

 

nah...apa yang terjadi sekarang???

 

#+# Malek mahmud, Zaini Abdullah, Ilyas Abe...dengan kekuasaannya sebagai Pimpinan tinggi GAM memerintahkan Muzakkir Manaf untuk membacakan surat dukungan kepada suatu partai yang jelas-jelas telah mengangkangi dan melanggar sesuatu yang tidak dibenarkan oleh keputusan Bangsa Atjeh (baca Rapat Sigom donya). layakkah seorang pemimpin yang demikian itu untuk dipatuhi dan di ikuti?

 

#+# Sofyan Daod, Munawarliza Zain, mendeklarasikan pasangan IRNA untuk maju sebagai kandidat CAGUP dan CAWAGUP Atjeh yang didukung sepenuhnnya oleh Majlis GAM dan KPA serta tidak melanggar dengan apapun yang telah diputuskan oleh bangsa Atjeh.

 

saya tanyakan kepada member milis ini: di antara dua peristiwa tersebut, manakah yang benar dan manakah yang salah??

 

INGAT: PERJUANGAN GAM ADALAH PERJUANGAN MILIK BANGSA ATJEH< BUKAN MILIK PRIBADI. BARANGSIAPA YANG MENGGUNAKAN GAM UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI SILAHKAN KELUAR DARI BUMI ATJEH

 

Ahmad Sudirman:

jangan samakan budaya Atjeh dengan budaya Jawa...budaya atjeh adalah tunduk kepada kebenaran...budaya jawa adalah tunduk dan patuh dengan sebenar-benarnya kepada pimpinan (baca tulisan-tulisan Pramoedya Ananta Toer). kalau anda ingin berbicara masalah Atjeh, datang, lihat dan pelajari dulu budaya dan karakter bangsa Atjeh.

---------