Stockholm, 20 September 2006.

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

SEHARUSNYA PAUS BENEDICTUS XVI SEBELUM MEMBERI KULIAH TENTANG RASULULLAH SAW BACA DULU SEJARAH KOTA CESENA JANUARI 1377.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

BIAR ADIL SEHARUSNYA SEBELUM PAUS BENEDICTUS XVI MEMBERI KULIAH TENTANG RASULULLAH SAW BACA DULU SEJARAH KOTA CESENA JANUARI 1377.

 

Kalau Ahmad Sudirman memperhatikan apa yang disampaikan oleh Paus Benedictus XVI dalam mata kuliah teologi dihadapan para mahasiswa di Universitas Regensburg, di Jerman pada hari Selasa tanggal 12 September 2006 yang sebagian isi kuliahnya mengutip ucapan Kaisar Manuel II Palaiologos yang berkuasa dari tahun 1391 sampai tahun 1425 yang isi kutipannya ''Tunjukkan padaku apa yang baru dari Muhammad, dan yang kau temukan hanyalah hal yang berbau iblis dan tak manusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan agama dengan pedang'', maka ditemukan kekurangan dalam isi materi kuliah teologinya, yaitu kejadian pembunuhan melalui cara penyembelihan masal ribuan rakyat di Cesena, Italia pada bulan Januari 1377 yang dilakukan oleh pasukan Paus Gregory XI yang menduduki tahta Paus dari tahun 1370 sampai 1378 yang dipimpin oleh komandan perangnya John Hawkwood kelahiran Inggris yang berganti nama menjadi Giovanni Acuto.

 

Nah melalui tangan komandan perang Giovanni Acuto dengan pasukan Paus Gregory XI inilah puluhan ribu rakyat di Cesena, Italia pada bulan Januari 1377 telah menemui ajalnya dengan cara disembelih seperti kambing-kambing lemah yang tidak berdaya untuk melawannya.

 

Tetapi, tentu saja sejarah yang berisikan fakta dan bukti penyembelihan puluhan ribu rakyat Cesena di Italia ini tidak berani disinggung oleh Paus Benedictus XVI dalam kuliah teologinya dihadapan para mahasiswa di Universitas Regensburg itu. Padahal sejarah penyembelihan puluhan ribu rakyat Cesena di Italia ini terjadi 14 tahun sebelum Manuel II Palaiologos menjadi Kaisar.

 

Jadi sebenarnya kalau kita dan Paus Benedictus XVI mau jujur dan adil dalam menilai fakta dan bukti sejarah, maka yang melakukan penyebaran agama melalui pedang yang berbau iblis itu adalah tindakan penguasa  Paus Gregory XI yang nama kecilnya Pierre Roger de Beaufort, bukan Nabi Muhammad saw sebagaimana yang dinyatakan oleh  penguasa Kaisar Manuel II Palaiologos yang dikutip oleh Paus Benedictus XVI.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------