Stockholm, 1 Oktober 2006.

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN AHMAD SUDIRMAN DARI SUDUT ROMATOR.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN AHMAD SUDIRMAN DARI SUDUT ROMATOR.

 

“Tetapi setelah terjadi beberapa “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan.  Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada persoalan peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, dimana kami tidak bisa kompromi sama sekali. Setelah tidak ada hubungan dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami. Tetapi setelah dia menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM mainstream” dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan.” (Yusuf Daud, norsborg_sweden@yahoo.se , 83.251.20.204,  30 september 2006 23:34:41)

 

Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB [62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm, Swedia.

 

Setelah membaca pernyataan yang disampaikan oleh saudara Yusuf Daud kepada saudara Muhammad al Qubra yang didalamnya menyinggung Ahmad Sudirman, ternyata ditemukan beberapa masalah yang perlu diluruskan demi kebenaran jalannya jalur hasil cerita yang dipaparkan oleh saudara Yusuf Daud tersebut.

 

Dimana saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa Ahmad Sudirman “menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM mainstream” dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan.”

 

Nah, dari apa yang dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud tersebut adalah penuh dengan hasil dorongan subjektifitasnya saja. Mengapa ?

 

Karena, kalau Ahmad Sudirman telah menggali, mempelajari, mendalami, menganalisa dan menyimpulkan sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI, kemudian dengan dasar fakta dan bukti pengetahuan dan sejarah tersebut Ahmad Sudirman menyatakan sikap penyokongan dan pendukungan penuh kepada perjuangan GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro, maka sikap dan tindakan politik Ahmad Sudirman tersebut adalah bukan sikap dan tindakan politik penyusupan kedalam GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Selanjutnya pimpinan tinggi GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah mengetahui dari sejak pertama kali mereka menginjakkan kakinya di bumi Swedia. Pimpinan tinggi GAM mengenal siapa Ahmad Sudirman dan Ahmad Sudirman juga mengenal siapa mereka.

 

Jadi, kalau dukungan dan sokongan penuh Ahmad Sudirman yang diberikan kepada pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya itu adalah bukan merupakan sikap dan tindakan Ahmad Sudirman yang ”menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream” seperti yang dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud, melainkan sikap dan tindakan politik yang terbuka secara umum dari pihak Ahmad Sudirman.

 

Nah, kalau dari pihak saudara Yusuf Daud cs merasa dan berpikir bahwa dengan adanya sikap dan tindakan politik penyokongan penuh dari Ahmad Sudirman kepada pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dianggap sebagai suatu usaha penyusupan kedalam kelompok GAM, maka perasaan dan pikiran saudara Yusuf Daud cs itu masih berada ditingkat kulit-politik-nya saja.

 

Kemudian, saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa ”setelah terjadi beberapa “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan.  Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya.”.

 

Nah, kalau memang ada beberapa ”peristiwa” penting seperti yang disebutkan oleh saudara Yusuf Daud yang dijadikan alasan untuk memutuskan hubungan Yusuf Daud cs dengan pihak Ahmad Sudirman, maka dipersilahkan untuk dikemukakan dengan jelas dan terperinci di mimbar bebas ini agar supaya bisa diklarifikasikan kebenaran ”peristiwa” penting tersebut dan agar supaya para pembaca di mimbar bebas ini mengetahui secara jelas dan benar.

 

Seterusnya, saudara Yusuf Daud menuliskan: ”Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami.”

 

Nah, apa yang ditulis oleh saudara Yusuf Daud itu adalah diambil dari hasil analisa saudara Usman Harun di Jorpeland, Rogaland, Norway yang telah dijawab oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan ”Mereka hanya menafsirkan tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja” ( http://www.dataphone.se/~ahmad/060815.htm ). Dimana dasar pemikiran yang menjadi pernyataan saudara Yusuf Daud tersebut juga adalah setelah ia membaca tulisan Ahmad Sudirman tentang ”Penyelesaian Aceh ditinjau dari UUM” ( http://www.dataphone.se/~ahmad/990728.htm ) yang ditulis 7 tahun yang lalu. Dan Ahmad Sudirman telah memberikan tanggapan dan jawaban atas hasil pemikiran saudara Yusuf daud tersebut dalam tulisan ”Mereka hanya menafsirkan tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja”.

 

Selanjutnya, memang pada tahun 1990-an beberapa kali Ahmad Sudirman diundang oleh pihak Yusuf Daud cs untuk datang menghadiri ”maulid Nabi atau pertemuan dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi”. Ahmad Sudirman datang menghadiri acara-acara tersebut adalah sebagai tamu dan pendengar saja, walaupun sekali-kali ada sedikit pembicaraan dan sedikit diskusi, tetapi tidak ada yang istimewa dalam pertemuan atau acara tersebut.

 

Kemudian, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan tentang pernyataan yang disampaikan oleh pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka itu bukan berarti Ahmad Sudirman memulai ”perang” terhadap pihak Yusuf Daud cs, melainkan Ahmad Sudirman memberikan tanggapan berdasarkan hasil galian, pemahaman, analisa dan kesimpulan Ahmad Sudirman tentang pernyataan PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic.

 

Nah kalau pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic menganggap bahwa tanggapan Ahmad Sudirman tersebut bertentangan dengan garis politik dari pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka dipersilahkan untuk membantahnya secara jelas dan terbuka agar supaya bangsa dan semua rakyat Acheh mengetahui secara gamblang dan benar.

 

Ahmad Sudirman sangat senang sekali kalau ada dari pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic yang memberikan tanggapannya secara terbuka atas apa yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman tersebut. Jadi, dalam masalah diskusi dan perdebatan yang terbuka ini adalah bukan dengan tujuan saling memusuhi, melainkan untuk mencari titik-titik yang bisa dijadikan garis lurus bersama. Tetapi, kalau pihak saudara Yusuf Daud menganggap bahwa tanggapan yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman itu sebagai  suatu sikap ke arah ”perang”, maka  anggapan tersebut adalah anggapan yang dangkal dan sempit saja.

 

Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman menulis seperti yang dinyatakan oleh saudara Yusuf Daud bahwa "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi permas "akan dijerat" adalah itu bukan suatu ancaman, melainkan kalau ada pihak yang menulis secara terbuka yang isinya fitnah dan penghinaan pribadi, misalnya seperti yang ditulis oleh Paya Bujok bahwa Ahmad Sudirman mengambil binik orang, Ahmad Sudirman kawin dengan janda tua, Ahmad Sudirman mencuri data dari komputer punya orang, maka tindakan orang tersebut adalah tindakan pidana penghinaan dan fitnah pribadi (bukan politik) yang bisa dijerat oleh pihak yang berwenang di Swedia. Kemudian soal PERMAS, kalau memang organisasi ini tidak didaftarkan secara resmi sebagai organisasi politik dan diakui resmi sebagai organisasi yang berasas dan bertujuan politik, kemudian dipakai alat untuk tindakan dan perjuangan politik yang melibatkan negara lain, maka sudah pasti akan terkena jeratan hukum di negara tersebut, misalnya di Swedia.

 

Seterusnya soal MoU Helsinki. Ahmad Sudirman mendukung perjanjian yang dijalankan oleh pihak GAM dan pemerintah RI yang dituangkan dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Dimana MoU tersebut menurut Ahmad Sudirman adalah sebagai salah satu alat bagi pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya untuk mencapai tujuan penentuan nasib sendiri.

 

Nah, kalau saudara Yusuf Daud cs bersama PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic tidak menerima MoU Helsinki, maka itu adalah hak politik saudara Yusuf Daud cs. Tidak ada paksaan dalam hal ini. Lagi pula saudara Yusuf Daud dan  PERMAS serta Komite Free Acheh Democratic tidak ada memiliki hubungan secara lembaga atau institusi politik dengan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Saudara Yusuf Daud cs secara kelembagaan politik adalah berada diluar GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Jadi kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan terhadap mereka yang menentang MoU Helsinki, maka itu bukan berarti Ahmad Sudirman ”menjahannamkan secara agresif siapa saja, siapa saja,  yang tidak sesuai dengan pikirannya atau mengkritisi MoU” seperti yang ditulis oleh saudara Yusuf Daud, melainkan tanggapan Ahmad Sudirman itu adalah merupakan tanggapan politik dan hukum dilihat dari sudut isi MoU Helsinki hasil kesepakatan politik antara pihak GAM dan pemerintah RI.

 

Selanjutnya lagi, kalau Ahmad Sudirman menyatakan bahwa saudara Yusuf Daud adalah secara fakta dan bukti hukum pengguna nama Paya Bujok dengan email bujok_paya@yahoo.com adalah memang benar secara hukum karena ada bukti hukumnya. Jadi, dalam hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi atau dibantah lagi. Hanya yang masih perlu pembuktian adalah masih adanya orang selain dari saudara Yusuf Daud yang memakai nama Paya Bujok dan email bujok_paya@yahoo.com dengan password yang sama untuk dipakai menyebarkan tulisan-tulisan yang isinya tidak senonoh, seperti saudara Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] dan terakhir ini saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134]. Dimana ketiga orang ini tidak akan mungkin bisa membaca emailnya lewat Yahoo.com kalau mereka bertiga tidak memiliki password yang sama, karena mereka bertiga memiliki email adres yang sama yaitu bujok_paya@yahoo.com yang hanya bisa diterima, dibuka dan dibaca melalui Yahoo.com yang diperlukan password dan username yang sama. Dan mereka yang memakai nama Paya Pujok dan email bujok_paya@yahoo.com yang isinya penuh fitnah dan penghinaan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan politik dan hukum. Dimana fitnah dan penghinaan pribadi inilah yang bisa dijerat oleh hukum di Swedia. Bukan masalah perbedaan pandangan atau pikiran politik yang bisa dijerat oleh hukum di Swedia, melainkan adanya fitnah dan penghinaan pribadi yang bisa divonis hukum dalam pengadilan di Swedia.

 

Kalau dalam tulisan sebelumnya pernah disinggung saudara Yahya dan saudara Anwar yang menurut saudara Yusuf Daud adalah keduanya adik ipar saudara Yusuf Daud, maka dipersilahkan kepada saudara Yahya dan saudara Anwar dengan terbuka menyatakan diri bahwa tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan memakai email  bujok_paya@yahoo.com . Dan pernyataan ini pernah Ahmad Sudirman juga kemukakan dalam tulisan sebelum ini, tetapi sampai detik sekarang ini tidak pernah ada tanggapan dan jawaban yang jelas dan pasti dari saudara Yahya dan Anwar ini kepada pihak Ahmad Sudirman. Kalau memang mereka berdua tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan email bujok_paya@yahoo.com , maka tidak perlu mereka takut untuk menyatakan secara terbuka di mimbar bebas ini. Misalnya contohnya saudara Yusuf Daud yang telah menyatakan dirinya secara terbuka bahwa ia adalah pemakai nama Paya Bujok dan pengguna email bujok_paya@yahoo.com .

 

Terakhir, dengan telah diluruskannya apa yang telah disampaikan oleh sadara Yusuf Daud tersebut, diharapkan para pembaca di mimbar bebas ini memperoleh gambaran yang jelas dan terang dimana kedudukan Ahmad Sudirman dan dimana kedudukan saudara Yusuf Daud. Sehingga akan memberikan gambaran yang jelas tentang perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dikaitkan dengan pihak Ahmad Sudirman dan pihak saudara Yusuf Daud serta pihak PERMAS juga Komite Free Acheh Democratic.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Received: from [83.251.20.204] by web26710.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Sat, 30 Sep 2006 23:34:41 CEST

Fran:  Yusuf Daud norsborg_sweden@yahoo.se

Svarsadress:  Lantak@yahoogroups.com

Skickat:  den 30 september 2006 23:34:41

Till:  acsa@yahoogroups.com, ppdi@yahoogroups.com, wafo@yahoogroups.com, IACSF@yahoogroups.com, Lantak@yahoogroups.com

Amne:  [Lantak] SV: [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK

 

Muhammad al qubra atau Husaini Daud?

 

Saya tidak tahu kalau Husaini sudah pernah berjumpa dengan Ahmad Sudirman atau kenal dengan tulisan2 via emailnya saja.

 

Saya kenal baik dengan Ahmad Sudirman dan isterinya, pernah ke rumah saya, pernah kami undang ke Menasah Aceh beberapa kali ketika ada kenduri2 maulid Nabi atau pertemuan dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi. Saya kenal juga beberapa kawan Ahmad Sudirman yang se ide dengan nya, dimana menurut mereka indonesia merupakan sebuah negara Islam yang terbesar di dunia, dan… memecah belah indonesia itu sama dengan menghancurkan Islam - lebih kurang seperti yang ditulis Ahmad Sudirman dalam homepage nya.

 

Tetapi setelah terjadi beberapa “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan.  Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada persoalan peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, dimana kami tidak bisa kompromi sama sekali.

 

Setelah tidak ada hubungan dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami.

 

Tetapi setelah dia menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM mainstream” dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan.

 

Kamu Husaini harus ingat, Ahmad Sudirman yang memulai "perang" ini, mengcounter tulisan2 pribadi kami, termasuk pernyataan2 PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, yang orang Aceh sendiri yang berseberangan dengan kami jarang membantahnya; Ahmad Sudirman yang mula2 dan berkali kali menggunakan kata2 "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi permas "akan dijerat" dls sebelum orang lain menggunakan kata2 yang sama; dan dalam kaitan dengan MoU, Ahmad Sudirman yang sering menjahannamkan secara agresif siapa saja, siapa saja,  yang tidak sesuai dengan pikirannya atau mengkritisi MoU.

 

Secara pribadi saya tidak pernah berdiskusi dengan Ahmad Sudirman, sebab tidak ada yang bisa didiskusikan. Kadang2 ketika nama saya terus dibawa bawa, sejumlah email dikatakan milik saya, dan tulisan2 yang dibawah standard dikatakan saya berada dibelakangnya, maka perlu diluruskan dan diklarifikasikan.

 

Sekarang Ahmad Sudirman sudah tahu bahwa email paya_bujok pernah saya pakai atau mungkin saya sendiri pemilik email paya_bujok yang sekarang dipakai orang lain? Ini kita serahkan kepadan Ahmad Sudirman untuk menyelidiknya.

 

Kamu jangan terburu-buru menuduh orang tanpa bukti. Untuk menghadapi Ahmad Sudirman saya cukup bukti dan argumen, tidak harus memaki-maki, apa lagi mengancam. Kamu Husaini tidak akan bisa membuktikan kalau saya, Yusuf Daud, pernah mengancam orang. Tapi saya bisa membuktikan yang Ustaz kamu telah berkali kali mengancam saya. Kalau kamu memang orang yang jeli,….. lihat, teliti dan pelajari percakapan email saya (bukan diskusi) dengan Ahmad Sudirman dalam seminggu ini. Apa yang terjadi???

 

Semua orang yang normal dan tidak buta bisa melihat bahwa Ahmad Sudirman menuduh dan bertubi tubi mengancam saya untuk dipengadilankan. Reaksi saya: silakan, paparkan buktinya – itu saja, bukan? Sekali sekali saya tegur kalau saya lihat Ahmad Sudirman sudah ngaur dan salah tebak, apa lagi bulan puasa: email dari Amerika dibilang dari ”Fittja-Norsborg”, orang2 yang tidak pernah tinggal di Stockholm pun dibilang dari ”Fittja-Norsborg” dst. Husaini, siapa yang harus tobat dibulan suci ini???

 

Husaini, baca baik baik tulisan Ahmad Sudirman yang dikirim tiga hari yang lalu: begitu optimis dan meyakinkan, bukan?

“...artinya (email bujok_paya) bukan hanya dipakai oleh saudara Yusuf Daud, tetapi juga oleh sindikat atau bisa juga disebut keluarga dekat saudara Yusuf Daud seperti saudara Anwar dan saudara Yahya.Jadi, ketika saudara Yusuf Daud sedang sibuk bekerja di perusahaan mekanik ROMATOR AB yang terletak di sekitar daerah Bandhagen, Sockholm, maka saudara Yusuf Daud cs seperti saudara Anwar dan saudara Yahya siap memakai email bujok_paya@yahoo.com dengan menyambungkan internetnya ke server Telianet untuk bermain di sekitar PPDI dan di arena International Aceh Civil Society

Forum”

 

Kenapa Ahmad Sudirman memilih kedua adik ipar saya sebagai korbannya dan dimulutnya selalu dimuntahkan kata2 ”Fittja-Norsborg” walaupun email2 tersebut bukan dari Norsborg dan walaupun orang2 yang berkenaan tidak pernah tinggal di Norsborg?  Ini terpulang kepada pembaca untuk menafsir sendiri.

Tapi sayang dan kasihan juga………….

Bulan puasa, bulan suci Ramadhan, Ahmad Sudirman (Ustaz? Na’uzubillah min zaalik) sanggup menuduh tanpa bukti dan memfitnah orang begitu saja. Dan selalu menggunakan nama Allah, Bismillah...., Assalamualaikum...dan mengakhiri dengan memohon doa kepada Allah? Sampai2 nama Allah pun sanggup dimonopoli untuk menipu para pembaca….

Husaini, siapa yang harus bertobat sekarang???

Siapa2 yang ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Ahmad Sudirman, silakan kirim emailnya kepada saya. Mungkin masih ada tiga-empat hari lagi, setelah itu layanan untuk Ahmad Sudirman saya tutup buat sementara waktu.

 

Mudah2an dengan sedikit penjelasan ini bisa terbuka mata mu dalam melihat fakta dan kebenaran.

----------

 

Received: from [83.108.160.68] by web86906.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Fri, 29 Sep 2006 21:23:17 CEST

Fran:  Muhammad al qubra acheh_karbala@yahoo.no

Svarsadress:  IACSF@yahoogroups.com

Skickat:  den 29 september 2006 21:23:17

Till:  IACSF@yahoogroups.com, Lantak@yahoogroups.com

Amne:  [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK

 

Dicatatan harian saya ada beberapa email yang saya palang tidak layak untuk kita layani yaitu atas nama Paya Bujok, Tgk Maad, Darwis Jiniep dan email-email dari Tarmizi alias Puteh sarong yang puluhan banyaknya dan demikian juga yang lain sebagainya. Email-email ini kerap kali menggunakan bahasa yang sangat tidak pantas. Kali ini saya benar-benar tersentak ketika ada keterangan bahwa email atas nama Paya Bujok itu tidak lain Yusuf Daud Sendiri. Sebab saya lihat sebelumnya Yusuf Daud ini agak sopan, namun belakangan ini ketika berdiskusi dengan Ustaz Ahmad Sudirman ternyata juga menggunakan bahasa yang lazim digunakan Paya Bujok.

 

Wahai Tuan Yusuf Daud sebaiknya anda bertaubat sajalah mulai bulan Ramadhan ini. Sesungguhnya Allah senantiasa melihat tingkah laku kita. Kita mungkin saja menyembunyikan nama untuk mencela orang lain buat sementara waktu, namun suatu saat pasti kita kan mendapat balasannya. Kemudian kita takperlu mengancam orang lain, Malaikat Maut saja tak pernak mengancam orang yang memiliki kuasa (semoga Allah mengampuni saya dari berkata seperti ini).  Kenapa kita tidak mengambil pelajaran pada hal yang demikian?

 

Saya melihat baru-baru ini ada orang yang dulunya menuduh yang bukan-bukan terhadap Ustaz Ahmad Sudirman, malah sekarang itu orang sudah mulai pada memujinya. Mudah-mudahan itu orang benar-benar sudah insaf dari kesalahannya.   Semoga Allah melindungi hambanya yang mau bertaubat serta takut kepadaNya.  Aamin ya Rabbal 'aalamin,-

 

Muhammad Al Qubra.

----------